Just Stay Beside Me| Special Flashback 2

s-y-m-just-stay-beside-me

Author: S.Y.M

Title: Just Stay beside Me

Length: Twoshoot|| End.

Genre: Romantic high school

Rating: G

Cast: Jessica Jung || Kim Myungsoo

credit poster by Harururu98 @cafeposter

*

*

Special Flash back part Two.

*

Sooyeon tersenyum riang, sebenarnya ia sendiri masih bingung dengan keputusan yang ia ambil. Ia baru saja kembali dari bandara mengantar kepergian Orang tuanya. Ia tidak menyangka ia benar-benar tinggal jauh dan memilih untuk tetap di Seoul sedangkan ia selalu menolak untuk tinggal lama di Seoul selama ini.

Ia melirik Sekretaris Jo yang berjalan dibelakangnya. Ia yakin Tn Jung sudah mengatakan semuanya pada Sekretaris Jo tentang dirinya. Appa nya itu benar-benar berniat untuk memberi pelajaran Sooyeon. Ia memamg selalu menentang dan merengek ketika berada di Seoul. Dan ia tahu ketika memutuskan untuk tinggal lebih lama di Seoul pasti membuat Appanya gerah. Ia terlihat seperti gadis yang tidak punya pendirian. Namun ia juga bukan tipe gadis yang akan meninggalkan apa yang telah ia putuskan begitu saja. Ia hanya berfikir mungkin ia bisa membantu Myungsoo jika ia tinggal lebih lama di Seoul dan suatu saat ia pasti akan kembali ke Amerika. Karena disanalah tempat Eomma dan Oppanya tinggal. Mungkin kedua orang itu sudah tiada lagi di dunia ini, namun bagi Sooyeon dua orang itu adalah satu-satunya tujuannya ketika berada di Amerika.

Ia berhenti melangkah dan menunggu sampai Sekretaris Jo sejajar dengannya. Ia tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan orang ini. Meskipun Tn Jung sudah pasti melarangnya.

“ Nona Jung?”

Sooyeon memberikan senyumnya pada Sekretaris Jo yang mungkin sedikit bingung dengan sikap nona muda di depannya ini.

“ Mianhae…sebelumnya aku _aku_” Sooyeon menggantung kalimatnya, ia sedikit takut untuk meminta bantuan karena mungkin jika Sekretaris Jo membantunya itu bisa jadi peringatan untuknya. Kehilangan pekerjaan adalah kemungkinan paling parah yang ia pikirkan saat ini.

“ Ada apa Nona Jung?”

“ Any_ aku hanya bingung”

“ Ada yang bisa saya bantu?” tanya Sekretaris Jo ramah.

Sooyeon mendelik, ia mendongak dan menarik tangan Sekretaris Jo untuk lebih minggir. Ia menarik Sekretaris Jo untuk duduk di sebelahnya.

“ Apa appa mengatakan sesuatu pada anda?” tanya Sooyeon antusias

Sekretaris Jo menggeleng kecil, ia sedikit bingung dengan pertanyaan nona mudanya ini.

“ Apa yang Appa katakan tentangku? Dia pasti mengatakan tentangku kepada anda Sekretaris jo”

Sekretaris Jo mendongak, ia beralih menatap sekitar, ia kini tahu apa yang dimaksud oleh nona muda itu.

“ Ah…ne, “ Sekretaris Jo mengangguk mengerti.

“ Wae? Apa saja yang ia katakan heuh?” Sooyeon masih berusaha untuk mencari tahu tentangnya.

“ Jweosonghamnida, saya tidak bisa membantu anda dalam berbagai hal mulai sekarang, itu yang dikatakan Presdire”

Sooyeon mendengus, ia meniup poninya.

“ Tidakkah ia berfikir aku masih sangat belia untuk tinggal sendiri di tempat ini tanpa menerima bantuan apapun dari orang lain? Kenapa ia setega itu?” gerutu Sooyeon.

“ Ini untuk kebaikan anda nona, anda harus lebih merenungi segala keputusan anda”

Sooyeon melirik tajam Sekretaris Jo

“ Apa dia juga mengatakan itu? lalu apa yang kau lakukan ketika melihatku seperti ini? Tidakkah kau iba karena aku masih kecil dan polos, bagaimana mungkin aku bisa melakukan semuanya sendiri?” protes Sooyeon. Ia masih menatap tajam pada Sekretaris Jo.

“ itulah yang dipesankan Presdire nona”

Sooyeon mendengus, ia mengacak rambutnya frustasi.

“ Please… aku dilarang untuk tinggal di apartemen, dan aku diberi uang yang entah bisa aku gunakan sampai bulan keberapa. Apa kau tidak kasihan padaku?”

Sekretaris Jo menunduk, kemudian ia melihat nona mudanya yang kini tengah menatap melas padanya. Memang cukup ekstrim pelajaran yang terkesan seperti hukuman ini pada gadis muda di depannya ini.

Ia mendengus, ia menyerah, melihat nona mudanya yang menatapnya melas membuatnya merasa iba, hati nuraninya mengatakan ia harus membantu gadis ini.

 

“ Apa yang bisa saya lakukan nona?”

SOoyeon mendongak, ia tidak menyangka jika ia berhasil menarik perhatian Sekretaris Jo dengan wajah melasnya. Ia memang benar-benar butuh bantuan.

“ Ijinkan aku tinggal di rumah anda untuk malam ini, aku resmi dilarang memakai peralatan milik perusahaan sejak aku keluar dari apartemen kami pagi ini. Aku tidak punya tempat tinggal . “

“ Aaah.. aku akan segera mencari tempat tinggal setelahnya meskipun aku tidak yakin aku bisa mendapatkannya secepat itu, aku akan menjaga rahasia ini, aku tidak ingin kau terkena masalah karena membantuku, bisakah anda_” kalimatnya terhenti ketika Sekretaris Jo menanggapi segala celotehannya.

“ Ne, saya akan membantu anda nona , tidak masalah jika saya melakukan beberapa permintaan anda untuk 2 hari kedepan. Hanya untuk 2 hari kedepan saya bisa membantu anda, yang mendapatkan masalah justru anda jika anda melanggar apa yang dikatakan Presdire, jadi tolong bertahu saya apa saja yang harus saya lakukan 2 hari kedepan untuk membantu anda”

Sooyeon terdiam, ia sedikit terkejut sekaligus merasa senang dengan apa yang dikatakan Sekretaris Jo padanya. Kini yang ia lakukan adalah berfikir apa saja yang bisa dilakukan Sekretaris Jo untuknya.

“ Aku lapar, bisakah kita makan sesuatu?” ucap Sooyeon dan sukses mengundang tawa Sekretaris Jo.

“ Ne Nona Jung” Sekretaris Jo membungkuk, ia mempersilahkan Sooyeon untuk jalan lebih dulu menuju mobilnya.

*

*

*

– Mencari tempat tinggal anak bernama Kim Myungsoo sekaligus mencari tempat tinggal di sekitar tempat itu.

– Mengumpulkan dokumen studynya dan mendaftar untuk sekolah SMA di Seoul, sekolah yang sama dengan anak bernama Kim Myungsoo.

– Cari tahu lebih tentang Kim Myungsoo. Apa saja yang ia suka, apa saja yang ia benci dan lainnya.

Sekretaris Jo menggeleng kecil, ia tersenyum melihat apa yang ditulis oleh nona mudanya. Kali ini ia bertindak sebagai detektif dan menyelidiki tentang anak bernama Kim Myungsoo itu.

Ia tidak tahu pasti dengan yang direncanakan dan alasan gadis kecil itu tinggal sendiri di kota besar ini. Namun melihat antusiasnya untuk mencaritahu tentang anak bernama Kim Myungsoo itu ia yakin, mungkin dia adalah salah satu alasan gadis kecil ini pindah ke Seoul.

 

Ia juga tidak menyangka jika mencari informasi tentang anak muda itu begitu mudah. Terlihat sekali kegirangan Sooyeon ketika melihat hasil kerja dari Sekretaris Jo.

“Gomawo Sekretaris Jo” Sooyeon membaca antusias beberapa berkas yang dibawa olehnya.

“ Kita akan melihat sekolah SMAnya besok, jika anda suka kita bisa langsung mendaftar di tempat itu nona”

Sooyeon mengangguk antusias, ia masih terus tersenyum. Detik berikutnya ia tersadar, ia berhenti tersenyum,ia mendengus dan menghela nafas panjang. Membuat Sekretaris Jo tertarik untuk bertanya padanya.

“ Apa ada yang salah nona?”

Sooyeon menggeleng, ia hanya mengingat Appanya. Ia mengingat bahwa besok adalah bantuan terakhir yang dilakukan Sekretaris Jo padanya, setelah itu manamungkin ia berani melanggar apa yang dikatakan Appanya.

Ia harus hidup mandiri tanpa bantuan dari pegawai Appanya. Ia harus mencari bantuan pada orang yang ada di sekitarnya.

“ Aku hanya sedang merindukan Amerika”

“ Kenapa nona memilih untuk tinggal sendiri di Seoul?” ia tahu itu sedikit lancang untuk bertanya lebih jauh, namun melihat gadis kecil ini berani memutuskan hal itu,tentu ia memiliki alasan yang kuat.

“ Aku hanya merasa aku harus melakukannya. Aku mengenal seseorang dan dia sangat menyedihkan, lebih menyedihkan dari seorang Jung Sooyeon. Jika aku bisa menerima semuanya dan berbuat semauku, namun kurasa dia tidak bisa melakukannya. Aku hanya mengingat bagaimana kesedihan Oppaku saat Eomma meninggal, dia juga meninggal,dia meninggal dengan kesedihannya karena tidak ada Eomma disampingnya, meskipun dia anak asuh Eommaku, namun aku sangat menyayanginya, aku merasakan kesedihannya sama dengan kesedihan Oppa, itulah kenapa aku berfikir mungkin aku bisa sedikit membantunya, aku ingin menebus semuanya karena aku tidak melakukan apa-apa saat Oppaku bersedih. Aku tidak ingin dia seperti Oppa” Sooyeon menunduk.

Sekretaris Jo tersenyum, mendengar penjelasan dari nona mudanya ini membuatnya tersentuh. Ia melihat sisi lain dari nona mudanya ini. Bahkan ketika seorang gadis kecil sepertinya menceritakan hal sedih seperti ini tidak membuatnya meneteskan air mata. Ia membpunyai niat mulia namun pada akhirnya Tn Jung menghukumnya dengan membiarkan dia berusaha untuk dirinya sendiri selama di Seoul. Hanya satu bulan ini ia diberi kesempatan untuk melakukannya. Namun melihat bagaimana latar belakangnya ia tidak yakin apakah Sooyeon mampu melaluinya.

“ Jweosonghamnida, ini hal pribadi, dan hanya anda yang mengetahuinya, aku harap anda bisa menjaganya, jangan biarkan Appa tahu apa alasanku “

“ Wae? Akan lebih baik jika nona mengatakannya pada Presdire”

“ Any…aku telah banyak membuat masalah, jika dia memang menghukumku dengan cara seperti ini,aku akan menjalaninya” Sooyeon tersenyum, dia mengangkat tangan kanannya lalu mengepal .

“ Jangan remehkan Jung sooyeon, OKEY” Ucapnya semangat. Selanjutnya ia berdiri lalu membungkukkan badannya, ia harus istirahat malam ini, dan besok ia bisa melihat sekolah yang dimaksud Sekretaris Jo itu.

*

*

*

Sooyeon tersenyum riang, ia menatap seluruh bangunan di depannya. Bangunan sekolah yang mungkin akan menjadi tempatnya menghabiskan masa SMAnya. Jika ia mampu selama satu bulan ini, ia pasti akan menghabiskan waktunya yang panjang di tempat ini, memiliki teman-teman baru dan tentunya ia bisa bertemu dengan anak bernama Kim Myungsoo itu.

“ Huwahhh…rasanya aku ingin segera bersekolah” Sooyeon merentangkan tangannya. Matanya menyipit karena terkena sinar matahari dari arah berlawatan darinya.

“ sekolah di sini akan sangat berbeda dengan di Amerika, apa anda yakin nona? Bahkan anda sudah terdaftar di SMA terbaik di sana”

“ Aihhh…. tidak masalah, lagi pula aku belum menjalani studyku di sana karena aku berada di Seoul, dan aku juga ingin memakai seragam saat sekolah, pasti sangat lucu” Sooyeon berlari kecil mendahului Sekretaris Jo.

Sekretaris Jo terkekeh, melihat antusias nona mudanya itu, ia merasa ia memang harus membantunya dan mengawasi perkembangannya nanti.

Sooyeon berjalan dibelakang Sekretaris Jo setelah keluar dari ruangan guru. Ia menjadi pusat perhatian karena rambutnya yang bercat tua, wajah bulenya dan asal-usulnya. Sebelumnya ia merencanakan akan memulai sekolahnya besok setelah ia mendaftar dan menyiapkan semuanya.

Namun bukan Sooyeon jika ia tidak membuat sesuatu yang tidak sesuai rencana. Setelah selesai mengajaknya berjalan-jalan memperkenalkannya pada sekolah itu Ia dikenalkan langsung pada teman-teman sekelasnya.

Sungguh keberuntungan untuknya karena ia benar-benar berada di kelas yang sama dengan Kim Myungsoo.

Bisa dilihat mata Myungsoo yang tidak berkedip ketika melihat sosok yang tidak asing itu berdiri di depan kelasnya. Dia menjadi teman sekelasnya, gadis yang ia temui beberapa kali di taman itu, gadis yang akan kembali ke Amerika namun saat ini menjadi teman sekelasnya.

“ Anyeong! Namaku adalah Jung Sooyeon, aku tinggal lama di Amerika, ah…bahkan aku memang lahir di Amerika, salam kenal…aku harap kita bisa berteman baik” begitulah perkenalan singkat Sooyeon .

Ia lalu duduk di bangku paling belakang dan tidak jauh dari Myungsoo. Ia sempat tersenyum pada Myungsoo sebelum akhirnya ia duduk di bangku belakangnya. Ia bisa melihat wajah kaku Myungsoo. Hanya saja wajah itu masih saja datar. Mungkin dia memang makhluk dari planet lain.

.

.

Sooyeon segera berdiri di depan Myungsoo ketika kelasnya berakhir, ini waktunya untuk pulang.

“ Anyeong” sapa Sooyeon.

Myungsoo mendongak ia juga berdiri dan memberikan tatapan yang entah berarti apa pada Sooyeon.

“ Kau bilang saat itu adalah hari terakhirmu”

Sooyeon terdiam, ia menunduk lalu menggaruk tengkuknya. Ia tersenyum, ia tidak mungkin mengatakan alasannya kenapa ia tinggal di Seoul.

“ Emhh….aku belum mengatakannya, aku disekolahkan di sini, lalu aku memilih acak sekolah ini dan aku tidak menyangka kau juga bersekolah di sini, aku beruntung karena ada seseorang yang aku kenal” Jelas Sooyeon. Ia bersumpah ini adalah kali pertamanya ia lancar berkata bohong dan beralasan.

Myungsoo diam menatapnya.

“ Kau belum punya seragam?” tanya Myungsoo selanjutnya.

Sooyeon menggeleng mantap, ia memang belum menyiapkan seragam sekolahnya.

“Kau mau membantuku? Aku harus membeli seragam lebih dulu untuk kupakai besok”

Myungsoo menunduk, lalu melangkah pergi, Sooyeon yang sedikit bingung mengikuti Myungsoo.

“ apa itu artinya iya?” Sooyeon masih berlari mengejar Myungsoo. Langkahnya memang sangat cepat.

Sooyeon mengejar Myungsoo sampai di tempat parkir. Ia sedikit terengah-engah. Sooyeon memukul-mukul dadanya. Ia memang suka berjalan, tapi tidak secepat ini, ini setara dengan berlari, dan ia tidak suka berlari.

“ Naiklah…aku akan mengantarkanmu ke toko”

Sooyeon tersenyum, ia segera naik di boncengan motor Myungsoo.

“ Kau masih kecil dan berani memakai motor seperti ini? Apa kau sudah punya SIM?”

“ Diamlah! Dan berpeganganlah!”

Sooyeon tersental, tanpa sengaja ia memeluk pinggang Myungsoo karena Myungsoo tiba-tiba saja mengegas motornya. Ia yang sadar segera melepaskan pegangannya dan beralih pada badan motor di belakangnya.

“ Mian..” ucapnya lirih dan tidak mendapat jawaban dari Myungsoo.

.

.

Sooyeon beberapa kali membungkuk mengucapkan terima kasih pada Myungsoo yang mau menemaninya ke toko untuk membeli seragam sekolahnya. Sebenarnya ia sedikit ragu meminta Myungsoo untuk meninggalkannya dan meminta Sekretaris Jo untuk menjemputnya. Sedangkan ini adalah hari terakhir Sekretaris Jo bisa membantunya, lalu ia belum mendapat tempat tinggal untunya selanjutnya. Rumah yang direkomendasikan Sekretaris Jo yang tak jauh dari tempa tinggal Myungsoo masih membuatnya ragu. Ia tinggal sendiri dan cukup jauh dari siapapun. Ia tidak yakin ia mampu.

“ Chakkamman” Cegah Sooyeon ketika Myungsoo sudah menaiki motornya. Membuatnya kembali melepas helemnya.

“ Ada satu hal yang ingin aku katakan padamu”

Sooyeon mendekatinya, ia menunduk karena ia sendiri juga masih ragu mengatakannya.

“ Apa kau mau membantuku untuk mencari tempat tinggal di sekitar rumahmu? Sebenarnya…aku dalam masa hukuman dan aku tidak bisa menggunakan fasilitas dari Appaku, aku harus mencari tempat tinggal sendiri , apa kau mau membantuku?”

Myungsoo membatu, selanjutnya ia menutup matanya dan mendengus. Tidakkah itu artinya gadis di depannya ini bermasalah? Dan nantinya akan membuat masalah?

“ Berapa lama kau akan tinggal?”

“Mollayo… aku sudah bersekolah di Seoul itu artinya aku akan tinggal cukup lama, dan malam ini adalah hari terakhirku tinggal di rumah seseorang yang menolongku, aku harus mencari tempat tinggal untuk tempat ku tidur besok dan seterusnya. Apa kau tahu suatu tempat? Di sekitar rumahmu, karena hanya kau yang kukenal” Sooyeon mengangkat tangannya untuk memohon, ia menutup matanya dan terus memohon.

Myungsoo terlihat berfikir, ia memikirkan sesuatu tentang Sooyeon sebelumnya. Ia sendiri masih bertanya-tenya kenapa gadis ini bisa berada di SEOUL sebelumnya ia mengatakan ia akan kembali ke Amerika, namun saat ini ia juga mengatakan bahwa ia sedang dihukum. Dia cukup membutuhkan bantuan. Lalu apa dia harus membiarkannya tinggal di rumahnya? Itu tidak mungkin.

Sooyeon membuka matanya lebar ketika ada suara yang mengganggunya, begitu pula dengan Myungsoo yang melihat sumber suara itu. Suara itu berasal dari perut Sooyeon. Ia kelaparan sehingga perutnya bisa berbunyi seperti itu.

Kali ini Sooyeon meringis dan meminta maaf pada Myungsoo, ia tersenyum kikuk pada namja itu.

“ Naiklah…aku punya tempat yang bisa membuatmu kenyang” pinta Myungsoo dan itu mendapat tanggapan cepat dari Sooyeon. Dengan cepat ia naik ke boncengan Myungsoo.

Ia benar-benar berterimakasih pada Myungsoo hari ini. Ia belum terbiasa mengurusi urusannya sendiri.

.

.

Ahn Ahjumma dan Myungsoo kini diam dan hanya menatap Sooyeon yang sedang menghabiskan makanannya. Ia lebih mirip seseorang yang tidak makan selama 2 hari. Ia sangat lahap menghabiskan makanannya.

“Apa dia temanmu? Kau tidak pernah membawa teman ke rumah ini sebelumnya”

“ Ini seperti aku sedang memungutnya”

“ Aigo…!! kau ingin sungguh kejam, jaga bahasamu, bukankah itu sedikit kasar?”

“ Dia tidak akan mengerti, dia dari negara lain”

“ Arayoooo” sahut Sooyeon dan masih dengan makanan yang penuh di mulutnya.

Myungsoo tersentak begitupula Ahn Ahjumma.

“ Ahhh kau harus memaafkannya, dia memang seperti ini tapi dia memiliki hati yang baik” Ahn Ahjumma berusaha meminta maaf karena ucapan Myungsoo.

Sooyeon tersenyum, dia meletakkan sumpit dan sendoknya. Dia sudah selesai dengan makanannya.

“ Gwenchana…aku mengerti dengan baik apa yang ia katakan, aku tahu dia orang yang baik, masakan anda sangat lezat…aku tidak pernah makan makanan seperti ini sebelumnya, itulah sebabnya aku sangat lahap dan semangat menghabiskannya” Penjelasan itu cukup membuat Ahn Ahjumma tersenyum haru. Kenapa ada gadis yang begitu polos dan menggemaskan seperti ini.

Myungsoo mendengus…

“ Jangan memujinya, aku tidak akan membawamu ke rumahku lagi”

“ Aigooo” Ahn Ahjumma menjewer telingan Myungsoo.

“ Appo!” rintih Myungsoo.

“ Jangan berkata kasar padanya, tidak apa-apa jika kau sering ke rumah ini, aku akan memasakkan makanan yang enak untukmu gadis cantik” hibur Ahn Ahjumma.

Sooyeon terkikik, melihat wajah Myungsoo yang memerah karena telinganya yang ditarik oleh Ahn Ahjumma. Selanjutnya ia kembali menunduk. Ia ingat ia harus mencari tempat tinggal secepatnya.

“ Aku harus pulang , terima kasih untuk makanannya. “ Sooyeon berdiri dan membungkukkan badannya. Ia berpamitan pada Ahn Ahjumma dan juga Myungsoo.

Myungsoo pun ikut berdiri dan mengikuti langkahnya. Sampai mereka keluar dari rumah.

“ Gomawo Myungsoo_ya, aku tidak tahu apakah aku akan sering ke rumahmu, tapi makanan di rumahmu sangat Lezat. Senang bertemu lagi denganmu dan menjadi temanmu” Sooyeon tersenyum sehingga membuat bentuk senyum juga di matanya.

Ia berbalik dan melangkah dengan ragu, ia mengambil ponsel di sakunya. Ia juga ragu apakah ia perlu menelepon Sekretaris Jo untuk menjemputnya. Atau ia bisa berjalan lebih dahulu di sekitar tempat tinggal Myungsoo. Ia ingin melihat rumah yang di beritakan Sekretaris Jo padanya. Mungkin ia memang harus tinggal di tempat itu. Ia sendiri yang meminta untuk tinggal tak jauh dari rumah Myungsoo. Karena hanya dia yang ia kenal.

“ Sooyeon_ Jung Sooyeong” panggil Myungsoo.

Sooyeon terdiam, ia berhenti berjalan, ia juga belum jauh dari rumah Myungsoo karena ia melangkah dengan keraguannya. Ia juga tidak menyangka Myungsoo akan memanggil namanya setelah ia berbalik.

“ Hya! Berbaliklah ketika seseorang sedang memanggilmu” Suara Myungsoo sudah tepat di belakangnya.

Sooyeon terkejut dan berbalik, matanya melebar karena Myungsoo sudah ada tepat di belakangnya. Bahkan ia tidak merasakan langkah kakinya.

“ Neo… ah…any_any_ mian…aku pikir kau tidak memanggilku” Sooyeon menunduk, ia menggaruk tengkuknya yang selalu mendadak gatal itu.

“ Kau bisa tinggal di rumah kosong itu” Myungsoo menunjuk pada bangunan kecil, yang tak jauh dari rumah Myungsoo. Sebenarnya tidak ada rumah lain sebagai jarak mereka, namun tempat itu tetap berjarak karena ada garasi dan taman kecil di sebelahnya. Rumah itu juga masih satu halaman dan satu pagar dengan rumah Myungsoo. Intinya bangunan kecil itu masih satu area denggan rumah Myungsoo.

“ Ah…apa kau membuka persewaan rumah ? “

“ itu bukan milikku, kau bisa mencari tahu sendiri, aku hanya memberi tahu jika bangunan itu kosong, dan kecil. Kau bilang kau tinggal sendiri, tidak masalah_”

“ Ne…tidak masalah, aku akan tinggal di tempat itu, tidak perlu bagus dan luas, aku juga bisa membersihkannya” Sooyeon terlihat antusias menjawabnya.

Myungsoo diam, ia mendengus karena Sooyeon memotong kalimatnya, tidak masalah jika Sooyeon mau menerimanya. Itu lebih baik dan dia tidak terlalu repot untuk mencari tempat lain.

“ Ahh…Gomawo Myungsoo_ya…apa aku bisa meminta makanan pada Ahn Ahjumma itu?jika aku tinggal di tempat itu setiap hari aku bisa memintanya untuk memasakkan untukku, masakannya sangat lezat” Sooyeon meloncat loncat gembira, ia benar-benar antusias dan bahagia. Ia berbicara banyak hal dan membuat Myungsoo hanya dia menatapnya.

“ Shireo! Dia hanya memasak untukku, lagi pula jika kau tinggal sendiri, kau harus mengurus makanmu sendiri” jawab Myungsoo.

Sooyeon mencelos, ia menunduk dan serasa ada awan hitam di atas kepalanya. Mungkin sebentar lagi akan ada petir yang menyambarnya.

Mendengar jawaban Myungsoo yang seperti itu benar-benar membuatnya ingin menendangnya. Ia sangat terbiasa dengan ini, dan akan lebih lama terbiasa dengan hal ini. Ia sudah memutuskan untuk tinggal dan membantu Myungsoo untuk lepas dari rasa kesendirian dan kesedihannya. Selanjutnya kenapa ia bisa berbuat seperti ini, ia tidak bisa menjelaskannya. Bukan karena ia tidak mau mengungkapkannya. Itu semua karena ia tidak tahu kenapa ia melakukannya. Ia hanya mengikuti kata hatinya dan selama menurutnya ia bisa membuat orang lain bahagia, ia akan melakukannya.

“ Kita lihat saja, aku berbakat membuat setiap orang menyayangiku, termasuk Ahn Ahjumma, dia akan membuatku makanan setiap harinya” Sooyeon menjulurkan lidahnya lalu berlari menjauh dari Myungsoo.

Ia berbalik dan masih melangkah mundur, ia melambaikan tangannya pada Myungsoo sebagai ucapa sampai jumpa. Ia benar-benar bahagia karena mendapat tempat tinggal dan itu tepat bersebelahan dengan Myungsoo, seperti yang ia inginkan.

Myungsoo masih diam di tempatnya dan menatap kepergian Sooyeon dengan wajah bahagianya. Selanjutnya ia tersenyum kecil lalu menunduk dan menggelengkan kepalanya.

Ia tidak ingat apa yang membuatnya bertemu dengan gadis itu, tapi ia merasa jika gadis itu mungkin sedikit berbahaya dan akan mengisi hari-harinya dengan sikap aneh dan cerianya. Ia memang berhaya dan berbakat untuk membuat kekacauan di hari-harinya. Ia berbahaya dan berbakat membuat harinya tidak setentram sebelumnya. Ia berbahanya dan berbakat membuat hidupnya akan terkena berbagai masalah nantinya. Seperti itulah yang ada di otaknya. Tapi ia akan membiarkannya, lagi pula sebelumnya dia memang meminta agar gadis itu tetap ada di sisinya. Meskipun itu konyol tapi ia sadar ia telah memintanya. Ia benar-benar tidak tahu jika gadis itu benar-benar ada di hadapannya dan nantinya akan menjalani hari-harinya bersama, menjadi teman sekelas, tinggal bersebelahan. Mendengar celotehannya setiap hari adalah hal pertama yang harus ia siapkan.

Ia tersenyum, ada nuansa bahagia dari angin malam yang menerpa tubuhnya setelah Sooyeon berlalu. Kali ini ia benar-benar akan membiarkan jalan hidupnya dan ia akan menjalaninya. Bersama gadis aneh bernama Jung Sooyeon itu.

.

.

.

Sooyeon berlari kecil menuju mobil yang telah terparkir tak jauh dari tempatnya menunggu selama 10 menit itu. Ia berlari dengan wajahnya yang masih ceria. Lalu ia berhamburan masuk ke dalam mobil, ia disambut dengan senyum penasaran dari Sekretaris Jo.

“ Apa yang membuat anda sebahagia ini nona?” Sekretaris Jo mulai menjalankan mobilnya.

“ Haaaahhh” Sooyeon menghela nafas.

“ Mollayo…sepertinya aku mendapat banyak bantuan, Aku sudah mendapat tempat tinggal tepat di sebelah rumahnya, ah…ini permintaan terakhirku, apa anda mau mengurusnya untukku? Jika uangku cukup untuk membelinya aku akan membelinya, ah any…itu tidak akan cukup, aku akan menyewanya jika aku berhasil selama satu bulan yang diberika Appa, aku akan mendapat uang saku bulanan darinya, tidak masalah jika itu sedikit, aku bisa mengumpulkannya setiap tahunnya. Aku bisa membayarnya untuk satu tahun, Sekretaris Jo, kau bisa mengurusnya untukku? Kau harus tahu bahwa aku masih seorang murid saat ini, jadi untuk harga sewa bisa anda sesuaikan bukan?”

“ Bagaimana jika kita mengurusnya malam ini, saya tahu dimana tempatnya”

“ Jeongmal?” Sooyeon membulatkan matanya, ia menepuk tangannya dan mengiyakan usulan Sekretaris Jo.

“ itu lebih baik dan aku bisa tahu bagaimana caranya bernego, Aigoooo kau sangat baik Ahjussi” teriak Sooyeon girang.

Sekretaris Jo terkekeh, ia benar-benar memberi suasana semangat di mobilnya. Nona mudanya ini memang penuh dengan semangat.

“ Saya senang membantu anda nona, saya akan menerima jika saya harus dihukum jika Appa nona tahu, setidaknya aku mendapat semangat dari anda”

Sooyeon menatap Sekretaris Jo sendu.

“ Andwae, aku akan bertanggung jawab, Appa mengajarkanku untuk selalu mempertanggung jawabkan perbuatanku, itulah sebabnya aku menerima hal ini, Haljima…bahkan kau tidak boleh berfikir seperti itu Ahjussi, Aku akan menjamin kau tidak dihukum oleh Appa”

“ Nona ini memang_”

“ Ayolah…ini juga permintaanku dan janji seorang gadis, janji seorang gadis pantang untuk dilanggar”

Sekretaris Jo tertawa, Sooyeon mengatakannya seolah dia adalah seorang Pria. Bukankah janji seorang pria pantang dilanggar, namun ia menggantinya dengan kalimatnya sendiri.

“ Ne..”

Sooyeon tersenyum riang. Ia menutup matanya singkat.

_Oppa, aku harap kau bahagia, kau memang curang karena telah bertemu dengan Eomma lebih dulu. Sedangkan aku disini kau larang untuk bersedih, Eomma juga memintaku untuk memberikan kebahagiaan pada setiap orang, apa aku mampu itu? Dan saat ini karena kau juga aku memutuskan hal yang gila, semoga Appa memaafkanku, kau harus membelaku Eomma, mungkin aku akan menangis nanti jika aku merasa gagal dan lelah. Jadi jangan memarahiku !_

“ SELAMAT DATANG JUNG SOOYEON”

 

JUST STAY BESIDE ME SPECIAL FLASHBACK _END

 

 

 

 

Advertisements

17 thoughts on “Just Stay Beside Me| Special Flashback 2

  1. leesoofhie says:

    Yeeeee…akhirnya di post jg yg flashbacknya.Ternyata Sooyeon berkorban banyak untuk Myungsoo T.T, cepetan di post yg chapter 5 thorr,,,udah penasaran tingkat akut nih, masa tiap hari buka blog ini blom di post jg T.T tp q tetap menunggunya #apaanDah 😀 keep writing thor, Fighting !!!

  2. Revan_sicababy says:

    Tekat jessica emng kuat untuk bntuin myungsoo . Berawal dari kasian dan akhirnya sooyeon punya rasa buat myungsoo . Semoga myungsoo bisa membalas cnta sooyeon lebih besar dari cinta sooyeon ke dia .
    Akhirnya authornya update juga udah sekian lama nungguin #lebay haha

  3. N0vi says:

    Hai. . .hai th0r#lambai tangan
    kangen bnget sm auth0r,,hehehe

    kyaaaa. . . .sooyeon mkin cute aja. . .
    Awal cerita ketemuannya myungsica emang kyk nan0-nano ya, . .unik,lucu,sdih jg dan bkin haru.
    Aku paling suka kata”myungso ‘INI SEPERTI AKU MEMUNGUTNYA’ Hahaha aku beneran ngakak L0L.
    Sm yg chapter 5-nya sngat th0r. . . FIGHTING

  4. N0vi says:

    Hai. . .hai th0r#lambai tangan
    kangen bnget sm auth0r,,hehehe

    kyaaaa. . . .sooyeon mkin cute aja. . .
    Awal cerita ketemuannya myungsica emang kyk nan0-nano ya, . .unik,lucu,sdih jg dan bkin haru.
    Aku paling suka kata”myungso ‘INI SEPERTI AKU MEMUNGUTNYA’ Hahaha aku beneran ngakak L0L.
    Sm yg chapter 5-nya sngat th0r. . . FIGHTING!

  5. bessethegorjess says:

    Tik… Air mataku netes thor… sedih bgt saat tahu ceritany Jessica unn… salut bgt sama keceriaan Jessica unn meski dia sedih di balik kecerianny… aku… gk bisa berkata bnyk, tp next thor

  6. DhaniWKW says:

    Uwaaaa jessica ampe segitunya demi myungsoo. Ahhhh gasabar sm next ffnyaaa. Aku bener2 penasaran di mata myungsoo itu jessica apa buat dia? Huwaaaaa sukasukasuka thor!!!! Next ff fighting^^)9

  7. jungrian says:

    Ciyee Sooyeon udh dpet tmpat tinggal, deketnya Myungsoo lagi :-D.. Duh Myungsoo kalo ama Sooyeon bkin ngakak hahaha dijamin ga kesepian lagi tuh si Myungsoo 🙂 .. Btw kok aku jadi pngen ngerasain masakannya Ahn ajjuma, kata Sooyeon enakk wkwk #efeklapar.. Ahhh pokoknya ditunggu next nya thor ^^

  8. JessJung says:

    Keren thor,,,
    Flashback ke dua nya nyentuh banget!!
    Aku kagum sama sikapnya Jessica disini,,
    Semangat ya thor buat ngekanjutin ff nya trus hiatusnya jangan lama” soalnya aku kangen banget sama kelanjutannya hehehe

  9. Lulu Kamelia EXO-L says:

    aaaaaa… flashback ke- 2 nyaa kecheeeeee… aaa, ya ampunnn ihh kereennn

    Myungsoo ama Jessica makin- makinnnnn aku shiperr kan ><
    kak authorr,, next donk.. pleaseeee,, hiatus nya nanti ajaa/? /plak/ huee T_T

    Keep Writing ^_^

  10. Monica wang says:

    Suka banget sama flashback nya thorrrr!!
    Ternyata Sooyeon awalnya emang pure mau ngebantu Myungsoo ya, tapi lama lama mala suka beneran hihii
    Jangan lama lama buat lanjutannya ya, hwaiting!! ^^

  11. ctgorjessimoet says:

    hmpir lupa q klau author post ff nya diblog sndiri. stelah bc ni mkin gk sbar nggu lnjutannya,apalg stelah henry dtang.itu jdi bkin tmbah pnsran.
    next thor ditggu y….part 5’a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s