MORE THAN…END/A

MORE THAN POSTER

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: G

Genre: Romantic, friendship

Main Cast:  -L Myungsoo- Jessica Jung.

PART V

DON’T STOP ME, I LOVE YOU (Chapter 5/END)/ A

Note: Ma’af untuk posting yang lama, inib bagian awal dari chapter terakhir More Than…

ENJOY IT AND DON’T FORGET TO COMMENT

 

_______________________________MORE THAN_______________________

Pagi itu Myungsoo dikagetkan dengan semua foto yang berserakan di meja kerja eommanya. eommanya mempunyai maksud lain untuk memintanya datang ke kantor. Ini diluar dugaannya. Sang eomma tidak membicarakan tentang perusahaan padanya, melainkah hal lain, dan itu adalah tentang foto-foto itu.

Ny Kim menatap tajam putra semata wayangnya itu. Sedangkan Myungsoo masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Bagaimana mungkin eommanya bungkam selama itu?

Foto-foto itu tak lain adalah semua fotonya bersama Jessica. Dimulai dengan foto di tahun pertama mereka berteman , foto setiap kebersamaan mereka sampai saat perayaan tahun ke-8 persahabatan mereka.

“Wae? Kau pikir eomma tidak tahu?”

Myungsoo tersenyum, memang tidak mungkin jika eommanya tidak tahu segala kegiatannya. Ia hanya berfikir jika selama ini ia mampu mempertahankan pertemanan beda kelas sosialnya dengan Jessica, itu berarti eommanya tidak tahu apapun tentang hubungannya dengan Jessica.

Namun kenyataannya sungguh berbeda, Ny Kim menjelaskan ia tahu hubungannya dengan Jessica sejak pertama mereka bertemu. Dan jangan ditanya apakah Ny Kim tahu latar belakang dan kehidupan Jessica. Dia pasti tahu.

“Apa yang eomma inginkan?”

“tidak ada, ini hanya peringatan kecil setelah bertahun-tahun aku diam dan tidak melakukan apapun, kau pasti tahu itu”

Myungsoo terdiam, ia mendongak, dan kali ini ia berani menatap wajah Ny Kim.

“apa aku melakukan hal yang salah? Kami hanya berteman “

“ada banyak teman yang lebih baik untukmu”

“Berhenti mengatur pergaulanku, aku bisa memilih teman yang baik untukku”

“teman dengan kelas sosial yang berbeda dengan kita?”

Myungsoo tersenyum sinis, ia benci hal ini. Yang ada di otaknya kali ini adalah, bagaimana caranya ia bisa tetap bersama Jessica dan ia tetap aman. Ia yakin jika ia bersikeras, eommanya bisa berbuat apapun.

“Eomma, beri aku sedikit nafas untuk memilih teman-teman dan seseorang yang pantas untuku”

Ny Kim tersenyum sinis. Ia beranjak dari kursi dan mendekati putranya itu. ia memeluk Myungsoo dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya.

“Kita lihat saja nanti putraku”  Ny Kim melepas pelukannya. Lalu ia melangkah keluar dari ruangannya. Meninggalkan Myungsoo yang masih membatu di ruangan itu.

“Mianhae…Sooyeon_ah” lirihnya.

______________________________MORE THAN________________________

Jessica menatap dingin sosok di depannya. Ia tidak bisa memberikan ekspresi lain selain wajah dingin itu. Tidak tahu harus gembira atau marah. Sayangnya tidak mungkin ia marah ataupun mengusirnya saat itu juga.

Ya, tidak mungkin ia mengusir eommanya yang beru saja kembali ke rumahnya.

“Jangan menatap Mommy seperti itu”

Jessica masih diam, tatapannya juga tak berubah. Sepertinya ia sudah muak memanggil Ny Jung dengan gaya amerikanya itu. Rasanya sudah tidak pantas lagi ia memanggilnya dengan cara seperti itu, mengingat keadaannya saat ini. Lebih baik ia memanggilnya dengan sebutan eomma seperti biasa. Itupun sepertinya berat untuk ia katakan

“Haljima! Kau menakutkan!” Ny Jung membanting sendoknya.

Mendapat tatapan dingin dari Jessica sungguh membuatnya tidak nyaman.

“Apa terjadi sesuatu? Kenapa dengan koper-koper itu?”

Ny Jung melirik singkat koper yang ia bawa,  jelas itu menjadi tanda tanya besar untuk Jessica.

“Jangan katakan, kau pergi dari rumahnya” Imbuh Jessica.

Ny Jung menunduk, ia menggaruk tengkuknya yang mendadak gatal itu.

“Ahaha..kau bicara apa? Tentu saja aku merindukanmu, Kau putriku satu-satunya”

Jessica tersenyum sinis, itu bukan alasan yang tepat baginya, rasanya ia juga muak dengan kata-kata manis tak bertanggung jawab seperti itu.

“Dia meninggalkanmu, lalu kau kembali padaku?” Jessica masih terus menyelidik.

“OH Aigoo…jangan  berkata seperti itu, Mommy hanya mengunjungimu, dan ingin tinggal beberapa hari denganmu” Jelas Ny Jung dan itupun tidak meyakinkan Jessica.

Terbukti, Jessica masih menatapnya selidik. Melihat lebih detail wajah eommanya. Wajah itu terlihat aneh baginya. Sampai akhirnya ia menemukan sesuatu pada wajah itu.

“Dia menyiksamu? Lalu kau meninggalkannya dan kembali padaku?..”

“__”

“Jangan mengelak, aku bisa membacanya”  sergah Jessica.

Ny Jung menghela nafas berat, ia hanya bisa pasrah. Semua yang dikatakan Jessica memang benar. Hanya saja ia malu mengakuinya. Ia malu karena ia salah memilih pasangan hidup dan meninggalkan Jessica demi laki-laki itu.

“Mian…” Ny Jung mendongak, ia kembali menunduk karena kini tatapan Jessica berubah menjadi penuh kebencian padanya.

“Aku seperti botol plastik yang kau buang ke tempat sampah, lalu kau punguti lagi karena kau butuh untuk mengisinya sebagai tempat air minummu” ucap Jessica lirih.

Kalimat itu seperti pukulan luar biasa untuk Ny Jung. Namun pada kenyataannya memang seperti itulah keadaan Jessica. Adakah perumpamaan yang lebih baik dari ini?

Jessica beranjak, ia mengabaikan Ny Jung yang mulai mengeluarkan isak tangis. Ia masuk ke dalam kamarnya, dan mengunci rapat pintu itu. Ia tidak ingin marah ataupun menangis kali ini. Tidak bisa ia pungkiri, meskipun ia membenci keadaan ini, ia pun akan menangis jika melihat eommanya menangis.

Bagaimanapun Ny Jung adalah eommanya, sebesar apapun kemarahan dan rasa bencinya, ia tetap tidak bisa melihat keadaan eommanya yang kacau seperti itu.

ini sama halnya, ia mengulang kisah appanya yang meninggalkan mereka demi menyelamatkan perusahaan keluarga. Ia tahu betul hal itu menyakiti hatinya, dan tentusaja menyiksa batinnya.

Tok..tok…tok…

“Jessica….eommayo..!”

“…”

“ Eomma akan pergi jika kau merasa tidak nyaman, apa kau sudah tidur?”

Ny Jung berdiri di depan pintu kamar Jessica, namun Jessica sama sekali tidak menjawabnya. Ny Jung tahu Jessica tidak mungkin tidur, mungkin ia benar-benar marah padanya, mungkin juga percuma ia berbicara seperti ini, karena Jessica tidak akan menacuhkannya. Namun setidaknya ia harus berterima kasih pada Jessica.

“Jessica, …terima kasih untuk makan malam ini, Jaga dirimu baik, eomma akan pergi.. Anyeong”

Jessica mendongak, ia menunggu suara parau eommanya lagi, namun sepertinya eommanya benar-benar telah meninggalkan rumahnya.

Ia mulai beranjak dan keluar dari kamarnya, tidak mungkin ia membiarkan eommanya keluar pada malam hari seperti ini. Jessica sedikit lega karena Ny Jung masih dirumahnya, namun ia sudah menata kopernya dan siap untuk keluar rumah.

“Eomma! “

“ Aku tidak ingin menjadi putri yang tidak berbakti karena membiarkan eommanya berkeliaran malam-malam, tinggalah dan jangan ganggu aku, aku lelah”

Ny Jung menatapnya sendu, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Jessica masih tetap menerimanya. Tidak perduli dengan kalimat yang sedikit kasar itu, tapi intinya Jessica membiarkannya untuk tetap tinggal

“Apa kau..”

“Jangan banyak bicara, sebelum aku berubah pikiran, kamar eomma masih sempat aku bersihkan, kau bisa memakainya” Jessica beranjak dan kembali masuk ke kamarnya.

“Gomawo” Ny Jung sedikit berteriak, ia benar-benar beruntung hari ini.

Setidaknya, kejadian yang menimpanya sedikit banyak mampu mengubahnya.

Ia harus menjadi eomma yang baik, ia memang melewati banyak waktu dan mengabaikan Jessica, namun saat ini ia bisa melihat putrinya tumbuh menjadi gadis cantik dan tetap baik hati.

Ia harus menebus kesalahannya.

_______________________________MORE THAN________________________

Jessica masih terdiam menatap sosok yang kini berdiri di depan pintu gerbangnya. Ini masih terlalu pagi untuk menerima tamu, bahkan dia masih memakai piamanya.

Kim Myungsoo, entah apa yang ada dipikirannya sekarang. Menghadapi Jessica dan eommanya, membuatnya harus terus berperang dengan perasaan dan otaknya.

Setelah kejutan dari eommanya yang tahu hubungannya dengan Jessica. Ia kembali tidak bisa berfikir jernih. Ia begitu ingin melawan eommanya, namun itu semua akan berakhir seperti kisah seseorang yang rela melepas semua kekayaannya demi seorang yang ia cintai, atau ia harus melihat seseorang yang ia cintai mendapat masalah meskipun mereka dipersatukan, dan pada akhirnya mereka terpisah karena hal tersebut.

Atau, ia harus rela melepas Jessica dan melihat dia baik-baik saja tanpa mendapat masalah dari eommanya. Namun menyiksa batinnya.

“ Kau tetap ingin berdiri di depan rumahku seperti ini?” Jessica melipat kedua lengannya.

Myungsoo masih terdiam, ia mendengar Jessica, namun ia masih ingin menatap Jessica lebih lama.

Jessica menghela nafas, Myungsoo mengabaikannya. Bahkan ia tidak bergerak sedikitpun.

“Baiklah! Jika kau ingin seperti ini, ruanganku masih sama seperti saat terakhir kau kerumahku jika kau ingin masuk kedalam, aku akan mandi”

“Biarkan, …seperti ini saja” Myungsoo menahan tangan Jessica saat ia melangkah dari tempat itu.

“Wae” Jessica kembali menatapnya.

“ Any…aku ingin melihatmu seperti ini, terlihat lebih cantik saat kau bangun tidur seperti ini” Myungsoo mengacak rambut Jessica,  sontak membuat Jessica mengerucutkan bibirnya.

“Seperti ini lebih cantik” imbuh Myungsoo saat ia berhasil membuat rambut Jessica semakin berantakan.

“Kau selalu menyebalkan EL”  Jessica berusaha merapikan rambutnya namun Myungsoo masih menahannya.

“Kau lebih menyebalkan” Balas Myungsoo

“Kau lebih lebih menyebalkan” Jessica tak mau kalah.

“Kau 3 kali lebih menyebalkan”  Myungsoo kembali membuat rambut Jessica berantakan.

“Hya! EL” teriak Jessica. Dan ia berhasil membuat Jessica kembali mengeluarkan Dolpin voicenya.

Myungsoo bisa tertawa lepas kali ini. Sudah cukup lama ia tidak menjahili Jessica. Baginya ini menjadi lebih menyenangkan. Ia merindukan masa-masa SMA nya dulu jika seperti ini.

“Aku harus mandi, pulanglah! Aku akan ke kampus hari ini, apa kau tidak ke kampus?”

“Aku akan banyak absen, aku mulai bekerja di perusahaan, ada proyek besar yang aku kerjakan”

“Oh…baguslah” dan hanya itu tanggapan Jessica.

Memang sudah seharusnya Myungsoo kembali ke perusahaan. Itulah janjinya saat ia kembali ke Korea. Hanya saja ia tidak menyangka akan secepat ini. Bahkan sebelum ia menyelesaikan kuliahnya.

Myungsoo kembali terdiam, ia harus mengatakan sesuatu pada Jessica. Dan Jessica harus tahu keadaan yang  benar-benar akan terjadi nantinya. Setidaknya Jessica harus tahu segala ketakutan Myungsoo padanya.

Ya, ia harus mengatakan sesuatu pada Jessica. Ia benar-benar harus membulatkan niatnya. Kali ini ia tidak bisa menahannya atau apapun itu.

“Sooyeon_ah”

“emh?”  Jessica mendongak, dan ia mendapati tatapan serius Myungsoo padanya. Sangat berbeda dengan beberapa waktu lalu saat Myungsoo menjahilinya.

“Berjanjilah padaku, kau harus selalu percaya padaku, apa pun yang terjadi, kau harus bersamaku”

Jessica terdiam, ia membalas tatapan Myungsoo dan merasuk ke dalam manik mata sahabatnya itu. Ia benar- benar melihat ketulusan dari Myungsoo. Namun apa yang salah dengan ucapan itu? apa terjadi sesuatu sehingga sahabatnya itu berkata seperti itu padanya?

“EL..Apa yang terjadi?”

Myungsoo tersenyum, ternyata ia belum cukup berani untuk mengatakan niatnya yang sebenarnya pada Jessica.

“Any…tolong percaya padaku, kau harus berjanji” Myungsoo mencium singkat puncak kepala Jessica.

“Aku pergi, berikan salam ku pada Hyung dan lainnya, katakan pada mereka, jika mereka merindukanku…mereka bisa datang ke kantor”

Jessica hanya mengangguk, ada yang disembunyikan oleh Myungsoo. Itulah yang ada diotaknya saat ini. Ia masih terdiam, dan ia meraba puncak kepala yang dikecup singkat oleh Myungsoo itu. Sementara Myungsoo sudah semakin jauh dari jangkauan pandangannya. Ia masih merasa bahwa Myungsoo meninggalkan sesuatu yang berat dan belum sempat ia katakan padanya. Apa itu, ia tidak bisa menebaknya.

________________________________MORE THAN_____________________

Dan benar, setelah pagi itu Myungsoo hampir tidak pernah ke kampus lagi, sekalipun Myungsoo ke kampus, namun mereka tidak bisa bertemu karena diwaktu yang berbeda. Ia hanya mengirim pesan pada Jessica dan itupun saat Jessica sudah terlelap. Saat Jessica membalas pesannya di pagi hari. Myungsoo sudah sibuk dengan pekerjaannya dan tidak bisa membalas pesan dari Jessica.

Seperti itulah yang terus terjadi antara Myungsoo dan Jessica selama 1 bulan ini. Setidaknya Myungsoo masih bisa mengiriminya pesan, ini lebih baik dari pada beberapa waktu terakhir.

.

.

Naeun, gadis cantik itu sudah cukup lama duduk di depan Myungsoo. Namun tak sedikitpun Myungsoo mengacuhkannya. Ia hanya bisa memperhatikan Myunsoo yang terus berkutat dengan lembar kerjanya.

Mungkin ini waktu yang salah untuknya, ia berniat ingin menemani Myungsoo dan merayakan ulang tahun Myungsoo bersama-sama. Namun yang terjadi adalah, Myungsoo lebih menghiraukan pekerjaannya dan sama sekali tidak memperhatikannya.

“Oppa..”

“…”

“OPPA”

“…”

“Oppa, gwenchana? Apa kau tidak melihatku disini sejak tadi?” Naeun mulai mengeluarkan suaranya. Berada 1 setengah jam diruangan yang sama namun sama sekali tidak mendapat respon sudah cukup membuatnya gerah dan ingin marah. Namun dia tidak akan melakukan itu pada Myungsoo.

Dia adalah 1 dari banyak gadis yang sangat menyukai Myungsoo, dan dia adalah gadis yang paling beruntung karena menjadi kekasih Myungsoo. Meskipun sebenarnya akhir akhir ini Myungsoo sering menghabiskan waktu untuk mengencani gadis-gadis hanya untuk bersenang-senang. Namun hanya dialah yang diketahui publik sebagai kekasih Myungsoo. Dan itu sudah cukup menyenangkan untuknya. Tentu ia akan sangat menjaga hubungannya dengan Myungsoo.

Myungsoo mendongak setelah ia benar-benar mendengar suara Naeun yang mulai mengeras

“Ah…mianhae, apa kau sudah lama disini?”

Naeun tersenyum getir, jadi selama 1 setengah jam ini Myungsoo benar-benar tidak tahu bahwa Naeun ada dalam satu ruangan dengannya?

“Apa kau benar-benar sibuk?” suara itu sedikit bergetar, entahlah…ia ingin menangis saat itu juga. Yang ada di otaknya saat ini adalah Myungsoo lupa bahwa hari ini adalah ulang tahunnya.

“Ah..ne, apa yang kau perlukan? Apa ada masalah?”

“Any…” Naeun menunduk, ia menahan kalimat yang akan ia ucapkan.

Myungsoo benar-benar lupa dengan hari ulang tahunnya sendiri. Apa yang harus ia lakukan jika seperti ini?

“Apa malam ini oppa sibuk? “

Myungsoo melihat jam di tangannya. Ia terlihat berfikir sejenak.

“Entahlah…mungkin aku akan lebih lama di kantor. Ada apa?”

“Any…jika oppa tidak sibuk, hubungi aku malam ini, aku akan menemui mu”

Myungsoo terdiam, lalu tersenyum simpul. Ia mengangguk sebagai tanda persetujuannya. Dan senyum pun mengembang di pipi semu Naeun.

“Aku harus pergi, selamat bekerja Oppa, jaga kesehatanmu, Fighting!”  Naeun berkata penuh semangat, dan mendapat anggukan dari Myungsoo.

Ia mendekati Myungsoo dan mencium singkat pipi Myungsoo. Setelah itu ia keluar dari ruangan itu.

Myungsoo hanya terdiam, setelah Naeun benar-benar pergi dari ruangannya. Ia hanya bisa terdiam. Ia tahu Naeun benar-benar menyukainya, ia juga tahu bahwa sudah lama Naeun mengejar cintanya. Ia tahu Naeun mengabaikan segala hal yang ia ketahui tentang hubungan persahabatanya dengan Jessica.

Ia juga tahu , Naeun sadar bagaimana perasaan Myungsoo pada Jessica, namun ia tetap mengabaikannya. Ia tetap menginginkan Myungsoo, sampai pada akhirnya Myungsoo benar-benar bersamanya.

Saat ini Myungsoo benar-benar tidak bisa menjamin ia tidak lagi menyakiti orang lain, entah jika ia bersama Jessica, atau ia sama sekali tidak bisa bersama Jessica. Salah satunya adalah Naeun.

____________________________MORE THAN_______________________________

Jessica terdiam, dan menghentikan langkahnya menuju gerbang kampus,  ia tidak mengenal sosok yang saat ini berjalan kearahnya. Namun ia yakin sosok anggun itu menghampirinya dan akan mengatakan sesuatu padanya. Firasatnya tidak karuan saat itu juga. Sementara saat itu juga ia teringat ucapan Myungsoo pagi itu.

“Jessica_ssi?” sosok anggun itu benar-benar menghampirinya seperti firasatnya.

Jessica tak menjawab, namun ia membungkukkan setengah badannya sebagai tanda hormatnya untuk seseorang yang lebih tua dibandingnya.

“Jadi benar, kau yang bernama Jessica?”

“Ne..” Jessica kembali membungkuk.

“Kau yang dikatakan sahabat putraku Kim Myungsoo itu?”

DEG

Jessica membuka matanya lebar, bukan berarti ia terkejut karena dia adalah eomma Myungsoo, yang ia kejutkan adalah, Ny Kim benar-benar tahu siapa dirinya. Dan ia terkejut bahwa hari ini telah tiba, saat ia bertemu dengan keluarga Myungsoo dan setelah itu ia tidak bisa memikirkan apa yang terjadi selanjutnya.

“Ne” Jessica menjawabnya ragu.

“Sekarang kau tahu siapa aku Jessica_ssi?”

Dengan ragu Jessica mendongak, ia menatap sosok yang selama ini tidak pernah ingin ia temui itu.

Kini ia bisa melihat senyum dari Ny Kim, terlihat keangkuhan dalam senyum itu. dan itulah yang membuat Jessica membenci hal-hal seperti ini. Bertemu dengan orang-orang kaya seperti keluarga Myungsoo, sangat ia hindari. Karena setelah mereka tahu siapa Jessica, mereka akan meremehkannya.

“Apa perlu anda Nyonya?”

Ny Kim tersenyum, Jessica sudah berani menatap dan bertanya padanya. Bahkan ia tidak melihat rasa takut dari Jessica seperti yang ia prediksikan.

“Aku hanya ingin bertemu dengan gadis yang dicintai oleh putraku selama ini”

Jessica kembali tersentak, dan Ny Kim masih dengan senyum yang terlihat angkuh itu.

Dia tahu? Dia pasti tahu semuanya?

Jessica terdiam, itu artinya Ny Kim sudah tahu semuanya. Bahkan mungkin Ny Kim sudah mencuri start untuk menyelidiki seperti apa kehidupannya dan siapa dirinya.

“Kau tidak tahu putraku mencintaimu? Apa kau pura-pura tidak tahu selama ini?”

OH EL… aku berharap kau disini dan menjelaskan semuanya.

Pertanyaan itupun tidak mampu Jessica jawab.  Ia hanya terdiam dan membalas tatapan tajam Ny Kim padanya.

Tidak mungkin ia tidak tahu bagaimana perasaan Myungsoo padanya. Bahkan selama ini ia menahan dan terus berpura-pura tidak tahu. Sejak dari dulu, ia sudah merasakan perasaan cinta Myungsoo pada dirinya. Namun bodohnya ia tetap bersikukuh pada perasaannya untuk Lee Ki Kwang yang akhirnya menyakitinya. Sejak saat itu ia yakin, cinta Myungsoo padanya akan berakhir sama seperti Ki Kwang jika ia Myungsoo tetap mempertahankannya.

Ia lebih memilih tidak tahu apa-apa dan tidak menjawab perasaan Myungsoo daripada ia kehilangan sosok Myungsoo. Seperti ia kehilangan sosok Ki Kwang.

“Kau tidak mampu menjawab? Apa kau takut?”

“Tidak Nyonya, aku rasa anda salah”

“Apa yang salah dengan ucapanku? “

“Putra anda dan saya hanya bersahabat, dan saat ini putra anda sudah mempunyai kekasih, apa itu mungkin jika dia mencintai saya?”

“Siapa yang tahu? Kau hanya berpura-pura tidak tahu Myungsoo mencintaimu dan memanfaatkannya untuk kepentingan dirimu sendiri? Apa itu tidak mungkin?”

Jessica tersenyum, ia tahu pembicaraannya akan seperti ini pada akhirnya.

Tidak apa apa Jessica, kau sudah biasa menghadapi ini

Jessica mengambil nafas dalam, lalu dengan tegas ia mengatakan pada Ny kim

“Seperti itulah anggapan banyak orang Nyonya, … Namun apa mereka perduli jika saya tulus atau tidak pada Putra anda? “

“Aku harap kau bisa sadar diri, dan tahu batasanmu dengan putraku, dia adalah penerus perusahaan besar di negara ini. Akan sangat lucu jika ia menyerahkan semuanya demi gadis sepertimu” Ny Kim menyentuh lembut puncak kepala Jessica.

“Kau pasti tahu maksud dari kalimat ku ini gadis cantik, kau cukup pintar untuk memahaminya”

Ny Kim beranjak setelah menyentuh puncak kepala Jessica. Baginya, Ini peringatan pertama untuk Jessica.

Jessica menatap tajam Ny Kim. Jika bisa meminta saat itu juga, ia ingin sama sekali ia tidak bertemu dengan hari ini. Tidak dipungkiri hatinya kembali sakit dan terpukul. Ia tidak cukup berani marah pada Tuhan. Apa yang salah dengan keadaannya? Menurutnya tidak ada yang salah dengan keadaannya. Hanya waktu dan tempat saja yang salah meletakkannya. Sehingga ia bertemu dengan saat-saat seperti ini dalam hidupnya.

“Saya mengerti Nyonya” Jawab Jessica tegas.

Ny Kim menghentikan langkahnya, ia menatap gadis itu lagi.

“Dari awal pertemuan kami tidak terencana, dan segala sesuatu yang terjadi nantinya juga tidak akan sesuai rencana”  Jessica mengakhirinya dengan membungkuk dan memberi hormat pada Ny Kim, sebelum ia yang beranjak pergi dari tempat itu.

TBC

 

Bagaimana?

sebelumnya author minta maaf karena kesibukan yang sangat menumpuk jadi lamma banget update, apa ini bisa mengobati kerinduan kalian untuk More Than…? cieee

ma’af untuk alur dan cerita yang semakin membingungkan di akhir cerita ini. aku udah usaha maksimal

terimakasih…

jangan lupa komen ya…

Advertisements

3 thoughts on “MORE THAN…END/A

  1. Jung Clara says:

    Annyeong thor..aq smkin bngung akn crta ini…L mw ngpain emg??ahhh sbar lah sooyeon..tar gw mnta Tyler Kwon ajah..dy tajir kok..hahaha…d tnggu nxt na n ff mi yg lain…

    • farahjaegirl says:

      hemh…sedih banget kalau bikin ff itu bikin bingung pembaca, okey lah terima kasih atas commentnya
      L itu akan ada sesuatu di chapter selanjutnya.
      hehehehe

      jadi ini jawabannya ada di bagian selanjutnya.
      makanya bikin bingung

  2. N0vi says:

    Akhirnya auth0r c0meback jg. . . . Bner”kangeeenn bnget, dan skrg aku jd girang krn myungsica,, tp stlah bca agak”galau takut L nyerah bwt dpetin jessica huhuhu. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s