UNCONDITIONALLY/ CHAPTER 3

Author: S.Y.M

Title: Unconditionally~Beautiful You

Length: series

Genre: Romantic, Angst

Rating: PG16

Cast:

Jessica Jung

jessica

Kim Jong In

kai2

Lee Min Ho

Support Cast:

Lee Da Hae

Go Hara

Note:

Aku come back… dan sesuai janji aku harus poting FF ini. Ada yang merindukanku?

Kali ini adalah edisi untuk Jessica dan Kai, meski masih ada part Min Ho didalamnya… aku jamin ia pasti ada di setiap Chapter

Ugh… aku tidak tahu jika ini semakin rumit,,, kenapa bisa semakin rumit ya??? Hahaha…

But enjoy it

Jangan lupa comentarnya

*

*

Jika takdir seseorang terus berjalan berawal dari sebuah keputusan, itu artinya setiap keputusan adalah takdir, tidak perduli keputusan itu salah ataupun benar.

.

.

Mungkin Min Ho sedikit menyesal karena membuat Jessica bungkam seketika dengan kalimat terakhirnya.

Selanjutnya ia pun tetap mengalah, ia memilih untuk mengantarkan Jessica ke rumah sakit dan bertemu Da Hae.

Ia sedikit penasaran apa yang membuat Jessica rela melakukan pekerjaan Da Hae. Apa yang terjadi pada Da Hae?

” Terima kasih Min Ho_ssi” Jessica membungkukkan badannya.

” Aku akan mengantarmu, aku juga ingin melihat keadaan Da Hae”

Jessica mengernyit, sedangkan Min Ho sudah mendahului langkahnya.

” Min Ho_ssi, anda tidak percaya padaku?”

Jessica mensejajari langkahnya.

” Aku mengenal Da Hae, ia juga pernah berurusan denganku, kau tahu itu”

Jessica terdiam mendengar alasan Min Ho, baiklah…. Kali ini ia yang salah paham.

.

.

.

Apa yang ia lihat kali ini mungkin membuatnya benar benar tidak percaya. Kenapa ada seorang Lee Min Ho berdiri di kamar inapnya? Itulah yang dipikirkan Da Hae saat ini. Sedangkan Jessica berdiri dengan senyum mengembang dengan hal yang ia sembunyikan seperti biasa. Apa itu artinya Jessica yang membawanya kemari?

” Bagaimana keadaanmu Da Hae_ssi?”

” Oh_ emh_ seperti yang anda lihat tuan”

Jessica berdehem kecil, ia meminta Min Ho untuk duduk di kursi yang tersedia, sedangkan ia membersihkan pot bunga dan mengisinya seperti biasa.

” Apa Jessica_”

” Ya, apa dia tidak menceritakan sesuatu padamu?”

Da Hae terdiam, pertanyaannya terpotong begitu saja dengan jawaban Min Ho yang tersirat itu.

Selanjutnya Da Hae menatap tajam ke arah Jessica.

” Aku berjanji padanya, hanya itu”

” Ya _ hanya itu, emmm tidak hanya itu” sambung Min Ho.

Jessica mengernyit, Selanjutnya ia segera menggiring Min Ho untuk keluar dari kamar itu.

” Semoga kau cepat sembuh Da Hae_ssi” teriak Min Ho ketika keluar ruangan.

.

” Jangan membuat eonniku berfikir macam2 Min Ho_ssi”

” Benarkah? Apa aku melakukan itu”

” Aishhh…. Sejak kapan kau begitu menyebalkan?”

” Mungkin karenamu”

” Baiklah_ mari kita selesaikan sekarang, aku tidak ingin berurusan lagi denganmu lebih lama lagi”

Jessica menarik tangan Min Ho, membawanya kembali ke tempat parkir. Jessica benar- benar ingin mengakhirinya sekarang.

” Aku tidak main- main dengan ucapanku Jessica_ssi, itu artinya aku tidak ingin kau berhenti menemaniku setelah kita melakukannya, jadi jangan terburu-buru”

” Min Ho_ssi, kumohon_”

” Temui aku sabtu malam di apartemenku jam 8, aku akan menunggumu” Min Ho masuk ke mobilnya.

Sementara Jessica sudah melemas, kakinya begitu rapuh sampai- sampai ia ingin merosot saat itu juga.

Tuhan…. Ma’afkan aku…

Jessica mengacak rambutnya frustasi.

_______UNCONDITIONALLY_______

Mungkin kali ini Jessica sudah mendapat titik terang untuk nasib eonninya. Mulai besok Da Hae akan menjalani serangkaian terapi sampai ia benar-benar siap menjalani operasi pengangkatan tumor di kepalanya, lebih tepatnya, tumor di otaknya. Sebenarnya Jessica-lah yang belum siap dengan segala kemungkinan yang terjadi jika ia mengambil langkah itu. Ia sendiri begitu shock, bahkan hal itu membuatnya  stress . Setelah mengetahui hasil lab yang menyatakan Da Hae mengidap kanker otak, dan sekarang kenyataan bahwa tumor yang ada di otaknya harus diangkat adalah salah satu cara untuk membebaskan Da Hae dari penyakit itu, membuatnya tidak bisa berpikir jernih lagi. Dari awal memang ia tidak bisa berpikir jernih, kali ini ia merasa ia benar-benar kacau. Ia sendiri tidak yakin dengan masa depan Da Hae. Namun langkahnya seolah ia yakin akan keajaiban yang bisa saja berpihak padanya. Ia benar-benar ingin eonninya hidup. Meskipun itu hanya harapan tipis di hati kecilnya.

Berulangkali ia membaca serangkaian jadwal terapi yang akan dilakukan Da Hae. Lalu berlanjut dengan semua prosedur sampai operasi pengangkatan tumor yang mungkin akan ia ambil jalan itu.

Ia tidak berani bertanya. Kemungkinan apa yang terjadi jika operasi itu gagal, apalagi jika bukan nyawa Da Hae. Itu jawaban yang tepat untuk semua pertanyaanya. Ia tahu penyakit itu adalah hal yang serius.

Ia mengambil nafas dalam, lalu mengeluarkannya dengan kasar, selanjutnya ia menandatangani dokumen yang ia baca berulang itu. Ia menyetujui semua prosedur yang ia baca, kecuali soal operasi. Ia masih ragu untuk melakukannya.

” Hal ini tidak bisa menunggu lebih lama lagi, kemungkinan itu memang tipis, tapi ini lebih baik”. Dokter Park meyakinkan lagi keputusan Jessica.

Ia hanya terdiam, namun masih menggenggam bolpoin dan dokumen yang berisi persetujuan operasi itu masih terpampang di depannya.

” Apa aku perlu menanyakan hal ini pada eonni dulu?”

” Apa kau benar-benar ragu?”

” Aku hanya berfikir, sepertinya aku perlu mengatakan ini padanya dan meminta persetujuannya”

” Aku yakin kau akan tetap memaksanya”

Jessica tersenyum. Memang dia akan melakukan itu jika Da Hae menolak untuk di operasi.

.

.

.

Dia menunggu jawaban Da Hae, ia benar-benar merasakan remuknya perasaan Da Hae. Nasibnya benar-benar buruk, ia mengasihani nasib Da Hae, dan juga nasibnya.

 

” Apa yang kau pikirkan, kau menyetujui terapi itu dan menanyakan tentang operasi ini, itu sama saja bagiku, jika kau menyetujui terapi ini, kau juga harus menyetujui operasi itu”

Jessica memalingkan wajahnya, memandang wajah kacau Da Hae membuatnya down.

” Aku hanya_”

” Bertindak seperti adik yang baik dengan menanyakan keputusanmu padaku? Sedangkan kau sendiri akan memaksaku dengan keputusan yang kau buat. Kau selalu melakukan itu”

Jessica terdiam, memang itu jawaban yang selalu ia berikan pada Da Hae.

” Kau tahu akibat dari operasi ini, untuk itulah kau bertanya padaku, aku tahu itu sejak lama_”

“Itulah kenapa kau tetap diam selama ini, dan sampailah kau pada titik ini? Kau selalu menyiksa dirimu sendiri eonni”

” Aku benci melihatmu berkorban untuk ku, kau tahi aku tidak pernah menyukaimu Jung Jessica”

” Baiklah, aku tahu apa keputusanku sekarang, kau tentu tidak akan perduli dengan keputusanku bukan? Karna kau tidak menyukaiku” tegas Jessica.

Da Hae tersenyum simpul. Selanjutnya ia melihat Jessica mulai merapikan jaket dan berabjak dari tempatnya.

” Aku akan lakukan apapun untuk pengobatanmu, biarkan aku berkorban untukmu, itu permintaan terakhirku. Setelah itu aku tidak akan mencampuri apapun tentangmu”

Brak

Jessica menutup pintu ruangan itu. Ia butuh istirahat, dan untuk sementara waktu ia ingin pulang ke rumahnya.

.

.

Dengan langkah kecil Jessica menaiki setiap tangga menuju rumahnya. Pikirannya pun melayang, ia seperti menyesali semua langkah yang ia ambil, ia terus memikirkan seharusnya seperti apa, namun semuanya sudah terjadi dan ia tidak mungkin meninggalkan apa yang ia putuskan begitu saja. Apapun  yang akan terjadi nantinya, ia harus siap untuk menghadapinya.

“Oh, kau sudah datang?”

Jessica mendongak, dan betapa terkejutnya dia. Jungso, dialah yang kini berdiri di depan rumahnya. Ditemani seorang wanita yang ia yakini adalah teman seprofesi Da Hae, namun ia tidak yakin kedatangan mereka ke rumahnya mempunyai niat yang baik.

“Kau adik Jung Da Hae bukan?” tegasnya lagi.

Jessica hanya bisa berdiri beberapa langkah dari mereka, ia enggan menjawab apapun yang dilontarkan Jung So.

“Aku sudah tahu apa yang terjadi pada kakakmu, jadi jangan gugup seperti itu”

Jung So tersenyum simpul lalu mendekati Jessica. Melihat lebih dekat wajah Jessica yang sudah memberikan tatapan tajam sejak awal tadi.

Matilah kau Jessica, Oh Jung Da Hae.. kenapa kau harus bekerja dengan orang seperti ini??

“ Aku menghubungi Da Hae dan tidak ada jawaban darinya, aku pikir dia sudah tidak menurut lagi padaku karena beberapa pelanggannya menanyakan dimana dia dan marah karena ia sama sekali tidak datang menemui mereka. Itulah sebabnya aku datang ke tempatmu, dan sayangnya aku tahu apa yang terjadi pada Da Hae”

“ Lalu apa yang akan kau lakukan? Heuh?”

“ Tentu aku akan mengunjunginya di rumah sakit, apa aku terlihat seperti orang yang tidak berperikemanusiaan?” Jung So menyeringai kecil.

“ Lebih baik kau tidak mengunjunginya, aku yakin kau tidak akan membuatnya lebih baik Ahjussi” balas Jessica, kalimatnya selalu tajam untuk orang yang tidak ia suka.

“ Baiklah… jangan anggap aku tidak tahu apa yang terjadi selama ini, kau memberikan jalan terang dengan menggantikan eonnimu selama ini, apa kau mau bekerja untukku juga? Aku akan meringankan beban hutang itu, kau bisa melunasinya jika kau bekerja untukku”

Jessica menggigit pelan bibir bawahnya, tangannya mengepal. Akhirnya Jung So mengetahui apa yang ia lakukan selama ini, namun ia tidak ingin bekerja untuknya, sama sekali tidak ingin. Tapi hutang Da Hae…

“ Kau harus pikirkan tawaranku, jika kau ingin hidup tenang dan  jika kau bersedia.. aku akan ada di Club yang selama ini kau datangi, aku pasti membantumu Jessica” Jung So menyeringai kecil, lalu ia berjalan pergi dari tempat itu. Meninggalkan Jessica yang mungkin tidak tau harus berkata apa.

Jessica, gadis itu mengumpat. Kenapa tidak ada jalan terang yang muncul di kepalanya? Ia sangat menunggu itu. Terlintas beberapa cara untuk melakukannya, apa ia harus berhutang dan melunasi hutang Da Hae pada Jung So? Atau ia tetap melakukan hal yang selama ini ia lakukan. Namun itu sama halnya ia juga akan menyerahkan dirinya sebagai gantinya, apa bedanya ia dengan bekerja dengan Jung So.

“ AAAAAAGHT” Jessica memukul lantai rumahnya. Ini begitu berat baginya.

________________UNCONDITIONALLY__________

Kim Jong In, pria muda itu sedang mengotak atik ponselnya, ia menunggu sang manager yang tengah menyelesaikan urusannya.

Ia begitu lelah dan jenuh hari ini, dan ia tersenyum ketika otaknya menangkap sosok Jessica yang terlintas begitu saja. Ia ingin bertemu gadis itu dan setidaknya menghilangkan kejenuhannya hari ini. Seperti yang biasa ia lakukan.

Namun mungkin ia tidak akan menemui gadis itu saat ini. Sempat terlintas dia datang ke rumahnya, tapi itu tidak mungkin baginya, itu hal gila yang akan dikatakan oleh managernya. Atau dia akan ke Club seperti biasa dan menghabiskan dengan gadis-gadis penghibur di tempat itu seperti biasa, jika nantinya ia bertemu Jessica, ia akan anggap itu adalah keberuntungan baginya.

“ Apa yang membuat ekspresimu berubah seperti itu Kim Jong In?”

“ kau tahu tempatnya bukan?”

Sang manager tersenyum, ia sudah sangat hafal kebiasaan Jong In. Ia mengangguk dan mulai menyalakan mesin mobil.

“ Aku akan kesana sendiri, bisakah kau_”

“ Ara- ara… aku akan pulang naik taxi” sang Manager tahu apa yang selanjutnya dikatakan Kim Jong In.

“ Oh ayolah… aku tidak bermaksud seperti itu”

“ Gwenchana, asal kau berjanji untuk tidak terlalu mabuk karena kau  menyetir sendiri”

Kim Jong In mengangguk, dan sang manager terpaksa turun dari mobilnya.

“ Hubungi aku jika kau sudah sampai di rumahmu”

“ Aku bukan anak kecil Kim Jong In”

Jong In tertawa, ia menunggu sang manager sampai masuk ke dalam taxi, barulah ia melajukan mobilnya menuju tempat yang ia inginkan.

.

.

Jessica masih meringkuk, ia memeluk lututnya dan masih terisak, ia menangisi nasib  Da Hae yang begitu buruk, ia terus mengasihani dan menangisinya. Nasibnya juga tak kalah buruk karena ia sendiri yang memutuskan. Betapa malangnya nasib mereka berdua.

Ia melihat jam di ponselnya. Haruskah ia datang pada Jung so dan melihat apa  yang selanjutnya akan ia lakukan?

Ia sudah membaca rencana Jung So padanya, seperti yang dikatakan Jung So sebelumnya. Dia sadar, dengan apa yang ia lakukan selama ini sudah diketahui oleh Jung So. Pastilah dia menjadi sasaran empuk bagi Jung So.

Perlahan ia menghapus air matanya. Ia terdiam dan berkutat dengan pikirannya. Ia harus ke rumah sakit lagi hari ini, ia akan tidur di tempat itu dan menemani Da Hae. Ia tidak akan datang seperti yang diminta Jung So, itu yang ia putuskan kali ini.

.

.

Gadis itu memperbaiki penampilannya, setidaknya ia tidak terlalu kacau di depan Da Hae, dan bertindak seolah tidak terjadi apa-apa. Barulah ia masuk ke kamar inap Da Hae.

Ia tersenyum karena eonninya mungkin sudah tertidur. Sebenarnya ini masih jam jenguk, sehingga belum terlalu malam untuk tidur, mungkin Da Hae terpengaruh obat dan ia harus istirahat. Selanjutnya ia membenahi sofa dan bersiap untuk berbaring di tempat itu.

“ Kenapa kau datang?” suara itu membuat Jessica terbangun lagi.

Ia baru sadar eonninya belum tidur, lalu ia mendekati Da Hae yang membelakanginya itu.

“ Kupikir kau_”

“ Kenapa kau datang ke tempatku lagi? Untuk meminta persetujuanku lagi dan kau datang pada Jung So? “

Jessica terdiam, bagaimana Da Hae bisa tahu?

“ Kau tidak pernah mendengarkanku, lalu apa yang akan kau lakukan jika masalah ini muncul? Kau ingin hidupmu sepertiku? Kau ingin menyebabkan masalah untukku dan juga untukmu?”

Jessica tetap terdiam, tangannya mengepal kuat, Jung So pasti sudah menemui Da Hae. Ia pasti menemui Da Hae dan mengatakan apa yang ia ketahui selama ini pada Da Hae.

“ Apa dia mengancammu?” Tanya Jessica.

Namun Da Hae tidak menjawab, ia memalingkan wajahnya dari Jessica. Matanya sudah berair, ya… Da Hae sedang menangis.

Jessica kembali terdiam, apa yang bisa ia katakan, kali ini ia memang sudah menyebabkan masalah untuk Da Hae. Semua yang ia lakukan agar Da hae tidak pernah terlibat dengan apa yang ia lakukan selama ini berujung dengan tangisan Da Hae seperti yang ia lihat kali ini. Ingin rasanya Jessica memeluk Da Hae dan menenangkannya. Namun ia tidak pernah melakukan itu selama ini. Kali ini ia merasa malu karena keputusannya malah membuat masalah untuk mereka berdua.

Dan akhirnya ia tahu, bagaimana cara menyelesaikan masalahnya kali ini.

“ Mianhae…meskipun kau membenciku, dan aku membuat masalah untukmu juga. Kuharap kau tetap mendukungku dan tetap disisiku, aku akan selesaikan ini jadi jangan pikirkan masalah ini” Jessica melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari Da Hae.

____________UNCONDITIONALLY_______________

Jessica benar-benar datang menemui Jung So, ia kembali menginjakkan kaki ke tempat itu. Dengan langkah yang lambat ia menelusuri setiap meja bartender dan orang-orang di tempat itu. Sampai akhirnya ia menemukan sosok yang ia cari, Jung So.

Pria itu menyeringai ketika tahu sasarannya datang padanya. Ia begitu bahagia karena Jessica sudah mau datang menemuinya, tidak ada pilihan lain jika Jessica sudah datang, itu artinya Jessica menyetujui kerjasama yang ia tawarkan. Bekerja padanya dan melunasi hutang Da Hae.

“ Aku tahu kau pasti datang gadis manis” Jung So menyambutnya namun hanya disambut dingin oleh Jessica.

“ Kau mengancam Da Hae agar aku datang padamu?”

“ itulah caraku, bukankah aku tengah membantumu? Aku tahu eonnimu itu sakit parah, dan dengan kau bekerja padaku, hutang Da Hae akan lunas dan  kau bisa membayar biaya rumah sakit eonnimu, bukankah aku sudah berbuat baik?”

“ Aku datang bukan untuk bekerja denganmu, aku datang untuk meyakinkanmu jika aku bisa melunasi hutang eonni dengan tidak bekerja untukmu”

“ Apa kau yakin?”

“ beri aku waktu _”

“ Aku tidak bisa memberimu waktu, itu bukan gayaku… selama ini Da Hae bertahan karena ia tidak bisa lepas begitu saja sebelum hutangnya aku anggap lunas”

“ Kumohon beri aku waktu”

“ Kau akan bekerja untukku, atau Da Hae yang menyetujui untuk kembali bekerja untukku”

DEG

Jung Da Hae!!! Apa yang kau lakukan??

Jessica tak habis pikir, jika memang mereka sudah mempunyai kesepakatan seperti itu, ia tidak akan membiarkannya. Da Hae, tidak boleh melakukan apapun, dan ia harus melakukan terapi itu tanpa memikirkan hal lain. Apalagi kembali bekerja pada Jung So.

“ Kau tidak punya pilihan”

Jessica memalingkan wajahnya, ia tidak mampu menjawab.

“ Kau diam, aku anggap menyetujui kesepakatan ini, kau akan bekerja untukku”

Ucapan itu serasa menyerang Jessica, ia memejamkan matanya. Tubuhnya serasa lemas, selama ini ia begitu berani memutuskan untuk menggantikan Da Hae dan merasa siap dengan semua hal yang akan terjadi nantinya. Dan inilah yang akhirnya ia alami, namun kenyataannya ia masih menolak untuk itu semua. Ini begitu rumit, benar-benar rumit baginya.

Selanjutnya ia merasakan pundaknya dituntun untuk mengikuti Jung So.

“Lepaskan!” ia menampiknya.

“ Kau! Menurutlah” seorang wanita yang sama dengan orang yang datang ke rumahnya kemarin, ia tahu wanita itu teman Da Hae .

“ Lepaskan tangan ini !” Jessica tetap melawan, ia merasa tidak nyaman karena ada beberapa orang berbadan besar yang menahan kedua lengannya.

PLAK

Jessica sedikit terpental dengan pukulan keras dari wanita itu. Orang-orang berbadan besar itu sedikit berguna dengan menahan tubuh Jessica sehingga ia tidak perlu tersungkur ke lantai.

Berkat tamparan itu barulah Jessica diam. Ia menatap tajam wanita itu, tangannya masih menahan panasnya pipi yang memerah itu.

“ Hentikan ! lepaskan gadis itu” perintah JungSo itu sekaligus membuat Jessica bisa bernafas lega.

Ia merasa seperti seorang buronan jika diperlakukan seperti itu. Dan ini terlalu dramatis baginya.

“ Kau harus menemui seseorang, kau beruntung kali ini “ Jung So mendekatinya dan berbicara lebih lembut dari sebelumnya.

Jessica mengerutkan keningnya, yang terlintas di otaknya kali ini adalah, ia kembali dipertemukan dengan lelaki hidung belang yang umurnya jauh diatasnya. Ia ingin lari saat itu juga.

“ Dia mengenalmu dan ingin kau yang menemaninya, sudah ku duga banyak yang akan tertarik padamu”

Ia terdiam, siapa yang mengenalnya? Selama menggantikan Da Hae ia hanya mengenal 3 pria, tidak ada yang lain. Apa mungkin salah satu dari mereka? Jika benar… mungkin ia bisa sedikit aman. Setidaknya ia bisa menjelaskan hal yang lebih detail pada mereka. Dan jika dewi fortuna berpihak padanya, mungkin ia bisa mendapat sedikit bantuan.

“ Ppaliwa! Jangan biarkan pelanggan muda itu menunggumu” Jung So sedikit mendorong pundak Jessica. Dan mau tidak mau Jessica menurut padanya.

.

.

Jessica berjalan cukup lambat dan sangat gugup, ia juga sebal karena Jung So terus memperhatikannya. Ia harus sampai di depan orang yang dimaksudnya. Dan kini ia sudah melihat  dari arah belakang orang tersebut.

Hatinya sedikit lega, entahlah tiba-tiba saja ia merasakan itu. Hanya dengan melihat punggungnya ia yakin mengenal sosok itu. Dan ia sangat berdo’a jika harapannya itu benar.

Dan kini ia sudah sampai tepat di belakang pria itu, seakan merasakan sosok yang ditunggunya telah berada di dekatnya, pria itu pun berbalik.

“ Tuan_”

“ Anyeong! Jessica noona” pria itu mengeluarkan smirk andalannya.

Kali ini harapan Jessica sedikit meleset, entah sejak kapan ia selalu berharap Min Ho lah yang menyelamatkannya. Dan sebelum ia tahu siapa pria yang ia temui hari ini, ia tetap berharap Min Ho yang memintanya. Namun kenyataannya bukan Min Ho yang ada di depannya. Melainkan pria yang sempat menyelamatkannya saat ia tengah dipermainkan oleh Min Ho malam itu.

Kim Jong In  dan ia mengingat nama itu. Pria itulah yang kini ada di hadapannya.

“ Apa anda yang_”

“ Kita bertemu lagi bukan, apa kau terkejut? Kenapa kau Nampak tidak senang melihatku? Bukankah seharusnya kau senang?”

“ Any… aku hanya sedikit terkejut”

“ Kau tidak bisa menolak kali ini, kita akan bersenang-senang”  sambut Jong In bahagia. Dari wajahnya jelas terlihat kemenangan. Dan Jessica hanya mampu mengerjapkan matanya.

“ Kau harus menemaniku, karena aku mendapat keberuntungan malam ini”

“ tapi Jong In_ssi”

Kim Jong In segera membungkam Jessica dengan wajahnya yang tiba-tiba mendekat dan hampir menyentuh wajahnya. Gadis itu hanya bisa mengerjap gugup, bertemu dengan Jong In memang penuh kejutan dan menyebalkan.

“ Simpan ceritamu untuk malam ini”

Jessica menelan ludahnya perlahan, ia memejamkan matanya dan baru membukanya ketika ia merasakan wajah Jong In sudah menjauh.

Kim Jong In, pria itu tersenyum pada Jung So. Seakan memberikan terima kasih nya pada orang itu. Ia mengangkan tangan Jessica lalu beralih mencium punggung tangannya. Jessica masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan Jong In padanya. Ia pun beralih pada Jung So yang tersenyum puas, mungkin karena Jong In bersamanya.

“ Bersenang-senanglah! Kau sudah membayar mahal untuknya” balas JungSo sedikit berteriak.

Jessica, gadis itu hanya mampu terus memompa jantungnya untuk lebih kuat lagi, tubuhnya sudah sangat lemas karena apa yang dialaminya kali ini. Apa yang ia dengar dari Jung So, bukankah itu berarti Jong In sudah membayarnya?

Habislah kau Jessica, kau benar-benar berakhir…

 

TBC…

 

 

 

 

 

 

Advertisements

13 thoughts on “UNCONDITIONALLY/ CHAPTER 3

  1. DhaniWKW says:

    aku kesel sm jungsoo, sm da hee apa lagi. apasih yg dibuat dahee sampe2 utangnya dia banyak dan gak abis2 gitu? aku kasian sm jessica 😦 btw jessica apa masih perawan? #ups jongin bener2 beruntung wkwkwk. dia bayar mahal cm demi jessica nihhh. penasaran sm cerita selanjutnya, next ditunggu thor, fighting^^)9

  2. Revan_sicababy says:

    Hah ini pendek bgt thor , aisshhh gimana nasib sica klo bgini ?
    Apa ntar sica udh ga perawan lg andwee jgn sampe gw suka yg perawan2(?) #plaak haha

    Gw makin greget sm kisah hidup sica disini , hancur sudah . Gw harap minho mampu nolong hidup sica , lanjoottt thor makin suka gaya tulisan lo , berasa nonton drama gw ketimbang baca haha 😀

  3. Jung Clara says:

    Sbel bgd ama da hee n jungsoo..gw jg sbel ama sica…u sih keras kpla…udh tw klw krjaan kya gtu gag akn berakhr dgn baik…
    Da hee itu utang nya kok bsa byk???
    Bwt apa ajah???

    Kai bner2 ngincer jessica..astga kasian bner hdup nya sica…jgn mpe brani2 kai melakukan nya dah..ah unnie..hdup mu sngat hancur….

  4. N0vi says:

    Aduh gmn ini,,jessica apa dia akan berakhir ditangan kai? OMG. . . .
    Tp aku terhru sm jung sister ini ya walaupun mereka sling tengkar tp feelnya dpt bnget,,aku jg psti stres bnget kLo dip0sisi sica. .
    Dan jung s0 emang kebangetan tp emang pas jg krn crtanya akan lbih seru kLo ada peran antag0nisnya. . .
    Bwt auth0r FIGHTING ne. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s