SEQUEL BEAUTIFUL YOU

LEE MIN HO and JESSICA

Author: S.Y.M

Title: Beautiful You

Length: Oneshot (Sequel)

Genre: Romantic, Angst

Rating: PG16

Cast:

Jessica Jung

jessica24

Lee Min Ho

lee min ho

_______________________________________________

1ST MEETING

 

Suara ramai, sorak sorai, bahkan teriakan teriakan orang-orang dibawah sadar itu tak juga membangkitkan sosok laki-laki tampan yang tengah duduk di sofa itu. ia masih dengan pandangan seduktifnya pada orang-orang yang sedang asyik berjoget mengikuti alunan musik DJ itu. Disekelilingnya sudah bergelayut manja beberapa beberapa yeoja, namun tak satupun yang ia perdulikan, ia hanya menikmati setiap sentuhan hangat dari yeoja-yeoja itu. Menyentuh pipinya, menyodorkan minuman untuknya, menopangkan kepala pada pundaknya dan tak jarang juga pipinya menjadi sasaran kecupan halus dari yeoja-yeoja itu.

Ya, ini adalah dunia malamnya, Dengan kekayaan yang ia punya, ketampanan yang ia miliki, membuatnya begitu mudah untuk mendapat perhatian penuh dari para yeoja.

“Oppa! Apa malam ini aku bisa menemanimu?” tanya salah satu dari mereka, ia bergelayut manja di lengannya.

Lee Min Ho terkekeh, ia selalu bersikap lembut pada mereka.

“Mianhae, aku sudah memiliki satu untuk bersenang-senang malam ini!” jawabnya, ia  menyentuh dagu yeoja itu. dan tersenyum penuh kelembutan sehingga kalimat yang berisi penolakan itu tak menyinggung dan membuat marah sang yeoja. Meski kecewa tentu ada pada yeoja itu. namun duduk bersama CEO muda dan tampan seperti Lee Min Ho ini sudah lebih dari cukup. Tak semua yeoja bisa menemaninya, walaupun hanya sekedar duduk. Meskipun seperti itu Lee Min Ho hanya mengizinkan yeoja dari orang-orang yang dikenalnya.

“Dia sangat beruntung” ucapnya menyesal namun tetap terlihat manja.

“Kau yang belum beruntung! Aku harus pergi, sepertinya dia menungguku di luar” Min Ho meletakkan beberapa lembar uang sebagai Tip untuk yeoja-yeoja itu, untuk bayaran mereka ia sudah memberikannya pada orang yang membawa mereka pada Min Ho.

“Gomawo Oppa!” teriak mereka.. dan hanya di balas lambaian tangan dari Min Ho tanpa menoleh kearah mereka.

Bukankah ia sangat murah hati?

__________________________BEAUTIFUL YOU____________________________

___flash back____

Jessica POV

Jessica menatap tajam ponsel Da Hae yang terus berdering, ia memperhatikan nama yang muncul di panggilan telepon itu, dan dia mengenalnya. Sekarang ini ia berperang dalam pikirannya, haruskah ia mengangkat panggilan untuk Da Hae itu? tidak-tidak… ia tidak boleh bekerja kali ini. begitulah pikirnya. Ia menggelengkan kepalanya, ia meyakinkan dirinya sendiri untuk mengangkap telepon itu. dengan sedikit ragu tangannya meraih posel itu.  ia menempelkan ponsel itu ke telinganya dengan hati-hati. Jujur, ia memang selalu takut untuk berhadapan dengan orang-orang yang berhubungan dengan pekerjaan Da Hae. ia menelan ludah ketika ia mendengar suara seseorang setelah ia menekan tombol hijaunya.

“Yobo_”

“Hya!…Hae _ya, Pabo_ya! Kenapa lama sekali kau mengangkat teleponku? Malam ini kau harus temui seseorang di XX Club, Kau bisa menghubungi no ponselnya, akan aku kirimkan nomornya, Ara!”

Tut..tut..tut..

“Yoboseo!…aish…Ahjussi!” umpatnya, ia menatap layar ponsel yang sudah kembali pada wajah walpapernya, Ahjussi itu seenaknya saja menutup telepon sebelum ia menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Ia mendengus kasar, di lihatnya Lee Da Hae yang tergolek lemah di tempat tidurnya. Ia menautkan kedua alisnya, sesekali ia memijat keningnya itu. ia tahu apa yang terjadi jika eonninya tidak memenuhi panggilan kerjanya. Sesuatu yang buruk pasti terjadi setelahnya. Ia sudah sangat hafal skenario kehidupan eonninya itu. Bekerja pada malam  hari dan pulang pagi hari. Bersikap kasar padanya, dan ketika ia tidak bisa memenuhi pekerjaannya ia akan kembali dengan luka memar di bibirnya, atau jika tidak…dia akan mengomel tidak jelas dan mengurung diri di kamarnya.

Tidak…tidak…

Lagi lagi ia menggeleng kasar kepalanya, membuyarkan seluruh pemikirannya tentang kemungkinan yang akan terjadi nantinya. Ia tidak ingin itu terjadi, namun ia juga muak dengan tingkah laku eonninya.

Jessica membenahi selimut Da Hae, ia mendorong tubuhnya dan bersandar pada dinding kayu rumah kecilnya. Ia mendongakkan kepalanya, tanpa terasa peluh bening keluar dari matanya. Sudah lama ia ingin menunjukkan ini pada eonninya. Betapa ia tidak ingin eonninya bertindak semakin jauh hanya karena dia. Ataupun karena kesenangannya. Ia sangat tahu betapa remuk dan rapuhnya perasaan eonninya itu.

Ia menghentikan air mata yang keluar dari matanya itu, dengan tangannya, ia bisa merasakan kasarnya tangannyaitu membasuh wajahnya. Cukup! …cukup baginya untuk berdiam diri. Ia harus melakukan sesuatu. dan selanjutnya ia tidak ingin memikirkannya. Yang ia pikirkan adalah, Da Hae sembuh dan dia tidak terkena masalah karena tidak bekerja malam ini.

Ia mengambil nafas dalam, dan kembali menatap Da Hae yang lemah itu. ia melihat jam dinding yang terus melaju dan sebentar lagi adalah jam yang ditentukan untuknya. Ia merangkak mendekati Da Hae dan membisikkan sesuatu padanya.

“Aku yang akan pergi, Da Hae”

 

____flash back end___

_______________________________BEAUTIFUL YOU__________________

Dia Jessica, mencari sosok yang harus ia temui malam ini. ia sengaja mengirimkan pesan pada orang itu dengan ponselnya. Bukan ponsel Da Hae. Mencegah agar Da Hae tak ikut campur dengan kegiatannya kali ini.

Jessica memandang nomor ponsel itu, kembali terbesit keraguan padanya, Haruskan ia bertindak sejauh ini? apa dia sudah tidak waras? Sesaat kemudian ia menggenggam erat ponselnya, ia sudah bertekat dan dia harus melakukannya. Ia mengangguk mantap. Pantang baginya untuk mundur.

“Yoboseo” suara seseorang ang ia telepon.

Ia menelan ludah, tangannya menggenggam erat, ia yakin, ia harus yakin.

“Saya menunggu di luar, saya yang diminta untuk menemui anda” jawab Jessica dengan bahasa formal. Ia takut jika orang itu lebih tua darinya, bahkan seusia ayahnya.

“Baiklah, tunggu aku di mobil merah dekat pintu utama” jawabnya dan ia menutup sambungan itu.

Jessica kembali menelan salivanya, ia menoleh ke sekeliling tempat asing itu, banyak orang yang keluar masuk tempat itu, dan hampir semua berpakaian serba mewah dan minim itu. ia mencari mobil merah yang dimaksud orang itu, dan tepat ia menemukannya, mobil sport dengan warna merah yang mencolok, terlihat sekali bahwa pemilik mobil itu adalah orang yang sangat kaya, Jessica hanya bisa tertegun dan sesekali menggigit bibir bawahnya. Sungguh bahkan ia tidak pernah membayangkan bisa menyentuh mobil seperti itu.

Jessica berjalan mendekati mobil itu, ia ingin mengitari mobil mewah itu, melihat setiap detail yang dimiliki mobil mewah nan mahal ini, namun akan sangat terlihat jika ia berani melakukannya. Ia harus menjaga sikapnya.

“Ehem!”

Suara itu menghentikan kegiatan Jessica seketika, begitu juga dengan nafasnya secara singkat. Jessica menggembungkan pipinya, ia memberanikan diri untuk menoleh pada sumber suara yang ia yakini adalah orang yang harus ia temui malam ini.

Dan tepat, ia mendapati sosok namja tinggi dengan setelan kemeja dan kerah yang sedikit terbuka kanacing atasnya. Meski tidak begitu rapi namun sosok itu tetap terlihat menawan.

“Apa benar-benar indah?” tanyanya, dan seketika membuat Jessica tertegun, ia menunduk…sepertinya ia sudah membuat kesalahan.  Jantungnya bekerja lebih cepat kali ini.

“Kau yang diminta untuk menemui ku?” tanyanya kemudian, suara bass dan dingin yang keluar dari mulutnya namun tetap terdengar lembut itu sempat membuat Jessica kembali terpana. Lalu Jessica menutup matanya sejenak, ia perlu kekuatan untuk melewati malam ini.

“Ne! Anyeonghaseo!” Jessica membungkukkan setengah badannya. Ia sudah memperoleh kekuatan itu.

“Kau bukan Da Hae!”
“Jweosonghamnida, Da Hae tidak bisa menemui tuan…”

“Min Ho..Lee Min Ho Imnida”

“Tn Min Ho, saya yang menggantikan Da Hae malam ini”

“Kau berusaha menipuku?”

Kalimat itu sontak memancing tatapan tajam dari Jessica, dia tidak akan melakukan hal ini jika ia tidak ingin eonninya terkena masalah, tentu ia tidak terima jika ia dituduh menipu.

“Lee Da Hae_ssi sedang sakit, dan saya hanya menggantikannya. Anda masih ingin Da Hae_ssi yang  menemani anda? Apa perlu saya kembali?” Jessica menekan setiap kalimatnya. Ia kini sudah mampu menatap sosok di depannya itu.

Lee Min Ho, namja itu hanya terkekeh. Ia tidak pernah mendengar kalimat yang lumayan keras dari seorang yeoja penghibur sebelumnya. Ia menatap manik mata Jessica, dan ia menemukan keberanian didalamnya. Dia mempunyai mata yang indah.

“Masuklah” Min Ho membuka kunci mobilnya, dan membukakan pintu untuk Jessica, selanjutnya ia sudah berada di kursi kemudi dan mulai mengegas mobilnya. Jessica…dia sudah tidak bisa berfikir lagi untuk saat ini, dan dia hanya menuruti Min Ho.

.

.
Hening, itu yang terjadi di dalam mobil sport mewah milik namja tampan itu. Jessica menggenggam tangan kanannya, tangannya basah dan lembab, sedangkan matanya terus menelusuri jalanan yang ia  lewati. Kita lirik namja tampan yang mengemudikan mobil itu. Lee Min Ho, entah kenapa ia merasa begitu aneh malam ini. sesekali ia mencuri pandang gadis yang duduk di sampingnya. Dia sukses membuat keheningan yang hangat didalam mobilnya malam ini. ia menghela nafas panjang, ia menyerah. Tidak biasanya ia seperti ini. kenapa gadis ini mengacuhkannya? Apa dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan padanya? Apa dia baru pertama kali melakukan pekerjaan ini? dan ia juga tidak tahu siapa namanya? Oh tidak…dia tidak pernah ingin tahu nama setiap gadis  yang menemaninya setiap malam, namun kali ini…ia merasa penasaran pada gadis yang terdiam di mobilnya. Ia ingin tahu nama gadis itu, dari mana ia berasal? Dia terlihat asing dan tidak seperti orang korea. Matanya lebar, dan sedikit kebiruan, stylenya tidak seperti gadis korea pada umumnya, ia hanya mengenakan celana jeans, kaos tipis dan santai, namun tetap terlihat chic dan stylis.

“ehem…siapa namamu?” dan pertanyaan itu keluar juga darinya.

“Ah..ne? ..emm Jessica imnida” jawabnya, kini Jessica kembali canggung, sejak tadi ia berfikir apa yang ia lakukan. Apa ia perlu bersikap manja? Atau mengajaknya ngobrol? Atau…aahhh dia tidak pernah mendapat pelajaran itu sebelumnya, ia juga tidak tertarik untuk melakukan itu. hubungannya dengan Da Hae tidak pernah baik, itulah ia tidak pernah tertarik dengan apayang bisa ia lakukan di pekerjaannya ini.

“Apa kau baru pertama kali seperti ini?”

Jessica terdiam, yang ada di pikirannya kali ini adalah.. ia harus bersiap untuk diturunkan di pinggir jalan karena dia tidak tahu apa-apa. Ia kembali memejamkan matanya, mencari kekuatan dari dirinya. Detik berikutnya ia membuka matanya dan menatap Min Ho dengan penuh mantap.

“Jweosonghamnida, saya memang baru pertama melakukan ini”

Min Ho terdiam, ia beralih memandang jalanan di depannya dari pada Jessica. Wajahnya berubah lebih serius dan sontak itu membuat Jessica takut. Ia takut sosok di sampingnya ini marah dan tiba-tiba menelepon orang itu dan membuat masalah besar untuk Da Hae.

“Tuan…saya mohon anda jangan marah, saya melakukan ini karena saya punya alasan, apa anda marah? Saya mohon anda jangan marah”

Min Ho masih terdiam, ia semakin mempercepat laju mobilnya. Dan membuat Jessica semakin panik saat itu.

“Tuan..saya akan menjelaskan semuanya”

“jadi kau menipuku?”

“any_any…saya tidak menipu anda, anda harus mendengar penjelasan saya” Jessica mengatupkan kedua tangannya, ia memohon pada Min Ho untuk mamahami alasannya.

Citttttt

Mobil itu terparkir sempurna keluar dari jalanan dan berhenti di depan gedung tinggi sebuah apartemen elite Seoul. Jessica memejamkan matanya sempurna, kedua telapak tangannya juga menutup penuh wajahnya.

Min Ho melirik singkat jessica dan dia kembali terkekeh. Baru kali ini ia tertarik untuk membuat seorang gadis asing ketakutan dan dia penasaran.

Buk..buk..buk..

Jessica mendengar kaca mobil di sampingnya diketuk, dan ia mendapati Min Ho lah yang mengetuknya, ia meminta Jessica untuk keluar, namun Jessica masih terdiam, ia ragu untuk keluar dari mobil itu. perasaan takutnya semakin besar.

“Kau bersikap seperti putri? “ Min Ho yang tidak sabar akhirnya mengalah untuk membukakan pintu untuk Jessica.

“Jweosonghamnida” Jessica keluar dari mobil itu dan membungkukkan badannya berkali-kali. Ia merutuki dirinya yang begitu bodoh malam ini. ia yakin setelah ini Da Hae akan mendapat masalah karena dia tidak bersikap baik pada pelanggan.

“Ikut aku”

.

.

Min Ho melirik Jessica, ia tidak menyangka bahwa seorang gadis bisa tidak tertarik untuk bergelayut di lengannya, biasanya itulah yang ia lakukan bersama yeoja yeoja penghibur lainnya. Namun kali ini ia tidak mendapatkannya dari Jessica. Ia menghentikan langkahnya, dan tepat… Jessica menabrak punggungnya. Ia selalu melihat kebawah saat berjalan dan ia tidak menyadari Min Ho yang menghentkan langkahnya.

“Apa lantai ini lebih menarik dari pada namja di depanmu ini?”

“Ah.. ne…ah any…Jweosonghamnida” lagi…Jessica kembali membungkukkan badannya berkali-kali untuk meminta maaf

“Cukup, kau harus melakukan ini” Min Ho menarik tangan Jessica dan menautkannya pada lengannya.

“Kau harus melakukan ini, kau tidak tahu itu? kau ingin mengecewakan pelangganmu?”

Jessica terdiam, apa ini? apa dia baru saja diajari cara berjalan dengan namja dengan Min Ho? Ia tertegun, dan kembali menelan salivanya.

“Ne…”

“Bagus” Min Ho melanjutkan langkahnya, ia menekan pintu lift dan masuk ke dalamnya, lalu ia menekan angka 30 yang menunjukkan lantai apartemennya. Dan Jessica masih tertegun dengan tangan yang melingkar di lengan namja tampan seperti Min Ho.

Aku harap ini hanya mimpi, meskipun aku beruntung karena pria ini bukan ahjussi hidung belang, namun ia tetap terlihat berwibawa dan menawan, aku harap aku akan baik-baik saja dan ini cepat berlalu

Ding

Pintu lift terbuka dan hanya perlu berjalan beberapa langkah untuk mencapai sebuah pintu elegant yang tak lain adalah pintu apartemen Lee Min Ho.

Jessica masih menautkan tangannya saat Min Ho memasukkan pasword apartemennya. Setelah pintu itu terbuka dengan sempurna mereka masuk dan inilah aparetemen Lee Min Ho.

Kebanyakan ornamen berwarna hitam dan coklat, terkesan elegant dan mewah. Ruang tamu yang sungguh luas dan berhadapan lurus dengan jendela kaca besar yang jessica yakini siapa saja yang masuk ke dalam apartemen itu akan terpada dengan keindahan langit cerah yang terekspose oleh jendela itu. selanjutnya Min Ho membawa Jessica pada ruang tengah yang juga terdapat sofa dan meja bartender dan terpajang banyak merek minuman beralkohol kelas tinggi koleksi Min Ho, ia masih bisa menatap langit dari dinding kaca nan luas itu.

“Apa ini juga begitu indah? Kau lebih tertarik dengan hal-hal seperti ini dari pada melayaniku?” Min Ho membuyarkan kekaguman Jessica seketika.

“Kau lugu tapi juga suka kemewahan, apa itu alasanmu melakukan pekerjaan ini?” Min Ho melepaskan tangan Jessica pada lengannya, dan beranjak ke rak botol alkohol miliknya. Ia mengambil sebotol minuman lalu meletakkannya di meja bartender.

Jessica terdiam, ia tidak bisa terjadi kesalah pahaman pada Min Ho.

“saya hanya suka pemandangan langit itu. jika memang kemewahan ini sudah melekat pada diri anda, apa yang bisa saya lakukan? Saya hanya bisa membuka mulut saya lalu kemudian menelan air liur saya sendiri, saya hanya mampu melihat”

“Kau bisa memilikinya jika kau melakukan semuanya”

“Kemewahan ini bukan untuk saya”

Lee Min Ho terdiam, ia menatap Jessica tajam dan lalu memintanya untuk duduk di kursi bartender.

“apa yang kau mau? kau bukan yeoja yang berpengalaman dalam pekerjaan ini”

“Apa yang bisa saya jelaskan? Saya sudah mengatakannya, saya menggantikan Da Hae_ssi”

“apa kau pikir aku bodoh? Aku tidak bisa membedakan seorang yeoja?”

“Apa anda marah karena bukan Da Hae_ssi yang menemani anda? Kalau begitu anda harus menerima saya yang menemani anda, “

“Wae? Kau tidak bisa apa-apa”

“Saya akan melakukannya, saya akan melakukan apa yang tn mina, saya harus menggantikan eonni agar dia tidak terkena masalah, dia sedang sakit, saya tidak ingin dia terkena masalah karena tidak bisa menemani anda.”

“anda tidak perlu membayar saya, saya hanya akan melakukannya malam ini, saya mohon jangan mengatakan apapun tentang ini kepada eonni dan orang itu” pinta Jessica.  Ia mengatupkan kedua tangannya, sedangkan Min Ho hanya terdiam, ia tertegun dengan apa yang dikatakan Jessica.

“Apa kau sudah gila? Kau rela tidak dibayar hanya karena tidak ingin eonnimu mendapat masalah? Jadi Da Hae adalah eonnimu? Kau melakukan ini demi dia?”

“Ne”  Jessica mengangguk

 

“karena dia eonni saya,”

“kau tahu ini pekerjaan seperti apa?”

“saya tahu, saya hanya ingin melakukan ini untuk orang yang saya sayangi, hanya dia keluarga saya. Jika saya harus melakukan pekerjaan ini untuk membantunya, akan saya lakukan. Saya yakin anda menganggap rendah saya, tapi apakan alasan ini cukup penting bagi anda? Saya hanya meminta sedikit pengertian dari anda, selanjutnya alasan ini tidak akan penting bagi anda, saya mohon jangan katakan ini pada Da Hae ataupun orang yang anda kenal itu”

Jessica meneteskan air matanya. Ia sudah sejauh ini. ia tahu tindakannya bodoh, dan menjelaskan semua ini pada orang asing terutama seorang pelanggan seperti Lee Min Ho adalah hal bodoh, siapa yang bisa menerima alasannya? Ia yakin setelah ini ia benar-benar membuat masalah bagi Da Hae.

Tuhan …tolong aku

Min Ho menatapnya tajam, apa apaan ini? ia dipermainkan oleh gadis seperti Jessica? Gadis polos dengan keputusan bodohnya untuk menggantikan pekerjaan kakaknya yang terbilang berbahaya bagi masa depannya ini.

“Kau mau melakukan apa saja? Apapun yang aku minta?”

“N..ne” Jessica mengangguk ragu

“Cium aku” dan itu hal pertama yang dilontarkan Min Ho, dan sukses membuat mata Jessica membulat sempurna.

“Wae? Kau tidak bisa? Bagaimana aku bisa membuang waktu bersenang-senangku dengan omong kosong seperti ini? kau yakin aku tidak akan mengatakan ini pada kakak dan orang yang memperkerjakan kakak mu itu?” Min Ho sedikit berteriak padanya.

Jessica menggenggam tangannya sendiri, keringat dingin yang ia rasakan sekarang. Ia harus melakukannya, itu keputusannya.

Min Ho menatap tajam manik mata indah itu, tidak dipungkiri bahwa ia merasa tertarik dengan Jessica, dan ini pertama kali baginya, begitu penasaran dengan seorang gadis yang status sosialnya sangat berbeda dengannya. Ia bisa melihat ketakutan di mata Jessica namun juga keberanian yang terbesit diantaranya. Detik berikutnya dia tertegun karena melihat Jessica mulai beranjak dari kursinya, ia menggeser letak duduknya dan memperpendek jaraknya dengan Lee Min Ho.

Dia melakukannya?

Lee Min Ho seakan tidak percaya ketika Jessica mendekatkan wajahnya.

“Kau berani melakukannya?” Min Ho meyakinkannya lagi.

“Saya bukan gadis yang suka ingkar janji, meskipun keputusan saya salah, saya sudah mengatakannya pada anda, saya akan melakukannya. Dan anda harus berjanji sebagai seorang laki-laki pada saya. Jika anda mengenal Da Hae eonni, jangan biarkan dia terkena masalah. “ Jessica masih dalam posisi yang dekat dengan wajah Min Ho. Entah keberanian dari mana yang ia peroleh.

“Apa yang membuatmu yakin aku akan melakukan itu?”

“karena saya percaya pada anda, dan saya sudah berjanji untuk melakukan apa yang anda minta”  Jessica menarik kerah Min Ho dan kini jarak mereka hanya beberapa centi lagi.

Lee Min Ho, namja itu kembali tertegun, dadanya bergemuruh, jantungnya berdetak cepat saat itu juga. ia tidak tahu apa yang terjadi, kenapa seolah Jessica mampu dengan mudah menyihirnya. Ia ingin melakukan apa yang Jessica minta, itu hal mudah baginya. Dan kini Jessica sudah hampir menciumnya. Namun ia masih melihat keraguan pada diri Jessica.

Min Ho meraih dagu Jessica, dia melihat mata yang tajam itu. Dan dia memutuskan untuk menyudahinya. ia tidak mampu menahan detak jantungnya yang tiba-tiba tidak normal itu.

“pulanglah, sopirku akan mengantarmu” itu lah keputusan Min Ho dan kini Jessica lah yang mematung karenanya.

Min Ho menjauh dan ia meraih telepon di meja tak jauh dari tempatnya.

“Kau tidak ingin pulang?”

“Apa anda akan mengatakannya pada orang itu? kakak ku akan mendapat masalah”

“Kau harus menemuiku lagi, saat aku memanggilmu, urusan kita belum selesai”

Jessica tertegun, ia tidak tahu jika akan serunyam ini. ia harus terlibat dengan seorang Lee Min Ho, apa urusannya akan semakin jauh nantinya? Sungguh ia tidak ingin memikirkan itu sekarang. Satu hal yang ia syukuri malam ini. ia selamat, Min Ho tidak melakukan apapun padanya malam ini. setidaknya malam ini. Ia harus bersiap untuk pertemuan selanjutnya.

.

.

END___FOR FIRST MEET LEE MIN HO AND JESSICA

 

 

Gimana???panjang?? runyam??? Aneh??? Abal-abal??

Hemh…..entahlah….

Mian ya kalau jelek…jangan lupa comment ya.

Xie xie

 

 

Advertisements

5 thoughts on “SEQUEL BEAUTIFUL YOU

  1. N0vi says:

    Aku suka bnget sm cerita ini th0r,, feelnya dpt bnget apalagi pas jessica ketakutan gtu dan auth0r bs menggambarkan situasinya dg jelas. . . Pk0knya hrus dilanjut th0r#maksa
    habis aku sukaaaa bnget sm cerita ini, keren. Aku dibikin penasaran sm klnjutannya dan kyaknya mkin seru apalgi karakter sica dsni dpt bnget, dan aku jg trharu bnget pas jessica gantiin kakaknya bwt jd wanita penghibur. . .next sangat ditunggu th0r. FIGHTING

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s