(PROLOGUE CHAPTER 1) UNCONDITIONALLY~ sequel of Beautiful You

Author: S.Y.M

Title: Beautiful You

Length: Series

Genre: Romantic, Angst

Rating: PG16

Cast:

Jessica Jung

Oh Sehun

Lee Min Ho

Kim Jong In

Lee Da Hae aka Jung Da Hae

UNCONDITIONALLY

……………………

Jessica masih membawa sisa uang yang diperolehnya dari menggadaikan jam milik Sehun. Ah.. bahkan dia belum tahu siapa nama orang yang telah berbaik hati meminjamkannya.

Memang cukup gila baginya, tapi apapun itu muncul begitu saja di otaknya. Karena ia butuh uang untuk Da Hae. Jika ia mengulur waktu, ia akan kehilangan cara lagi untuk memaksa Da Hae agar tetap dirawat di rumah sakit.

Selanjutnya, ia harus mencari uang untuk menebus jam tangan itu. Ia sempat berfikir untuk memakai uang sisa itu, tapi ia urungkan segera. Ia tetap tidak bisa melanggar janjinya yang hanya menggunakan uang itu untuk membayar tagihan rumah sakit saja. Selanjutnya ialah yang bertanggung jawab untuk mencari sisa uang untuk biaya rumah sakit Da Hae.

Jessica sedikit mendongak, dan membenahi duduknya. Ia tersandar di kursi dan baru saja tertidur beberapa menit. Da Hae mulai sadar lagi, semalam ia kembali merasakan sakit di kepalanya.

Melihat itu, Jessica segera mendekatinya. Ia tersenyum dan tidak mendapat balasan dari Da Hae.

“Kau masih menolak untuk dirawat setelah sakit yang kau rasakan tadi malam?” Melihat itu, Jessica tahu Da Hae masih menolaknya.

Da Hae mengabaikan Jessica. Ia membalik tubuhnya dan memunggungi Jessica.

“Dari mana kau dapatkan uang untuk membayar rumah sakit ini?” tanya Da Hae.

“Ayolah…jangan pikirkan soal uang yang kudapat”

“Aku perlu tahu, dan aku berhak menolak jika nantinya kau menjerumuskan dirimu sendiri”

“Baiklah…aku mendapat pinjaman dari seorang teman, kau tahu…aku cukup baik dalam bergaul”

Da Hae terdiam, dan itu cukup membuat Jessica yakin, Da Hae percaya padanya.

“Selama perawatan, Dokter akan memutuskan cara untuk menyembuhkanmu dari tumor itu. Sementara kau akan dirawat sampai kau pulih” jelas Jessica.

Ia beranjak pada Vas bunga di samping Da Hae, Ia ingin menggantinya dengan bunga yang baru, namun ia lupa, ia belum membelinya.

“Apa aku perlu menghias ruangan ini?” tanya Jessica dan spontan membuat Da Hae memutar matanya.

“Jangan pura-pura baik padaku” balas Da Hae.

Dan tepat saat Jessica ingin membalas Da Hae, ponsel milik Da Hae berbunyi. Dan hal itu membuat Jessica takut. Ia takut jika Jung So lah yang menghubunginya. Orang yang selama ini mengurusi kerjaan Da Hae.

Da Hae melihat Jessica yang terlihat panik saat tahu ponselnya berbunyi.

“Berikan ponsel itu padaku”

Jessica menatap Da Hae singkat, lalu ia menyerahkan ponsel itu dengan ragu. Namun tepat saat Da Hae akan meraihnya, buru-buru Jessica menariknya kembali. Ia lah yang mengangkat panggilan itu.

“Yoboseo” jawab Jessica.

Da Hae menarik lengan Jessica agar mau memberikan ponselnya. Tapi Jessica malah beranjak dan menjauh dari tempat tidur Da Hae.

“…”

Jessica sedikit terkejut, sesegera mungkin ia menyembunyikan ekspresinya itu di depan Da Hae.

“Ne… kirimkan alamatnya”

“…”

“ne…” Jessica menutup teleponnya.

Dan benar, ia mendapat tatapan tajam dari Da Hae. Inilah yang ditakutkan Da Hae. Jika Jessica sudah bertekat, dia akan melakukan apapun itu. Dia sudah tahu siapa yang menelepon ke ponselnya itu. Dan kemungkinan besar Jessica akan melakukan pekerjaan Da Hae.

“Jangan pergi “ cegah Da Hae, seakan tahu apa yang dibicarakan Jessica dengan orang itu.

Jessica tersenyum simpul. Bahkan ia sudah memulainya beberapa hari lalu. Da Hae terlambat untuk mencegahnya.

“Dan aku melihatmu melakukan pekerjaan ini sementara dirimu sakit?”

“Aku akan mengatakan pada orang itu”

“Dia akan mengambil segalanya darimu, dan dari ku, kau pikir aku tidak tahu hutangmu?”

Da Hae melemas, ia memijat kepalanya. Rasanya berdebat dengan Jessica akan berakhir buruk. Ia sangat percuma berdebat dengan Jessica, ia tahu itu.

“Jangan bertindak seperti malaikat” ucap Da Hae.

Jessica membuang nafas kasar, polemik dengan keluarga satu-satunya itu adalah soal pendapat yang selalu berbeda, dan ia benci harus mengeluarkan kalimat kasar untuk kakaknya itu.

“Kau yang harus berhenti jadi malaikat, Aku lah malaikatmu kali ini” Jessica mendekat ke tempat tidur Da Hae. Mencium singkat kening Da Hae. lalu beranjak keluar dari ruangan itu.

Da Hae hanya bisa pasrah untuk kali ini. Ia mampu berbuat apa? Tidakkah Jessica memahaminya, ia hanya tidak ingin Jessica mengambil langkah cepat untuk mendapatkan uang demi penyembuhannya.

_______________________________BEAUTIFUL YOU_________________________

Jessica memantapkan niatnya untuk pergi ke tempat yang telah dikirimkan oleh Jung So.

Sebenarnya Jung So tidak tahu apa yang terjadi pada Da Hae. Ia tetap menganggap Da Hae lah yang bekerja untuknya. Suatu saat, Jessica akan memberi tahu Jung So keadaan yang sebenarnya. Atau dia akan lakukan ini sampai ia bisa melunasi hutang Da Hae padanya. Ia rasa ia bisa melunasinya dan bisa membuat Da Hae sembuh dari penyakitnya. Ia bisa melakukan itu. Itulah yang ia yakini.

Club yang sama seperti yang ia datangi sebelumnya.

Ia berjalan ragu untuk masuk ke dalam tempat itu.  Berbeda dengan sebelumnya, kali ini ia lebih merasa takut. Satu lagi, ia juga tidak nyaman dengan pakaian yang ia pakai.

Jessica mencari-cari sosok yang dimaksud oleh Jung So. Tempat VIP yang sama seperti disebutkan Lee Min Ho saat itu. Ia tidak berfikir itu adalah Lee Min Ho. Setelah pembicaraan telepon waktu itu, ia berfikir Min Ho tidak mau lagi bertemu dengannya. Jadi mungkin tamu VIP ini bukanlah Lee Min Ho.

Jessica tersenyum saat menemukan tempat VIP yang dimaksud, matanya menyipit karena cahaya yang bersinar tak seirama. Serta alunan music DJ yang sudah membuat orang-orang ditempat itu melayang tak karuan. Ia sedikit mengingat kejadian saat ia turun di lantai tempat orang-orang menari itu. Dan ia tidak akan mengulanginya lagi.

+++++++++++++++disisi lain……………..

“ Sehun_ah… kau akan membawaku ke apartemen malam ini?” rayu salah satu wanita yang bersamanya.

Ia memegangi lengan Sehun yang sedang duduk di meja bartender, dengan meminum vodka pesanannya ia hanya membalasnya dengan senyum. Ia melirik singkat wanita yang melingkarkan tangannya di pundaknya itu. Dan dia tidak tertarik dengannya.

“Mianhae… aku tidak ingin membawa siapapun ke apartemen, kau tahu… aku tidak membawa uang “ jelasnya, namun ia malah mendapat kecupan singkat di pipi kirinya.

“Kau yakin…melewatkan malam ini tanpa bersenang-senang?” Tanya wanita itu lagi.

“Apa yang bisa kuperbuat noona?” ucapnya dengan smirk kecil, membuat ia  mendapat kecupan singkat lagi dari wanita itu.

“Baiklah… aku ingin menemanimu di malam yang lain…” ucapnya dengan gaya centil, lalu meninggalkan Sehun.

Sehun membalasnya dengan senyum kecil dibibirnya. Apa dia begitu tampan sehingga membuat wanita-wanita itu begitu menginginkannya? Itulah yang dipikirannya saat ini.

“Ayah… kau harus membayar ini…” umpatnya kecil.

Bagaimana tidak, ia tidak memiliki kartu kredit yang biasa ia gunakan. Ia sedang dalam masa hukuman. Dan bagaimana mungkin di usianya saat ini ia masih mendapat hukuman.

Ia bukan anak SMA lagi, setidaknya saat ini ia setingkat lebih tinggi, dengan bisa kuliah di salah satu universitas terbaik, bukankah itu cukup untuk membuat orang tuanya bangga? Dan ia bisa bersenang-senang dengan hidupnya. Termasuk seperti saat ini. Dan ia melewatkan malam ini begitu saja, karena hukuman dari Ayahnya.

“Kau dihukum lagi?” Tanya Jimin, salah satu bartender di tempat itu.

Sehun menatapnya sinis, ia merasa ia ditertawakan anak kecil saat ini.

“Jika aku menerimanya, kau bisa meminjamkan uangmu untukku? “ balas Sehun dan seketika membuat tawa Jimin meledak.

“Aku cukup menikmati pemandangan gratis disini Hyung, kau tahu aku masih belum cukup umur untuk itu, manamungkin aku menggunakan uangku hanya untuk kesenanganmu”

“Diamlah… tambahkan minumanku” pintanya.

Jimin hanya tersenyum. Sehun termasuk teman karibnya, karena ia sering datang ketempat ini dan ia menjadi bartender sebagai pekerjaan part timenya. Ia memang tidak seberuntung Sehun, namun ia yakin Sehun adalah orang baik dan ia beruntung bisa mengenalnya. Meskipun terkadang sikap Sehun yang menyebalkan dan membuat onar di bar itu cukup membuatnya kerepotan. Sehun adalah salah satu pelaku tetap keributan yang terjadi di dalam ataupun diluar Club itu. Dan Jimin akan selalu ada disampingnya saat ia mulai membuat onar. Termasuk saat Sehun benar-benar mabuk dan mengantarkannya pulang ke apartemennya.

Sehun menghabiskan minumannya dalam sekali teguk. Entah kenapa hari ini begitu membuatnya frustasi. Karena keributan yang melibatkannya pagi ini, membuat ia kehilangan kartu kredit, membuat ia harus ke rumah sakit dan kejadian memalukan yang mempertemukannya dengan gadis aneh yang membawa jam tangannya.

Matanya menerawang pintu masuk tempat itu, ia sudah terpengaruh alcohol saat itu, namun ia masih sadar dengan dirinya. Ia menyipitkan matanya saat menangkap sosok yang baru saja masuk ke dalam Club. Ia seperti mengenal sosok itu.  Dan kini… matanya terus mengikuti sosok yang ia lihat. Matanya terkunci begitu saja pada sosok itu.

Ia merasa sosok itu semakin dekat dengan pandangannya, dan ia masih menatap sosok yang terlihat sedang mencari seseorang itu.

Matanya melebar saat ia tahu siapa sosok yang ia perhatikan itu. Ya.. ia mengenal nya.

“Gadis itu, noona itu, rumah sakit, jam tangan ? “ Sehun mengurut apapun yang ia ingat tentang sosok yang mengunci pandangannya.

Dan seketika ia segera mencari ponsel dan dompet yang diberikan gadis itu saat dirumah sakit, kini di otaknya sudah terbesit ide gila untuk gadis itu.

.

.

.

Jessica terdiam saat ia tahu siapa yang ada di tempat VIP seperti yang disebutkan. Ia tidak menyangka bahwa orang itu adalah Lee Min Ho, sangat berbeda dengan apa yang ia pikirkan beberapa saat lalu.

Lalu, apa maksud Lee Min Ho yang kembali menhubungi Jung So dan meminta Da Hae untuk menemaninya? Apa ia masih tidak percaya bahwa Da Hae sakit? Atau memang sengaja agar Jessica yang datang padanya?

Jessica mengambil nafas dalam, kali ini… ia tidak yakin ia akan selamat malam ini bersama Lee Min Ho. Selain itu, ia juga membutuhkan uang untuk Da Hae, apa dia akan menerima uang dan melakukan itu bersamanya? Segera Jessica membuyarkan pikiran anehnya. Ia benar-benar lemas saat itu juga. Nasibnya benar-benar berakhir jika itu semua terjadi.

Sedangkan Min Ho mulai menyadari kedatangan Jessica, dan ia tahu wajah gelisah Jessica sama seperti saat pertama mereka bertemu. Mungkinkah Jessica berpikiran macam-macam padanya? Sudah pasti itu yang dipikirkan Jessica.

Min Ho tersenyum dan beranjak dari tempatnya, beberapa wanita yang menemaninya mulai menjauh dan meninggalkan tempat itu. Mereka tahu gadis Min Ho sudah datang, dan Min Ho tidak mungkin mau diganggu jika sudah bersama gadis yang ia minta.

“Kau ingin tetap berdiri di tempat itu?”

Suara bas milik Min Ho sontak membuyarkan pikiran-pikiran aneh Jessica. Ia sedikit terkejut karena tiba-tiba Min Ho ada di dekatnya.

“Ah..tuan…” Jessica membungkuk kikuk.

“Tidak perlu seformal itu, … kau bahkan sudah pernah menghabiskan malam di tempatku”

Jessica membuka matanya lebar, ya … ia ingat malam itu. Dan itu membuatnya sangat malu.

“Jweosonghamnida…” Jessica membungkuk.

“tempat ini khusus untuku, tidak perlu seformal itu” Min Ho mempersilahkan Jessica untuk duduk.

Dan saat itu ia memperhatikan penampilan Jessica yang berbeda dengan malam itu. Jessica sedikit berhias dan ia memakai dress pendek yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Ia menggerai rambut panjangnya dan menyilakkan sebelan di telinganya. Membuanya semakin terlihat manis, meskipun make up wajahnya sedikit berantakan.

“ Kau khusus mempersiapkannya untukku? “ goda Min Ho,  dan Jessica tahu yang dimaksud Min Ho adalah apa yang ia kenakan saat ini.

“Ah…any…saya_”

“Kau tidak tahu bahwa yang memintamu adalah aku, jadi kau tidak menyiapkan ini untukku?” imbuh Min Ho, dan itu membuat Jessica semakin kikuk.

“Ma’af… saya pikir, anda marah… dan tidak ingin bertemu dengan saya”

“memang itu yang terjadi, aku meminta Da Hae dan kau yang datang”

“Da Hae… dia… sedang di rumah sakit” jawab Jessica.

“Itu artinya, kau benar-benar menemaniku malam ini?”

Jessica terdiam, apakah itu artinya malam ini ia benar-benar menjadi seperti eonninya?  Menjadi gadis penghibur seperti Da Hae.

Lee Min Ho, melihat Jessica sedang berfikir keras, ia benar-benar menunggu jawaban berani seperti yang biasa ia lontarkan. Dan ia akan semakin penasaran padanya.

“saya tidak yakin, apakah saya bisa_”

Lee Min Ho tersenyum, sudah ia duga… ia masih berat untuk melakukannya.

“Apa itu artinya kau tidak bisa?”

Jessica kembali terdiam, sementara ia sedang membutuhkan uang banyak untuk Da Hae. Itu artinya ia harus menerimanya? Ia harus memutuskannya.

“Saya akan melakukannya”

 

TBC

Advertisements

11 thoughts on “(PROLOGUE CHAPTER 1) UNCONDITIONALLY~ sequel of Beautiful You

  1. destriani says:

    Sica sbr ya pasti kk mu bs sembuh,trs sica gk jd seperti yeoja penghibur lagi.sehun dh mabuk msh inget sica

  2. Revan_Sicababy says:

    Yeaah seru kehidupan baru jessica akan segera dimulai . Gw makin suka sm ff nya dan gw juga suka gaya tulisan lo walaupun gak terlalu rapi tp gw tetep suka bahasa tulisannya keren hehe

  3. jihan_maomao says:

    FF ini membuat saya dag-dig-dug >____<
    Duhh Minho, Sehun, Kai…….3cowok tampan, yg tertarik sama nJesssss huahhhhhh ~.~
    Gak sabar nunggu gimana ntar moment MinSica(?), HunSica, sama KaiSica ^-^

  4. Jung Clara says:

    Jaahhh…sehun kau PD sekali..hahaha…khdupan sica bnr2 akn berubah…apa minho bkal melakukan nya..jgn oppa…hehehe..tp mngkn sica bkal mlih minho krn dy gag mw kencan sma pria muda..hehhehe..d tnggu nxt nya…

  5. N0vi says:

    Auth0r aku bener”penasaran cpeeettt dilanjut ya#(dasar reader gk tau diri)

    s0alnya pas baca pr0lognya udah kereennn bnget jd pengen bca lnjutannya. . .
    Jessica apa dia akan melakukannya??# aku tambah kep0

    ditunggu th0r FIGHTINGGGGG!!!

  6. N0vi says:

    Auth0r aku bener”penasaran cpeeettt dilanjut ya#(dasar reader gk tau diri)

    s0alnya pas baca pr0lognya udah kereennn bnget jd pengen bca lnjutannya. . .
    Jessica apa dia akan melakukannya??# aku tambah kep0

    ditunggu th0r FIGHTINGGGGG!!!. . . . .

  7. DhaniWKW says:

    Aku suka sekaliiiiiiiiii>< ini bagus sekaliii author nim!!! Neomu daebak!! Huwaaaa jessica kenapa hidupmu selalu dikelilingi namja kaya dan tampan? Sukaa sukaa. Next ditunggu yaa ^^ fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s