PROLOG- OUR LIFE

jessica22yesung4
Author: S.Y.M
Title: Our Life
Length: Three shot
Genre: little Comedy, little Action and Romantic
Rating: PG 16
Cast: -Jessica Jung
Kim Jong Won
Victoria Song
Cho Kyuhyun
Oh Sehun
Jung Yogeun
And the enemy

Note: Hy…mian mian mian,,,, pasti pada nunggu More than ya…aku malah nongol bawa FF ini…

ini cuma pemanasan kog..habisnya aku hiatus 2 minggu ini tanpa konfirmasi.hehehe

More than…bener bener janji post setelah ini…dan akan menjadi Ending dari More than…

ENJOY IT

EVERY THING HAS CHANGED

____________________________________OUR LIFE___________________

Sinar terang membuat ruangan yang berbatas kain putih itu menjadi panas. Didalamnya terdapat seseorang yang sedang merutuki terik yang mengganggu tidurnya itu. ia berusaha menutupi wajahnya yang secara langsung terkena sinar itu, namun tak bertahan lama. Sinar itu sudah mengganggu tidurnya.
“Aish!!! Jinja” ia terbangun, dan mengumpat sekenanya.
Bagaimana tidak, ia terjaga semalaman, bahkan sampai pagi, ia baru tidur 2 jam yang lalu. Dan sekarang dia harus terbangun dan kembali pada aktivitasnya yang tertunda karena lelah yang melandanya kemarin. Dengan sempoyongan dan terus terusan menguap dia berjalan ke kamar mandi. Dia memang harus profesional dalam pekerjaannya.

.
.
.
“Ayolah…jangan membuat eomma terlambat pagi ini” ucapnya sambil membawa sepiring sandwich untuk anak kecil di depannya. Namun anak kecil itu tetap diam dan tidak mau menoleh sedikitpun. Jessica, dia menghembuskan nafasnya kasar, ini sudah berulang kali terjadi. Putranya sedang dalam kondisi yang benar-benar membuatnya pusing. Begitulah… memang sifat anak kecil itu tidak berbeda jauh dengannya.
Ia merutuki dirinya yang mempunyai sifat seperti itu dulu dan sekarang menurun ke anaknya. Dalam kondisi bad mood, Jung Yoogeun, anaknya itu tidak ingin melakukan apapun seharian. Termasuk pergi ke sekolahnya.
Dia juga seperti itu dulu, ketika penyakit bad mood nya muncul, sedikitpun dia tidak ingin menyentuh pekerjaannya. Ia menyerang siapa saja yang membuat emosinya terpancing, apalagi jika itu soal pekerjaannya.
Sekarang Yoogeun tidak berbicara sepatahpun pada Jessica, tidak biasanya dia seperti ini. Mungkin karena Jessica mengatakan dia akan lembur di tempat kerjanya dan dia akan menitipkan Yoogeun pada gurunya di sekolah. Ayolah…Jessica masih meminta izin Yoogeun. Jika anak kecil itu tidak menyetujuinya Jessica tidak akan melakukan itu. putranya itu masih terlalu kecil untuk ia tinggalkan terlalu lama.
“Jung Yoogeun, apa kau ingin eomma tidak bekerja hari ini?…” Jessica menatap tajam putranya itu.
“Baiklah… dan kau kehilangan uang jajanmu” Jessica meletakkan garbu dan pisaunya. Dia beranjak dari kursi meja makannya dan ke pantry untuk membuatkan Yoogeun susu.
Ia menghela nafas kasar, lalu menggerakkan kepalanya singkat, jika seperti ini ia ingin membunuh seseorang.
.
.
BLAK..
“Good morning noona”
Jessica tak membalas sapaan pagi dari seseorang yang mungkin selalu mengganggu harinya itu. anak kecil menurutnya, yang selalu saja mengikutinya dan begitu ceria bersamanya.
Sejujurnya ia tidak terlalu suka dengan orang yang ceria kelewat batas. Sama halnya dengan orang yang baru saja masuk seenaknya ke dalam rumahnya itu. wajah dan sifatnya yang seperti ini tidak singkron baginya.
“Hya noona, kau masak apa pagi ini? kenapa kau masih dirumah? OMO…. Apa kau sengaja menungguku datang dan kita sarapan bersama?” dia berhamburan dan menarik kursi di sebelah Yoogeun.
Ia duduk layaknya anak TK yang menunggu sarapan paginya.
“Diamlah Oh Sehun, kau berhadapan dengan 2 orang yang sedang bad mood pagi ini” Jessica selesai membuat segelas susu untuk Yoogeun dan kini ia kembali mendekati putranya itu, setidaknya ia mau meminum susunya untuk tenaganya hari ini.
“Oh kau benar, 2 orang dengan death glare yang menakutkan” Sehun berpindah tempat dan melompat tepat mendarat di kursi depan Yoogeun, ia tersenyum pada anak kecil itu. Senyum yang terlihat aneh, mengingat Sehun yang punya tindik di bibir bawahnya itu. ia mengedipkan matanya, mencoba menggoda Yoogeun namun malam membuat Jessica ingin muntah.
“Jangan lakukan itu pada Yoogeun ku, dia tidak akan tertarik padamu”
Sehun menatap Yoogeun, dan benar, anak kecil itu hanya menatapnya datar, tanpa ada ketertarikan sedikitpun padanya.
“Daebak!Dia mirip denganmu noona” Sehun mengacak rambut Yoogeun singkat lalu ia beralih pada Jessica yang menyiapkan bekal untuk Yoogeun.
“Apa dia sedang tidak baik pagi ini? “ Sehun meraih sandwich milik Yoogeun.
“eoh”
“apa kau tidak ke café hari ini? “
“Yoogeun tidak mengijinkanku”
“Kau bisa dipecat”
Jessica menatap Sehun tajam, Sehun tahu ia baru saja mengatakan kalimat kasar, mungkin. Lalu ia mengangkat 2 jarinya.
“piss”
Jessica memutar matanya jengah lalu beralih pada Yoogeun
“Kau dengar sayang? Eomma bisa dipecat jika eomma tidak berangkat bekerja, apa kau masih keras kepala?” Jessica menggendong Yoogeun, kali ini anaknya itu lebih menurut, ia merengut dan mengerucutkan bibirnya. Ia ingin menghabiskan waktu bersama eommanya di hari ulangtahun nya ini. itulah sebabnya ia marah ketika Jessica tetap bekerja hari ini.
“Yoogeun_ah…. Appa bisa menemanimu bermain hari ini, apa kau mau bermain dengan appa?”
“jangan mengatakan hal aneh seperti itu, dia tidak akan memanggilmu seperti itu”
“noona…lihatlah dia menurut”
Jessica mengernyit karena Yoogeun menurut dengan Sehun, dan sehun mengambil alih untuk menggendong Yoogeun.
“Sehun ahjussi, kau harus menemaniku sampai aku pulang sekolah dan eomma pulang ke rumah”
Sehun terdiam, dia menatap Jessica melas, dan Jessica hanya terkekeh. Ya… Sehun harus menemani Yoogeun di sekolahnya, itu artinya dia harus menyamar sebagai ahjussi yang sopan dan keren karena ia akan bertemu dengan orang tua murid atau guru-guru taman kanak-kanak itu akan takut padanya jika ia berpenampilan seperti saat ini. Kemungkinan paling besar adalah, mereka akan menganggap bahwa Sehun adalah Kidnaper. Ya… Kidnaper berwajah tampan.
“saat nya kau melepas dandanan burukmu itu” Jessica tertawa , ia meraih mantel dan tasnya. Lalu mengecup singkat Yoogeun sebelum ia berangkat bekerja.
“Selamat bersenang-senang! Yuhuuuu” Jessica melambaikan tangannya dan melompat ringan sebelum benar-benar keluar dari rumahnya.
“Jika seperti ini, jangan anggap dia eommamu” itulah komentar Sehun jika melihat tingkah kekanakan Jessica muncul.
“ eoh, so embarrasing ” Yoogeun mengangguk dan Sehun tersenyum bangga.
“Aigoo noona,,, bahkan anakmu sendiri malu “ Sehun tertawa disertai kikikan kecil Yoogeun.
“ Kita berangkat!”
“Any…Kau juga memalukan ahjussi, aku tidak mau ke sekolah”
Sehun terdiam, anak kecil ini benar-benar mirip dengan eommanya, kalimatnya begitu pedas. Selanjutnya ia tahu ia harus merubah penampilannya, jika ia ingin Yoogeun berangkat ke sekolah.
.

.
.
.
Kantor departemen Khusus Kepolisian.

Cho Kyuhyun, pria itu menatap tajam wanita yang notabene adalah partner kerjanya itu. Victoria, bahkan dia masih asyik dengan gadged di tangannya. Meskipun sudah mendapat tatapan tajam dari 2 pria di ruangan itu. Ya, tidak hanya Cho Kyuhyun yang menatapnya kesal, Direktur Park Jung So pun menatapnya melas.
Jika seperti ini, bisa apa Park Jung So? Victoria dan Cho Kyuhyun adalah team terbaiknya dalam memecahkan kasus, waktu paling lama untuk menyelesaikan kasus mereka adalah 1 minggu. Namun kali ini, sudah hampir 2 minggu mereka masih separuh perjalanan untuk menyelesaikannya.
“Anyeonghaseo”
Dan suara itulah yang akhirnya menghentikan aktivitas Victoria pada gadgednya. Kyuhyun mengernyit, dan Park Jung So menghela nafas.
“Anyeong, Kim Jong Won” dan hanya Victorya lah yang membalas sapaan pagi itu.
“Bagaimana perkembangannya?” Kyuhyun beralih dari kursinya, ia mengikuti Jong Won dan duduk di dekat Park Jung So.
Victoria melempar tatapan tajamnya, Kyuhyun merebut startnya pagi ini.
“ Kasus ini, kasus bunuh diri” jawab Jong Won.
“Ini tidak…” Victoria mencoba menyanggah, namun kalimatnya terhenti ketika ia melihat benda yang dibawa Jong Won.
“ Kau benar Kyuhyun, seperti awal dugaanmu, kasus ini hanya kasus balas dendam”
“Maksudmu, Korban adalah tersangka? Dia sengaja menyiapkan kematiannya dan mengarahkan semua bukti untuk mengkambing hitamkan seseorang?”
“ Kau benar sekali Victoria Song” Jong Won tersenyum.
“Bukankah ini aneh?” Kyuhyun mengambil foto yang dibawa Jong Won.
“Menurut kalian, kenapa Korban melakukan itu? dia mengorbankan nyawanya dan mengarahkan semua bukti kepada seseorang agar orang itu dipenjara? Apa ini masuk akal?” imbuhnya.
Victoria mengangguk, ia setuju dengan apa yang dipikirkan Kyuhyun.
“Kita di bingungkan dengan bukti-bukti terakhir yang kita temukan, dari sini kita tidak bisa menemukan bukti lain yang lebih kuat, aku rasa kasus ini berakhir dengan kasus bunuh diri dan tidak ada tersangka kecuali korban itu sendiri” Jong Won meletakkan dokumen-dokumennya tepat di depan Park Jung So.
“ Baiklah… kasus ini kita tutup, kita akan bicarakan pada pihak kepolisian untuk selanjutnya”
“Tapi…” Kyuhyun menggantung kalimatnya, ia menahan sebuah pikiran yang baru saja terlintas di otaknya.
“Keluarga korban tidak menuntut apapun, kasus ini bisa lebih ringan jika mereka mau bekerja sama” Park Jung So berusaha menenangkan Kyuhyun.
“ye” Kyuhyun mengangguk.
Dan Park Jung So keluar dari ruangan beserta dokumen pendukung yang dibawa Jong Won untuknya. Ia bergegas keluar kantor untuk urusan yang lain.
.
.
Victoria terdiam, Kyuhyun masih memikirkan tentang pendapatnya yang lain. Sedangkan Kim Jong Won, ia serius menatap seseorang dari jendela kaca besar ruangan itu.
Ia menangkap sosok gadis cantik dengan rambut panjang yang baru saja melewati kantor mereka. Dari ruangan mereka ini memang bisa melihat halaman depan kantor dan siapa saja pejalan kaki yang melewati kantor mereka.
Ia tertegun ketika sang direktur yang baru saja keluar dengan mobilnya dari parkiran tiba-tiba berhenti dan gadis itupun berhenti. Mereka terlihat akrab, mungkin gadis itu teman sang direktur.
Ia akui direkturnya lumayan tampan, pantas jika gadis itu bisa saja berteman dengan sang direktur, atau mungkin sosok masalalu, seperti mantan pacar contohnya. Terlihat sekali dengan raut wajah berbinar yang ditunjukkan Park Jung So pada gadis itu.
“Apa yang kau lihat?” Victoria mendekat dan dia mengikuti arah pandang Jong Won.
Tepat ketika gadis itu melangkah pergi dan Park Jung So kembali ke mobilnya.
“Park Jung So? Ada apa dengannya? “ Victoria tidak menyadari gadis yang baru saja pergi, ia hanya menangkap sosok Park Jung So yang masuk ke dalam mobil.
“ Any..” Jong Won beralih pada Kyuhyun yang masih terdiam.
“Kau masih memikirkan kasus ini? Kau belum puas dengan hasil ini? bukankah kita sudah membicarakan ini sebelumnya?” Victoriapun mencoba untuk menenangkan Kyuhyun.
“Aku hanya merasa ini masih ganjal”
“Tunggulah kasus berikutnya, aku rasa setelah ini akan ada kasus baru, jangan berfikir aku juga sudah puas dengan ini.” Jong Won mengambil mantelnya.
“Kita bisa beristirahat beberapa hari kedepan,”
“Apa kau mau berlibur dengan ku?” Victoria berhamburan dan merapat pada Jong Won.
Kyuhyun memutar mata jengah, entah kenapa ia merasa Victoria bisa berubah menjadi wanita aneh ketika bersama Jong Won. Ia tidak seagresif ini sebelumnya.
“Yang kau maksud bersama kami?” Kyuhyun membenarkan kalimat Victoria, ia sudah menangkap aura aneh pada Jong Won ketika Victoria mengatakan itu.
“Ya…bersama kami” Victoria menatap Kyuhyun tajam.
Kau pengacau Co Kyuhyun.
Dan Kyuhyun hanya terkekeh. Ia yakin Jong Won akan menolak ajakan mereka. lagi pula ia hanya membantu kasus ini karena termasuk kasus pembunuhan.
“Bersenang-senanglah, kalian harus sering menghabiskan waktu libur bersama” tolak Jong Won. Dan sukses membuat 2 orang itu mengernyit bersamaan.
“T I D A K” jawab keduanya kompak.
“ Aku harap kau menangani kasusmu sendiri dengan baik” Jong Won menepuk singkat puncak kepala Voctoria dan ia melangkah keluar.
“Aku harap kita tidak setiem lagi Kim Jong Won! Bersenang-senanglah!” teriak Kyuhyun tepat setelah Jong Won menutup pintu ruangan itu.
BLAM
“Terima kasih telah menggagalkan rencanaku CHO KYUHYUN” Victoria pun meninggalkan ruangan itu.
“Terserah!”
Kyuhyun, ia mengeluarkan foto yang ia ambil dari Jong Won tadi, ia memperhatikan foto itu. Foto TKP tempat pelaku membunuh dirinya sendiri. Foto yang diambil dari CCTV tepat setelah mayat ditemukan, dan ia mengingat ada sosok yang ia kenal di tempat itu. Di dalamnya memang terdapat beberapa petugas namun ada satu yang menurutnya aneh. Sosok gadis berambut panjang dengan mantel berwarna krem. Ia terlihat meninggalkan tempat kejadian perkara.
“Dia mirip seseorang” gumamnya.
.
.

Advertisements

5 thoughts on “PROLOG- OUR LIFE

  1. N0vi says:

    Yeeiiii. . .auth0r c0meback stlah menghilang,, selalu keren dan membuatku penasaran sbnarnya siapa yg bnuh diri?? Dan emangnya mirip siapa wanita itu?? Auth0r FIGHTING

  2. N0vi says:

    Yeeiiii. . .auth0r c0meback stlah menghilang,, selalu keren dan membuatku penasaran sbnarnya siapa yg bnuh diri?? Dan emangnya mirip siapa wanita itu?? Auth0r FIGHTING ne. .

  3. sehunjessicaforever says:

    Anyeong aku reader baru di sini.kayaknya ff nya keren thor.pa jangan” gadis yang ada di foto itu jessica…?aduh penasaran thor..chapter 1nya cpt di post ya thor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s