MORE THAN (PART V )/3 SHORT

L2jessica7

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: G

Genre: Romantic, friendship

Main Cast:  -L Myungsoo- Jessica Jung.

Note: Hy…hihihihi sebelumnya aku mau minta ma’af dulu karena pasti bakalan banyak protes dengan More than yang aku publish ini…kalian akan tahu setelah baca ff ini…hehehehehe….semoga ini sedikit mengurangi kerinduan kalian dengan More Than…

ENJOY IT DAN JANGAN LUPA COMMENT YA

PART V

DON’T STOP ME, I LOVE YOU (Chapter 3)

____________________________MORE THAN____________________________

.

.

Lagi, Jessica harus menahan segala hal yang mungkin saja bisa ia lakukan saat ini. Ia mungkin saja bisa melompat dari atas gedung saat itu juga, atau berjalan tanpa arah di jalan raya, atau menjatuhkan dirinya tanpa perduli dimana saat ini ia berada.

Ia masih terpaku dengan kertas yang ia bawa, di bawah kertas itu terdapat satu kotak yang berisi sebuah gaun untuknya. Gaun  yang diberikan untuknya, untuk menghadiri acara pernikahan Lee Ki Kwang dengan gadis bermarga Hwang yang ia ketahui namanya adalah Hwang Miyoung itu.

Jessica mendongakkan wajahnya, ia ingin menghentikan laju air mata yang ingin menerobos keluar dari matanya itu. Ia tidak ingin menangis, sungguh tidak ingin menangis.

Ia sungguh berterima kasih dengan Myungsoo atau yanglainnya yang  mengajaknya berlibur ke Jeju, meskipun pada akhirnya dia harus menganga tak percaya ketika ke-enam namja itu sungguh hanya tertarik dengan Love Land dimana ditempat itu terdapat museum dan taman hiburan yang sering disebut erotic outdoor sculpture park itu yang…yahh…kalian harus cari sendiri bagaimana indahnya Love Land.

Namun sungguh, kertas ini membuat kebahagiannya saat berlibur musnah seketika. Hatinya kini benar-benar hancur. Ia sungguh merutuki sikap Ayah Lee Ki Kwang yang sengaja mengirimkan gaun untuknya menghadiri pernikahan Lee Ki Kwang. Apa dia bahagia melihatnya yang hancur itu?

Jessica merasakan kakinya melemah, air mata yang keluar begitu saja itu membuatnya kehabisan nafas. Pandangannya pun sudah mulai kabur,…namun ia tetap melangkah. Ia harus menepi, atau sampai ke rumahnya, jika tidak ia bisa saja pingsan di tempat umum.

Jessica mencoba menghirup udara dari hidung kecilnya, namun hidung itu sudah buntu dan mengharuskan ia bernafas dengan mulut agar ia bisa mengisi oksigen di paru-parunya.

BUK

Dan seketika matanya tertutup.

.

.

.

“Sooyeon_ah”

Jessica mendengar samar namanya tersebut, dan ia bisa menebak jika itu adalah Myungsoo. Ia  berusaha membuka matanya, kali ini ia dapat merasakah udara yang lebih hangat, serta tempat yang lebih empuk dari pada tempat ia terakhir sadar.

“Gwenchana? Jangan bertanya kenapa kau bisa ada di kamarmu setelah kau pingsan di pinggir jalan. Karena sudah pasti aku yang membawamu kesini.” tanya Myungsoo ketika ia berhasil membuka matanya dan membuatnya sadar sepenuhnya.

Jessica mengangguk lemah, ia membuat paksa lekukan di bibirnya, bermaksud agar wajah Myungsoo bisa berubah sedikit lembut dan berkurang rasa khawatirnya.

“Jangan berfikir aku merendahkan rasa khawatirku, kau memang selalu membuat masalah”

Jessica mengerucutkan bibirnya, ia menarik selimut yang ia pakai untuk menutupi wajahnya, sedangkan Myungsoo malah beranjak dan mengambil sesuatu di dekat Jessica.

Jessica yang menyadari itu segera mendongak dan benar, Myungsoo membawa kertas dan kotak berisi gaun itu keluar kamar.

“EL…” bahkan suaranya pun belum kembali pulih, suaranya masih selemah tubuhnya. Namun ia harus mencegah segala kemungkinan gila yang bisa dilakukan Myungsoo.

“EL__” Jessica beranjak dari tempat tidurnya. Ia bersyukur ia masih mempunyai kekuatan untuk bangun dan mengikuti langkah Myungsoo.

Dan tepat seperti yang ia perkirakan, Myungsoo membuang undangan dan kotak berisi gaun itu ke tempat sampah.

“Wae? Kau akan datang ke pernikahan itu?”

Jessica terdiam, ia tidak berfikir untuk tidak datang ke pernikahan itu. ia sendiri tidak yakin apa yang akan ia lakukan.

“Haljima! Haljima sooyeon_ah” Myungsoo meraih pundak Jessica, meletakkan dan mengeratkan genggaman pada pundaknya.

“berhentilah membuat hatimu sakit , lupakan semua hal yang membuatmu sakit”

“Kau juga akan meninggalkanku? Aku tahu…semua orang akan meninggalkan aku nantinya, pada akhirnya aku akan sendiri, Ayahku, eommaku, dan kau tahu…satu satunya harapanku juga meninggalkanku, apa ini yang dinamakan hidup? Oh… ini memang kehidupanku, selalu dan selalu ditinggalkan”

“Kau tidak pernah melihatku? Apa aku tidak cukup untukmu? Apa aku tidak bisa kau jadikan harapan untuk kehidupanmu? “

Kalimat itu seperti pukulan untuk Jessica, sungguh ia tidak menyangka Myungsoo mengatakan itu.

“EL… Apa yang kau_”

“Lupakan segala hal yang membuat mu sakit, aku benci melihatmu menangis”

“Aku muak…. Bukankah wajar jika aku muak…? apa aku harus mati?”

“Cukup! Kau berencana untuk membuat kekejaman padan dirimu sendiri? Aku bisa menjadi harapanmu, tetaplah bersamaku dan jangan berpaling dariku”

Myungsoo menarik tubuh Jessica dalam pelukannya, ia sudah membaca semua e-mail yang selama ini dikirimkan Jessica padanya ketika ia berada di Jepang. Dan ia sadar, sikapnya yang diam selama ini adalah salah. Jika ia mencintai Jessica, ia harus memperjuangkannya. Meskipun Jessica tidak pernah melihat cinta sebagai seorang pria darinya ia tidak akan mempermasalahkan itu, ia hanya ingin Jessica tersenyum dan bahagia. Ia akan melakukan apapun untuknya.

CHU

Lagi, Myungsoo menautkan bibirnya pada bibir tipis Jessica, ia dapat merasakan air mata yang mengalir dan membasahi bibir Jessica, entah apa yang membuatnya kembali berani mencium bibir Jessica itu. ia tidak mengelak jika hatinya memanas setiap Jessica menangis karena namja lain. Ia tidak berharap banyak dengan tanggapan Jessica dengan apa yang ia lakukan saat ini. Setelah cukup lama mencium bibir Jessica, Myungsoo beralih pada keningnya dan menciumnya singkat. Lalu ia kembali menarik tubuh Jessica dan memeluknya. Jessica masih terdiam, ia masih tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Myungsoo padanya. Namun ia juga tidak menolak dengan apa yang dilakukan Myungsoo padanya. Saat ini mungkin Myungsoo lah yang bisa memberikan kehangatan dan kenyamanan untuknya.

“Joahaeyo, neomu joahaeyo Sooyeon_ah…”

DEG

Jessica membuka matanya lebar, apa yang baru saja ia dengar? Apa yang Myungsoo katakan padanya? Bisakah Ia mendengarnya lagi? Apa ada yang salah dengan ini?

Jessica mendorong tubuh Myungsoo, ia menatap tajam sosok itu, dan menuntut penjelasan dari sorot matanya.

“Apa yang_”

“Joahaeyo…”

“EL ada apa ini?”

“Saranghaeo Sooyeon_ah…itulah kenyataannya. ..meskipun bertahun-tahun aku berusaha menghapusnya, namun aku tidak bisa, aku tahu apa yang kau pikirkan… apa pun itu, jangan pernah meninggalkanku, aku tidak bisa berbuat banyak dengan apa yang terjadi padamu, jadikan aku alasanmu  untuk bertahan dengan semua ini. . . “

“Mianhae…aku takut…jangan katakan itu padaku…jika pada akhirnya kau meninggalkanku, aku tahu orang-orang sepertimu pada akhirnya akan meninggalkanku, jangan mengatakan apapun tentang cinta padaku…jangan katakan itu” Jessica merosot, ia bersimpuh…mendengar Myungsoo mengatakan itu semakin membuatnya takut jika suatu saat Myungsoo meninggalkannya.

“Andwae…andwae..” Jessica menolak  uluran tangan Myungsoo padanya, namun Myungsoo tidak tahan dengan keadaannya yang lemah itu. Mungkin ia terlalu cepat untuk mengatakan perasaannya pada Jessica, sehingga membuat kondisinya semakin buruk. Ia akhirnya memilih untuk mengangkat tubuh Jessica dan memaksanya untuk berbaring di tempat tidurnya.

“Apa kau marah?” tanya Myungsoo, Jessica memalingkan wajahnya. Apa yang terjadi padanya membuatnya tidak tahu harus menerima seperti apa pernyataan Myungsoo padanya. Ketakutan selalu melanda perasaannya.

“Baiklah , aku akan meninggalkanmu sendiri jika itu membuatmu tidak nyaman, mulai sekarang tidak ada pertanyaan tentang cinta diantara kita, hapus segala hal tentang cinta dalam persahabatan kita, tidak ada dunia cinta yang bisa kita bicarakan, dan jangan katakan apapun dengan apa yang aku lakukan setelah ini. cukup tunggu aku menyelesaikan semuanya” Myungsoo menyerah, jika ia teruskan untuk ada disamping Jessica, ia akan semakin egois dan memaksa Jessica untuk menerima perasaannya. disamping itu ia tidak ingin persahabatan yang ia jalani selama ini renggang karena pernyataan perasaannya dan Jessica tidak bisa menerimanya.

“Aku pergi, istirahatlah!”

CHU,

Myungsoo mencium singkat kening Jessica dan ia dapat merasakan Jessica sedikit berontak dengan tindakan tiba-tiba itu. ia menggenggam tangan Jessica yang siap untuk mendorong tubuh Myungsoo itu.

“Jangan menolak apapun dariku, jangan memberontak…lupakan apa yang aku katakan sebelumnya tentang perasaanku, aku bisa gila jika setelah ini kau menjauhiku… bersikaplah seolah tidak terjadi apa-apa…tentang kehidupan cintamu…aku tidak perduli lagi”

“Aku kecewa, namun apa yang harus aku kecewakan? Apa aku harus menyalahkanmu? Harus menyalahkanku? Menyalahkan semua hal yang terjadi padaku? Menyalahkan takdirku? Semuanya … aku harus bagaimana?”

“itu terserah padamu” hanya itu yang dikatakan Myungsoo lalu ia membenahi selimut Jessica dan mengacak singkat rambutnya.

Jessica tertegun, sungguh jika ia bisa meminta pada Tuhan, ia meminta untuk tidak pernah bertemu dengan malam ini. Dadanya bergemuruh, kepalanya serasa ingin pecah. Dan ketakutan kembali menyerangnya. Ia hanya mampu menatap punggung Myungsoo yang sudah menghilang dibalik pintu kamarnya, ia juga mendengar pintu rumahnya tertutup itu artinya Myugsoo benar-benar meninggalkannya.

Tuhan, apa lagi yang harus aku hadapi sekarang? Aku tidak bodoh jika tidak tahu seperti apa keluarga Myungsoo… apa aku akan mendapat masalah jika Myungsoo mempertahankan perasaannya? jika aku menolaknya, apa aku berdosa karena telah menyakitinya? Apa aku terlalu egois? Aku tidak ingin dia meninggalkanku seperti orang-orang meninggalkanku Tuhan…

TBC…

Advertisements

11 thoughts on “MORE THAN (PART V )/3 SHORT

  1. Jung Clara says:

    Ya thor kok short nya sih..lngkap nya dong..hmpir nangs wkt jessica sdh..bnr2 dpet feel nya thor…hdup sica bnr2 kasian bgd d sni..mndrta…mngkn dy hrus mnghlang sjnak..hehehe…lnjut thor…

  2. astinkusuma says:

    Sad banget sih jessica nya,bagus thor feel nya dapet thor,fighting ya buat next nya
    Ngomong ngomong adakah yg mau ngadain project buat Jessica’s birthday?kalau ada tolong kasih info ya ke @faustinkusuma *maafpromosi

  3. N0vi says:

    Lgsung mewek bcanya huhuhu
    auth0r berhsil bngun feelnya dichap ini, dan aku jg bs ngerasain gmn sdihnya jessica dan tertekannya myungs0o. . . Tp meski sdih”gtu masih ada m0ment sweetnya gtu dr myungsica. . . Pk0knya tetep auth0r daebak. . .

  4. PiaChu says:

    Udah dilanjut waaaaaaaaaaaaa ><
    Kasian Jessica, hidupnya kaya' tertekan banget ya(?)
    Myungsoo kasian gitu ya'-'v
    Ditunggu chap selanjutnya thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s