UNCONDITIONALLY/ CHAPTER 1

Author: S.Y.M

Title: UNCONDITIONALLY~Beautiful You

Length: Series

Genre: Romantic, Angst

Rating: PG16

Cast:

jessica

Jessica Jung

lee-min-ho_1394576257_af_org

Lee Min Ho

kai exo

Kim Jong In

sehun oh

Oh Sehun

Lee Da Hae aka Jung Da Hae

.

.

.

saya akan melakukannya”

Lee Min Ho menyeringai kecil, entah kenapa ia ingin tersenyum mendengar jawaban dari Jessica. Sedangkan gadis yang dipandangnya itu, tengah menatapnya tajam. Sejak awal dia memang tertarik dengan gadis ini. Sorot matanya yang teduh dan juga penuh keberanian itu membuatnya semakin penasaran. Ia tidak memungkiri, Jessica memang menarik.

“Baiklah…kita lihat, apa yang bisa kau lakukan untukku”

SIAL umpat Jessica. Detik berikutnya, ia menyesal telah mengatakan itu.

“Apa harus ditempat ini?” tanya Jessica polos.

Dan gelak tawa pun tak bisa dihindari Min Ho. Bahkan ia tertawa semakin keras. Sedangkan Jessica hanya memandangnya bingung. Apa yang salah dengan pertanyaannya?

“Wae?” gadis itu mengerutkan keningnya, ia sendiri masih berfikir, apa pertanyaannya selucu itu?

“Any…jika kau mau melakukannya di tempat ini, aku tidak akan menolak” imbuh Min Ho masih menggoda Jessica.

Dan seketika Jessica mengatupkan mulutnya, ia menunduk. Bahkan ia berfikir keras, kenapa ia harus melakukannya di tempat ini.

“andwae…” ucapnya lirih dan masih menunduk.

Lee Min ho, namja itu berhenti tertawa. Ia melihat Jessica yang terdiam, mungkin ia dapat memahami bagaimana perasaan Jessica jika ia terus menggodanya seperti tadi.

“Kita akan bicarakan nanti,…” Min Ho berdiri, dan itu artinya Jessica haru ikut kemana Min Ho membawanya.

“Anda mau kemana?”

“Aku lebih suka di rumahku, disini terlalu bising” Min Ho menarik tangan Jessica untuk berdiri, dan ia menarik pinggang Jessica untuk berjalan disampingnya, setelahnya ia melepasnya karena melihat Jessica yang merasa tidak nyaman.

.

.

Sehun mengikuti Jessica, dan ia berhenti saat melihat Jessica bertemu dengan seorang pria yang cukup tampan menurutnya. Dia cukup sadar dengan apa yang ia lihat. Dan otaknya berputar untuk menebak maksud kedatangan Jessica pada pria itu.

dia gadis panggilan? “ gumamnya.

Sehun memutuskan untuk berdiam dan menunggu Jessica beberapa menit, ia sempat berharap Jessica tidak seperti yang ia pikirkan, atau memang ia memastikan apa yang akan dilakukan Jessica pada pria itu.

Saya akan melakukannya.

Sehun melebarkan matanya ketika mendengar akhir pembicaraan itu. Ia tidak bermaksud menguping, hanya saja samar-samar ia mendengar percakapan mereka. Dan ia dengan jelas mendengar pernyataan Jessica.

Baiklah…aku semakin bersemangat untuk ini. Sehun menyeringai.

.

.

Sehun melihat sosok yang ia kenal berjalan disamping pria tampan dan tinggi itu. Ia tidak memperdulikan sang pria. Pandangannya hanya terfokus pada gadis yang ada disamping pria itu. Dia tersenyum lebar ketika mereka semakin dekat dengan tempatnya duduk. Dan ia melihat mata Jessica melebar ketika mereka bertatap muka.

Anak itu? Oh jam tangannya

Jessica memejamkan matanya, berharap bahwa ia hanya terbayang wajah orang yang telah berbaik hati meminjamkan jam untuk ia gadaikan.

Selanjutnya, ia merasakan ada tangan yang meraih kasar lengannya. Sontak ia membuka mata, namun yang ia lihat, bukan lagi badan tinggi Lee Min Ho, melainkan sosok yang ia temui di rumah sakit siang tadi.

“Awh… kau___” Jessica tergagap.

Ia memandangi tangannya yang tengah di pegang erat oleh Sehun, dan ia yakin bahwa ini bukan hanya bayangannya saja, karena ia merasakan sakit di pergelangan tangannya.

“Kita bertemu lagi,…Jessica” Sehun menyeringai. Ia masih dalam keadaan sadar walaupun tengah dalam pengaruh alcohol.

“Kau…tahu namaku_?”

“Bagaimana mungkin aku tidak tahu nama gadis yang mengambil jam tangan mahal ku”

Jessica memejamkan matanya. Ia ingat, ia menyerahkan ponsel serta dompetnya pada bocah ini.

Minho terdiam melihat drama singkat itu, ia merasa terganggu karena Jessica ditahan oleh bocah yang wajahnya tidak asing baginya.

“Hentikan, dia harus ikut bersamaku, kalian bisa mengurusnya lain kali” Min Ho beralih menarik tangan Jessica.

“Dia tidak bisa pergi sebelum menyelesaikan urusannya dengan ku” cegah Sehun

“Apa aku harus perduli? Dia mempunyai janji denganku” balas Min Ho.

Dan yang dilihat Jessica adalah kilatan mata antara dua pria itu. Gadis itu merutuki dirinya sendiri yang berada dalam keadaaan seperti ini. Siapa yang mau seperti ini?

“Dia membawa jam tanganku, dan dia harus membayarnya” penjelasan Sehun berhasil membuat Min Ho bungkam.

Kini ia beralih menatap Jessica yang mulai menundukkan kepala. Dan perlahan Jessica merasakan genggaman Min Ho merenggang. Lee mIn Ho melepaskan tangannya.

“Min Ho_ssi” Jessica menatap Min Ho yang tiba-tiba melepaskan tangannya itu.

“Selesaikan urusanmu” ucapan terakhir Min Ho sebelum akhirnya ia melangkah pergi tanpa membawa Jessica bersamanya.

“Any Min Ho_ssi”

“Kita masih punya urusan Jessica” Sehun kembali menarik tangan Jessica yang akan mengejar Min Ho.

“Hya! “ bentak Jessica. Ia merasa geram dengan ulah bocah di depannya ini. Baru saja ia berfikir akan mendapat bantuan dari Lee Min Ho, namun harus gagal karena bocah yang kini ia hadiahi dengan tatapan tajamnya.

“Wae? Bukankah bagus jika ia pergi? Kau bisa melakukannya denganku” Sehun menyeringai.

PLAK

Dan tamparaan itu sukses mendarat di pipi Sehun. Sedangkan Jessica kini hanya melihat tangannya, ia sendiri bingung kenapa ia bisa melakukan itu pada orang yang baru ia kenal, bahkan ia belum tahu namanya, dan siang tadi ia mendapat bantuan darinya.

Sehun mengusap pipinya yang terasa panas karena ulah tangan mungil Jessica. Dan ia beralih menatap tajam Jessica. Rasanya darahnya meluap, dan dengan kasar ia meraih tangan Jessica.

“ikut aku!”

“Shireo!”

“Ikut aku!” Sehun menarik kasar Jessica dan membawanya keluar dari tempat itu.

.

.

.

Jessica mengumpat dalam hati, ia masih memegang pergelangan tangannya yang memerah karena genggamn Sehun yang terlalu kuat dan memaksanya untuk ikut dengannya.

Kini ia berada dalam satu mobil dengan bocah yang sungguh menyebalkan baginya. Sedikitpun ia tidak mau menatap wajah Sehun. Diotaknya sudah berisi rencana untuk lari setelah taksi yang ditumpanginya berhenti dan segera menghubungi Lee Min Ho untuk meminta ma’af. Ia sendiri heran kenapa ia selalu bermasalah dan merasa bersalah dengan Lee Min Ho.

“Apa sesakit itu?” tanya Sehun.

ia tidak mungkin mengabaikan gerak – gerik Jessica yang terus memegang lengannya, dan ia memang melihat lengannya memerah karena ulahnya.

“___”

“Haachh… baiklah… mianhae, aku merasa malu karena kau menamparku di depan orang banyak dan aku tidak ingin melepasmu begitu saja”

“Bukankah aku sudah berjanji akan mengembalikan jammu? Kenapa kau menghalangiku? Dan kau pikir aku seburuk itu? kau pikir aku akan melakukan apa heuh? “

Sehun terdiam, ia tidak ingin melanjutkan ini. Jessica sudah menamparnya di depan orang banyak, dan kini ia berteriak di dalam taksi.

“Bisakah kau tidak berteriak? Jika ini mobilku, lakukan sesukamu!”

“Bahkan kau masih bocah, kau juga tidak memanggilku noona” Jessica masih melanjutkan omelannya.

“Aishh…Diamlah….. aku ingin menciummu jika kau terus mengomel seperti ini”

“m_mmwo?” Jessica kehabisan kata-kata. Kalimat itu seperti mengunci tenggorokannya untuk mengeluarkan suara.

Aish…OH TIDAK! Apa yang aku lakukan? ini gila…

Sehun tersenyum saat ia berhasil membuat Jessica diam. Tinggal satu blok lagi adalah apartemennya, dan ia bisa melakukan dengan sesuka hati apa yang ia inginkan.

_________________________UNCONDITIONALLY______________

Kim Jong In, pria itu tak berhenti tersenyum. Bahkan ia tidak sadar, sang manajer tengah memperhatiannya.

“Apa yang terjadi? Kau mendapat hal baik setelah dari Club? Kau bahkan tidak membawa seorang wanita bersamamu”

Jong In tersenyum, ia sendiri tidak tahu kenapa mengingat kejadian yang ia lihat saat di Club membuatnya terus tersenyum.

“Any…aku hanya mengingat sesuatu yang menarik”

“Mwo?”

“Apa aku tipe orang yang akan mengatakannya padamu?”

Sang Manajer berhenti bertanya, ia tahu jawaban seperti itu adalah andalan Jong In yang bermaksud agar ia tak banyak bertanya lagi.

“Baiklah… aku tidak akan bertanya lagi”

Jong In kembali tersenyum. Ia mengingat bagaimana Jessica menampar seorang pria di Club malam dan mendengan samar pertengkaran mereka. Seorang gadis yang tidak sengaja ia temui di tempat yang sama dan memintanya untuk tidak mengingatnya lagi. Namun kali ini ketika kembali melihatnya ia begitu penasaran sehingga ia ingin bertemu lagi dengannya.

Jessica…kenapa kau membuatku tertarik? . Gumamnya. Dan ia berjanji, Jessica harus bertemu dengannya lagi.

.

.

.

“Kita sampai” Sehun membukakan pintu untuk Jessica setelahnya ia memberikan uang untuk sopir taksi dan kembali meraih paksa tangan Jessica untuk ikut bersamanya.

“Shireo!” Jessica menolak Sehun.

“Wae? Apa kau masih marah karena kau tidak bersama pria itu? ayolah…aku lebih muda dan juga lebih tampan, aku juga tidak kalah kaya”

“Heuh…Apa perduli ku? “ Jessica mendesis tatapannya tak kalah tajam dengan tatapan Sehun padanya kini.

“Kau menolakku? Apa kau tidak tahu siapa aku? “

“Ara…aku meminjam jam mu untuk kugadaian, dan aku membayar biaya rumah sakitmu, aku akan mengembalian jam mu secepatnya, lagi pula aku sudah menyerahkan ponsel dan dompetku , ma’af aku tidak bisa memberikan lebih”

“Heuh.. kau harus tahu siapa aku” Sehun menarik pinggang Jessica dan menatapnya lebih dekat, membuat Jessica mengalihkan wajahnya, karena wajah Sehun begitu dekat dengannya.

“Naega…Oh Sehun, apa kau tidak mendengar sedikitpun tentang keluarga Oh? “

Jessica membuka matanya lebar, mana mungkin ia tidak tahu siapa keluarga Oh, ia pernah mendengarnya ketika ia kuliah, keluarga mereka adalah penyumbang terbesar di lembaga pendidikan tempatnya kuliah. Apa itu artinya dia adalah putra dari presdire Oh Group?

Ia kini beralih menatap Sehun, ia tidak perduli apapun itu.

“Apa itu penting? Aku tidak perduli , aku akan membayarnya segera , aku janji dan tolong lepaskan aku”

Sehun terdiam, rasanya ia barusaja ditampar untuk kedua kalinya. Bagaimana mungkin gadis di depannya ini tidak tertarik sedikitpun tentang nya meskipun ia tahu dia adalah putra dari Oh Group. Perlahan ia merenggangkan tangannya pada pinggang Jessica.

Kini Jessica bisa sedikit tersenyum karena Ia mampu melawan bocah yang tidak tahu sopan santun itu.

“Oh Sehun, aku akan mengingat namamu dan akan mencarimu 3 hari dari sekarang, aku akan mengembalian jam mu, seharusnya kau belajar untuk sekolahmu, jangan terlalu sok dengan nama margamu, aku sama sekali tidak tertarik dengan itu, anak kecil”

Jessica melangkah mundur, sedangkan Sehun masih terdiam.

“Satu lagi, jangan berfikiran buruk tentang aku”

.

.

.

“Apa itu penting? Heuh? Dia sama sekali tidak tertarik denganku?” Sehun meneguk minumannya dengan kasar.

Ia tak habis pikir dengan gadis bernama Jessica yang malam ini berani menolaknya meskipun tahu siapa dia. Dia tidak pernah ditolak dengan gadis dengan cara seperti itu. Tidak perduli itu gadis biasa, bahkan dia adalah sasaran empuk wanita penghibur lainnya karena ia punya banyak uang untuk bersenang senang dengan mereka.

“Jessica, Oh Jessica….kau benar-benar membuatku geram, kita harus bertemu lagi”

Sehun meneguk habis alkohol digelasnya.

Dan ia akan mencari cara lain agar Jessica datang padanya, tidak hanya untuk mengembalian jam tangannya, tapi karena memang mencarinya. Ia bukan tipe orang yang menyerah dengan rasa penasarannya. Dan Jessica, gadis itu telah membuatnya penasaran serta marah.

“Kita buktikan, aku bukan anak kecil seperti yang kau katakan”

.

.

Jessica berlari kecil, ia beberapa kali menoleh kebelakang. Ia rasa ia sudah cukup jauh dari gedung apartemen bocah menyebalkan bernama Sehun itu.

Ia berhenti di halte dan menunggu bis yang membawanya ke rumah sakit. Sudah cukup baginya petualangan malamnya kali ini. Dan ia masih enggan untuk menghadapi hari selanjutnya. Ia masih harus mencari uang dalam waktu dekat ini.

“Ah…Min Ho_ssi, aku harus menjelaskan padanya, aihh….apa itu perlu? Aku bukan orang penting baginya…aihh…bagaimana ini” Jessica mengacak rambutnya frustasi.

Beberapa kali ia meniup poninya. Dan kembali mengacak rambutnya. Kenapa hidupnya begitu kacau.

Jika meningat siapa dirinya dan siapa Lee Min Ho, dia sudah pasti tahu ia tidak perlu memikirkan bagaiman keadaan Lee Min Ho setelah Sehun mengacaukan segalanya. Tapi perasaannya tetap tidak bisa mengabaikan raasa bersalahnya. Lagi-lagi ia melanggar janji yang ia ucapkan sendiri.

Apa seharusnya aku tidak perlu mengatakan apa-apa? Aku tidak perlu merasa bersalah seperti ini….

Jessica memutuskan untuk menghubungi Lee Min Ho. Ia berharap pria tampan itu mau mengangkat teleponnya meskipun kemungkinannya sangat tipis.

Namun beberapa ia membatalkan panggilannya sendiri. Ia masih ragu untuk meminta ma’af lewat telepon, sedangkan kejadian tadi sungguh memalukan baginya. Dan tentu Min Ho akan dipermalukan karenanya.

Ia melihat jam digital di ponselnya, belum terlalu malam untuk ke tempat Lee Min Ho.

“Baiklah…kau harus kesana Jessica. Meminta ma’af dan semuanya selesai”

Dan itu keputusan Jessica, Ia segera mencari taksi untuk ke rumah Min Ho. Tidak perduli apapun itu. Ia akan tidur pulas jika ia sudah meminta ma’af pada Min Ho. Setidaknya itu yang ia pikirkan.

.

.

Lee Min Ho merasa malam ini begitu buruk baginya. Namun pikirannya juga tak lepas dari Jessica yang menurutnya penuh dengan masalah itu.

Berulangkali ia menggigit bibir bawahnya , walaupun ia sedang menatap layar ponselnya, namun pandangannya tak terfokus pada layar ponsel itu.

“Direktur, apa ada masalah?” tanya sekretaris Soo . Melihat sikap Direkturnya yang terus berubah ubah akhir akhir ini mengundangnya untuk bertanya. Setahunya , tidak ada malah di kantor yang bisa membuat Direktunya seperti ini.

“Menurutmu, kenapa hidup seseorang penuh dengan masalah? “ tanya Min Ho, tatapannya masih pada layar ponselnya. Ia menatap nomor tanpa nama yang beberapa kali membatalkan panggilan untuknya. Dan ia tahu itu adalah nomor ponsel Jessica. Sesekali ia tersenyum karena gadis itu berusaha menghubunginya. Yang ia bayangkan adalah, sama seperti saat Jessica meminta ma’af seperti saat itu.

“Ah…saya rasa…setiap orang mempunyai takdir yang berbeda, dan mereka bertemu masalah karena langkah yang mereka ambil, dan keputusan untuk menghadapinya ada pada orang itu sendiri, kenapa anda menanyakan itu? apa anda sedang banyak masalah?”

“Any…aku hanya bertanya”

“Oh ne…”

Min Ho tersenyum simpul, sedangkan ia masih sedikit kesal karena dipermalukan di Club. Dan juga melihat Jessica yang begitu banyak masalah dan ia gagal menghabiskan waktu bersama Jessica malam ini. Ini cukup buruk baginya. Seharusnya ia bisa menghilangkan penatnya ditemani oleh Jessica sesuai janji Jessica padanya.

“Apa aku harus melihatmu yang penuh masalah itu? “

Oh Jessica…

.

.

.

TBC

 

 

Preview next Chapter

 

 

“Nona Hara sampai di Seoul hari ini, apa anda sudah bertemu dengannya?”

“Apa aku perlu melakukan itu? Dia akan menemuiku, dia pasti menemuiku”

.

.

“Min Ho_ssi…” Jessica berlari kecil setelah melihat sosok yang ia cari. Ia kembali memastikan bahwa ia tidak terlalu malam untuk datang ke rumah orang. Dan juga ia harus segera kembali ke rumah sakit.

Lee Min Ho yang mendengar seseorang memanggil namanya segera membalik, dan mencari sosok yang memanggil namanya. Sebenarnya ia hafas suara kecil itu. Suara itu adalah milik Jessica. Seperti yang ia duga…namun ia tidak menyangka Jessica akan datang ke tempatnya secepat ini, Ia hanya membayangkan Jessica akan meneleponnya seperti saat itu.

Jessica memperlambat langkahnya ketika ia mendapati sosok cantik yang berjalan dari arah belakang Min Ho berdiri, ia melihat gadis itu memeluk Min Ho dari arah belakang.

Min Ho sedikit terkejut dengan tangan yang tiba-tiba melingkar di dadanya. Firasatnya mengatakan orang yang memeluknya adalah Hara. Itu sangat jelas ketika ia melihat Jessica memutar balik padahal ia tinggal beberapa langkah lagi tepat di depan Min Ho.

“OH…Kau tidak beruntung kali ini Jessica”

 

 

 

 

 

Advertisements

19 thoughts on “UNCONDITIONALLY/ CHAPTER 1

  1. Jung Clara says:

    Sehun msh kecil udh bandel ya..hahhaha…tar kya nya seru nie nxt chapter nya…
    Hara bkal ada hub ny nie ama minho…
    Wew..mrk udh pd ktmu b3..hhaha…d tnggu nxt nya thor….

  2. Revan_Sicababy says:

    Wow semakin seru nih ff konflik nya , klo gw jd jessica puyeng gw di rebutin 3 cowo sekaligus . Gw suka minho jessica feelnya dapet , dan ga pernah ada pairing itu , lanjoot thot 🙂

  3. destriani says:

    Sehun msh kecil dh bndel,sehun dh trgila2 sm sica nih.min ho suka y sm sica.sica kau telaat dh ad yeoja lain

  4. N0vi says:

    Akhirnya updet jg. . . .aku nungguin ini FF. . .hbis kereen bnget . . . Tp jd sebel krna sica sm minho slu aja gagal ketemuannya huhuhu. . .tp tetep bikin aku semakin penasaran sm jLn crtanya. . . Ditunggu next chapternya Auth0r FIGHTING. . .

  5. jihan_maomao says:

    Uh Yeaahhhhh semuanya pada penasaran dan tertarik sama Sica ^^
    Aku ngakak pas Jessica ngomel ke Sehun, dan itu skak mat banget XDDD
    Tapi aku nantiin momen MinSica, HunSica, & KaiSica kalo bisa per chapter per couple /ga .-.
    Itu previewnya duh nyessssss banget /,\
    FIGHTING NEXT CHAP ^^

  6. ctgorjessimoet says:

    Anneyeong,q readers bru diblog kmu thor,gk sgja nemu ff kmu & q kpincut sm judul & cast ff ni, nah stelah bc ff ni tryta bner2 bgus,tp q sdkit kecewa,nkn krn ff author jlek tp q kcewa gk bc ff sebelumnya,krn dilihat2 & stelah ngbc ni ff tryta ff ni ada crita sbelunya & ni sequel y thor?? Syg q gk bc…klau dsuruh balik buat bc kblkang agk susah sihc waktu & pnatnya mata klau bc dr awal jadi q bc sequelnya j dehc thor & crita slnjutnya j dehc…pnsran niditggu trus y thor…stay tune

  7. ryta zza says:

    huaaa aku suka karena… karena…. para namja banyak yang naksir ke sica.. muehehehe.. tapi alasan mereka naksir atau tertarik dari sica apa yah? apa lebih cantik atau gimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s