BEAUTIFUL YOU ~SEQUEL

KIM JONG IN and JESSICA
Author: S.Y.M
Title: Beautiful You
Length: Oneshot (Sequel)
Genre: Romantic, Angst
Rating: PG16
Cast:
Jessica Jung

jessica snsd10
Kim Jong In

kai2
_______________________________________________
1ST MEETING

Jessica mendapat telepon dari Lee Min Ho, dan dia menepati janjinya. Sampai saat ini Min Ho masih bungkam dengan kejadian beberapa hari lalu. Da Hae tidak mendapat telepon lagi dari orang itu. Itu artinya ia masih aman. Dan kali ini dialah yang harus menuruti permintaan Min Ho.
Jessica mempunyai janji untuk menemui Min Ho di Club yang sama saat mereka pertama bertemu. Dan saat ini Jessica sudah berdiri di depan gedung itu.
Gedung itu cukup mewah untuk sebuah Club Malam. Tempat itu memang cocok untuk orang-orang berkelas atas. Jika seseorang sepertinya bisa menginjakkan kaki di tempat ini. Tidak lain karena memang dia mempunyai urusan khusus.
Dia masih ragu untuk meneruskan langkahnya. Namun ia harus melakukannya.
Ia merutuki dirinya sendiri, yang membuat ini semakin rumit. Namun dia bukanlah tipe orang yang akan meninggalkan masalah yang ia timbulkan sendiri. Ia akan menyelesaikannya hingga akhir. Dan semua berakhir dengan indah. Entah apa itu.
Kini ia sudah memperoleh keberanian untuk melangkah lebih jauh dan masuk ke pintu itu. Pintu dengan penjaga di sekitarnya. Ia diminta untuk menunjukkan kartu yang menerangkan ia sudah cukup umur untuk masuk ke dalam. Di tempat seperti ini pantas jika diberlakukan peraturan seperti itu. Mengingat tempat dan pengunjung yang kebanyakan orang-orang elite dan pengusaha kaya.
Jessica tersenyum setelah ia bisa melewati penjaga itu. Dan sukses, ia kini hanya mampu menyipitkan matanya. Kerlap-kerlip cahaya lampu itu membuat matanya tak mampu melihat dengan jelas.
Ia melihat ponselnya, ia bermaksud untuk menghubungi Min Ho. Namun ia urungkan saat ia ingat kata-kata Minho. Bahwa ia harus mencarinya di tempat paling bagus di Club itu. Itulah tempatnya menghabiskan waktu.
Lalu ia edarkan matanya, menelusuri dengan kerlap-kerlip cahanya itu. Berusaha menemukan tempat paling bagus yang dimaksud Min Ho.
Ia tersenyum ketika menemukan tempat itu. Maka ia berjalan dan mencari sosok Min Ho diantara kerumunan orang-orang yang mungkin sudah dibawah kesadaran mereka.
Namun bodohnya dia yang begitu sibuk mencari sosok Min Ho sampai ia pun tidak sadar tempatnya berdiri saat ini. Dentuman music keras dan lampu yang berubah-ubah itu membuatnya pusing seketika. Namun ia tetap tidak menyerah untuk menemukan Min Ho. Ia pun menghiraukan beberapa namja yang berjoget di sekitarnya telah berhasil menguncinya sehingga ia kesulitan untuk melangkah dari tempatnya berdiri.
Pandangannya terhalang oleh salah seorang pria yang berjoget di depannya. Ia mengambil langkah di sebelahnya namun pria lain menghalanginya. Ia baru sadar bahwa tidak ada jalan untuknya. Ia berbalik dan hasilnya pun sama. Pria lain menghalanginya dan tetap berjoget mengikuti dentuman music DJ yang semakin keras dan membuatnya pusing.
“Tn Min Ho…” lirihnya.
Ia mengetuk kepalanya yang terlalu ceroboh. Kini terbesit di otaknya bahwa Min Ho hanya mempermaninkannya. Nyatanya … dia tidak ada di tempat yang ia sebutkan untuk bertemu dengan Jessica.
“Sial” umpatnya. Ia semakin terkunci diantara pria-pria itu.
Ia memutuskan untuk ikut berjoget, setelah ia mencoba untuk keluar namun tetap terkunci. Jika ia berteriak dan memaksa menerobos mereka, kemungkinan terbesar adalah, ia dipaksa dan keributan pun terjadi. Ia harus lebih pintar untuk ini.
Jessica masih bergerak kecil, dan mencari lengahnya mereka.
Setelah beberapa saat ia berada di tempat yang sama, akhirnya ia menemukan kelengahan pria-pria yang menguncinya itu. Dengan pelan ia menjauh dan ia berhasil melewati satu dari mereka.
Jessica berhasil menerobos, setidaknya itu yang ia pikirkan. Namun semuanya gagal ketika salah satu dari mereka menarik tangan Jessica dan menahannya. Ia semakin takut pada orang-orang yang berada di bawah sadar ini.
“Kau harus temani kami cantik” pria itu menyentuh dagu Jessica. Dan tangannya mulai menarik pinggang Jessica.
Spontan tangan Jessica melempar tangan yang hendak menyentuh pinggangnya itu. Dan sial, pria lain yang ada di belakannya ikut menariknya.
Kini ia berhadapan dengan pria lain yang juga hampir kehilanan kesadarannya. Pria itu dengan keras mencengkeram lengan Jessica, membuat Jessica semakin takut untuk melawannya.
“ OH MATILAH KAU JESSICA” umptnya sendiri.
Ia merasakan, tangan yang mencengkeram lengannya mulai merenggang dan terlepas. Namun ada tangan lain yang menarik pinggangnya sehingga ia mundur dan menabrak seseorang di belakangnya.
“ Dia milikku, jangan berani mengganggunya” ucapnya.
Jessica sontak menoleh, ia memang memikirkan Min Ho yang mungkin bisa menolongnya saat pria- pria nakal itu menyentuhnya. Namun kali ini bukan Mn Ho yang mengatakan itu. Melainkan Pria lain yang terlihat lebih muda darinya.
“ TUHAN… APA INI?”
Jessica pasrah saat pria yang kini memeluk pinggangnya sedang melempar tatapan tajam pada pria di depannya.
“Wanita di tempat ini, adalah milik umum” balasnya, pria jangkung itu melangkah untuk menarik tangan Jessica.
“Tidak jika dia sudah menjadi milikku, kau terlambat teman, kau harus cari wanita lain. Kau ingin melawanku?” balas pria disamping Jessica tak mau kalah.
“Baiklah…aku tidak ingin melawan anak kecil sepertimu , aku bisa mendapatkannya lain waktu… bukan begitu cantik?” Pria jangkung itu ingin menyentuh dagu Jessica, namun lagi-lagi ditampik oleh Pria disampingnya.
“Jika dia mau, aku rasa dia tidak akan mau, karena dia milikku… masih banyak wanita yang lebih cantik dan seksi selain dia bukan… ayolah…hargai privasi ku teman” ucapnya.
Jessica menatap pria disampingnya itu tajam. Sedangkan pria itu tersenyum ketika melihat pria jangkung dan yang lainnya mulai mengalah dan menjauh darinya.
“Kau pikir kau bisa pergi dengan mudah noona?” Pria itu beralih ke Jessica.
Kali ini ia tidak tahu harus mengatakan apa. Disisi lain dia telah tertolong dari pria-pria yang mungkin akan mengeroyoknya itu. Namun ia juga tidak yakin bahwa ia benar-benar diselamatkan olehnya. Kemungkinan besar dia akan terlibat lebih dalam dengan pria ini.
“Kamsahamnida…” Jessica menunduk, tangannya berusaha untuk melepas tangan yang melingkar di pinggangnya.
“Ini tidak gratis”

DEG
Jessica mendongak, dan benar dugaannya. Dia benar-benar sial. Dia tidak benar-benar ditolong oleh pria ini.
Pria itu menarik pinggangnya dan membuatnya berhadapan dengannya. Membuatnya bisa melihat dengan jelas wajah pria itu.
“Temani aku menikmati musik ini, atau aku akan membiarkan mereka kembali mengganggumu” seringaian kecil muncul di sudut bibir pria itu.
“Aku harus menemui seseorang, aku tidak bisa”
“nugu?”
“seseorang”
“Nuguseyo?”
Jessica terdiam, ia kembali menunduk. Dan pria itu menuntun tangan Jessica untuk melingkar di lehernya. Membuat Jessica kembali mendongak dan bertatapan lagi dengan wajahnya. Jessica segera menghindari tatapan tajam pria itu yang mungkin bisa melelehkan setiap wanita. Tatapan intens pria yang seakan tak mau lepas menatap Jessica itu membuatnya risih.
“ Jessica, kau bisa memanggilku Jessica” Jessica memejamkan matanya saat ia memperkenalkan namanya pada pria asing ini.
“seseorang yang kau cari itu, apa dia penting? Dia membiarkanmu diganggu oleh pria-pria tadi, apa kau masih ingin mencarinya?”
Jessica semakin bingung menjawabnya. Kenyataannya memang dia belum menemukan Min Ho. Dan ia berfikir Min Ho tidak ada di tempat ini, Min Ho hanya mempermainkannya. Ia mengalihkan pandangannya. Ia sama sekali tidak berani menoleh pada pria itu.
Melihat tidak ada respon dari Jessica, pria itu memilih untuk berhenti. Dia menarik Jessica untuk keluar dari tempat itu karena semakin terasa penuh.
“Temani aku minum , kau bisa mencari orang itu dari tempat ini. Jika dia melihatmu, dia akan menghampirimu” Dia menuntun Jessica untuk duduk meja bartender.
Jessica masih terdiam. Dia menatap sosok yang kini sedang memesan wine untuknya. Sungguh ia merutuki semua yang terjadi pada dirinya hari ini. Ia masih belum siap dengan apa yang akan terjadi nantinya.
“Akhirnya kau terpesona deganku, apa aku tampan?” kalimat itu seketika membuyarkan pikiran berkecamuk Jessica. Ia mengerjap dan gugup seketika. Namun matanya terkunci dengan tatapan tajam pria itu.
Pria itu memberikan segelas minuman dengan kadar alkohol ringan pada Jessica. Namun Jessica menolaknya.
“Apa kau sudah menemukan seseorang yang kau cari itu? “
Jessica menggeleng. Ia benar-benar yakin Min Ho mempermainkannya.
“Lupakan saja, itu artinya kau harus menemaniku malam ini, kau membuatku lama menunggu” Pria itu sontak menarik tangan Jessica dan membawanya keluar dari Club itu.
Jessica sempat memberontak dan berusaaha melepaskan tangannya. Namun pria itu masih menahannya.
“Jangan seolah aku menculikmu, kau harus menurut” ucapnya tajam. Dan Jessica pun menurut.
Aku harap ini hanya mimpi…
Jessica masuk ke dalam mobil hitam milik pria itu. Dilihat dari mobilnya, ia pasti setipe dengan Lee Min Ho, mobilnya cukup mewah dan cukup menerangkan bahwa dia adalah pria kaya. Sama seperti Lee Min Ho.
Jessica memejamkan matanya. Ia mengenggam tangannya, yang mulai basah karena ia merasa gugup dan takut.
Bukankah Lee Min Ho juga membawanya seperti ini malam itu. Namun beruntung baginya karena Min Ho tidak berbuat lebih padanya. Namun kali ini ia tidak tahu apa yang akan diperbuat pria yang kini mulai melajukan mobilnya.
“Kau tidak terlihat seperti gadis penghibur lainnya, apa kau baru pertama kali melakukan ini?” tanyanya.
Jessica masih diam, ia melirik sebuah kalung yang menggantung di mobil itu. kalung yang bertuliskan sebuah nama. Yang mungkin itu adalah namanya.
Pria itu tersenyum, ia tahu Jessica sedang melihat kalung yang tergantung di mobilnya.
“itu memang namaku, ” pria itu memperjelasnya.
Jessica mengangguk, menjawab pertanyaan Jong In sebelumnya.
“Ouwhhh…. aku begitu beruntung malam ini…” ucapnya dan disertai seringaian evil yang membuatnya terlihat seksi.
“emh…aku bisa menjelskan”
“ussddd…. “ Jong In menepikan mobilnya saat masuk ke kawasan apartemen mewah di tempat itu.
Jessica kembali memejamkkan matanya singkat. Ia benar-benar menyerah untuk ini. Jong in, pria itu terlihat bukan tipe orang yang akan mendengar penjelasannya. Yang ia tahu, ia harus siap menemani pria itu malam ini. Dan habislah dia.
“Simpan semuanya, karena malam ini akan sangat panjang” Jong In menarik pinggang Jessica, dan mereka berjalan bersama memasuki gedung apartemen itu. Jessica tidak bisa menolak lagi saat ini.
Jessica tetap bungkam selama dalam lift, sedangkan Jong In, entahlah…jessica tetap menunduk. Ini benar-benar akhir baginya.
Ding
Pintu lift itu terbuka dan Jong In menuntunnya ke pintu apartemennya.
“Yeah!…..aku begitu bersemangat malam ini. Itu karenamu Jessica” Jong In melepaskan tangannya pada pinggang Jessica dan melepas jasnya. Ia merenggangkan dasi dan melepas kancing atas kemeja yang ia gunakan. Setelah meletakkan jas nya di gantungan ia kembali pada Jessica yang masih berdiri di dekat pintu.
Jessica terdiam, melihat Jong In yang mendekatinya dengan kemeja yang ingin ia lepas itu.
Kim Jong In, pria itu memang merasa aneh sejak pertama melihat Jessica di Club. Ia akui ia pensaran dengan gadis ini. Bukankah ia memang sudah biasa bermain-main dengan wanita malam di Club?
Memang seperti itu. Namun melihat Jessica dengan penampilan Chic dan datar itu membuatnya begitu penasaran dengan gadis itu. Nyatanya ia tidak menolak ketika diajak kerumahnya. Bukankah itu berarti Jessica juga gadis penghibur di tempat itu?
Namun yang saat ini membuat Jong In semakin pensaran adalah. Kenapa Jessica terlalu pendiam dan tidak menggodanya seperti wanita-wanita lain yang ia bawa untuk bersenang-senang itu?
Jong In mendekati Jessica, tatapan Jessica membuatnya semakin tertarik padanya. Namun Jessica melangkah mundur saat Jong In berhasil meraih pundaknya.
“Kau bukan seorang gadis penghibur? Kenapa kau menghindariku? Kau ingin mempermainkanku? Apa kau tidak tahu siapa aku?” Entah apa yang terjadi, Jong In terlihat marah karena Jessica menolaknya.
“Any…jweosonghamnida… aku akan jelaskan”
“Jangan mempermainkanku noona, aku sudah membawamu ke tempatku, kau pikir kau bisa pergi begitu saja?” Jong In menarik Jessica dan mendorongnya ke sofa.
Jessica memejamkan matanya ketakutan, sedangkan Jong In sudah memeluknya dan menahannya di sofa.
Jong In menatap Jessica yang sangat ketakutan itu. Apa dia salah? Dia seperti orang yang akan memperkosa seorang gadis. Namun entahlah… dia begitu penasaran dengan gadis ini. Dia ingin menguasai gadis ini. Perasaannya begitu menginginkan gadis ini. Dan itulah yang membuatnya marah saat ini. Jika memang gadis yang di depannya ini bukanlah gadis penghibur, akankah ia memaksanya untuk melakukan apa yang ia inginkan?
Itu tidak mungkin, … dia masih bisa berfikir untuk itu.
Drrttt drrrtttt
Jong In menyadari ponsel Jessica yang bergetar, Jessica membuka matanya, melihat siapa yang menelepon ponselnya. Ah tidak… lebih tepatnya ponsel Da Hae. Ia sengaja membawa ponsel Da Hae bersamanya.
Jong In meraih ponsel itu, dan melihat Jessica yang ragu untuk mengangkatnya. Ia mengangkat ponsel itu dan berbicara padanya..
“Ah andwae…” Jessica mencoba meraih ponselnya namun Jong In mengalihkannya. Ia mengangkat tinggi ponsel itu dn dialah yang menjawabnya.
//“Da Hae ya…. eoddiyo? Apa kau gila? Kau tidak datang di tempat ***** dia menunggumu dan dia marah padaku… eoddiyo? Apa kau ingin mati?” // Jong In tersenyum, dia menatap Jessica yang panik itu. Saat ini dia benar-benar ingin membuat Jessica benar-benar panik dan menuruti semua kemauannya. Jessica memang gadis penghibur, itu yang ia tahu dari telepon itu.
Jong In menekan tombol loudspeaker agar Jessica juga bisa mendengarkan percakapannya.
“Yoboseo!” ucap Jong In
//” eohh… apa kau sedang bersama wanita itu? oh baiklah… ma’afkan aku…aku tidak tahu jika kau yang mengangkatnya aku adalah…”//
“Aku tahu…siapa kau… tidak usah menjelaskan, dia memang bersamaku… emh…. kebetulan sekali kau menelepon… aku akan mengatakan sesuatu padamu”
//”Ah… ma’afkan aku yang mengganggu kalian, aku hanya perantara untuk gadis-gadis seperti dia, apa dia membuat kesalahan? Dan tidak melayanimu dengan baik?”// tanya orang itu… Jessica tahu betul siapa dia. Jika saja Jong In mengatakan sesuatu pada orang itu.. makan terbongkarlah semuanya. Dia akan datang dan Da Hae akan tahu apa yang ia lakukan selama ia sakit.
Jong In tesenyum evil, ia melirik Jessica yang makin panik. Bukan salahnya jika dia hendak mengadu pada perantara itu. Namun detik berikutnya ia terkejut karena jessica tiba-tiba besimpuh di bawahnya. Ia bersimpuh dan memohon untuk tidak mengatakan apapun pada orang itu.
“Ku mohon….” ucap jessica lirih. Ia hampir menangis dan tangannya mengatup memohon pada Jong In.
Jong In mematikan speaker ponselnya. Jessica mengatakan sesuatu dan ia tidak ingin orang itu mendengarnya.
“Aku akan jelaskan semuanya, dan aku akan lakukan apa yang kau mau” ucap jessica lirih dan tetap memohon.
Jong In terdiam, hal ini membuatnya aneh. Kenapa Jessica harus bersimpuh memohon padanya?
//” Apa yang akan kau katakan tn?” // suara di sebrang sana masih terdengar di ponsel itu.
Ia masih tertegun menatap Jessica yang menangis dan memohon. Ia semakin bingung dengan sikap Jessica.
“Dia __” Kalimat Jong In terhenti saat Jessica tiba-tiba menarik kerah bajunya, dan bibir mereka bertemu. Jessica menciumnya. Ya… Jessica menciumnya dan mencegah Jong In untuk tidak mengatakan apapun pada orang itu.
Jong In merasa menang kali ini. Ia tidak tahu, tapi melihat Jessica yang panik dan ketakutan seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan malah membuatnya penasaran dan semakin tertarik pada gadis ini.
Jessica melepaskan ciumannya. Dan Jong In tersenyum simpul padanya.
“ Kau menyogokku?”
Jessica menggeleng, lalu mengangguk.
“Ku harap kau merubah apa yang akan kau katakan padanya”
“ siapa billang? Aku akan tetap mengatakan apa yang ingin kukatakan sebelumnya” Jong In kembali mengangkat telepon itu.
Jessica melemas, bahkan ia berani mencium Jong In agar ia tidak mengatakan apapun yang membuat orang itu marah pada eonninya.
“Dia melayaniku dengan baik” ucap Jong In dan spontan membuat Jessica membulatkan matanya sempurna.
Jong In meletakkan ponsel itu dan mematikannya.
“Apa itu yang kau inginkan? Aku mengatakan seperti itu?”
“Kamsahamnida” ucap Jessica.
Jong In menarik Jessica dan kini Jessica duduk di pangkuannya. Jessica mengalihkan pandangannya. Pria ini sungguh berbeda degan Lee Min Ho. Ia bersumpah pertemuannya dengan Lee Min Ho adalah yang terbaik. Namun malam ini ia terkena masalah karena Min Ho juga.
“Kau membohongiku? Kau bukan gadis yang dimaksud orang itu kan? Dan kau memintaku untuk berbohong juga? Kau pikir siapa aku? Aku bisa saja mengatakan jika kau berusaha membohongiku dan tidak melayaniku”
“Cukup, jika aku melakukannya… kau harus berjanji akan melupakan ini, berjanjilah untuk tidak lagi mengingatku dan jangan katakan apapun pada orang itu”
Kim Jong In menyeringai, baru kali ini ia benar- benar merasa dipermainkan dan terlibat dengan drama yang dimainkan Jessica.
“siapa Da Hae? orang itu mencari dahae dan tidak mencarimu, apa kau sedang kabur? Atau bagaimana?” akhirnya Jong In menanyakan hal itu.
“Dia kakakku, dan mungkin yang saat ini bisa menemanimu dan melayanimu dengan baik”
“Lalu kau?”
“Aku hanya menggantikannya, aku tidak ingin dia memaksakan diri untuk pekerjaannya saat dia sedang sakit”
“Kau menggantikannya? Sedangkan kau tidak pernah melakukan ini sebelumnya? Apa kau gila?”
“bagaimana bisa ini disebut gila, saat kau berusaha melindungi saudaramu? “
Kim Jong In terdiam, kali ini ia melihat tatapan yang lebih berani dari Jessica.
“Kau bahkan menjerumuskan dirimu sendiri dalam dunia seperti ini, kau terlalu cantik untuk itu”
“Apa itu penting untukmu yang hanya menginginkan wanita yang menemanimu setiap malam?”
Kim Jong In terdiam, memang tidak penting baginya untuk tahu. Dia juga tidak pernah merasa sepenasaran ini pada seseorang.
“Kau hanya berjanji, setelah aku melakukan ini, lupakan semuanya, jangan katakan pada orang itu, anggap kau tidak pernah bertemu dengan ku, dan berikan uang atas nama Da Hae”
Kim Jong In semakin terdiam dibuatnya. Apa gadis di depannya ini sudah gila? Dia berani melakukan ini dan meminta uang untuk diberikan ke kakaknya?
“itu artinya, besok setelah kau melakukannya kau menghilang begitu saja? “
“seperti janjiku, dan kau harus menepati janjimu”
“Aku tidak yakin aku menepati janjiku”
“Kau tidak bisa seperti itu tuan” protes Jessica. dan Spontan membuat Jong In tertawa karena wajah protes Jessica terlihat sangat lucu baginya.
“ Bagaimana jika aku ingin kau melakukannya lagi, lagi dan lagi?”
Kalimat itu membungkam Jessica seketika, Jong In tersenyum melihatnya. Kenapa menggoda gadis ini menjadi sangat menyenangkan baginya?
Jong In menarik tengkuk Jessica untuk menciumnya. Terlihat sekali wajah takut dari Jessica. Jong In tidak perduli itu. Baginya ini lebih menarik dari sebelumnya. Jong In tersenyum, Ia tidak tega jika melihat wajah takut itu.
Ia tidak bodoh untuk melepaskan hal yang membuatnya tertarik itu.
“Aku akan mengantarmu pulang , kau harus memastikan aku tidak akan membocorkan hal ini pada orang itu”
Jessica terdiam. Itu artinya ini tidak akan selesai begitu saja? Dia harus berurusan dengan pria ini lebih lama lagi.
“Oh tidak”
”aku akan naik taxi, tidak perlu repot”
“Aku akan mendatangi langus rumahmu jika kau menghindar dari ku, untuk itu aku perlu tahu rumahmu” Jong In menyeringai . Jika seperti ini kemauan Jong In tidak bisa untuk tidak dikabulkan.
Dan itu artinya Jessica benar-benar dalam masalah besar.
.
.

Advertisements

11 thoughts on “BEAUTIFUL YOU ~SEQUEL

  1. Revan_Sicababy says:

    Sejujurnya Ceritanya udah bagus banget tapi rada gw rada bingung dikit :D. Dan ini pairing aslinya siapa ? Cowok2nya ganti mulu jadi bingung gw . Entah knapa gw lebih dpet sica sm lee minho , Lanjutkan thor .

  2. Jung Clara says:

    Bgus thor crta nya…trynyta jongin bsa than jg..hahhaa..tp si lee min ho kmna???d rumah gw kgk ada..hahhaha….ini crta awl mrk ktmu ya..klw crta awl ama sehun???

  3. Jung Clara says:

    Bgua thor crta nya…trynyta jongin bsa than juga…hahhahha..tp si lee min ho emg kmna???ini crta awl mrk…trus crta awl sehun???d sni pairing utama nya spa ya thor???

  4. N0vi says:

    Pas awal bca dg castnya sehun trus lee min ho,, aku lbih tertarik ke minho tp dg kai ini jg bgus dan aku suka. . .alurnya jg keren dan bkin aku penasaran jg. . . . Ditunggu next FF-nya oh ya th0r yg main cast minho-sica dilnjut ya. . . Auth0r Fighting. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s