SEQUEL OF BEAUTIFUL YOU [ONE SHOT]

Sehun and jessica

Author: S.Y.M

Title: Beautiful You

Length: Oneshot (Sequel)

Genre: Romantic, Angst

Rating: PG17

Cast:

Jessica Jung

jessica24

Oh Sehun

sehun oh

Author Note: Huwaaa…..ini aku minta ma’af karena membatasi Rating untuk Fanfic ini…karena di dalamnya ada sedikit mengarah pada…ussdd..

Enjoy it.

 


 

Hari rabu, seperti biasa Sehun akan meminta Jessica untuk datang ke Apartemennya, itu adalah rutinitasnya.  Dan akan menjadi hal yang wajar jika apartemen Sehun akan sangat berantakan, Jessica datang dan dialah yang akan membereskannya.

Jessica memutuskan untuk datang lebih awal kali ini, setelah dari rumah Jong In, ia langsung menuju Apartemen Sehun. Kebetulan Jong In sedang ada pertemuan dan tidak memungkinkan untuknya membawa Jessica bersamanya. Dan akhirnya Jessica memutuskan untuk beristirahat di apartemen Sehun. Entah kenapa ia jadi semudah itu keluar masuk rumah orang lain seenaknya. Ia tahu Yuri tidak ada dirumah, telah terjadi pertengkaran kecil lagi antara mereka. Dan itu membuatnya malam untuk kembali ke rumah.

Drrt..drrt..drrt..

Ponselnya bergetar saat ia sedang asyik membereskan  kamar Sehun.

1 panggilan dari Lee Min Ho.

“Yoboseo” ucapnya lembut, ia masih melanjutkan kegiatannya.

//”Anyeong”// sapanya

“Anyeong” ia sedikit tersenyum, namun kembali dengan ekspresi dinginnya.

//”Kau sudah makan?”//

“Apa kau sudah makan?”

//”Belum”//

“Cepat makan, kau banyak pertemuan, pasti akan melelahkan” Jessica mengapit ponselnya, dia memiringkan kepalanya sehingga ia bisa menahan ponselnya diantara telinga dan bahuna lalu tangannya beralih pada selimut tebal di tempat tidur Sehun dan melipatnya.

//”Ara…sedang apa?”//

“Membersihkan rumah”

//”Eodiyo?”//

“apartemen Sehun”

//”Kau bersama orang lain disaat aku tidak ada?”// Lee Min Ho terdengar kecewa, namun dibalas dengan senyum simpul oleh Jessica.

“Dia juga membayarku untuk ini, lagi pula kau tidak ada di Seoul saat harimu bersamaku” Jawab Jessica, ia beralih pada kaca jendela kamar Luhan, dan mengelapnya.

 

Min Ho, entah kenapa hatinya selalu memanas saat mendengar langsung dengan siapa Jessica sekarang. Padahal hal itu sudah menjadi kebiasaannya. Dan jelas Min Ho tahu siapa Jessica itu. Dia bukan milik siapa-siapa. Perlahan tangannya mengepal, menahan amarahnya.

//”Jessica”// panggilnya lirih.

“Hm?” Jessica tetap sibuk dengan kegiatannya.

//” Apa aku harus membayarmu lebih banyak agaru kau tetap menurutiku?//”

Jessica berhenti sejenak dari kegiatannya, mencerna kalimat yang baru saja dilontarkan Min Ho padanya.

“Aku selalu menuruti permintaanmu”

//”Aku ingin setiap harimu untukku”// ucapnya kemudian.

Jessica kembali terdiam, semakin lama ia semakin bingung dengan sikap ke-3 namja itu, Lee Min Ho, Kim Jong In dan Sehun.  Tidak dipungkiri, ia pun berfikir keras karena permintaan Min Ho ini. ia mengenal bagaimana karakter Min Ho. Dan dia jarang sekali menganggap setiap kalimatnya adalah sebuah lelucon. Ia selalu serius dalam berucap. Detik berikutnya Jessica berusaha menghapus segala pikirannya tentang ketiga namja itu. ia tidak ingin ini berlanjut lebih dalam.

“Cepatlah makan, aku tidak mau bertemu denganmu jikau pulang dengan keadaan sakit, aku akan tutup teleponmu, Bye” Jessica mengakhiri obrolan mereka. Ia tidak ingin obrolan ini menjadi lebih serius dan berujung pada sebuah keputusan yang harus ia ambil.

//“Ne! Bye..sampai jumpa di Seoul”//

Tut..tut..tut…

Jessica meletakkan ponselnya, sedangkan Lee Min Ho, ia masih enggan meletakkan ponselnya, telinganya masih sayang untuk melepas ponsel itu, seolah masih ada kalimat yang ingin ia sampaikan pada Jessica.

“Bogoshippoyo” ucapnya lirih, dan ia meletakkan ponselnya.

_____________________________Beautiful You_______________________

 

Sudah pukul 6 sore, Jessica selesai dengan pekerjaannya, sebentar lagi masakannya juga siap. Ia juga selesai membersihkan badannya, mengganti pakaiannya dengan kaos big size kesukaannya.

Sesekali ia melirik jam tangannya, sudah waktunya Sehun pulang dan dia terlambat 10 menit dari pukul 6.

.

.

Sehun sudah mencium aroma masakan di apartemennya, ia sangat tahu jika Jessicalah pelakunya, bukan orang lain. Ia mengendap-endap untuk masuk ke Apartemennya sendiri. Tas ranselnya ia letakkan perlahan di sofa, lalu ia berjalan mengendap-endap lagi untuk ke dapur, kebetulan Jessica sedang membelakanginya.

Sehun tersenyum saat berada di belakan Jessica. Bahkan Jessica belum juga menyadari kehadiran Sehun di sekitarnya. Jessica masih sibuk dengan makanannya. Ia menatap Jessica yang lebih pendek darinya, rambutnya digelung keatas, memperlihatkan tengkuknya. Kaos yang menurutnya kebesaran, namun itu kaos favoritnya. Celana Jeans panjang yang juga Favoritnya.

Ia tersenyum jahil dan berniat untuk mengageti Jessica, tangannya sudah siap untuk menepuk pundak Jessica.

“Jangan mengagetiku, aku memegang pisau sekarang!” ucap Jessica.

Sehut yang sudah siap sontak menutup wajahnya, Jessica lebih dulu membaca gerak-geriknya, dan seakan tahu apa yang ada dipikirannya saat ini.

“Ah! Kau sudah tahu?”

“Sejak kau membuka pintu” Jessica masih membelakanginya.

“Emh..curang!” Sehun menggembungkan pipinya. Lalu menggaruk tengkuknya yang mendadak gatal itu.

Jessica membalik badannya, kini ia bisa melihat Sehun dengan jelas meski sedikit mendongak karena Sehun semakin tinggi. Sedangkan Sehun hanya tersenyum melihat Rukiya yang menatapnya datar, ia paling suka wajah tanpa ekspresi itu dan ia bisa melihat keindahan matanya.

“Aih..kau semakin  tinggi” ucap Jessica, kini ia sadar ia sedikit kesulita menatap Sehun dalam jarak sedekat ini.

“Any! Kau yang semakin pendek”

“Aish!!!” Jessica memukul pundak Sehun.

“Ahw!” Sehun tersenyum, meringis kesakitan, pukulan Jessica memang selalu sakit.

“Cepat mandi dan aku siapkan makan malam “

“Kau sudah mandi?”

Jessica menatapnya lagi, ia mengerutkan keningnya.

“Kau ingin dimandikan?” tanyanya dengan wajah polos, tanpa perduli orang di tanya itu pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus.

“Ah! Any..any,,” Sehun melangkah mundur dan mengibaskan tangannya.

Entah kenapa saat Jessica yang mengatakan itu seakan terasa aneh. Membuatnya salah tingkah, tidak seperti saat yeoja lain yang mengatakan kalimat yang bisa menggodanya, ia pasti akan menerimanya dan melakukan sesuka hatinya. Namun ini berbeda jika Jessica yang mengatakannya.

“Ne..” Sehun mengangguk dan berlari kecil  menuju kamarnya.

_____________________________BEAUIFUL YOU_______________________

Jessica memandangi layar Lap top yang sekarang ini ada di depannya, ia memperhatikan satu persatu kalimat yang tersusun itu.

Mereka ada di ruang tengah apartemen Sehun, di sofa bundar yang mirip tempat tidur, tempat mereka sering menghabiskan waktu dan di depannya terdapat layar televisi yang besar lengkap dengan Home Theater yang terpasang merapat kedinding.

Sementara Jessica memeriksa tugas Sehun, ia berbaring di belakang Jessica namun masih leluasa memandangi wajah Jessica. Ia paling suka memandangi wajah itu, wajah itu selalu menghiburnya. Entah kenapa wajah itu selalu memikatnya.

Jessicahanya tersenyum, ia sangat sadar jika Sehun selalu memperhatikannya, Hanya saja ia selalu bersikap dingin dan membuat Sehun semakin bersemangat untuk mengagumi Jessica. Sifat Coolnya yang melebihi Sehun, ketenagan wajahnya yang selalu membuatnya terlihat dingin, siratan mata yang begitu polos dan kepiawaiannya dalam beberapa bidang, membuat Sehun semakin terpikat dengannya. Saat ini ia paling suka melihat Jessica  saat ia menulis ataupun saat kembali memperhatikan layar lap topnya, ia terlihat cool dan sexy, itulah pendapat Sehun. Sepertinya Sehun benar-benar tersihir oleh Jessica.

Ia sedikit mendekat pada Jessica, dan membuatnya kembali cemberut ketika Jessica tidak memperhatikannya, ia masih sibuk dengan headphone yang terpasang di telinganya dan pandangan yang masih terpusat pada layar lap topnya itu. namun itu tidak membuatnya berhenti, ia kembali memperhatikan Jessica, rambutnya yang selalu ia gelung keatas membuatnya lebih cute. Dan Sehun juga menyukainya.

“Noona!” Sehun memeluk Jessica dari belakang,

“Hm?” Jessica masih konsentrasi dengan tugas kuliah Sehun. Lalu dengan usil Sehun melepas headphone yang terpasang ditelinganya.

“Hya! Sehun_ah!” protes Jessica.

“Bagaimana pekerjaanku? Lumayan bagus? Apa lebih baik? Aku yakin pasti banyak peningkatan” bangga sehun.

“Hmh…e’em” Jessica hanya mengangguk.

“Kau selalu menuliskan koreksimu pada kertas, kenapa tidak pada naskahku?”

“Itu karena aku ingin kau membacanya lagi”

Sehun mengangguk polos tanda mengerti, ia terlihat seperti anak kecil jika seperti ini. terlepas dari Image Coolnya, Ya …ia akan seperti itu jika di depan Jessica, hanya pada Jessica ia bisa bersikap baik dan penurut.

“Noona” panggilnya lagi. Kali ini ia meletakkan kepalanya pada pundak Jessica, dan membuat Jessica melatakkan bolpoinya. Merasa bahwa Jessica tidak bisa menulis karena ia bersandar pada pundaknya, ia membenahi posisi duduknya menjadi lebih tegak. Jessica sedikit keberatan dengan beban kepalanya.

Ia beralih memeluk Jessica, kali ini Sehun bisa mempertemukan kepalanya pada kepala Jessica, ia menghirup aroma shampo Jessica, rambutnya yang halus membuat Sehun semakin suka menghirup aroma Shampoo milik Jessica. Tangannya semakin merapatkan pelukannya, seolah Jessica akan lari darinya, ia meraba tepat di perut Jessica, ia menyentuh halus perut rata itu seperti seseorang yang menyentuh perut ibu hamil.

“Hanya ada makanan dalam perut itu” kata Jessica yang masih saja konsentrasi pada tugas kuliah Sehun. Tak meperdulikan Sehun yang sedari tadi memeluknya itu.

Sehun hanya tersenyum, iamasih tenggelam pada aroma rambut Jessica yang ia lebap gelungannya, membuat rambut panjangnya terurai. Lalu perlahan ia menyisir rambut Jessica dengan tangannya. Dan tangan lainnya masih asyik di perut Jessica yang terbalut kaos rajutan itu.

“Bagaimana jika kau hamil?” tiba-tiba Sehun melontarkan pertanyaan itu, ia kembali meletakkan dagunya pada pundak Jessica. Dan otomatis Jessica berhenti dari kegiatannya. Ia mengambil nafas panjang.

“Aku tidak melakukan sesuatu yang membuatku hamil” jawabnya dingin.

“Jika kau hamil karena aku?”  tangan Sehun kembali mendekap perut Jessica, kini Sehun mulai mencium telinga dan pundak Jessica, Kaos itu sedikit ia tarik sehingga ia bisa mencium kulit pundak Jessica.

Jessica tersenyum simpul menanggapi pertanyaan Sehun.

“Tergantung permintaanmu” jawabnya lagi

Sehun terkekeh pelan, ia beralih pada tengkuk Jessica, iamenciumnya dengan lembut.

“Apa kau berniat meninggalkanku saat aku hamil? Kau berniat membuatku hamil?” Sehun kembali terkekeh, sungguh menurutnya Jessica sangat lucu dengan pertanyaan pertanyaan polos yang terlontar darinya, ia tahu Jessica tahu maksud Sehun. Namun kepolosannya membuat Sehun sangat gemaz dengannya.

“Any..” Sehun masih sibuk mencium pundak dan tengkuk Jessica.

“ Kau ingin aku menggugurkan kandunganku jika sampai aku hamil?” tanya nya lagi.

“Any”

“Ah..aku tidak mengerti” Jessica menyerah, namun ia masih diam menerima perlakuan Sehun. Entahlah Sikap sehun  memang selalu berubah-ubah. Terkadang sepeti anak kecil yang penurut, cute dan lucu menjadi satu. Dan saat sikapnya berubah seperti ini, spontan membuat Jessica berdegup kencang, Perasaan yang bercampur selalu menyerangnya. Takut, dan perasaan ia harus menerimanya jika ia mengingat kebaikan Sehun padanya. Itu memang sudah seharusnya, itu memang jalan yang ia pilih.

“Apa aku berbuat salah?” tanya Jessica lagi

“Any” hanya itu yang terlontar dari bibit Sehun

“Mungkin” imbuhnya

“Mwo?”

“Kau salah terlibat deganku” jawab sehun kemudian.

“Eh?” Jessica sedikit terkejut karena tiba-tiba tangan Sehun sudah benar-benar menyentuh perutnya. Ia sedikit mengerutkan keningnya, pikirannya berkecamuk sekarang. Selama ini ia belum pernah menerima perlakuan sejauh ini dari Sehun, Mungkin pernah jika itu Kim Jong In. Apa yang akan diperbuat Sehun padanya? Itulah yang bergelayut di pikirannya saat ini.

“Any..mungkin aku yang salah karena terlibat denganmu”  Sehun memutar pundak Jessica, sehingga mereka saling berhadapan kali ini. ia tersenyum melihat tatapan aneh Jessica, ia tahu jika Noonanya itu sedikit ketakutan karenanya.

Sehun beralih lagi pada perut Jessica, kali ini ia terang-terangan sedikit mengangkat kaos Jessica dan menyentuh perutnya, entah kenapa ia sangat suka menyentuh perut Jessica.

“Jika kau hami karenaku, aku ingin noona melahirkannya dan kita akan merawatnya bersama”  jelasnya dengan senyum sumringah

“HMM?” Jessica mengangkaat sebelah alisnya, tak mengerti maksud Sehun sebenarnya, dan Sehun hanya terkekeh melihatnya.

“Jika aku hamil bagaimana dengan Min Ho_ssi dan Jong In_ssi?” ucapnya polos dan sponta membuat Sehun merubah ekspresinya.

Ia mendengus panjang, noonanya ini selalu bersikap polos, seolah-olah Sehun tak akan memanas saat mendengar nama-nama itu, ia laki-laki normah yang akan panas ketika yeoja yang disukainya menyebut nama laki-laki lain selain dirinya.

Sehun menunduk, iamencium pundak Jessica lagi, menciumnya cukup lama shingga membentuk tanda pada pundak putih itu. Lalu ia beralih pada leher jenjangnya, membuat Jessica sedikit mendongak, ia menciumnya singkat tapi rata sampai akhirnya tiba pada dagu Jessica, tangan kiri Sehun menahan kepala Jessica, ia tetap menciumnya dan melewati bibir Jessica, ia lebih memilih mencium hidung, mata dan berakhir pada puncak kepala Jessica.

Lalu ia kembali menatap Jessica yang baru saja membuka matanya karena perlakuan Sehun tadi, mata yang bersinar dengan polos itu membuat Sehun melemah, sungguh ia sangat menyukai Jessica. Sesaat kemudian Jessica mengerucutkan bibirnya.

“Kau melewati ini” Jessica menunjuk bibirnya, membuat Sehun semakin gemas melihatnya . Padahal niat awal Sehun membuat suasana menjadi romantis, namun gagal karena Jessica yang selalu bertingkah polos dan membuatnya ingin tertawa. Ia lebih memilih menyentuh pipi jessica dan mengusapnya lembut.

“jadi, kapan noona menjadi milikku?” Sehun merubah ekspresi wajahnya menjadi lebih serius.

“Bukankah aku milikmu saat bersamamu?” Jessicapun merubah ekspresi wajahnya menjadi serius.

“Tidak saat kau tidak bersamaku, kau juga menjadi milik mereka saat bersama mereka”

‘E’Em” Jessica mengangguk

“Baiklah!” Sehun menyerah untuk malam ini, pembicaraannya tidak akan berujung jika membahas tentang ini. alih-alih hatinya akan memanas saat mengingat siapa Jessica.

“Kenapa kau tidak mencium bibirku?” pertanyaan polos itu memecah hati Sehun yang sedikit memanas tadi.

“Any” Sehun menggelengkan kepalanya dengan ekspresi datar yang ia pelajari dari Jessica.

“emmm” Jessica menggembungkan pipinya.

“Kau marah?” tanya Jessica lagi. Ia bingung dengan keadaan seperti ini, ia tidak ingin membuat Sehun marah sedikitpun padanya.

“Any” lagi lagi Sehun hanya menjawab dengan kata itu, lalu ia menjauh dari Jessica.

“Sehun_ah!” Jessica memegang dagu Sehun, menhadapkannya pada wajah Jessica, lalu entah keberanian dari mana Jessica mampu mencium bibirnya singkat, membuat Sehun membulatkan matanya terkejut. Jessica tidak pernah melakukan ini sebelumnya.

“Kubilang aku milikmu” protes Jessica dengan suara nyaringnya.

“Ara…ara” Sehun sedikit terdorong dan menjadi berbaring di tempat itu, Jessica tersenyum mendengarnya

___________________________BEAUTIFUL YOU_________________________

Sehun POV

Aku mulai dengan mencium pundaknya malam ini, dan saat ini berakhir pada ciumanku pada bibir tipisnya. Meskipun aku tahu dia melakukan ini karena ia berfikir ia harus melakukannya, ya…apalagi jika bukan karena aku yang membayarnya. Dia memang hadir dalam keadaan seperti ini. Aku tahu persis bagaimana cara hyung-hyung itu memperlakukannya, Keindahannya membuat mereka juga sangat sayang untuk merusaknya saat ini. Mereka juga pasti menginginkan dia seutuhnya, sama sepertiku. Dima milikku seutuhnya saat hatinya juga menjadi milikku. Dan sekarang dia belum menjadi milikku, aku tidak bisa berbuat lebih dari ini. Aku berharap aku yang pertama menikmati ciumannya ini, meskipun itu sangat mustahil.

Aku menindihnya, hanya untuk mencium bibirnya, Tolong semoga Syarafku tak bergerak untuk berbuat lebih. Aku hanya meninggalkan jejak di pundaknya, cukup dengan itu dan pasti akan membuat Hyung marah jika mereka tahu.

Aku melepaskan ciumanku, kami mengatur nafas kami, ia masih belum melapaskan tangannya pada leherku. Mata indahnya kembali menyihirku, namun aku segera menentangnya.

“Noona, tolong jangan menatapku seperti itu” aku menyeringai kecil dan ia terkekeh dan melepaskan tangannya pada leherku.

“tidulah di kamar Noona, aku akan menyelesaikan tugasku, Gomawo telah mengoreksinya untuk ku” Aku beralih dan duduk di sebelahnya, agar ia bisa bangun dan berpindah ke kamar, ia selalu menurut.

“Good night”  ucapnya seraya menutu mulutnya yang menguap , ia terlihat lelah.

“Good night”  balasku, aku mengacak poninya singkat.

“Kau payah sekali “ umpatnya, dan ia berjalan gontai ke kamar.

Sesaat kemudian aku sadar denga secarik kertas yang ia tinggalkan untukku.

“NASKAH 2! BUAT ULANG, PAYAH! JANGAN COPY PASTE! ARA??!”

Aku menggaruk tengkukku, ia selalu tahu apa yang ku kerjakan, dan sekali lagi aku mengalahkan egoku malam ini.

 

END..

 

Eotte??? Aku sedikit ragu untuk mempostingnya, tapi yasudahlah…karena ff ini sudah lama ada di laptop dan aku lupa siapa yang membuatnya?? XLOL. Yang aku ingat ada Pairing Lee Min Ho dan Jessica di lain sequel yang belum aku posting…dan pairing bersama Kim Jong In yang juga belum terposting.

Kalian bisa membayangkan sendiri kan sebagai apa Jessica disini…menurutku ff ini lebih dewasa dari author hehehe…

 

Advertisements

6 thoughts on “SEQUEL OF BEAUTIFUL YOU [ONE SHOT]

    • farahjaegirl says:

      hahaha sebenarnya sudah ada sih…tapi aku takutnya aku gag bisa bikin ending di fanfic ini…hehehe jadi aku bikin per moment dari pairingnya…
      dataku hilang dan aku harus mulai lagi…u..u..
      mian kalau bingung…nanti aku buat lanjutannya.

    • farahjaegirl says:

      karakter Jessica disini lebih dalam dan lebih aku eksplor..tapi tetep aku tunjukin sisi manisnya…tetep dia sebagai seseorang yang selalu di cintai oleh laki-laki baik. hahahahaha hadeucchhh susah jelasinnya…
      nanti deh aku buat fanfic sebenarnya…gomawooo chingu

  1. N0vi says:

    Huwaaa. . .jessica jd rebutan 3 cw0k ganteng,, dan menurutku cast-nya jg fresh krna,ada sehun,lee min ho dan kai. . .dan lee min ho yg jrang dan hampir gk pernah di c0uple’n sm jess. . .kyaknya emang mesti bngun feelnya bwt c0uple ini,dan jg suka karakter minho yg over protectif gtu ke jessica. . .ahh auth0r emang slu daebak. . .
    Ini ada lanjutannya kan th0r?? . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s