BEAUTIFUL YOU~SEQUEL / jessica-sehun part 2

OH SEHUN AND jESSICA

Author: S.Y.M

Title: Beautiful You

Length: Oneshot (Sequel)

Genre: Romantic, Angst

Rating: PG16

Cast:

Jessica Jung

Oh Sehun

____________________________________________1ST MEETING/PART 2_____________________________

…………………Sehun masih berfikir, untuk apa Da Hae ada di rumah sakit? Ah … tentu karena dia sakit. Namun sakit apa yang dideritanya? Ia juga terlibat sedikit pertengkaran dengan seorang yeoja. Ia penasaran karena ia tahu siapa Da Hae.

Ia segera ke petugas untuk mengurus administrasinya. Namun beberapa saat kemudian, pandangannya terkunci pada sosok yang juga sedang berurusan dengan bagian administrasi. Ia terlihat sedang bernego dengan petugas itu. Namun satu hal yang diperhatikan Sehun.

Orang itu adalah orang yang bertengkar dengan Da Hae.

“Bisakah saya membayarnya sebagian, saya harus mencari sisa kurangan ini. Saya akan bawakan besok, Tolong lah… “ Pinta Jessica.

Biaya rawat inap Da Hae lumayan menguras kantongnya, belum lagi biaya pemeriksaan dan lab. Ia harus merincinya. Lagi pula ia juga harus mengurus untuk biaya perawatan kakaknya sampai ia pulih ke depannya.

Cukup lama ia berdebat dengan petugas itu, sampai akhirnya tiba giliran orang lain yang harus menyelesaikan administrasinya.

Jessica menggeser tempatnya berdiri, ia masih belum menyelesaikan administrasinya.

Sementara itu Sehun yang kebetulan sedang menyelesaikan administrasinya, kembali memperhatikan Jessica yang masih terdiam di tempat yang sama.

Ia memperhatikan seluruhnya dari Jessica, dari pakaian yang ia kenakan, gaya rambut sampai ekspresi yang menurutnya sangat lucu saat itu, meskipun ekspresi Jessica saat itu adalah ekspresi melas yang ia tunjukkan pada penjaga. Namun itu lucu baginya. Menurutnya gadis itu menarik.

“Ma’af, kartu anda tidak bisa digunakan tuan” kata sang petugas yang sontak membuat Sehun menutup mata dengan kedua tangannya.

“Jinja? Coba anda cek lagi, “ kata sehun,

Ia kini mencari kartu kredit lain di dompetnya, namun sungguh sial karena hanya itu kartu yang ia bawa di dompetnya.

“Kartu ini tidak bisa digunakan untuk transaksi tuan, sepertinya kartu ini sudah limit”

Sehun kini merutuki dirinya yang sama sekali tidak membawa uang tunai. Biaya perawatannya memang tidak banyak, namun ia tidak bisa berbuat banyak karena ia tidak membawa apa-apa di rumah sakit ini. Semuanya ia serahkan ke pengacaranya.

Jessica berdehem, ia pun memperhatikan Sehun yang terlihat bingung.

“Apa yang terjadi ?” tanyanya lembut.

Sehun pun mendongak, ia melihat langsung wajah Jessica dari dekat dan sungguh kali ini ia seperti melihat wajah seorang malaikat.

“Apa aku boleh meminjam ponsel mu?” kata sehun.

Jessica tersenyum, ia mengangguk dan menyerahkan ponselnya pada Sehun.

“Apa kau tidak membawa apapun? Apa kau kemalingan? Kau kecopetan? Kau baru saja dirampok sampai babak belur seperti ini? Kau sudah lapor polisi? Atau aku bisa membantumu untuk membayar biayamu dulu, lalu kau bisa lapor polisi dan kau bisa melunasinya nanti?”

Sehun memutar matanya, kali ini dia bukan lagi malaikat, tapi seseorang yang bahkan tidak dikenalnya dan sungguh mengganggu telinganya.

“Bisakah kau diam?” Sehun sedikit membentak.

Jessica sontak mundur selangkah saat mendapat tatapan tajam dari Sehun. Ia mengedipkan mata berkali-kali, ia bahkan heran kenapa ia dibentak oleh orang yang baru dikenalnya itu.

“Ya! Ada apa dengan kartu kreditku? Kau memberiku kartu kredit yang sudah tidak bisa digunakan? Sekarang, tolong selesaikan urusanku di rumah sakit” perintah Sehun, ia sedikit membentak orang yang disebrang sana.

“….”

“Hya… pengacara__”

Tut…tut…tut…

“Aish!!! Dia berani menutup teleponku” Sehun mengumpat kecil.

Ia beralih pada Jessica yang masih menatapnya heran, sesaat ia ingat ia baru saja membentaknya.

“Ah… mian… aku membentakmu_”

“Kau sungguh tidak sopan, bahkan aku lebih tua dari mu” omel Jessica.

“Ma’af” Sehun membungkuk, lalu mengembalikan ponselnya.

“Apa kau baru saja kecopetan? Kau dihajar sampai seperti ini? Kau masih sekolah kan?” Tanya Jessica yang lagi-lagi beruntutan.

“Noona, aku harus menjawab pertanyaanmu yang pertama? Atau yang kedua ini? “

Jessica berdehem, ia baru sadar jika ia terlalu banyak bertanya pada orang yang baru dikenalnya.

“Aku … hanya khawatir saja… apa kau juga tidak bisa membayar biayamu?” tanya Jessica basa-basi, sebenarnya ia jelas tahu keadaan yang sebenarnya dari percakapan telepon yang ia dengar.

“Kau mendengarnya noona, apa kau akan membayarnya untukku? Heh..kau sendiri tidak bisa melunasi biaya mu” jawab Sehun sedikit kasar.

Jessica mengernyit, ia mencibir,… ia hampir saja membantu Sehun, namun karena sikap sombongnya membuat Jessica berfikir 2 kali untuk membantunya.

“Anak kecil jaman sekarang…” cibirnya

Jessica melirik jam tangan yang dikenakan Sehun, dan disitulah ide yang lumayan gila muncul diotaknya. Ia harus menyelesaikan administrasi ini agar Da Hae tetap dirawat dirumah sakit, sedangkan ia sendiri tidak tahu harus mendapatkan uang dari mana jika ia membayarnya nanti.

Sehun menyadari arah pandang Jessica. Ia segera menolak rencana gila yang belum terungkap itu.

“Wae?”

“Aku bisa hasilkan uang dengan jam itu, percayalah,,,, aku akan menebusnya, kita bisa bekerja sama, aku mempunyai kenalan yang bisa meminjamkan uang, dan kau bisa membayar biaya administrasimu… begitupun aku”

“Shireo!” Tolah Sehun mentah-mentah.

Ia menggelengkan kepalanya, lalu duduk di kursi tak jauh dari para petugas, mereka tidak menyadari petugas yang sedari tadi menunggu mereka.

“Ayolah… kau bisa membawa ponsel ku, atau KTP ku. Atau kartu kreditku, dengan jam mu kita bisa dapat uang yang lebih, anggaplah kau meminjami ku uang karena aku bisa mendapatkan uang dari jam mu itu, kita sama-sama untung kan?” Jessica merayu sebisa mungkin.

Entahlah, ide gila dari mana ia bisa merayu seseorang yang baru ia kenal itu.

Sehun memalingkan wajahnya, ia masih mengacuhkan Jessica yang masih merayunya. Bukan apa-apa, tapi jam nya adalah jam pemberian seseorang dan lumayan mahal. Melihat ide Jessica, ia pasti akan menggadaikan jam itu pada penggadai illegal dan dengan harga yang jauh lebih murah.

“Kumohon…” suara itu mulai lirih dan lemah.

Sehun mulai waspada, jika dari tadi ia sama sekali menghiraukan suara merayu Jessica, namun kali ini terdengar kalimat serius yang keluar dari bibir mungil Jessica.

“Aku harus melunasi ini, jika tidak eonni tidak bisa dirawat di rumah sakit dan aku tidak bisa melihatnya kesakitan_” Kalimat Jessica terhenti, tanpa sadar ia meneteskan air mata. Ia terdiam sesaat sebelum melanjutkan kalimatnya.

Namun Sehun mulai menatapnya, ya… ia menatap Jessica yang mengusap halus air yang hampir jatuh di tangannya itu.

Ia benar-benar membutuhkan uang itu.

Itulah yang ditangkap dari Sehun. Otaknya tertuju pada Da Hae, mungkin Da Hae yang dimaksud eonni oleh gadis di depannya itu. Ia ingat betul Jessica adalah gadis yang bertengkar dengan Da Hae saat ia keluar dari ruangan tadi, dan ia mengenal Da Hae.

“Eonnimu, … dia sakit apa?” tanya sehun akhirnya.

Tidak dipungkiri, ia memang penasaran dengan penyakit yang di derita Da Hae.

Jessica terdiam, berat baginya untuk mengungkap penyakit Da Hae. Namun ia juga harus meyakinkan Sehun agar membantunya. Saat ini, Sehun adalah harapannya. Hanya untuk membayar biaya awal perawatan.

“ Kanker otak” Jawab Jessica sedikit ragu.

Sehun membuka matanya lebar. Itu bukan penyakit yang langka, namun itu adalah penyakit mematikan. Sehun tak berbohong jika ia memang terkejut dengan penyakit serius yang di derita Da Hae. Ia juga mempunyai rasa empati pada wanita yang dikenalnya itu. Bagaimanapun mereka saling kenal dan melihat Jessica yang mulai memelasdan memohon semakin membuat Sehun iba.

“Apa kau benar-benar?”

“Aku akan lakukan apapun, jika kau tidak percaya, kau bisa bawa barang-barangku yang tidak ada nilainya ini. Kau bisa mencariku, aku akan membayarnya…aku berjanji” Jessica bersimpuh, ia bahkan beranjak untuk bersujud di depan Sehun.

“Jangan lakukan itu” Buru-buru Sehun meminta Jessica untuk berdiri. Ia seperti orang gila dan membuatnya malu.

Jessica mendongak, dan Sehun bisa melihat wajah tertekan darinya.

Lagi pula ia juga butuh uang tunai untuk membayar tagihannya. Yang melunasi nantinya adalah Jessica. Apa salahnya, jika ia meminjamkan jam itu. Ia mengenal Da Hae dan itu mungkin cukup baginya.

Dia tidak mungkin mendapat uang dari pengacaranya, atapun dari orang tuanya. Mereka tidak akan perduli. Dan dia mendapat hukuman karena berulangkali berurusan dengan polisi. Itulah sebabnya ia tidak mendapat uang lebih agar ia bisa menurut dan tidak membuat masalah.

Sehun perlahan melepaskan jam tangannya. Dan memberikannya pada Jessica.

“Aku akan menunggumu disini, kau juga harus membayar tagihan rumah sakitku dengan jam itu” ucap Sehun.

Jessica benar-benar seperti kedatangan malaikat lewat Sehun saat itu.

“Ah…kamsahamnida… aih bagaimana ini, aku akan tinggalkan barang-barangku, disini sebagai jaminan, kau harus menunggu disini. “ Jessica meletakkan tasnya, dan dia menyerahkan ponselnya pada Sehun.

“Baiklah… jangan buang-buang waktu, aku tidak suka berada lama di rumah sakit” pinta Sehun.

Jessica langsung berajak, tempatnya menggadaikan jam itu tak jauh dari rumah sakit, dan ia yakin ia akan mendapatkan uang itu. Ia tidak buta dengan benda bagus seperti jam yang digunakan Sehun. Ia pasti mendapat uang banyak dari jam itu.

.

.

Sehun sadar, ia belum tahu nama dari gadis yang membawa jamnya itu. Ia memukul kepalanya ringan, bagaimana mungkin ia tidak menanyakan nama dari gadis itu?

Ia melirik tas yang ditinggalkan gadis itu. Ia mempunyai ide untuk melihat identitasnya.  Ia meraih tas itu dan membuka apa saja yang ada di dalamnya. Namun nyatanya hanya ada buku catatan dan dompet yang ada di tas itu.

Sehun yakin, gadis itu adalah gadis biasa dan tidak seperti gadis lainnya yang membawa alat make up di tasnya. Sehun menemukan identitasnya. Dan dari situ ia tahu namanya.

“Jung Jessica, … “ Sehun tersenyum simpul.

ia sudah menunggu selama setengah jam sejak Jessica pergi dari tempat itu. Lumayan lama baginya untuk menunggu.

“Tuan muda…”

Sehun terlonjak, ia sontak menudukkan kepalanya dan mengumpat kecil.

“Kenapa disaat seperti ini?” umpatnya kecil.

Ia sungguh merutuki pengacaranya yang datang disaat ia sedang menunggu Jessica. Bukan tidak mungkin pengawalnya akan menyeretnya untuk pulang kerumah. Ia juga merutuki dirinya yang menjadi tanggung jawab penuh sang pengacara dan pengawalnya.

“Kau menolak memberiku uang, aku harus menunggu seseorang yang akan membayarkan biaya rumah sakit untukku, tunggulah sebentar” pinta Sehun.

“Anda harus ke rumah sekarang juga”

“Kau lupa aku diusir? Hanya saja kau masih terus membuntutiku”

“Ini perintah dari ayah anda”

“Apa dia menerima laporan dari kepolisian? “

“Seperti itulah”

Sehun mulai bersiaga, karena para pengawalnya juga mulai siaga untuk menariknya paksa.

Dan benar dugaannya. Ia dibawa paksa karena ia menolak untuk menurut.

“Tunggu!, bawakan juga barang-barang itu, dan biarkan aku bicara pada petugas rumah sakit itu, aku belum membayarnya…kau mau kita dilaporkan ke polisi juga?” bentak Sehun pada pengawalnya.

Dan para pengawalnya pun melepaskannya . Ia menyobek lembar di buku catatan yang ada di tas Jessica. dan membuat pesan singkat untuknya.

“berikan ini pada Gadis tadi , … dia yang akan membayar biaya rumah sakitku “ Sehun memberikannya pada petugas dan ia pergi dari tempat itu, diikuti dengan para pengawal di belakangnya.

 

“SIAL” ia mengumpat untuk kesekian kalinya. Ia benar-benar merasa kesal karena ia tidak bisa menunggu sampai Jessica kembali.

.

.

.

Jessica menerima kertas yang berisi pesan Sehun untuknya. 10 menit dari kepergian Sehun ia sudah selesai dengan urusannya dan membawa uang cukup untuk

_____________JANGAN KABUR DARIKU, KITA HARUS BERTEMU NOONA” __________

Jessica meringis kecil,… Bagus… kini ia harus terlibat urusan dengan 3 pria karena Da Hae.

TBC…

 

 

 

 

 

 

Advertisements

13 thoughts on “BEAUTIFUL YOU~SEQUEL / jessica-sehun part 2

  1. N0vi says:

    Udah keluar ya sequelnya sehun lucu lg cerita ketemunya mereka. . .
    Krna dae hae jessica harus berurusan sm 3 namja itu tp kLo namjanya kyak mereka aku mau#ngareppp. . .
    Pk0knya keren th0r ditunggu next chapternya. FIGHTING

  2. N0vi says:

    Udah keluar ya sequelnya sehun lucu lg cerita ketemunya mereka. . .
    Krna dae hae jessica harus berurusan sm 3 namja itu tp kLo namjanya kyak mereka aku mau#ngareppp. . .
    Pk0knya keren th0r ditunggu next chapternya. FIGHTING.

  3. Jung Clara says:

    Jaaahh..skit nya prah ya…sehun u bandel bgd yak..hahhaha….jessica kasian ya hrus krja bwt lunasin smw nya..pntes ajaj onnie nya gag mw d rwat…d tnggu ya nxt nya thor…

  4. ryta zza says:

    waaahhh… enaknya yah di posisi sica, 3 namja yg tampan dan berkelas tinggi.. huaaaa….
    sangat menarik nih dan penasaran… ayoo dong lanjutkan ampe habis….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s