PRINCESS [CHAPTER 4]

luhan3jessica8mungsoodaehyun3sungjae2

Author: S.Y.M

Title:   Princess

Length: Chaptered

Main Cast: Jessica Jung-Xi Luhan-Kim Myungso0 (L)-Jung Daehyun-Yook Sungjae-Hyorin-

Genre: Fantasy

Rating: G

Note: hy hy.. author kemali dengan short chapter dari Princess.. jujur ini short banget… aku kasihan kalau gag lanjutin ff ini, jadi aku bangun feel lagi buat ff ini, sorry banget karena akulagi butuh comment untuk ngebangun feel untuk kelanjutan dari ff ini…jadi please.. COMMENT YA…

________________________________Princess__________________________________

.

.

.

Sungjae menahan langkahnya untuk mendekati rumahnya, ia melirik seseorang di punggungnya yang masih tidak sadarkan diri, dari pohon yang ia tumpui sekarang, ia dapat melihat sosok gadis yang ia kenal sedang memasuki halaman rumahnya. Ia memastikan jika gadis itu tidak melihat sekelilingnya, jika ia sadar Sungjae berada tidak jauh darinya, matilah Sungjae.

“Aku butuh bantuan Hyung!” ucapnya lirih, dan ia berharap jika Daehyun bisa mendengarnya. Sehingga mereka cepat kembali ke rumah. Ia tidak bisa mengandalkan Luhan yang mungkin tidak bisa menolak kehadiran gadis itu di rumah.

Sungjae menghela nafas ketika Hyorin gadis yang baru saja datang itu tidak memperhatikan sekitarnya, ia harus menyembunyikan Sooyeon secepatnya.

Ia memperhatikan satu persatu jendela rumahnya, ia memperkirakan ruangan mana yang tidak akan di dekati oleh Hyorin, ia tidak mungkin menyembunyikan Sooyeon di kamar Luhan seperti biasanya, Luhan sedang dalam pengawasan saat ini, segala sesuatu yang berhubungan dengan Luhan pasti ia perhatikan, jika kamarnya sendiri…. Ah Hyorin suka masuk se enaknya ke kamarnya, ia tidak pernah menghormatinya sebagai seorang pangeran hanya karena ia lebih muda darinya.

Ia tersenyum ketika menemukan tempat yang lebih aman untuk menyembunyikan Sooyeon dari Hyorin, tatapannya tertuju pada salah satu jendela di rumah itu, jendela ruangan untuk menyembunyikan Sooyeon.

“Sekarang!” ucapnya dan ia menghilang dengan kecepatannya dari pohon itu.

_________________________________________Princess___________________

“aku butuh bantuan Hyung, ”

Myungsoo dan Daehyun memastikan pengawal Hakim istana untuk keluar dari wilayah mereka. Mereka harus siap dengan Gege mereka setelah melihat keadaan Sooyeon.

“Sepertinya dirumah kedatangan tamu!” ucap Daehyun pada Myungsoo.

Myungsoo menghela nafas, “ Ini menyusahkan!”  ujarnya

“Ayolah Hyung! Ini demi Virise!” Daehyun merangkul pundak Hyungnya. Lalu ia berlari mendahului Myungsoo untuk sampai di rumah mereka.

“SETIDAKNYA GEGE TIDAK AKAN LANGSUNG MEMARAHI KITA!” Teriak Daehyun kemudian.

Myungsoo kembali menghela nafas lalu ikut berlari menyusul Daehyun.

.

.

.

Sungjae sudah menunggu kedua Hyungnya untuk masuk ke dalam rumah bersama-sama.

“Siapa yang datang?”

“Hyorin!”

“Ah! Gadismu itu?” kata Myungsoo

“Hyak Hyung! Berhenti mengatakan itu! “ protes Daehyun

“Hwoa! Pantas kau tidak pernah tertarik dengan gadis-gadis di sekolah hyung!” tambah Sungjae

“Aishhh!! Kalian ini! Kkaja!”  Daehyun mendahului mereka dan masuk ke rumah, dia tidak pernah suka jika Hyorin dikatakan sebagai gadisnya, Hyorin lah yang selalu mengatakan itu, bukan dia.

Tawa Sungjae meledak melihat tingkah Hyungnya, Myungsoo hanya terkekeh, memang mereka selalu kewalahan dengan tingkah Hyorin.

.

.

.

Luhan terlihat sedikit terkejut ketika Hyorin tiba-tiba datang ke wilayah pengasingan. Jika Hyorin datang mungkinkah Ratu yang mengutusnya? Apa karena ia menggunakan kekuatannya baru-baru ini? Kenapa bukan hakim istana?

Luhan menatap Hyorin yang sedang melihat-lihat ruangan dapurnya. Ia mengotak-atik mesin pembuat kopi di dapur itu.

“Jadi seperti ini kehidupan kalian di rumah pengasingan? Kalian terlalu dekat dengan manusia..” Hyorin mendekati Luhan, ia menatap lekat mata Luhan.

“Kau menggunakan kekuatanmu untuk membaca pikiran orang lain?” tanya Hyorin,

“Hakim istana yang mengatakannya padaku, ia mencurigai aura mu yang menggunakan kekuatanmu!” tambahnya.

Luhan hanya diam, seperti dugaannya… hakim istana pasti mencurigainya.

“Benarkah? Hemhh… kau tahu jika hakim istana tidak bisa mengambil kekuatanku, ia hanya bisa melarangku menggunakan kekuatanku, wajar jika mungkin aku menggunakannya secara tidak sengaja.!”  Luhan  melemparkan senyum sinisnya.

“Hoah… begitukah? “ Hyorin menjauh dari Luhan, ia merentangkan tangan, memejamkan mata, lalu menghirup dalam udara di sekitarnya.

“Tapi aku tetap merasakan hal yang aneh di tempat ini! “ Hyorin melempar smikrnya

“Kau tidak berusaha menyembunyikan sesuatu kan Tuan Muda XI?” Hyorin berubah menatapnya tajam bola mata itu sudah menjadi biru, itulah tanda bahwa Hyorin sedang menggunakan kekuatannya untuk merasakan aura lain di tempat itu.

Luhan hanya tersenyum menanggapi Hyorin, kali ini ia berharap Sooyeon tetap terkunci di kamarnya. Sangat bahaya jika Hyorin menemukan Sooyeon di rumahnya.

“Whoa! Ada tamu ternyata!” Sungjae masuk terlebih dahulu, ia berusaha mencairkan suasana tegang antara Hyorin dan Luhan.

Hyorin menoleh ke sumber suara itu. Dan tepat  saat  Daehyun dan Myungsoo masuk ke rumah mereka.

“Kalian masih berkeliaran di dunia manusia?” tanya Hyorin.

“itulah tugas kami, penyelaras. Sebenarnya tidak ada bedanya dunia Virise dan dunia manusia.!” Sambung Myungsoo

“Kerajaan Virise lebih suci dan tidak  buruk seperti di dunia para manusia!” jawab Hyorin.

“Bagiku disetiap tempat sama saja, hanya kemunafikan yang sekarang sedang berkuasa di Virise!” Luhan juga ambil bagian.

“Bagaimana bisa pangeran yang dihukum di tempat pegasingan berkata seperti itu? Itu karena calon raja mereka tidak pantas sebagai raja mereka. !” Hyorin menatap tajam mata Luhan.

“Sudahlah Hyung! Bukankah kalian selalu berdebat saat berjumpa! Apa kalian tidak lelah?” Daehyun berusaha melerai mereka.

“KAU! “ Hyorin menunjuk Daehyun.

“Kau selalu bijaksana Pangeran!” potong Myungsoo, ia sudah terlalu hafal dengan dialog itu. Dialog yang bahkan hanya di katakan Hyorin pada Daehyun.

Dia adalah putri Virise, anak dari salah satu penasehat agung di Istana. Wajar jika ia menjadi putri kerajaan dan bertugas untuk mengawasi kegiatan atas perintah istana. Termasuk mengadakan kunjungan sesuka hatinya ke wilayah pengasingan.

Hyorin mendelik karena sikap menyebalkan Myungsoo.pangeran istana yang paling dia  benci adalah Myungsoo dan Luhan. Kedua putra mahkota itu terlalu angkuh dan sulit untuk dikalahkan. Dialah yang paling sering mengajukan protes ketika mendengar berita Luhan dan Myungsoo lah yang akan menjadi rajanya. Ia lebih memilih Daehyun meskipun ia tahu Daehyun tidak akan menjadi raja. Sedangkan Sungjae…. Dia adalah calon panglima besar Virise.

“Aku ingin melihat-lihat. Aku ingin beristirahat dikamar mu!” Hyorin melangkahkan kakinya menaiki anak tangga di rumah itu. Melangkahkan kakinya dengan ringan hampir tidak menapakkan kakinya di lantai.

“Tidakkah kau berhenti menggunakan kekuatanmu? Kau bisa menginjakkan kakimu di lantai Putri Hyorin” teriak Myungsoo yang hanya ditanggapi senyuman tipis Hyorin.

Hyorin pun mulai menapakkan kakinya di lantai rumah itu. Dan melangkahkan kakinya menuju salah satu ruangan kamar dari ke-4 pangeran itu.

Luhan menatap tajam ke-3 saudaranya, mencari penjelasan tentang apa yang terjadi dengan Sooyeon.

“Aku yang akan menjelaskannya” Daehyun lah yang selalu menjadi penengah diantara ke-4 pangeran itu.

Myungsoo menoleh ke lantai atas rumah itu, itu artinya dia yang harus bersama Hyorin, lagi pula Sooyeon ada di kamarnya, itu artinya dia harus menggunakan pelindung di pintu kamarnya.

“Kalian tidak membutuhkan bantuanku?” tawar Sungjae, sungguh malang nasib pangeran terakhir ini.

“Sungjae_ya, kau bisa mengajak bicara Hyorin sesukamu, ceritakan semua pengalamanmu selama di dunia manusia, mungkin saja dia tertarik untuk mengadakan kunjungan di dunia manusia” Myungsoo berjalan menaiki anak tangga.

“Benar juga, dia harus tahu keadaan dunia manusia, dia terlalu angkuh dan selalu mengatakan Virise lebih baik” Sungjae berlari kecil menaiki anak tangga menyusul Myungsoo.

Daehyun meninggalkan Luhan terlebih dulu untuk keluar rumah, mereka lebih aman jika berbicara jauh dari Hyorin, melihat Daehyun berlari kecil keluar, Luhan pun menyusulnya.

.

.

_______________________________

Hyorin meletakkan tangannya selaras dengan dinding yang ia lewati, ia selalu bermain main dengan lukisan lukisan yang terpajang di rumah ini. Myungsoo mengikutinya dari belakang, begitu juga dengan Sungjae, dia berjalan dari ruang perpustakaan kecil milik Luhan, memasuki ruangan Luhan dan  menyentuh segala ornament kuno milik Luhan yang ia dapat dari dunia manusia.

“Kalian mengikutiku karena takut aku mengetahui sesuatu yang kalian sembunyikan?” pertanyaan itu memecah keheningan diantara Myungsoo, Sungjae dan Hyorin.

“Kau selalu mengacau tempat kami, kami hanya ingin memastikan benda yang kau sentuh tidak rusak” Jawab Myunsoo dingin.

“Heh… ini semua dari dunia manusia, tidak ada yang berharga”

“Seharusnya kau mengetahui lebih, bagaimana dunia manusia, kau pasti ingin berkunjung kesana” Sungjae mendekat lebih cepat di depannya sebelum Hyorin menyentuh sebuah guci besar dengan ornament naga yang didapat Luhan dari China.

Hyorin menatap lekat Sungjae yang kini hanya berjarak 30 cm di depannya.

“Kau menghalangiku untuk melihat Guchi itu”

“Kau mau mendengar ceritaku tentang dunia manusia?”

“Tidak”

“Kau akan menyesal jika tidak mendengarnya”

Hyorin menatapnya tajam, “ Begitukan Panglima?”

“Yaa… kau juga tahu bahwa aku adalah Panglima besar Virise, apa kau meragukan pengawasanku tentang suatu hal? Tentu aku mempunyai kemampuan untuk menilai sesuatu yang baik dan buruk” Sungjae membanggakan diri dengan senyuman tengilnya.

SREET

PYAR

Hyorin tersenyum simpul, tangannya baru saja mengeluarkan sinar yang bisa merusak Guchi di belakang Sungjae.

“Kau merusaknya? Aaaahhhh Gege pasti marah” Sungjae menatap pecahan guchi itu miris.

“Berhentilah merusak dan istirahatlah di kamar Gege”  Myungsoo beranjak dari tempat itu, ia sudah malas menghadapi Hyorin yang suka sekali merusak perabotan di rumahnya.

“Kau tidak membiarkanku melihatnya?” pertanyaan itu sontak membuat Myungsoo berhenti melangkahkan kakinya. Entah kenapa pertanyaan itu tertuju padanya, bukan karena Sungjae menutupi Guchi itu, tapi pada sesuatu yang mereka sembunyikan.

‘Kau sudah merusaknya,untuk apa kau melihatnya”

“Kau tahu yang kumaksud bukan guchi itu” Hyorin menatap punggung Myungsoo tajam, matilah kalian.

Sedangkan Sungjae berusaha sebisa mungkin untuk tenang. Saat ini dia harus mengakui bahwa karakter Hyorin yang selalu ingin tahu dan selalu mendapatkan apayang ia mau benar-benar membuat mereka kerepotan. Ia seharusnya tahu bahwa Hyorin akan mengetahui seseorang yang mereka sembunyikan.

Myungsoo tersenyum simpul lalu berbalik

“Aku tidak mengerti dengan apayang kau maksud”

“Oh… ayolah, kau melapisi pintu kamarmu dengan kekuatan pelindungmu”

Hyung… kita… gagal

Seperti itulah pesan yang dikirimkan Sungjae pada Daehyun.

__________________________Princess____________________________________________

“Kami berusaha mengingatkan Sooyeon dengan masalalunya”

“Apa yang terjadi padanya?”

“Dia pingsan”

“Apa?” Luhan terlihat terkejut karena Sooyeon pingsan, dia adalah orang selalu khawatir dengan keadaan Sooyeon.

“Itu adalah proses dimana ingatannya akan segera kembali, jadi kumohon tenanglah”

“Aku sudah memperingatkan untuk melakukannya perlahan-lahan”

“Kita tidak bisa melakukan itu, hakim istana sudah curiga dengan daerah pengasingan, dan dengan kekuatan yang sering kita keluarkan. Sooyeon harus tahu siapa dirinya dan semua yang harus ia hadapi”

Luhan menutup sebelah matanya, sebenarnya dialah yang belum siap dengan apa yang akan terjadi dengan Sooyeon setelah ia tahu bahwa Sooyeon harus menjadi seorang pembebas mereka.

Kemungkinan pahit yang harus ia hadapi adalah, Sooyeon harus kehilangan nyawanya. Dan ia tidak mungkin sanggup dengan konsekuensi itu.

Hyung… kita gagal…

Daehyun terperangah, sebuah suara masuk di telinganya.

“ Ge, kita harus kembali”

Luhan menatap Daehyun tajam, itu artinya Sooyeon dalam masalah.

___________________________________Princess___________________________________

Saat ini kedua pangeran itu tidak mungkin melarang Hyorin untuk membuka pintu kamar Myungsoo.

Mata Hyorin sudah berubah biru, dan  itu artinya dia sedang menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan pelindung pintu kamar itu.

“ Apa yang kau lakukan?”

Hyorin menghentikan aktivitasnya, cukup lama ia menembus pintu itu, meskipun ia tidak menghancurkan pelindung itu, setidaknya ia tahu apa yang sedang mereka sembunyikan. Namun sampai saat ini, ia tidak bisa mendiskripsikan apa yang ada di dalam kamar itu.

“Aku hanya merasa ada bau manusia yang menempel di rumah ini, apa kalian menyembunyikan seorang manusia?”selidik Hyorin.

Luhan tersenyum tipis, seharusnya yang ia rasakan bukan bau manusia, tapi bau seorang Vero, apa tinggal lama di dunia manusia membuat Sooyeon begitu lekat dengan manusia? Sooyeon bukan manusia, dia seorang Vero.

“Tidak ada manusia di tempat ini, kau tahu sendiri resiko seorang manusia yang masuk di daerah pengasingan” jawaban Luhan membuat Hyorin sedikit merendahkan kewaspadaannya. Memang benar, siapa yang bisa menembus daerah pengasingan kecuali orang orang virise, apalagi manusia biasa.

“AAichh,,, tn putri, kau lupa kami juga sering bersenang senang di dunia manusia, coba kau cium bauku…bau manusia bukan?” Sungjae mendekat ke Hyorin dan memaksanya untuk mencium bau bajun yang ia kenakan.

Hyorin menatap pintu itu lekat, “Buktikan jika kalian tidak menyembunyikan apapun, atau hakim istana yang akan turun tangan”

Ke-4 pangeran itu hanya saling pandang sedangkan Hyorin sangat menunggu pengakuan dari ke-4 pangeran itu.

Bagaimana jika Hyorin mengetahui keberadaan Sooyeon, dan ia juga yang akan membunuh Sooyeon.

Nyawa Sooyeon tetap dalam masalah.’

TBC

Mian… aku cuma dapat share yang short banget, pasti kurang panjang ya chapter ini….

enjoy it

Advertisements

7 thoughts on “PRINCESS [CHAPTER 4]

  1. N0vi says:

    Yakkk. . .akhirnya dilanjut jg, pendek sich tp gk papa k0k th0r. Ckup ter0bati lah kangennya sm FF ini hehe. . . Dichap ini tambah 1 k0nflik yg bkin keempat pngeran itu puyeng yaitu kedatangan hyorin yg tiba” dan mengacau. . .gmn klo sooyeon ketauan??. . Pk0knya ditunggu kelnjutannya and m0re than jg ya th0r. FIGHTING.

  2. jessicool says:

    setelah lama ga muncul akhrnya dtng juga ni ff………..jg agk lupa ma jln critanya………dtunggu…..ditunggu kelanjutannya…… semangat thor…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s