MORE THAN…END

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: G

Genre: Romantic, friendship

Main Cast:  -L Myungsoo- Jessica Jung.

myungso1cropped-cropped-tumblr_m760k7jwnw1qb7itvo1_250.jpg

PART V

DON’T STOP ME, I LOVE YOU (Chapter 5/END)

Note: DON’T FORGET TO COMMENT OKEY

ENJOY IT

____________________________________________MORE THAN___________________________________________

.

.

 

Myungsoo merasa terganggu dengan ponselnya yang bergetar di meja. Sudah sejak tadi ponsel itu bergetar dan ia tetap enggan untuk mengecek pesan yang ia terima.

Ia baru sadar bahwa sudah hampir 8 jam ia berkutat dengan pekerjaannya. Lalu ia memutuskan untuk meraih ponselnya, dan mengecek pesan apa saja yang ia terima.

Kebanyakan adalah pesan dari orang-orang yang ia kenal untuk mengucapkan ulang tahun padanya. Dan saat itu ia baru ingat bahwa dia hari ini ulang tahun.

“Tidak ada pesan dari Sooyeon, apa dia melupakannya?”  Myungsoo menunjukkan wajah kecewanya.

Ia tidak perlu membaca satu-persatu pesan itu, karena semua isinya pasti sama. Lagi pula ia tidak menemukan pesan dari Jessica. Karena pesan dari Jessica lah yang bisa membuatnya senang.-Myungsoo membuka satu pesan dari Young Jae, karena menurutnya aneh jika Young Jae mengirimi dia pesan, Young Jae tidak mungkin mengucapkan ulang tahun padanya. Itu sudah tradisi Young Jae.

KLIK

Mata Myungsoo membulat sempurnya, beberapa foto telah ia terima dari Young Jae.

aku melihatnya ketika aku akan menjemput Jessica di kampus, Apa yang terjadi? Apa dia eommamu?”

Dengan segera Myungsoo meraih jas dan keluar dari ruangan itu. Ia harus bertemu Jessica, untuk memastikan keadaannya.

.

.

 

Myungsoo pergi ke rumah Jessica, dan dia hanya bertemu dengan eommanya. Itu juga termasuk kejutan baginya, karena ia tidak tahu Ny Jung telah kembali kerumah.

Selanjutnya ia bertemu Young Jae, dan meminta bantuan Young Jae untuk menunjukkan tempat kerja Jessica.

“Jessica baik- baik saja, dia sedang di jam kerja, kau tidak bisa menemuinya” jelas Young Jae.

“Apa terjadi sesuatu?” Tanya Myungsoo

“Seharusnya itu pertanyaan yang kau jawab, Kim Myungsoo”

Myungsoo terdiam, baginya saat Ny Kim bertemu Jessica, itu bisa menjadi pertanda buruk. Ia tidak pernah bisa menebak apa yang akan dilakukan eommanya.

“Kau selalu membuat masalah untuk Jessica, sekarang apa lagi?”

Myungsoo hanya bisa diam, dia mengacak rambutnya dan menghela nafas panjang. Mungkin benar, dia selalu membuat masalah untuk Jessica. Bukankah ini sudah sejak lama saat mereka berteman. Ia berulang kali untuk menjauhi Jessica namun berakhir dengan dirinya yang tetap tidak mampu berada jauh dari Jessica.

“Aku sudah berjanji, tidak akan menjauhinya, apapun yang terjadi” ucapnya lirih.

Young Jae tersenyum,  dia menepuk pundak sahabatnya itu.

“Putuskan sesuatu dalam kisah kalian. Kau pikir aku akan diam saja melihat Jessica mendapat masalah karenamu? Aku akan menuntutmu jika terjadi sesuatu pada Jessica karenamu. Apa kau lupa siapa aku? “

Ancaman itu sukses membuat senyum getir terukir pada wajah Myungsoo.

“Aku tahu kau mencintainya. Kami semua tahu kau mencintainya” lanjut Young Jae.

Myungsoo mendongak, memang sudah seharusnya mereka sadar dengan sikap Myungsoo pada Jessica. Jelas dia mencintainya sejak lama.

“meskipun au teman kami, jika terjadi sesuatu yang buruk pada Jessica, kau juga akan berhadapan dengan kami > Yong Guk, Jin, Himchan, Ren, mereka semua siap mematahkan setiap bagian tubuhmu”

“Kau terus mengancamku Hyung”

Young Jae tertawa, apa ancamannya sudah keterlaluan sehingga membuat Myungsoo tidak mampu melawan ancamannya.

“Kau harus melakukan sesuatu”

“Ini akan menjadi langkah terakhirku, jika aku berhasil aku akan bersama Jessica dan jika aku gagal aku akan melepaskannya”

Myungsoo meraih jasnya, setelah menepuk singkat pundak Young Jae ia keluar dari rumah Young Jae.

.

.

“ini akan menjadi langkah terakhirku”

Myungsoo melambaikan tangannya dengan semangat setelah melihat Jessica keluar dari tempat kerjanya.

Begitupun dengan Jessica, dia berlari kecil kearah Myungsoo setelah melihatnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Jessica.

“Kau harus mentraktirku, kau ini sahabat yang tidak baik”

Jessica terdiam, detik selanjutnya ia tersenyum. Ia ingat hari ini adalah ulang tahun myungsoo. Kenapa ia sampai lupa?

“Ara..ara”

“Ara?”

“Kau bertambah tua, “ Jessica tertawa dan memukul dada Myungsoo.

“Kau juga semakin tua Nona Sooyeon”

“Kau juga harus memberiku hadiah, kau tidak pernah melakukannya”

“Aku pernah memberimu hadiah saat di sekolah pertama”

“Aku tidak mengingatnya”

“Hya EL”

Myungsoo menarik tangan Jessica. Dan genggaman erat sudah mengikat tangan Jessica.

“Kita makan ramyun, dan sedikit Soju ” ucap Myungsoo dan di balas anggukan oleh Jessica.

Jessica melupakan pertemuannya hari ini dengan Ny Kim. Setelah bertemu Myungsoo ia kembali merasa nyaman. Ia tahu perasaan Myungsoo dan ia mulai menerima semua cinta dari Myungsoo. Dari perasaan sahabat menjadi cinta. Itulah yang terjadi saat ini.

Jessica selalu berfikir bahwa dia sangat egois dengan mengabaikan perasaan Myungsoo, karena ia tidak ingin Myungsoo menjauh darinya. Ia benar-benar tidak ingin kisah Ki Kwang berakhir sama dengan Myungsoo. Ia juga tidak tahu seperti apa kisahnya kedepan bersama Myungsoo. Yang terpenting baginya adalah, saat ini ia masih bisa merasakah kehangatan dari Myungsoo. Ia selalu yakin Myungsoo akan menjaganya.

Setelah selesai dengan ramyun, Myungsoo mengantarkan Jessica pulang ke rumahnya seperti biasa. Dan kali ini Myungsoo kembali menggenggam erat tangan Jessica.

Ia ingin menanyakan apa yang dilakukan eommanya kepadanya. Namun melihat Jessica baik-baik saja seperti ini membuatnya berfikir dua kali, jika ia menanyakan hal itu, bukan tidak mungkin Jessica akan sedih. Sesekali ia mencuri pandang dari Jessica. Gadis itu selalu cantik ketika tersenyum. Dan selalu membuat Myungsoo terhibur olehnya.

“Kita sampai, masuklah dan tidur, kau tidak bercerita kepadaku jika eomma mu sudah kembali?”

Jessica melirik pintu gerbang rumahnya. Itu artinya Myungsoo sudah bertemu eommanya.

“Any, kau selalu sibuk, lagi pula aku baik-baik saja, bukankah itu sudah cukup?”

“emh” Myungsoo mengangguk.

“Jangan bertanya soal hadiah, aku belum membelinya”

Myungsoo tersenyum. Lalu mendekatkan wajahnya pada Jessica. Semakin lama ia semakin menciantai gadis itu. Melihatnya seperti ini membuatnya semakin menginginkannya.

CHU

Dan lagi, Myungsoo mencium Jessica seenaknya. Jessica masih tetap terdiam meski sudah  berulang kali mendapat ciuman dari Myungsoo.

“Ini hadiahku,  “

Myungsoo mengacak rambut Jessica “ Selamat malam”

__________________________MORE THAN______________________

Langkah Myungsoo terhenti ketika ia melihat gadis lain yang menunggu di jalanan rumah Jessica. Ia mengenal sosok itu. Dan seketika itu dia ingat akan pesan Naeun untuk menghubunginya malam ini, karena dia akan mengajaknya makan malam.

Dengan senyum yang sedikit ia paksakan, ia melihat Naeun berjalan kearahnya.

“Oppa”

“Apa yang kau lakukan malam-malam disini?”

“Menunggumu”

Myungsoo terdiam, ia melihat kesedihan dimata Naeun. Dan lagi-lagi ia harus dibuat merasa bersalah atas ini.

“Tidak baik sendirian malam-malam seperti ini, aku antar kau pulang”

“Oppa mencintainya? Dan ingin bersamanya?” pertanyaan itu spontan terlontar dari Naeun. Dan sukses membuat Myungsoo menatap dalam mata Naeun yang hampir mengeluarkan cairannya itu.

“Kau benar-benar ingin bersamanya? “ tegas Naeun kembali.

“So Naeun… “

“Sejak pertama aku tahu itu, apa aku begitu bodoh sehingga memaksakan keadaan ini? Bahkan saat kau bersamaku kau tetap mencintainya”

Myungsoo menarik tangan Naeun untuk mendekat, ia mengusap air mata yang sudah tak terbendung itu.

“Haljima, kita pulang “ Myungsoo berusaha tidak larut dalam emosi Naeun saat ini. Sebisa mungkin ia bicarakan baik-baik dengannya, tapi tidak untuk malam ini.

“ Shireo! “ Naeum melempar tangan Myungsoo. Ia menolak mentah mentah ajakan Myungsoo.

“So Naeun”

“Oppa, kita akhiri hubungan kita, mungkin dari awal aku tidak memintamu untuk menjadi kekasihku”

“Tidak perlu merasa bersalah, aku yang memaksakan diri, aku tahu dari awal kau mencintai Jessica eonni, melihatmu seperti ini, justru kau lah yang harusnya khawatir. Kau sangat bodoh”

Myungsoo melebarkan matanya. Baru kali ini ia mendengar kalimat kasar dari sosok Naeun.

“Kau sangat bodoh karena mengulur waktumu untuk bersama seseorang yang kau cintai. Jika kau mencintainya kenapa tidak melakukan sesuatu untuk bersamanya? Kau terlalu pengecut Kim Myungsoo”

“Kkaja, kita pulang, kau harus segera pulang” Myungsoo kembali menarik tangan Naeun, kali ini Naeun menurut.

Mereka menuju mobil naeun yang terparkir tak jauh dari tempat itu, Myungsoo tak bisa mengatakan apa-apa setelah Naeun memilih untuk mengakhiri hubungan mereka. Namun tidak dipungkiri, terbesit rasa bersalah karena melihat gadis baik seperti Naeun sedih karenanya.

“Kita sampai, istirahatlah… aku akan pulang naik taxi” Myungsoo menyerahkan kunci mobilnya.

“Oppa!” Naeun menahan tangan Myungsoo. Ia dapat melihat kondisi Naeun yang masih labil karena emosinya.

Naeun mendekat kearahnya, ia sedikit menjinjit dan Myungsoo tahu apa yang akan dilakukan Naeun padanya.

Chu

“Ciuman perpisahan, dan jangan berikan ciumanmu pada gadis lain selain gadis yang kau cintai, selamat tinggal”

Myungsoo terdiam, selama ini ia tidak pernah mencium gadis lain selain Jessica, hanya saja gadis gadis itu yang menciumnya.

“Oppa, aku harap kalian bahagia” Naeun tersenyum pada Myungsoo dan masuk ke dalam rumahnya.

Myungsoo segera pergi setelah memastikan Naeun mengunci gerbang rumahnya.

______________________________MORE THAN_____________________

Ia masih memikirkan kalimat  Naeun yang mengatakan ia bodoh karena mengulur waktu untuk bersama seseorang yang ia cintai. Begitu pula dengan ancama Young Jae jika melihat Jessica mendapat masalah karenanya.

Tidakkah ia sadar banyak orang yang mendukungnya untuk bersama Jessica namun kenapa ia takut hanya karena eommanya tidak mungkin menyetujuinya? Ia bisa memperjuangkannya. Selama ini banyak hal yang ia lewati bersama Jessica dan ia tetap bertahan untuk bersama. Kenapa kali ini ia terlalu dibuat takut oleh eommanya sendiri?

Myungsoo memikirkan cara untuk menggertak eommanya. Dan apa yang terlintas diotaknya kali ini adalah keputusan yang ia buat untuk melawan eommanya.

Ia berjalan dengan percaya diri ke ruangan Ny Kim. Ia sudah memutuskan sesuatu untuknya dan Jessica. Ia memejamkan matanya sesaat sebelum mengetuk pintu itu. Ia tidak pernah setakut ini sebelumnya.

“Kau datang? Ada apa putraku?” Ny Kim menyambutnya dengan ramah dan gaya angkuhnya seperti biasa,

“Aku mendengar kabar itu”

Ny Kim mengalihkan konsentrasinya dari tumpukan dokumen yang ia periksa. Ia beranjak dari kursi dan mendekat kearah putranya berdiri.

“Kau sudah mulai perhatian dengan perusahaan ternyata, apa yang kau tahu”

“ Presdire, kau hampir kehilangan sebagian besar Sahammu jika membiarkan Proyek besar itu gagal “

Ny Kim tersenyum simpul. Perusahaannya memang mengalami masa sulit akhir akhir ini karena salah satu proyek terbesarnya dengan Jepang terancam gagal dan mereka sudah mengeluarkan biaya besar untuk proyek itu.

“Apa yang akan kau lakukan ?”

“Biarkan aku yang mengambil alih proyek itu”

Ny Kim membulatkan matanya sempurnya. Begitupula Myungsoo, ia tidak habis pikir, apa yang membuat Myungsoo berani mengambil proyek itu.

“Apa yang kau rencanakan? “

“Aku akan selamatkan proyek itu, dan aku akan menjadi pewaris untuk perusahaan ini”

“Tidak semudah itu, proyek ini sudah diambang kegagalan dan kami belum menemukan titik terang untuk pemecahannya, proyek ini masih bermasalah dan belum mendapatkan kepastian, untuk itu kami menghentikan total seluruh kegiatan di proyek ini, Kau tahu itu Kim Myungsoo”

“Aku akan berusaha Presdire, percayalah”

“Saat ini aku bertindak sebagai seorang presdire dan kau adalah pegawaiku, apa mungkin aku bisa percaya begitu saja dengan kemampuanmu yang belum ada apa-apanya itu?”

“Kau bisa lihat kemampuanku di proyek yang aku pegang saat ini”

“Tidak cukup dengan itu”

“Aku akan selamatkan proyek itu, setelah ini aku akan berikan pertanggung jawabanku untuk proyek yang telah selesai aku jalankan. Selanjutnya mohon beri aku perintah untuk mengambil alih proyek ini”

Ny Kim terdiam, baru kali ini ia melihat putranya sungguh tertarik dengan perusahaan. Ia juga sangat bersungguh-sungguh untuk membangun kembali proyek perusahaan yang hampir merugikan separuh saham itu.

“Aku mohon, percayalah padaku” Myungsoo membungkukkan setengah badannya. Cukup lama ia melakukan itu sampai akhirnya Ny Kim angkat bicara.

“Apa yang kau inginkan dari proyek ini?” akhirnya Ny Kim menyampaikan kecurigaannya dengan sikap Myungsoo yang tiba-tiba perduli dengan perusahaan.

“Aku hanya ingin perusahaan yang dibangun oleh keluarga besar kita ini semakin membaik”

“Ada hal lain, aku tahu kita tidak  dekat, tapi aku mempunyai firasat seorang ibu untuk anaknya, apa sebenarnya yang kau inginkan?”

Kim Myungsoo, namja itu benar-benar memuji kecermatan eommanya dalam segala hal. Dia memang mempunyai hal lain dibalik proyek ini.

“Aku ingin menyelesaikan proyek ini dan aku ingin eomma menyetujui hubunganku bersama Jessica”

“KIM MYUNGSOO”

“Aku memikirkan banyak hal tentang eomma, appa dan perusahaan. Aku tahu eomma tidak akan menyetujui hhubunganku dengannya, itulah yang membuatku selalu tertahan dan tidak menyatakan perasaanku kepadanya. Tapi untuk saat ini, aku benar-benar tidak bisa menerima kenyataan bahwa eomma benar-benar tidak menyetujuinya. Aku akan lakukan yang terbaik untuk perusahaan, aku akan dedikasikan seluruhnya untuk perusahaan ini. Sama seperti eomma yang berusaha untuk membangun perusahaan ini. Tapi aku tidak bisa meninggalkan Jessica. Aku menghargai eomma dan aku tahu aku adalah satu satunya harapan eomma. Tolong, setujui hubunganku dengannya eomma…. Jebal” Myungsoo terduduk dengan lututnya, lalu ia bersujud di depan eommanya.

Ibu mana yang tidak terharu dengan sikap putranya jika seperti ini. Myungsoo benar-benar memohon restu dari Ny Kim untuk Jessica. Ia benar-benar mencintai Jessica namun ia tidak bisa berbuat nekat dengan eommanya. Untuk itulah ia mengajukan persyaratan dengan mempertaruhkan harapan terakhirnya.

“Apa kau benar-benar mencintainya? Kau benar-benar melakukan ini untuknya? Bagaimana jika kau gagal? Kau akan semakin merugikan perusahaan dan kita bisa bangkrut”

“Kita tidak bisa meyakini semua akan berjalan sesuai rencana, aku tidak melakukan ini untuk Jessica, aku melakukan ini untuk eomma. Dan aku memohon agar eomma menyetujui ku bersama Jessica”

DEG

Mungkin segala keangkuhan Ny Kim saat ini runtuh saat Myungsoo mengatakan hal itu. Selama ini ia tidak pernah mendapat kasih dari putranya sendiri karena ia terlalu sibuk dengan perusahaan. Namun kali ini Myungsoo mengatakan dia akan melakukan segala cara untuk menyelamatkan kepailitan demi dirinya.

Ny Kim memejamkan matanya sejenak, ia terlihat berfikir keras untuk menyetujui permintaan Myungsoo. Sejujurnya ia tidak setega itu melihat Myungsoo sedih karena keegoisannya.

Ia menjunjung tinggi segala sesuatu yang bertentangan dengan pemikirannya. Mungkin ia tidak selalu ada untuk Myungsoo, namun ia tetap mengawasi putra nya itu. Ia tidak mengelak bahwa Myungsoo sangat bahagia hanya karena ia bersama Jessica. Ia tahu itu sejak awal. Mengubah Myungsoo yang berandal menjadi anak penurut dan rajin. Membuat Myungsoo dewasa yang mulai berhati-hati dengan keputusannya, dan menurut pada eommanya hanya untuk tetap bersama Jessica. Ny Kim tahu jika selama ini Myungsoo menjaga tingkah lakunya agar tidak menarik emosi Ny Kim sehingga ia tetap bersama Jessica.

Namun ia sadar, jika ia berniat menjauhkan Myungsoo dari Jessica, seharusnya ia lakukan itu dari awal. Melakukannya sekarang sama saja menantang putranya sendiri dan bukan tidak mungkin ia akan kehilangan putra tunggalnya itu. Dan ia tidak mau itu terjadi. Ia semakin rapuh dan hanya Myungsoo yang ia percaya bisa menggantikannya. Ia tidak Mungkin membiarkan hal bodoh yang mungkin akan dilakukan Myungsoo karena ia tidak menyetujui Jessica bersamanya.

“Lakukan yang terbaik untuk perusahaan, aku tidak akan memaafkanmu jika perusahaan semakin merugi karena kau gagal”

Myungsoo mendongak, ia masih bersimpuh sementara Ny Kim memalingkan wajahnya, ia tidak mau terlihat oleh Myungsoo bahwa pipinya telah basah karena air matanya.

“Aku tidak akan perduli dengan hubunganmu bersama Jessica, lakukan sesukamu”

Myungsoo spontan berdiri, Apa itu artinya Ny Kim menyetujui hubungannya bersama Jessica? Apa itu mungkin?

“Eomma, apa itu artinya kau merestui kami?”

“Hanya jika kau berhasil “

“Aku akan berhasil demi eomma, aku akan berhasil” Myungsoo mendekati eommanya.

Sungguh terlihat wajah bahagia pada Myungsoo, untuk pertama kalinya Myungsoo mau berdiri sedekat ini dengan Ny Kim.

“Kamsahamnida, …Kamsahamnida” Mata Ny Kim membulat sempurna ketika Myungsoo tiba-tiba memeluknya.

Myungsoo benar-benar memeluknya, dan ia benar-benar merindukan putranya itu. Sudah sangat lama ia kehilangan hal seperti ini, dan kali ini Myungsoo memeluknya hanya karena ia menyetujui rencananya.

“Kamsahamnida eomma…”

“Kau membuatku kesulitan bernafas putraku”

Kim Myungsoo melepas pelukannya, dan ia salah tingkah karena ia memang tidak pernah memeluk eommanya sebelumnya.

“Jweosonghamnida, aku akan kembali bekerja”

Myungsoo membungkukkan badannya lalu segera keluar dari ruang kerja Ny Kim.

Ia keluar dengan wajah sumringah dan kebahagiaan yang tidak bisa ia gambarkan. Namun ia tidak boleh larut dengan kebagiaan itu. Ia mempunyai tugas untuk menyelesaikan semuanya, ia harus berhasil dan ia melakukan janjinya dengan sempurna.

_______________________MORE THAN___________________________

Jessica berteriak kencang, namun setelahnya ia telah dibekap oleh seseorang dari belakang. Ia sudah berusaha memberontak namun usahanya gagal. Seseorang itu berhasil membawanya jauh dari tempat kerjanya dengan menutup kedua matanya dengan kain.

Ia sungguh tak habis pikir, apakah kali ini ia diculik dia siang hari seperti ini? Lalu apa yang akan mereka ambil darinya? Dia bukan orang kaya.

“Kau salah orang jika menculikku, aku bukan orang kaya” bentaknya.

Namun ia tidak mendapat tanggapan dari orang yang membekapnya itu.

“Diamlah Jung Sooyeon” kalimat itu sontak membuat Jessica ingin segera menendang seseorang yang melakukan semua ini.

Siapa lagi jika bukan Kim Myungsoo. Dia berhasil membuat Jessica takut karena ulahnya.

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku hanya ingin jalan-jalan”

“Kau menculikku?”

“Benarkah? Aku hanya ingin bermain”

“Hya EL, lepaskan ini atau aku akan marah padamu”

“Tunggu, sampai kita tiba di suatu tempat”

“Ishh…’

“Diamlah, kau berisik…”

“Hya!”

“Usssd… kita sampai”

Myungsoo membuka penutup mata dan tali yang mengikat tangan Jessica. Dan benar, kali ini Myungsoo membawanya ke suatu tempat yang tidak asing baginya. Atap Gedung sekolahnya saat SMA.

“Kau? Untuk apa kita kesini?”

“Aku bilang aku ingin bermain-main disini” Myungsoo menggiring Jessica dan mereka duduk di tempat biasa mereka duduk saat itu. Dengan begini mereka bisa melihat langit yang berwarna biru cerah saat itu.

“Apa kau merindukan masa-masa SMA kita?” Tanya Jessica.

“eem”

“Aku mulai tahu bahwa aku mencintaimu saat kita SMA, dan aku mulai merasa kita mempunyai ikatan, saat melihatmu untuk pertama kalinya” Myungsoo mendongakkan kepalanya, ia memejamkan matanya, merasakan angina yang menerpa mereka saat ini.

“Apa aku begitu menarik seperti yang kau bicarakan?” Jessica menggoda Myungsoo dan mendorong lengannya sehingga Myungsoo hampir tergeletak.

“Kau lupa, aku menjadi pujaan para wanita saat itu?”

“Aku juga menjadi pujaan para pria saat itu, Kris, Park Chanyeol, Kyuhyun Sunbae, Kang Minhyuk Sunbae.. dan masih banyak lagi”

“Hahahaha…baiklah , kau menarik”

“Hfuuuh… bagaimana kabar mereka sekarang ya?”

“Jangan pikirkan mereka, mungkin mereka sudah memiliki keluarga saat ini”

“Kau terlalu berlebihan, aku ingin bertemu mereka suatu saat nanti”

“Kau harus bersamaku saat bertemu mereka, jika tidak.. kau akan tahu akibatnya” ancam Myungsoo dan sukses membuatnya mendapat jitakan dari Jessica.

“Jangan pukul kepalaku” Myungsoo mengusap-usap kepalanya.

Jessica tersenyum bahagia, sudah lama ia tidak melakukan ini pada Myungsoo. Dulu mereka suka menjitak satu sama lain ketika salah satu membuat lainnya jengkel.

“Sooyeon_ah…” Myungsoo mendongak dan kembali menatap langit luas.

“hem?” Jessicapun mendongak dan menatap langit yang sama.

“Saranghaeyo”

“…”

“Jeongmal Saranghaeyo”

“…”

Jessica menoleh, ia mendapati tatapan tulus dari Myungsoo. Dan saat itu ia tidak tahu harus berkata apa. Jantungnya spontan berdetak sangat cepat dan membuatnya sesak. Ia selalu seperti ini ketika Myungsoo menyatakan perasaannya.

Sementara Jessica masih membatu dan tidak tahu harus berkata apa, Myungsoo mengeluarkan sesuatu dari saku kemejanya. Sebuah cincin cantik dan kini Myungsoo hadapkan padanya.

“Menikahlah denganku”

DEG..DEG…DEG…

Mata Jessica membulat sempurna, apa yang terjadi hari ini? Ada apa ini? Myungsoo melamarnya?

Jessica  membuka mulutnya dan ia tidak tahu harus berkata apa-apa. Myungsoo benar-benar membuatnya terbatu saat ini.

“Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu padaku Sooyeon_ah, aku hanya ingin selalu bersamamu, aku berjanji pada diriku sendiri akan hal itu. Jangan berfikir tentang eomma ataupun hal lain yang membuatmu ragu. Mungkin ini terlalu cepat, aku akan menyelesaikan tugasku di perusahaan dan aku mohon tunggulah aku, aku akan berusaha dan memenangkannya”

“…”

“Untuk itu, Jung Sooyeon… Mau kah kau menikah denganku?”  Myungsoo menundukkan kepalanya, ia membawa cincin itu tepat di depan Jessica.

Sedangkan Jessica, tanpa ia sadari, airmata itu tak mampu terbendung lagi.

“Ssaranghaeyo Kim Myungsoo” ucap Jessica.

Myungsoo mendongak, ia menatap mata Jessica yang penuh air mata itu. Ini akan menjadi kemenangan yang besar untuknya.

“Kau menerimanya?”

Jessica mengangguk, dan dengan cepat Myungsoo meraih jari manis Jessica. Ia memasangkan cincin itu di jari manis dan membuatnya semakin cantik.

“Aku harus menyelamatkan Proyek besar untuk perusahaan, untuk menikah denganmu aku harus berhasil melakukannya. Kau mau menungguku dan percaya padaku?”

Jessica kembali mengangguk. Ia terlalu gembira saat itu.

“Gomawo”

Dan pelukan hangat pun mewarnai kebersamaan mereka saat itu. Ini seperti mimpi bagi mereka, namun ini juga kenyataan bagi mereka. Hanya tinggal satu langkah lagi untuk Myungsoo dan dia bisa menikahi gadis yang ia cintai.

 

-END-

 

“Aku tidak mungkin mempertaruhkan semuanya hanya demi seorang gadis, yang terpenting adalah perusahaan. Jika Myungsoo bisa mendedikasikan semuanya untuk perusahaan, Jessica menjadi bagian hidupnya bukan masalah besar.” Ny Kim

_________________________________

“Saat ini aku benar-benar sadar, dan aku benar-benar ingin memenangkan segala sesuatu tentangmu Sooyeon_ah, aku melewati banyak hal dan aku tahu itu adalah ujianku untuk mendapatkanmu. Apa ini yang dinamakan keberhasilanku karena aku tetap bertahan? Aku selalu berjanji untuk membuatmu bahagia tapi aku selalu membuat masalah untuku, kali ini aku tidak akan membiarkan itu.

Pada kenyataannya kau adalah seseorang yang lebih dari sekedar teman, lebih dari sekedar sahabat dan lebih dari sekedar orang yang aku cintai. Kau adalah Jung Sooyeonku”

__KIM MYUNGSOO__

 

Hy Hy…

 

kemaren kemaren author sedikit sedih karena jalan cerita More Than semakin ruwet,  sempet kehilangan inspirasi karena kerjaan yang bener-bener numpuk dan nggak sempet bikin fanfic lagi.

Semoga kalian tidak kecewa dengan ending ini.

dan semoga ini tidak membosankan

terima kasih untuk pembaca setia More Than…

 

 

Advertisements

6 thoughts on “MORE THAN…END

  1. N0vi says:

    Kyaaaa. . .udah END. . Endingnya bkin terharu bnget, bener”r0mantis tp tetep auth0r selipin persahabatan diantara mereka jd kesannya jg lebih santai dan cinta”annya jg jd gk lebay, acungin 2 jemp0l dech bwt Auth0r,,DAEBAK. . .
    Pk0knya ditunggu FF auth0r lainnya. FIGHTING

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s