JUST STAY BESIDE ME| 1

Author: S.Y.M

Title: Just Stay beside Me

Length: _

Genre:  Romantic high school

Rating: G

Cast: Jessica Jung || Kim Myungsoo || Na HaeRyeong BESTie

jessica jung1kim myungsoo2

Note:

Haii…. ini FF baruku untuk pairing Myungsica.. mian kalau jelek, tapi ada baiknya kalian membaca dulu.. sebelumnya aku sudha posting teasernya dan summarynya… aku memang sengaja bikin karakter yang berbeda dari jessicaku sayang. hahahaha tapi tenang…aku nggak bakal jahat sama Jessica kog.hihihihihi

SELAMAT MEMBACA 🙂

*

*

*

Perkenalkan, namaku adalah Jung Sooyeon, banyak orang yang mengatakan aku cantik. Ya… setelah kuperhatikan aku memang cukup cantik.  Aku cukup mahir dalam beberapa hal, kecuali olahraga, aku membenci olah raga lari, dan aku hampir tidak pernah renang karena aku tidak bisa berenang, itulah sebabnya aku sedikit pendek. Emh… mungkin memasak ada dalam daftar terakhir kemahiranku.

Kim Myungsoo, namja itu hanya mendengus mendengar perkenalan yang selalu diulang oleh Sooyeon. Lebih tepatnya Sooyeon sengaja merekam suaranya di ponsel milik Myungsoo dan setiap Myungsoo berganti handphone, rekaman itu harus ada. Dan hal itulah yang terjadi sekarang, saat Myungsoo mengganti ponsel lamanya, ia harus mengecek satu- persatu file yang ada di kartu memorynya. Biasanya ia suka menghapus file-file lama , atau daftar lagu yang ia bosan. Saat mengecek setiap rekaman di ponselnya, ia menemukan rekaman itu dan ia harus waspada jika rekaman suara Sooyeon tidak ada di ponsel barunya. Gadis itu akan merajuk dan pasti mengganggunya.

Ia melewati rekaman itu dan berganti ke list rekaman lainnya.

can you tell me
How can one miss what she’s never had
How could I reminisce when there is no past
How could I have memories of being happy with you boy
Could someone tell me how can this be
How could my mind pull up incidents
Recall dates and times that never happened
How could we celebrate a love that’s too late
And how could I really mean the words I’m about to say

 

Dan ia melewati rekaman itu beralih ke rekaman selanjutnya, pada akhirnya ia melewati semua rekaman suara Sooyeon. Ia mema’afkan rekaman itu karena Sooyeon sangat baik dalam bernyanyi. Mungkin ia bisa menjual rekaman itu suatu saat nanti ketika ia membutuhkannya. Ia berfikir suara Sooyeon pasti laku jika ia menjualnya, ia tersenyum… mengingat banyak sekali pemikirannya tentang Sooyeon jika Sooyeon berbuat nekat padanya. Ia akan mengancam Sooyeon dengan menghapus rekaman suara itu dan menjualnya. Detik berikutnya ia terkekeh, ia harus berhenti memikirkan rencana jahatnya pada Sooyeon.

Selanjutnya ia mengatur panggilan cepatnya, dan tidak ada yang boleh tahu siapa panggilan cepat no-1 nya. Itu rahasianya… dan anehnya Sooyeon juga tidak pernah mau tahu soal itu, mereka jarang sekali melakukan panggilan lewat telepon, Sooyeon pasti menemuinya karena rumah mereka bersebelahan.

Myungsoo telah selesai mengotak-atik ponsel barunya. Ia meletakkan ponsel itu dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Selama seminggu ini hari-harinya begitu berat, ia sudah sampai di tingkat ke-3 sekolah Menengah, namun ada tugas akhir di tingkat-2 yang belum ia selesaikan, masih ada pertandingan basket yang terakhir sebelum ia lengser dari team dan konsentrasi untuk masuk Universitas.

MYUNGSOO_YA!!

Ia  menghela nafas ketika mendengar suara itu,  ayolah.. ia ingin istirahat dan memejamkan matanya sebentar saja, kenapa dia datang?

“eoh! Apa kau sakit? Apa kau tidur?” kini gadis itu sudah ada dalam kamarnya, ia menutup perlahan pintu kamar Myungsoo dan berjalan mendekati tempat tidurnya.

Myungsoo membalik tubuhnya dan membelakangi gadis itu, ia sendiri yang memberikan kunci rumahnya dan juga kunci kamarnya pada gadis itu, jadi apapun yang terjadi ia tidak bisa menyesal jika gadis itu bisa kapan saja mengganggunya.

“ Apa kau sakit Kim Myungsoo?”  suaranya  yang kecil terdengar sangat lembut ketika bertanya dengan nada khawatirnya. Siapa lagi jika bukan gadis yang dari awal kita bahas, dia adalah Jung Sooyeon.

Myungsoo tetap diam dan memejamkan matanya, Sooyeon tidak akan tahu jika Myungsoo sebenarnya hanya pura-pura tidur.

“ Ah sepertinya kau sakit, apa kau mau ku buatkan bubur?” tanyanya lagi dan tidak ada tanggapan dari Myungsoo.

Sebenarnya percuma saja ia menanyai Myungsoo karena ia tidak akan mendapat jawaban dari Myungsoo. Gadis aneh ini selalu berbicara seolah sesuatu yang ia ajak bicara menanggapi pembicaraannya, pada kenyataannya Myungsoo selalu menanggapi dingin setiap Sooyeon mengajaknya bicara, tentu ia terbiasa dengan ini.

“Geurae… aku akan masakkan bubur untukmu” dan pernyataan itu seperti persetujuan dari Myungsoo, seperti itulah si gadis aneh Jung Sooyeon.

Bahkan kau memasukkan memasak dalam daftar terakhir kemahiranmu, aku tidak percaya kau bisa dengan baik memasak bubur

Batin Myungsoo. Dan ia merasakan Sooyeon beranjak dari tempat tidurnya, membuka pintu kamarnya dan kembali menutup dengan pelan pintu itu.

Entahlah….

Ia lebih baik melanjutkan tidurnya, membiarkan Sooyeon bereksperimen di dapurnya. Sudah ada Ahn Ahjuma yang mengawasinya di dapur, sang kepala pengurus  rumah tangga. Kalau Sooyeon membuat masalah, itu artinya Ahn Ahjuma bersekongkol dengannya.

Semoga kau tidak meracuniku

Detik berikutnya ia membuka lebar matanya… Ah… dia baru ingat Ahn Ahjumma sedang cuti hari ini, ia tidak mungkin ada di rumah.

“ Occh…. Jung Sooyeon…” geramnya.

*

*

Sooyeon membuka satu persatu lemari di dapur Myungsoo, membuka isi lemari es dan ia hanya menemukan sayuran dan polong-polongan.  Ia menggigit jarinya melihat bahan masakan yang menipis di meja dapur. Ia sempat berfikir untuk mengubah rencananya untuk membuat bubur untuk Myungsoo. Ia hanya mengingat kejadian saat Myungsoo sakit bulan lalu, buburnya gagal total dan ia hampir membuat Myungsoo mati karena rasa buburnya yang kelewat buruk.

“ Aish… kenapa Ahn Ahjumma tidak ada… seharusnya dia disini membantuku… kalau tidak Myungsoo  pasti kelaparan”

Sudah bisa ditebak, Sooyeon masih berdiri tegak melihat bahan di depannya, sampai-sampai ia tidak sadar Myungsoo sudah ada di sekitarnya. Ia berfikir terlalu keras.

“ Eoh… Myungsoo_ya? Kenapa kau bangun?  Bukankah kau sakit?” Sooyeon baru sadar saat Myungsoo menarik pisau yang dipegang Sooyeon.

“ Kkaja!” Myungsoo menarik Sooyeon keluar dari dapur dan membawanya sampai di depan rumah.

“ Pulanglah, aku akan tidur. Jangan membuat kacau rumahku ketika Ahn Ahjumma tidak ada”

Sooyeon mengerucutkan bibirnya, ia diusir oleh Myungsoo. Mungkin itu sudah sering terjadi padanya, namun bukan Sooyeon jika ia tidak bisa meyakinkan Myungsoo.

“ Myungsoo_ya… aku lapar” Sooyeon memasang wajah melasnya, namun tidak cukup untuk membuat Myungsoo merasa iba malah mendapat tatapan dingin dari Myungsoo.

“ Ayolah… aku tahu burger paling enak ditempat ini, aku akan membelikannya untukmu, kita makan bersama okey… “

Myungsoo mendengus, ia tidak yakin dengan pilihan Sooyeon tentang Burger yang menurutnya “ PALING ENAK “ itu. Hal itu seperti isyarat bahwa ia harus pergi keluar bersama Sooyeon untuk makan bersama.

Myungsoo menutup pintu rumahnya tanpa menunggu kelanjutan dari rayuan Sooyeon, ia masuk ke dalam rumah dan membiarkan Sooyeon mengernyit dan berteriak keras di depan rumahnya. Itupun sudah biasa terjadi.

Tidak butuh waktu lama untuk Myungsoo mengambil jaket dan kunci motornya. Ia kembali membuka pintu sebelum Sooyeon beranjak dari tempatnya, seperti dugaannya. Butuh waktu selama 15 menit bagi Sooyeon untuk mau meninggalkan tempatnya berdiri jika Myungsoo menutup pintu rumahnya dan meninggalkannya di depan rumah itu.

“ Kkaja”

Sooyeon tersenyum, ia mengikuti Myungsoo dan segera naik di boncengan motor Myungsoo.

“ Kau romantis sekali” puji Sooyeon.

“ Kau tahu alasan sebenarnya Jung Sooyeon”  balas Myungsoo.

Sooyeon mendelik, ia mendesis pelan. Memang ia tahu alasan Myungsoo kenapa tidak membiarkannya membeli makanan itu sendiri. Myungsoo tidak percaya dengan makanan yang ia katakan “ PALING ENAK” itu.

“ Terserah, kau memang tidak pernah percaya padaku, awas saja jika yang ku katakan benar” Sooyeon menjulurkan lidahnya, sementara Myungsoo sudah mengegas motornya.

“ Jangan berisik, berpeganglah… aku bisa kenyang dengan ocehanmu”

“ Hya!” Sooyeon mengangkat tangannya, ia ingin menoyor kepala berbungkus helm itu namun ia hampir tersental karena Myungsoo menaikkan kecepatan motornya, membuatnya terpaksa berpegangan pada Myungsoo.

“ Jangan merasa percaya diri karena aku memegang jaketmu, aku sedang marah denganmu”

Myungsoo terkekeh, dia memang gadis aneh.

*

*

*

 

Sooyeon tersenyum ketika melihat sang pujaan hatinya berjalan di depannya. Ia menyesal karena tidak membuatkan sarapan untuk Myungsoo pagi ini, ia terlambat bangun pagi dan ia sendiri kelabakan mengurusi dirinya sendiri saat berangkat sekolah. Selanjutnya ia berlari mengejar Myungsoo.

“ Good Morning Husby” Sooyeon kini sudah mensejajari langkah Myungsoo dan ia menyapanya dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya.

“ Apa kau sarapan pagi ini? Apa kita perlu ke kantin pagi ini? Eotte?”

Myungsoo tidak menjawabnya, ia mengangkat tas plastik yang beriti satu roti dan satu kotak susu di dalamnya, itu artinya Myungsoo sudah mengurus sarapannya sendiri dan Sooyeon tidak perlu mengajaknya ke kantin pagi ini. Itu adalah apa yang diterjemahkan Sooyeon dalam pikirannya.

Sooyeon mengerucutkan bibirnya, ia menundukkan kepalanya dan berjalan tanpa daya selangkah dibelakang Myungsoo.

“ Kau ditolak olehnya? Heoh… sudah kukatakan, kau tidak pandai merayu. Kau harus lihat caraku merayu”

Bahkan Sooyeon tidak menanggapi celotehan Chanyeol yang entah sejak kapan bisa seenaknya meletakkan lengannya di pundak Sooyeon.

“ Hya Kim Myungsoo! Apa kau mau segelas kopi pagi ini?”

Myungsoo menoleh karena suara bass itu, ia memang penggemar kopi. Wajar jika ia tidak menolak ajakan Chanyeol untuk memesan segelas kopi di kantin sekolah.

“ Ishhh… apa dia suka laki-laki ? Bahkan aku lebih cantik darinya, hanya saja aku lebih pendek darinya” runtuk Sooyeon.

“ Hya! Beraninya kau menggoda suamiku Park Chanyeol!!” Sooyeon mengikuti kedua namja itu di belakang mereka.

Ya, siapa yang tidak kenal Kim Myungsoo di sekolah ini. Ia begitu populer sejak tahun pertamanya, jangan salahkan ketampanannya dan gaya coolnya . Ditambah ia juga mahir dalam beberapa bidang olah raga bahkan dia masuk team utama basket di sekolahnya. Sejak saat itu ia semakin populer. Dan siapa yang tidak kenal gadis cantik bernama Jung Sooyeon yang bisa dibilang paling berhasil mendekati Myungsoo meskipun berbagai serangan sikap dingin Myungsoo padanya, namun ia adalah gadis yang paling beruntung karena bisa  berdekatan dengan Myungsoo. Ia juga mengaku sebagai kekasih Myungsoo dan bertindak sebagai penjaga Myungsoo dari berbagai bentuk fangirl yang mendekatinya. Jangan berani mendekati Myungsoo ketika Sooyeon masih mensiagakan matanya. Ia paling suka melemparkan death glare pada gadis-gadis itu ,  sampai akhirnya cobaan Myungsoo hanya tersisa dia seorang. Ia harus berterima kasih pada Sooyeon karena tidak ada lagi gadis yang dengan ekstrim menyukainya , sampai harus menguntitnya. Sooyeon masih membiarkan mereka yang memberikan hadiah pada Myungsoo ataupun surat cinta dari para dongsaeng. Mungkin ia hanya berteriak untuk tidak lagi mengirim surat cinta pada suaminya itu.

Meskipun begitu, Myungsoo tetap diam dan tidak berkomentar apapun saat Sooyeon menjadi sangat possesif di sekolah.

“ Haljima! Kalian sudah menghabiskan waktu 5 menit untuk melihat suamiku, apa kau tidak membiarkannya minum dengan tenang? Kalian harus masuk ke kelas dongsaeng!”

Dan seperti itulah ketika Sooyeon sudah beraksi. Jika seperti itu Myungsoo hanya diam dan melanjutkan kegiatannya tanpa terganggu.

“ Ne Sooyeon Sunbae” jawab salah satu dari mereka.

“ Jangan gunakan waktu kalian untuk melihatnya, gunakan untuk membaca buku pelajaran kalian dan sekolahlah dengan benar ! Kka!!”

Myungsoo tersenyum kecil. Sooyeon terdengar lucu ketika memarahi dongsaeng dengan nasihat seperti itu. Lalu bagaimana dengan dia yang setiap hari membuntuti Myungsoo?

“ Kau akan terlihat tua jika kau terus seperti itu, dan Myungsoo akan meninggalkanmu” Cibir Chayeol.

Selanjutnya ia berhasil mendapat hadiah jitakan tepat di kepalanya. Jangan berani melawan Jung Sooyeon. Itu peringatannya.

“ Kau tidak pernah bersikap baik padaku” rintihnya.

“ Nado” Myungsoo pun andil bagian, ia memberikan gelas kopi yang ia pesan pada Chanyeol.

Sooyeon mendengus, Myungsoo mengabaikannya pagi ini. Bahkan ia menahan rasa laparnya karena ia ingin makan bersama Myungsoo. Ia tidak mau sarapan sendiri di kantin, sedangkan Myungsoo sudah punya roti di tangannya. Apa yang bisa ia lakukan? Ia tidak berminat lagi mencari sarapan untuknya.

Karena merasa diabaikan Sooyeon menyerah pagi ini, ia mendahului langkah Myungsoo dan Chanyeol dan menuju ke kelasnya lebih dulu.

“ apa dia marah? Dia melewati kita tanpa berkata apapun” Park Chanyeol dengan mata besarnya menuntut Myungsoo untuk menjelaskan apa yang terjadi pada Sooyeon yang hanya melewati mereka tanpa kecerewetannya.

“ Kau harus waspada jika ia marah”hanya itu yang dikatakan Myungsoo dan ia juga mendahului langkah Chanyeol untuk masuk ke kelas.

.

.

Sooyeon melempar tasnya, dan bunyi yang cukup keras mengundang beberapa murid untuk melihatnya. Detik berikutnya mereka sibuk dengan kegiatan pagi mereka masing-masing. Sooyeon menghempaskan tubuhnya kasar di kursi kecil itu. Lalu mengeluarkan seluruh isi tasnya. Ia ingat jika ia mempunyai snack di tasnya. Itulah sebabnya ia mengeluarkan isi tasnya.

Kegiatannya terhenti ketika sebuah tangan meletakkan satu plastik berisi roti dan kotak susu dari arah belakang bangkunya. Ia tahu jika itu adalah benda yang sama seperti yang ditunjukkan Myungsoo padanya.

“ Kau memberikan sarapanmu padaku Husby?” tanya Sooyeon excited ketika Myungsoo berhasil mengebaskan tubuhnya pada kursi yang berada tepat di depan bangkunya.

“ Aku sudah memakannya, itu sisanya, jangan terlalu percaya diri” Jawab Myungsoo tanpa sedikitpun menoleh ke belakang.

Sooyeon mendesis kecil, namun detik berikutnya ia tersenyum. Bahkan hal kecil yang dilakukan Myungsoo padanya bisa membuatnya bahagia. Kenapa ia bisa seperti ini pada Myungsoo? Ia seperti benar-benar dimabuk cinta oleh Myungsoo.

“ Gomawo…” ucapnya lirih dan ia tahu ia tidak akan mendapat jawaban dari Myungsoo.

Seperti ini saja sudah cukup membuatku bahagia, tetaplah jadi Myungsoo yang kukenal.

*

*

*

Ini yang dibenci Sooyeon ketika ia melihat gladi resik sebelum pertandingan tahunan dimulai. Para murid perempuan pasti memenuhi Gymnasium dan melihat gladi resik team kebanggan sekolah mereka. Yang membuat Sooyeon risih adalah ketika mereka meneriakkan nama Myungsoo dengan keras. Ia seperti ingin menarik rambut mereka dan menyeret mereka untuk keluar dari tempat itu saat itu juga. Ouchh dia seperti monster jika seperti itu.

“ Tidak-tidak… aku terlalu cantik untuk berbuat seperti itu” Sooyeon memukul kepalanya, lalu membenahi poninya, ia meniupnya beberapa kali sambil sesekali melirik jengah kepada gadis-gadis di sekelilingnya.

“ Seharusnya aku menjadi Cheerleader di bawah sana! Aihhhh…. mereka sangat berisik dan centil” gerutunya.

“ Mungkin kau kalah pendek dengan mereka”

Sooyeon menatap tajam pemilik suara itu, ayolah… ia tidak terlalu pendek, hanya ada yang lebih tinggi darinya sehingga ia tergeser untuk menjadi anggota Cheerleader .

“ Jangan memulai permusuhan denganku  Gongchan”

Laki-laki bernama Gongchan itu merebut minuman gingseng yang sedang disesap Sooyeon, dan tentu mendapat perlawanan dari Sooyeon.

“ Hya!”

“ Eumm… kenapa rasanya lebih enak dari yang kubeli kemarin? Apa karena ini sisamu?” Gongchan meminum sisa minuman gingseng nya. Dan membuat Sooyeon melengos dan tidak ingin meladeni Gongchan lagi.

“ Apa kau terlalu buruk, sehingga tidak bisa bergabung dengan mereka?” Sooyeon menunjuk team kebanggan sekolah dan melirik Gongchan sekilas.

“ Hemhh… itu melelahkan, bisa-bisa gadis-gadis di sekolah ini berganti mengejarku karena aku mempunyai pesona yang lebih kuat dari pada Myungsoo, kau juga pasti akan mengejarku, bukan kah begitu Jung Sooyeon?”

Sooyeon mendesis pelan, kenapa namja di sebelahnya ini begitu percaya diri? Ia berani menjamin bahwa pesona Myungsoo tidak bisa dikalahkan oleh Gongchan sekalipun.

“ Apa kau ingin ke rumahku akhir minggu ini?” Gongchan melipat bungkus sachet minuman gingsengnya. Lalu memberikannya pada Sooyeon.

“ Untuk apa aku ke rumahmu? Aku mempunyai acara dengan Myungsoo”

“ Aku ingin merayakan ulang tahun kakakku”

Sooyeon menarik kembali tangannya yang hendak mengambil bungkus minuman itu, ia memalingkan wajahnya seketika dan kembali fokus ke lapangan, namun sorot matanya terlihat tidak memperhatikan permainan team basket itu.

“ Kau tidak ingin bergabung? Aku pikir acaramu dengan Myungsoo akan gagal, datanglah ke rumahku lalu aku akan menemanimu kemanapun kau mau” Gongchan tersenyum, melihat Sooyeon yang mulai terdiam, jelas ia tahu apa penyebabnya.

“ Aku harus pergi” pamit Sooyeon.

Gongchan tersenyum simpul melihat kepergian Sooyeon. Sedangkan Sooyeon , ia sepertinya kehilangan beberapa energi di tubuhnya. Bahkan kali ini ia mengabaikan gadis-gadis yang meneriaki nama Myungsoo di dekatnya. Ia tidak berteriak memarahi mereka seperti biasanya. Gongchan benar-benar merusak moodnya kali ini. Ia sempat berfikir untuk melempar Gongchan dari tempat itu juga.

*

*

*

Sooyeon menggigit kuku ibu jarinya dan duduk di depan ruang Club basket. Ia tidak bermaksud menunggu Myungsoo, namun entah kenapa ia lebih memilih untuk duduk terdiam di depan ruangan itu. Sampai akhirnya ia melihat Myungsoo masih dengan seragam basketnya melangkah ke arahnya. Ia pun hanya terdiam dan enggan menyapanya sampai akhirnya Myungsoo hanya melewatinya dan masuk ke ruangan itu.

“ Woah… Sooyeon_ah, kau menunggu Myungsoo di tempat ini? Tidak biasanya kau_”

“ ini”

Kalimat Chanyeol terhenti ketika Sooyeon melempar botol mineral padanya dan handuk putih yang ia yakin itu diperuntukkan untuk Myungsoo.

“ Apa kau sakit hari ini?” Chanyeol mendekat dan mendekatkan punggung tangannya di kening Sooyeon.

“ Kau begitu baik padaku hari ini… apa kau ingin memanfaatkanku?” Chanyeol sedikit berteriak, lebih tepatnya ia terlalu berlebihan menanggapi kebaikan Sooyeon hari ini.

PLETAK

“ Aishhhh,… jinja” Sooyeon memukul kepala Chanyeol dengan sekali lompatan darinya.

“ Aowhhh” Chanyeol mengusap kepalanya, sepertinya ia salah karena berani memancing kemarahan Sooyeon hari ini. Seharusnya ia menutup mulutnya ketika Sooyeon bersikap baik atau ia bisa mendapat hal buruk setelahnya.

“ Wae? “ suara Myungsoo yang tiba-tiba muncul di belakangnya membuatnya melangkah dan beralih di samping Chanyeol.

Myungsoo beralih menatap Sooyeon curiga,  ia memang melihat keanehan pada Sooyeon hari ini. Lebih tepatnya setelah ia selesai gladi resik hari ini, sebelumnya ia masih melihat betapa menyebalkannya Sooyeon seperti biasanya.

“ Apa kau sakit? Kau terlihat pucat” tanya Myungsoo.

Sooyeon menggeleg pelan, dan menggerakkan tangannya.

“ Any… any… Ah Ne.. aku hanya tidak enak badan” jawab Sooyeon asal.

“ Lalu apa yang kau lakukan di tempat ini? Apa tempat ini beralih menjadi UKS untukmu?”

Sooyeon merengut, sedangkan Chanyeol menahan tawanya. Ia berani bersumpah bahwa Myungsoo adalah satu-satunya orang yang bisa membuat Sooyeon terdiam telak. Kalimatnya begitu menusuk… bahkan jika kata-kata itu diperuntukkan untuknya ia akan menghadiahi Myungsoo dengan sebuah tinjuan setelahnya.

“ Seharusnya kau memukul wajahnya” bisik Chanyeol dan menahan tawanya.

Sooyeon mendengus, ia memang tidak pernah mendengar kalimat lembut sebagai bentuk perhatian dari Myungsoo.

Meskipun sama-sama berarti, “ pergilah istirahat di UKS” , Myungsoo akan lebih memilih kalimat dingin itu.

Selanjutnya Sooyeon memilih untuk menyudahi senam jantungnya karena Myungsoo hari ini. Ia bejalan gontai dan memang sepertinya ia harus beristirahat ke UKS. Beberapa kali ia ingin melempar orang-orang yang membuat moodnya buruk hari ini, termasuk Myungsoo.

Apa dia akan datang? Bukankah ia pernah datang? Bukankah ini pernah terjadi ketika Myungsoo menemuinya dan Myungsoo merubah wajah dinginnya menjadi wajah aneh yang belum pernah kau lihat? Seharusnya kau bersikap biasa Jung Sooyeon? Bukankah kau mengenalnya? Mengenal siapa dia? Bahkan kau mungkin akan bertemu dengannya dan dia akan mencarimu juga.

Sooyeon mengacak rambutnya, perkataan Gongchan tentang kedatangan kakaknya membuatnya hampir gila hari ini. Entah kenapa rasanya darah mendesir begitu keras pada tubuhnya sehingga ia tidak mampu untuk mengimbanginya, ia ingin berbaring dan tertidur saat itu juga. Bukahkah itu artinya ia sangat khawatir? Ia sangat gugup dan ketakutan? Ia tidak pernah mengalami ini, Ayolah….ini hanya sebuah berita.

“ Ini hanya sebuah berita, hanya berita… kau akan melewati hari-hari itu dan selanjutnya kau akan seperti biasa bersama Myungsoo”

Jessica terkatup ketika melihat pintu ruangan UKS terbuka, ada siswa lain yang beristirahat di UKS hari ini. Dan ia terdiam ketika melihat siapa yang masuk ke ruangan UKS. Ia memalingkan wajahnya dan mencari cara agar tidak terlihat gugup, namun nyatanya saat ini dia sedang gugup dan mencari-cari alasan.

Semoga ia tidak mendengar apa yang ia katakan tadi, itu adalah pengharapannya.

“ Kau terlihat buruk”

Sooyeon berhenti berkutat dengan sekitarnya mencari alasan, ia tidak pintar mencari alasan jika berhadapan dengan sosok satu ini.

“ eoh.. Kim Myungsoo, apa kau mengunjungiku?” Sooyeon mengeluarkan cengiran andalannya dan bertindak seinnocent mungkin seperti biasanya.

Myungsoo menatapnya dingin “ Seperti biasa, kau memang selalu percaya diri”

Sooyeon terdiam, selanjutnya ia melihat perawat sekolah masuk ke ruangan itu dan membawa tas peralatannya

“ Apa kau cidera cukup berat?” tanya perawat,

Sooyeon terlihat antusias dengan keadaan Myungsoo, sehingga membuatnya mengikuti Myungsoo yang kini sedang berbaring di tempat tidur sebelahnya.

“ Apa kau terluka Husby?”

“ Apa kau juga sedang sakit Jung Sooyeon? Kau terlihat baik-baik saja” tanya perawat.

Sooyeon terdiam, ia menggaruk tengkuknya yang mendadak gatal , ia memang baik-baik saja, baru saja setelah ia melihat Myungsoo. Intinya Myungsoo telah mengobatinya meskipun dengan kalimat dinginnya.

“ Ah ne.. saya harus istirahat, tekanan darah saya sedikit turun akhir-akhir ini” Sooyeon melangkah mundur, sebelumnya ia membungkuk dan kemudian menuju tempatnya untuk berbaring.

Myungsoo terkekeh, ia tahu Sooyeon berbohong dengan keadaannya. Ia tahu jika gadis itu baik-baik saja. Hanya sikapnya saja yang sedang aneh.

.

.

Sooyeon sangat penasaran dengan keadaan Myungsoo setelah perawat keluar dari ruangan. Beberapa kali Sooyeon mendongak dan berharap bisa melihat Myungsoo dari tempat tidurnya, namun ia hanya mampu melihat punggung Myungsoo karena Myungsoo membelakanginya.

Ia tidak bisa membiarkan rasa penasarannya berlalu begitu saja, akhirnya ia memutuskan untuk mendekati Myungsoo.

“ Gwenchana?” tanyanya lirih ketika ia melihat Myungoo terbaring tidur dengan posisinya. Ia melihat sedikit memar di lengan Myungsoo, mungkin itulah alasannya datang ke UKS.

“ Apa akhir minggu ini kau merayakan ulang tahunnya? Kau akan bertemu dengannya?…” Sooyeon tetap mengajukan pertanyaannya meskipun ia tahu Myungsoo sedang tertidur.

“ Kau pasti merayakannya. Hemhh… baiklah… untuk hari itu saja aku akan melepaskanmu” Sooyeon tersenyum, selanjutnya ia menepuk pelan kening Myungsoo.

“ Cepat sembuh Husby” Sooyeon meniup rambut Myungsoo sebelum ia meninggalkan Myungsoo yang tertidur itu.

Tidak masalah, saat ini ia lebih baik. Ia tahu tidak seharusnya ia takut karena  gadis itu akan pulang dan mereka merayakan ulang tahunnya bersama. Ia tahu yang sebenarnya, ia tidak boleh bersikap egois.

Myungoo membuka matanya setelah memastikan Sooyeon benar-benar telah keluar dari ruang UKS. Ia tersenyum simpul , bahkan ia tidak benar-benar tidur ketika Sooyeon ada di dekatnya , ia pasti mendengar pertanyaan yang dijawab sendiri oleh Sooyeon.  Sekarang ia tahu apa penyebab wajah aneh Sooyeon dan sikapnya yang aneh ketika bertemu di depan ruang Club basketnya hari ini. Gongchan pasti mengatakan sesuatu padanya.

“ Kau memang selalu seperti itu”

TBC…

Advertisements

6 thoughts on “JUST STAY BESIDE ME| 1

  1. N0vi says:

    Aku gk bs berhenti senyum pas bca,, kelakuan s0oyeon cute bnget malahan menurutku c0c0k sm karakter asli jessica krn sbnrnya sica jg manja kan.
    Myungs0o kyknya sbnernya dia agk tertarik dech sm s0oyeon#ngarep
    tp th0r tulisan kamu knpa bkin aku slu ketagian bca.
    Oh iya g0ngchan sm canyeol itu sbenernya suka gk ya sm s0oyeon?? . . .
    Auth0r FIGHTING ne. . .

  2. Revan_sicababy says:

    Ohh jadi itu tooh yang bikin jessica lemess . Ceritanya lucu dan gw gemes ama sica nya tp rada kasian juga dia di cuekin ama myungsoo . Gongchan suka sm sica ? Gw harap iya biar myungsoo cemburu . Gw sebel ama myung sok2 cuek ama sica nya , lanjottt 😀

  3. jihan_maomao says:

    Hahaha aku ketawa dan senyam-senyum sendiri liat kelakuan Jess, moodnya cepet berubah-ubah, trus sikap dia ke Myungsoo itu duhh dah kaya anak remaja jatuh cinta, lucu *;*
    Kadang ngenes juga sih kalo inget cintanya bertepuk sebelah tangan :”((
    Tapi kadang sikap Myungsoo itu ambigu, duh ilah u_u
    FIGHTING NEXT CHAP ^O^

  4. Linyuri says:

    . . Ya ampun sooyeon tingkah mu bikin aku senyam senyum gaje tau . .. . .oh jadi yeoja masalalu nya myungsoo itu kakak ny gongchan . . Kenapa tadi aku malah berpikir kalo gong chan suka sama sooyeon ya ?
    Uh, myungsoo dingin dingin aneh sikap nya aneh . . . A. . Gtu deh
    auhor , , jangan lama lama chapt selanjut nya ya . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s