SECRET [PART II]/ END

jessica1yunho 3kyuhyunseohun3

Author: SYM

Title    : Secret

Genre:  Action, and… little Romantic

Length: Twoshot

Rating: General

Main Cast  : – Jessica Jung

–          Jung Yunho

–          Seo Jo Hyun

–          Cho Kyuhyun

–          Jung Yong hwa

Other Cast: – Leeteuk  SJ ( Direktur)

–          Lee Hyukjae SJ

–          Calvin chen F

SECRET PART I

Note: ttara.. aku muncul dan tidak dengan kelanjutan fanfic More Than.., Love You atau pun PRINCESS, tapi kelanjutan dari FF aku yang SECRET, itu ff udah nganggur lama, kasihan, dan sorry karena pasti banya Typo, karena cast diatas buak cast aslinya, aku harus edit satu satu… jadi maaf kalau ada yang belum aku edit.

but Enjoy it

________________________________SECRET__________________________________

Apa benar dia meninggalkan ku?

.

.

Sejauh waktu berlalu hal inilah yang tidak ingin ia lalui. Hari dimana ia merasa seperti seorang pecundang.

.

 

Jessica , Jung Jessica. Gadis itu duduk di kursi kayu ruangan mereka. Tentunya dengan matanya yang berusaha melebar, memperhatikan satu persatu teman-temannya yang juga sedang memicingnya.

“Baiklah! Ceritakan kepada kami , apa yang terjadi dengan inteligent negara itu?” Yunho membuka Interogasinya.

Diliriknya Seo Jo Hyun  sahabatnya, dan juga Cho Kyuhyun musuhnya dalam berpendapat yang juga suami dari sahabatnya. Satu-satunya yang mempunyai hubungan sedikit baik dengan Yong Hwa, Inteligent negara itu adalah Jessica.

Ia menghela nafas panjang, bahkan ia tidak melakukan apapun saat di Tokyo. Ia hanya berkunjung sebentar ke suatu tempat. Dan tidak bertemu dengan Yong Hwa sama sekali.


“Aku tidak bertemu dengannya, jika dia mengikutiku, itu diluar dugaan ku!” Jawab Jessica

Ketiganya menggeleng, ah kecuali Seo Jo Hyun, yeoja itu masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Orang sepertimu tidak sadar jika diikuti? Huh?” Kyuhyun menatapnya selidik.

Jessica mengerucutkan bibirnya karna jawabannya tidak dipercaya oleh Kyuhyun. Ia menatap Yunho dengan wajah sedikit memohon untuk tidak mengintrogasinya seperti ini.

“Jeball!” ucapnya lirih.

“Ceritakan apa saja yang  terjadi!” Kata Yunho

“Hfuh!” Jessica menghela nafas, sepertinya ia masih belum memiliki kepercayaan penuh dari teamnya.

Memang , Secret Agent adalah agen yang sedikit menjauh dari urusan negara, mereka tidak mau dikatakan bekerja untuk negara, karna mereka bekerja dengan hati dan urusan mereka sendiri, bahasa ringkasnya mereka bekerja dengan misi yang diberikan direktur mereka. Dan dari situ tak jarang mereka mendapat tip besar dengan keberhasilan misi mereka.

Mereka bisa saja bekerja untuk menyelamatkan negara, tapi mereka tidak akan pernah mau bekerja sama dengan agent negara, mungkin mereka bisa menggunakan data inteligensi mereka untuk mempermudah misi mereka. Yang jelas alasan mereka menghindari badan inteligensi adalah karna masa lalu mereka .

“Sudahlah, sebaiknya kita bicarakan rencana kita besok, jangan kira Jessica tidak mempunyai kelemahan dalam kejeliannya. Kami mengenal Yong Hwa dan dia mengenal kami, dia bisa mengetahui letak kelemahan kami” Seo Jo Hyun  mengahiri interogasi itu. Jessica menghela nafas lega. Dan kedua namja itu hanya terdiam.

“Baiklah, mereka akan mengadakan pertemuan besok dengan beberapa orang Nagoya, tidak jelas profesi mereka, tapi kuharap ini rencana terakhir kita untuk mendapatkan Chip itu. Aku sudah memastikan jika mereka benar benar target yang kita cari!”

“Ah, dimana tempat pertemuan itu?”

“Molla!”

Khyuhyun memutar matanya, ia sudah siap dengan Laptop nya untuk mencari  tempat itu, setidaknya Jessica tahu nama dari tempat itu.

“Kenapa kita tidak mengambil chip itu malam ini?” Usul Jessica.

“Ne,! lebih cepat lebih baik!” usul itu mendapat satu dukungan dari Kyuhyun.

“NANI?” Jessica ingin protes , ia ingin menuruti keinginan matanya untuk terpejam beberapa saat, tapi sepertinya semua mendukung Seo Jo Hyun

“Ye, kita lakukan malam ini. Kyuhyun segera lacak keberadaan mereka saat ini, Kau sudah memasang microchip itu pada mereka kan Jessica_ya?”

“Emh,,, ne! aku melakukan sesuai perintah Ketua! “

“Geurae, Ppali Kyuhyun_ah, kita tidak punya banyak waktu!”

___________________________________THE CHIP________________________________

-Nagoya Kanayama Washington Hotel Plaza-

“Area Greater Nagoya” gumamnya.

Mereka ber4 sudah mereservasi double room untuk malam  ini. Dan hotel ini adalah tempat pertemuan Alberto dan Adrian guines dengan salah satu pengusaha di Nagoya.

Dan sialnya mereka harus berjumpa lagi dengan Jung Yong Hwa, namja yang  juga ketua team itu juga tak kalah cepat dengan mereka ber-4.

Seo Jo Hyun dan Jessica, dua yeoja itu memperlambat langkah mereka saat menangkap sosok yang sedang berjalan kearah yang berlawanan dengan nya.

Ya mereka sangat mengenal sosok itu, tubuh tinggi tegap dengan jas panjang coklat kulitnya, serta tatanan rambut yang masih sama seperti dulu. Seo Jo Hyun menundukkan kepalanya, entah kenapa tatapan itu  begitu membuat hatinya berkecambuk, ia tidak pernah berharap untuk bertemu dengan orang itu disaat seperti ini, meskipun mereka memperlambat langkah mereka tapi tetap saja mereka berpapasan, diliriknya Jessica yang seakan tak tahu ada seseorang di depannya. Ingin rasanya mengajak Jessica untuk lari saat itu juga, asal jangan sampai ia bertemu lagi dengan namja itu, apalagi menatap matanya. Sayangnya sahabatnya itu seolah bertingkah seperti tidak akan terjadi apa-apa. Sedangkan jarak mereka sudah semakin dekat, lima langkah, empat langkah

Tiga

Dua

Satu

Seo Jo Hyun menggenggam erat tangan Jessica, ia menahannya, Jessica pun  menoleh kearahnya, dari sorot matanya pasti ia sedang bertanya tanya.

“Wae?” ucapnya lirih.

Jo Hyun menatapnya nanar, sungguh ia tidak ingin meladeni penyakit Jessica jika dalam keadaan seperti ini.

“Eoh! Kita bertemu lagi!” ucapnya , Jung Yong Hwa, namja itu benar benar berhenti didepan mereka. Seketika senyumnya merekah, tidak dapat disimpulkan jenis senyuman apa yang ia berikan, yang jelas senyuman itu sangat berbeda dengan aura yang ia sebarkan di sekitar mereka saat itu.

Jessica hanya membungkuk sekilas untuk membalas Yong Hwa, sedang Seo Jo Hyun, ia sedang berperang dengan perasaannya.

Seo Jo Hyun  merasakan perbedaan yang jauh dari Yong Hwa, ia tidak pernah melihat nya, bahkan mungkin ia menanggap bahwa dirinya tidak ada.

Sebenci itukah Oppa padaku?” batin Jo Hyun ingin menangis saat itu juga. Sungguh ia ingin menyapa bahkan memeluk namja didepannya itu. Tapi keadaannya sangatlah berbeda, ia adalah yeoja bersuami dan seorang ibu sekarang.

“Eoh! Kita bertemu lagi Yong Hwa_ssi!” suara itu berhasil mengalihkan perhatian Yong Hwa pada 2 yeoja itu.

Yunho, dia memang selalu datang disaat yang tepat.

“Ah ne, ! Anyeonghaseo!” Yong Hwa membungkukkan badannya singkat, ia tahu jika sosok didepannya ini sangat berpotensi dan berpengaruh, dia cerdas dan sangat cocok untuk masuk menjadi agen Negara sama sepertinya, sayangnya ia lebih memilih profesi sebagai Secret Agent dan tidak mengabdikan dirinya untuk urusan negara.

“Apakah ada urusan penting?” tanya Yunho kemudian.

“Ah ne! bukankah sudah kujelaskan saat itu? Kami juga sedang mencari Alberto dan Adrian Guines, bukankah itu nama latin mereka?”

“ehem.. hemm!” Yunho berdehem kecil, lalu ia tersenyum pada Yong Hwa, ia tidak menyukai namja ini, karna sudah mengganggu pekerjaan nya kali ini, tapi ia juga mengakui kehebatan Yong Hwa dalam banyak hal, termasuk beberapa keberhasilan teamnya dalam menyelesaikan inteligensi negara.

“Bukan berarti tujuan kita sama, apa yang ingin kau cari?” selidik Yunho, dia memang tidak mudah percaya dengan kata-kata orang lain, berbagai kecurigaan selalu muncul di otaknya.

“Ah! Baiklah sepertinya anda bukan orang yang suka dengan prolog lama atau basa-basi sebagai bumbu pembicaraan kita. Aku ingin menawarkan kerjasama, aku tahu jika kalian mengincar Chip itu, tapi kami mengincar 2 orang itu, kami akan menangkap mereka, karna bukan hanya satu kejahatan saja yang mereka perbuat, dan itu terjadi di beberapa negara besar, termasuk Jepang. Eotte? “ akhirnya Jung Yong Hwa mengutarakan maksudnya.

Yunho menatapnya tajam, sedang 2 yeoja itu hanya mengerutkan kening.

“Ah ini sangat memalukan sekali, hanya saja saya pribadi ingin menawarkan kerjasama ini karna aku sudah mengikuti Jessica dan kami bisa dengan mudah mendapat info tentang target kami, aku ingin berterima kasih pada kalian, itu saja!”

“Kami tidak membuat kesepakatan untuk inteligent negara.” Jawab Yunho

“Ah sayang sekali, !… jika ini bisa menjadi suatu kesepakatan kita, aku yakin kalian akan mendapat penghargaan khusus dari pemerintah, hemmm dan juga baik untuk memutar balikkan cerita masalalu kalian?”

Seo Jo Hyun membuka matanya lebar-lebar, benarkah yang baru saja ia dengar? Memutar balikkan cerita masa lalu mereka? … dia belum bisa menghapus kejadian itu? Apa dia akan tetap mengusut kejadian itu?

Jessica sontak melirik Jo Hyun, ia yakin Jo Hyun  sedang berperang dalam perasaannya. Masa lalu mereka yang membuat mereka berpisah dengan Yong Hwa mungkin membuatnya sedikit tertekan.

“Hemh… !” Jessica menghela nafas, ia mengambil langkah mendekati Yunho dan Yong Hwa, perlahan ia melepas genggaman tangan Jo Hyun yang selalu mematung tiap bertemu Yong Hwa.

“Dia benar, bukankah kita tidak membuat kesepakatan dengan agent Negara? Hemmhhh… sepertinya kita harus menyelesaikan pekerjaan kita masing-masing, jika anda punya urusan yang sama dengan kita, selesaikanlah sendiri, kami permisi!” Jessica membungkukkan badannya singkat, lalu berbalik dan pergi dari tempat itu, disusul dengan Yunho yang juga meninggalkan Yong Hwa ditempat itu.

_________________________________SECRET___________________________________

Jessica menoleh ke belakangnya, yang ia lihat hanya Yunho  yang berjalan dibelakangnya, melihat Jessica yang terlihat celingukan mencari sesuatu namja itu ikut menoleh kebelakang. Ya mereka baru menyadari jika Seo Jo Hyun tidak mengikuti mereka.

“Aku harap Kyuhyun ada di lokasi!” ucap Yunho, Lokasi yang dimaksud adalah tempat mereka akan merebut Chip itu, di suatu ruangan di Hotel ini.

.

.

.

.

Keheningan diantara mereka belum juga terlewati, Seo Jo Hyun yang terus menatap nanar seseorang didepannya, dan seseorang yang melihat kearah lain. Mereka sibuk dengan kediaman mereka, memikirkan semua hal yang membuat mereka sulit untuk memulai pembicaraan.

“ bagaimana keadaanmu?” Yong Hwa mengakhiri keheningan mereka.

“Seperti yang kau lihat, Yong Hwa_ssi!” jawab Jo Hyun

Yong Hwa terkekeh, lalu dilihatnya Seo Jo Hyun yang  berdiri di belakangnya. 2 tahun mereka tidak berjumpa, tidak dipungkiri jika kerinduan itu juga melanda dirinya. Yeoja didepannya ini adalah seorang ibu dan seorang istri tentunya. Bukan hanya itu, kekecewaannya yang mendalam pada yeoja itu membuat nya sangat sulit untuk mengartikan pertemuan mereka kali ini.

“Kau sudah tidak memanggil ku Oppa? Ah… aku lupa kapan terakhir kau memanggilku seperti itu, .. tunggu aku juga lupa kapan kau pertama memanggilku seperti itu, apa sudah selama itu?” Young Hwa tersenyum pada Jo Hyun

“Apa kau baik-baik saja Oppa?” tanya Jo Hyun lirih, terdengar getaran disuarannya, ia ingin menangis saat itu juga jika ia mau, sayangnya rasa gengsinya lebih besar, ia tidak ingin terlihat lemah dimata Yong Hwa.

“Seperti yang kau lihat Jo Hyun_ssi!” ucapnya dingin.

Jika saja kejadian itu tidak terjadi, mungkin sampai saat ini mereka masih bersama. Keadaan ini sungguh tidak menyenangkan.

Flashback—

DORR DORR DORR

“ANDWAE! Jo Hyun_AH! “  Yong Hwa berteriak, ia tidak bisa menerima jika Seo Jo Hyun benar-benar membunuh Kapten itu, tidakkah ia tahu jika bertahun-tahun ia mencari sosok itu, dia adalah ayahnya.

Jo Hyun melemas, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan, ia membunuh seseorang yang selama ini ia cari, ia memang menginginkan kematiannya namun satu hal yang akan ia tanggung, dia membunuh orang yang selama ini dicari oleh Jung Yong Hwa, kekasihnya.

Jung Yong Hwa, namja itu tak segan menarik kerah baju Seo Jo Hyun, amarah jelas tersirat dimatanya, entah apa yang bisa ia perbuat kali ini, satu-satunya keluarga yang ia cari selama ini terbunuh ditangan Seo Jo Hyun, yeoja yang ia cintai.

“Kenapa kau membunuhnya? WAE? WAE?” ya, kali ini Yong Hwa tak mampu menahan amarahnya, sedangkan Seo Jo Hyun hanya terdiam, ia tidak tahu apa yang akan ia jawab pada Yong Hwa. Perasaan bahagia yang ia bayangkan berubah menjadi sakit, ya.. hatinya sakit setelah membunuh Kapten itu.

“Dia pembunuh!” jawab Jo Hyun pelan dan sontak membuat Yong Hwa memukul wajah Jo Hyun.

Seo Jo Hyun  terlempar , ia tersungkur , ia berusaha untuk bangun namun ia tak mampu mengangkat tubuhnya yang terluka itu.

“KAU TIDAK TAHU APA-APA MIN GI_AH! KAU MEMBUNUH AYAH YANG SELAMA INI AKU CARI, HANYA DIA KELUARGAKU, Kau tahu betapa kerasnya aku mencarinya dan sekarang kau malah membunuhnya?” Yong Hwa menunjukkan sebuah pistol yang ada ditangannya, kali ini ia siap untuk menembah Seo Jo Hyun,  tanpa perduli betapa ia mencintai kekasihnya itu, Ia telah membunuh ayahnya dan itu tidak bisa ia maafkan.

“Bunuh aku jika itu membuat lukamu sembuh!” ucap Jo Hyun, ia sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan Yong Hwa padanya. Itu keputusannya , dia tidak diajarkan untuk membunuh, namun ambisinya untuk membalas kematian keluarganya membuatnya  berani untuk menempuh jalan ini, ia harus menerima segala resiko dari balas dendamnya.

“YONG HWA! JANGAN LAKUKAN ITU!” Teriak salah satu anggota teamnya, namun tak berpengaruh padanya

Yong Hwa mengarahkan pistolnya pada Jo Hyun, otaknya sudah berhenti berfikir, ia tidak lagi mendengar orang-orang yang menghentikannya untuk membunuh Seo Jo Hyun, ia berjalan mendekati Jo Hyun yang tersungkur, ia sedikit menekan trigger pistolnya.

DOOR sebuah tembakan memecah tempat itu,

“OPPA! ANDWAE!” teriak Jessica, ia berusaha untuk mengangkat tubuhnya yang terluka berat, ditambah luka tembakan di perut dan lengan kanannya. Dengan sempoyongan ia berlari mendekati Jo Hyun

JO HYUN_AHJO HYUN_AH! IRONA!!! ANDWAE! ANDWAE_EE!” Jessica  memeluk tubuh Seo Jo Hyun yang tak sadarkan diri karna tembakan Yong Hwa.

Yong Hwa tersimpuh, ia menjatuhkan senjatanya,

“AAAAGHHHTTT!” teriak Yong Hwa frustasi, ia baru saja melukai orang yang ia cintai, dilihatnya darah yang mengalir karna tembakannya itu. Bagaimana mungkin ia bisa melukai Seo Jo Hyun seperti itu?

_Flashback end___

.

Seo Jo Hyun, dia memutuskan untuk diam. Ia tidak ingin bertanya ataupun memulai segala pikirannya, apakah suaminya tahu siapa yang baru saja ia temui. Kyuhyun sudah pasti tahu bahwa ia tidak akan bisa melarang Seo Jo Hyun untuk memikirkan pria itu. Jung Yong Hwa, siapa lagi?

.

.

.

“Kau terlambat, Gwenchana?” tanya Kyuhyun pada Jo Hyun.

Ditatapnya tatapan teduh Kyuhyun, sampai saat ini mungkin ia adalah wanita terbodoh yang tidak pernah memperhatikan kehadiran Kyuhyun disekitarnya, suami yang dengan tulus mencintainya.

“Aku baik-baik saja!”  Jo Hyun membalas senyum Kyuhyun dengan senyumnya.

SRRKK..SRRKK..

Mereka mendengar suara dari microchip milik Jessica, kali ini Jessica bertugas sendiri untuk mencuri salah satu Chip di kamar pribadi milik Adrian Guirnes.

“Jessica_ya!” panggil Yunho

Aishh… ta_li ini membelitku!”

”apa kau sudah menemukan titik itu? Aih cepatlah Sica!” tambah Kyuhyun. Ia memperhatikan layar Laptopnya, Jessica masih belum menemukan letak Chip itu disimpan.

Lihat saja kau Mr Cho, aku akan membuat perhitungan dengan mu setelah ini!”  balas Jessica.

“Ssica, jangan dengarkan dia…dari arah jam 2 kau cukup melangkah 10 langkah dari tempatmu!” ucap Seo Jo Hyun.

“kenapa kau tidak memberitahunya saja?” protes Jo Hyun pada Kyuhyun.

“Ini tidak seru, lagi pula ia sudah aku beri tahu titiknya!”

“Jo Hyun_ah! Kita ke titik B, Kyuhyun bisa mengatasi Jessica!”

“ Ne!” Jo Hyun dan Yunho bergegas ke tempat mereka memasang CCTV sebelumnya. Tempat pertemuan Adrian Guirness dan Alberto Guirness bersama pengusaha Jepang yang belum mereka ketahui namanya. Perubahan jadwal yang mendadak membuat mereka harus mengubah rencana mereka.

_________________________________

Jessica berhasil merambat melalui jendela ruangan itu. Ruangan itu dijaga cukup ketat oleh penjaga.

“bagaimana bisa hotel ini mempunyai ruangan seperti ini!” gumam Jessica

Ia segera mengeluarkan peralatannya untuk membuka jendela kaca itu. Kyuhyun memberi arahan ia harus memecah kaca itu untuk masuk ke ruangan. Dan Jessica tahu Kyuhyun menantangnya untuk menunjukkan kemampuan bertarungnya dengan penjaga-penjaga itu.

“Aku akan membunuhnya setelah ini, lihat saja kau Mr Cho!” Jessica terus mengumpat. Jelas saja ia mengumpat. Tugas seperti ini harusnya dilakukan oleh Seo Jo Hyun, ia pasti bisa berhasil jika saat ini ia bersama Yunhomenyamar sebagai tamu undangan Alberto dan Adrian. Dan Yunho memastikan padanya chip asli yang kemungkinan besar tidak akan mungkin ada di pertemuan. Mereka tidak akan mengambil resiko untuk membawa chip asli itu di depan tamu-tamu mereka. Untuk itu Jessica lah yang bertugas untuk mencuri chip itu.

“Kau siap?”

“Give me a minute!”

“sudah kubilang pecahkan saja kacanya”

“diam kau Mr Cho!”

““terserah kau saja!”

“Yes!” Jessica berhasil membukanya.  Ia berusaha untuk tidak terdengar dan merangkak masuk ke ruangan itu, selangkah demi selangkah ia merambat mendekati ruangan yang terkunci rapat itu. Dalam hati Jessica mengumpat kesal pada Kyuhyun yang tidak memberi dia titik dimana ia bisa langsung menerobos ke dalam ruangan terkunci itu tanpa melewati penjagaan.

“itulah cara kerja Jo Hyun seharusnya kau juga mencobanya” itu jawaban yang diberikan Kyuhyun.

Ia bersumpah jika Kyuhyun bukan suami Jo Hyun, sudah lama ia menembak Kyuhyun dengan Senjatanya.

“Kau harus bersiap Cho Kyuhyun” Kyuhyun bergumam kecil, ia sudah memberikan beberapa referensi cara yang dipakai Jessica untuk menerobos penjagaan ketat itu, dan inti dari semua referensi itu adalah, melawan mereka.

Ia mematikan laptopnya dan menyimpan semua datanya pada jam tangan yang ada di perhelangan tangannya. Ia harus bersiap untuk membant Jessica, karena besar kemungkinan Jessica akan melawan penjaga-penjaga itu.

Jessica mengernyit ketika salah satu penjaga menyadari sesuatu yang mendekati mereka, tak lain adalah dirinya. Ia melihat kearah pintu itu, pintu itu masih jauh dalam jangkauan Jessica

“Aihh… ini cara yang aku tentukan” Jessica mulai menendang salah satu penjaga, dan … kekacauan pun dimulai, para penjaga mulai menyerangnya.

“Oh Tidak”

DDAR..

Jessica melesat menghindari tembakan yang diarahkan kepadanya, sedangkan lawannya bertambah, tanpa pikir panjang ia juga mengeluarkan pelatuk miliknya.

“Semoga kau bermanfaat kawan, aahh jujur aku tidak suka ini” ia menarik pelatuk miliknya dan mengarahkan pada lawannya.

DDAR

DDAR

DDAR

“Bukan aku yang melakukannya?” Bahkan Jessica pun belum memulai untuk melesatkan pelurunya.

“Kau terlalu lama ssica_ya” Kyuhyun memukul salah satu lawannya.

Jessica menatapnya jengah, “Terserah “

Sesekali ia berlari kearah pintu itu dan selalu terhalang oleh para penjaga itu,

“Aku tantang dirimu untuk membuka pintu itu, dan aku akan melawan mereka” Kata Jessica ketika mereka saling memunggungi. Sepertinya Alberto dan Adrien cukup cerdas dalam menjaga ruangan  rahasia mereka, penjagaannya cukup membuat mereka kerepotan.

“Itu memang sudah tugasku, aku yakin otakmu tidak akan tahu cara untuk membuka pintu berpasword itu”

“HYA!” Jessica Menendang salah satu dari mereka

BUK

BUK

BRAK…DDAR…

“HYA!” Jessica melesat lagi dari tembakan yang diarahkan padanya, sedangkan Kyuhyun melangkah mundur untuk mendekati pintu itu, ia sudah menyiapkan segalanya. Tentang Pasword pintu itu, jangan harap itu sulit jika sudah berhadapan dengan seorang Kyuhyun.

Sedangkan Jessica, ia berusaha menghadang para penjaga yang sesekali mendekati Kyuhyun yang berusaha membuka pintu besi itu.

“Cepatlah Mr Cho, kau ingin mati?”

BUK… Jessica kembali memukul lawannya,

“Cukup gunakan senjatamu Sica” Kyuhyun mengetik beberapa kunci untuk membuka pintu itu.

“SHUT UP!  Senjataku terlalu berharga untuk membunuh orang-orang seperti mereka”

“Yess, terbuka”

BLAM

BUK

“Itu pukulan terakhir”

Kyuhyun memasuki ruangan itu, dan tentunya Jessica juga masuk ke ruangan itu

BLAM

Pintu itu tertutup

________________________________________

DDAR

DDAR

Suara tembakan itu terdengar di ruangan tempat Alberto dan Adrian mengadakan pertemuan, Jo Hyun melirik Yunho sekilas. Teman-temannya sudah memulai aksinya.

“Tenanglah, atau berpura-puralah lemah dengan berteriak seperti orang kebingungan” bisik Yunho

DDAR

DDAR

DDAR

Sebagian besar dari mereka mulai kebingungan dan berdiri.

“Tenang ! ada sedikit keributan diluar sana” ucap Alberto berusaha menenangkan tamu undangannya.

DDAR

“AAAgghhh” Jo Hyun berteriak, dan memulai keributan di ruangan itu.

Para pengawal mereka bergerak untuk melindungi tamu undangan dengan menggiring mereka ke ruangan yang lebih aman.

Kecuali Yunho dan Jo Hyun, ia tetap di ruangan itu dan menghalangi Alberto dan Adriean untuk keluar ruangan.

BUK

BRAK

Yunho mulai menendang, memukul dan menjatuhkan salah satu pengawalnya.

“Hentikan mereka”

TAP

TAP

TAP

Jo  Hyun  menghalangi Alberto dan Adrien yang akan kabur.

“Kalian tetap ada disini”

BRAK

DDAR

DDAR

Senjata memang tak pernah lepas dari penjaga itu. Yunho melesat menghindari tembakan yang bertubi-tubi diarahkan kepadanya. Sedangkan JO HYUN mulai melawan satu-persatu pengawal Alberto dan Adrian yang melawannya.

BRAK

BUK

BLAM

“Yong Hwa_ssi?” Yunho mendapat bantuan dari Jung Yong Hwa dan teamnya.

“Dia adalah target kami,” ucap YongHwa setelah selesai dengan pengawal-pengawal itu.

“Chip asli ada ditangannya” tambah Yong Hwa.

Yunho  membuka lebar matanya.

Mati kau Yunho, dugaannya salah, mereka mengecohnya. Sedangkan Jessica dan Kyuhyun belum menghubungi mereka.

“HAHAHAHAHAHA !” Tawa itu meledak.

Hanya tinggal Aberto dan Adrian yang berdiri di tempat itu, tidak ada pengawalan untuk mereka.

“Kau benar, Chip Asli itu ada di tanganku, dan jika kalian mencari di ruangan rahasia itu, di tempat itu hanya ada Bom waktu yang akan meledak beberapa menit lagi” Jelas Alberto.

“Oh Tidak” Jo Hyun  terbatu, suami dan kawannya terjebak di tempat itu.

Adrian menunjukkan kotak kecil yang berisi Chip dan Alberto mengeluarkan tombol merah yang pasti digunakan untuk meledakkan Bom itu.

“ Tidak kusangka kalian terjebak, Chip ini hanya sebagai alibi agar kalian datang kepadaku dan aku bisa membunuh kalian satu-persatu” tambah Adrien

“tapi tidak kusangka seorang Agen Negara bisa mencium keberadaan kami, kau benar ini chip asli… aku tidak mengira bisa berurusan dengan dua team ini” Alberto tersenyum sinis

Yunho berusaha menghubungi kedua anggota teamnya namun tidak ada tanda Microchip mereka aktif.

“Celaka!”

Sedangkan Seo Jo Hyun  sudah menatap Yunho khawatir,

“Kau menginginkan chip ini, namun bom itu akan meledak. Atau pilihan terakhir … kalian melepaskan kami dan bom itu tetap meledak “ Adrien tersenyum sinis, tidak ada yang menguntungkan dengan pilihan itu.

“Owh… agen Negara, aku bisa menyerahkan diri tapi aku harus membunuh mereka”

Yunho membuka matanya lebar, bahkan mereka baru berhadapan dengan kedua orang ini, kenapa mereka ingin membunuhnya dan teamnya.

“Lepaskan penyamaranmu Hyukjae” Yong Hwa sudah menarik pelatuknya, ia siap menyergap mereka berdua jika mereka mulai bergerak

Yunho dan Jo Hyun tercengang. Kedua orang itu mulai melepas topeng mereka

Alberto Guiness= Lee Hyukjae

Adrian Guiness= Calvin Chen

Dua musuh itu, pernah mereka hadapi satu tahun lalu. Apa mereka ingin balas dendam karena salah satu kawan mereka terbunuh dan mereka gagal menyelundupkan barang curian mereka?

Yunho tersenyum sinis.

Matilah kau!  Mereka terjebak.

“tembak kami atau teman-temanmu meledak bersama bom itu”

Seo Jo Hyun  berusaha menghubungi kedua partnernya, sialnya ia tidak dapat menembus ruangan itu. Mereka telah membuat satu-satunya alat penghubung mereka rusak ketika memasuki ruangan itu.

Ia beralih menatap Yong Hwa.

“Aku sudah memperingatkan dengan menawari kerjasama, jangan salahkan aku”

Yunho menatap lurus ke kotak kecil berupa tombol merah itu. satu-satunya yang ia harapkan adalah kedua partnernya segera menyadari bahwa mereka telah masuk ke perangkap maut.

_____________________________________

“Aku tidak bisa mendengar apapun” Jessica memeriksa microchipnya.

Sedangkan Kyuhyun mengotak atik jam tangan digitalnya. Peralatannya rusak ketika masuk ke ruangan itu.

“Tenanglah, jangan ganggu konsentrasiku, milikku juga bermasalah”

“Sepenting itukah isi chip itu sehingga harus disimpan di ruangan seperti ini?”

Jessica menyelidik ke seluruh penjuru ruangan sempit itu, ruangan persegi dengan lebar 36m2 itu dilengkai dengan sinar merah dan keunguan yang mungkin itulah penyebab peralatan mereka rusak, dan tidak lupa dengan pintu berpasword yang berlapis besi baja itu.

ia berjalan lambat, mendekati sebuah kubus bening diatas sebuah penyangga besi kuning dan dilindungi dengan sinar laser hijau.

“Chip itu ada disana”

“Jangan mendekat, sinar itu bisa membunuhmu, kita harus mencari cara untuk mematikan sinar itu” Kyuhyun akhirnya menyerah dengan peralatannya.

Untungnya ia masih membawa benda kecil yang masih berfungsi di ruangan ini.

“harus alat dengan level yang lebih rendah, kalian bodoh” Kyuhyun tersenyum. Sedetik kemudian ia mengoperasikan alat itu dan ia mulai tiarap. Ia mengarahkan alatnya pada sinar hijau itu dan … SLAP…

“Berhasil “ ucapnya disertai dengan teriakan kecil dari Jessica.

“Aku yang mengambilnya” Jessica mendekati kubus itu dan membuka penutup kacanya. Ia juga membuka kubus kecil yang ada di dalamnya dan disitulah dia tercengang.

02:12

Angka merah yang ia lihat di alat yang ada didalam kubus itulah yang membuatnya membatu.

“Oppa! Kita dijebak”

_________________________________________

02:12

Angka yang sama ditunjukkan oleh Hyukjae dan Calvin. Yong Hwa masih  siap dengan senjatanya, sedangkan Yunho terdiam.

“Ayolah, Jesscia, Kyuhyun_ah!” gumaman kecilnya terdengar ditelinga Jo Hyun

Kekhawatiran yang sama juga ia rasakan. Ia tidak mungkin bergerak tanpa komando dari Yunho Lalu apa yang harus ia lakukan?

Sedangkan pengawal Hyukjae dan Calvin menambah kewaspadaan mereka, ya.. mereka berdua telah kembali dijaga ketat oleh orang-orang berjaz hitam itu.

“Oppa, kita harus menyelesaikan misi kita, percayakan pada Kyuhyun, dia pasti bisa melindungi Jessica”

Yunho tersenyum “Jessica yang akan melindungi suamimu”

Jo Hyun  tersenyum melihat Yunho sudah menarik senjatanya, ia benar… Jessica adalah penantang nyawa terhebat. Ia harus percaya mereka akan baik-baik saja. Semua ini bagian dari jebakan sehingga konsentrasi mereka terpecah.

BRAK

Yunho menendang kursi di depannya dan tepat mengedai salah satu dari anak buah mereka.

BLAM

BUK

BUK

Tujuan utama Yong Hwa adalah menangkap kedua targetnya itu dengan selamat. Jika itu memungkinkan.

“Jangan sentuh targetku” ucapnya

“Jika itu memungkinkan” Yunho tersenyum sinis,

BLAM…

Mereka terus mencari celah untuk mendekati Hyukjae dan Calvin. Sedangkan Jo Hyun  berusaha menutup celah yang bisa membuat Hyukjae dan Calvin keluar dari ruangan itu.

Lawan mereka cukup kuat, seharusnya mereka sadar itu.

__________________________________________________

Kyuhyun menatap angka di benda itu yang terus berkurang. Ia selalu berurusan dengan data-data yang ada di computer, namun ia tidak berpengalaman untuk menjinakkan bom.

“Percuma kau memandangi benda itu, lagipula bom di ruangan ini tidak hanya satu. Mereka kelewat banyak jika harus dijinakkan satu persatu, kita bisa kehabisan waktu dan melebur bersama bom itu” Jessica meneliti seluruh dinding ruangan itu.

“Kau bisa setenang ini?” Kyuhyun mendelik tajam, bagaimana bisa ia melihat wajah datar dan acuh Young Mun disaat seperti ini. Sedangkan nyawa mereka terancam.

“Jika saja aku bisa membuka pintu besi itu” Ucapnya lemas.

Ya … jika mereka bisa membuka pintu itu, mereka tidak akan diam memandangi angka di bom itu.

“Jo Hyun lebih hebat dalam menghadapi ini, kau payah”

“Diam kau”

“pikirkan cara untuk menjinakkan bom itu”

“itu yang aku lakukan Sica, berhenti mengganggu konsentrasiku”

“Bukan itu yang kumaksud, amati satu persatu angka di bom  itu dan temukan satu bom dengan kecepatan 1 detik lebih cepat dari seluruh bom di tempat ini, dan itulah induk dari bomnya, jika sinar merah dan keunguan di ruangan ini ada gunanya, mungkin itulah yang menyalurkan ledakan bom induk. Kemungkinan besar bom induk yang akan meledak terlebih dulu”

Kyuhyun terdiam. Benar juga yang dikatakan Jessica, ia meneliti satu persatu Bom waktu yang mengitari mereka.

“DAPAT!” ucapnya

“Aku juga dapat, hanya saja dititik yang berbeda”

“induknya tidak hanya satu?’

“aku rasa hanya satu, tapi kita di jebak lagi”

‘adakah cara lain?”

“pertajam analisamu dan aku akan mencoba satu persatu induk yang ada di titik berbeda itu”

Jessica mendekati salah satu induk bomnya.

“Sial, cahaya di ruangan ini mengecohkan warna kabelnya”

“Ohhh.. ayolah, kau tahu keponakan kecilmu sangatlah lucu, apa kau tega ia tidak memiliki ayah?”

“Jika ayahnya sepertimu, sepertinya lebih baik seperti itu”

Kyuhyun menggeram kecil, ia akan membuat perhitungan nanti, namun tidak sekarang. Sedangkan Jessicamasih meraba-raba warna kabel yang harus ia putus.

“Berdo’alah,jika ini gagal… ledakan pertama akan dimulai.. disusul ledakan berikutnya” Jessica sudah mendapatkan satu kabel ditangannya. Ia sudah siap untuk memutus kabel itu.

“Tuhan!”

CKLEK

1

2

3

Tidak terjadi apa-apa dengan bom itu, dan waktu yang tertera di benda itu mulai melambat. Hingga akhirnya berhenti di angka 01:42

Jessica meneliti seluruh bom diruangan itu, tidak ada yang berubah selain satu bom yang berhasi ia jinakkan. Itu artinya, ia salah menjinakkan induk bom.

“Ada 5 titik lagi, dan kumohon kau melakukannya dengan cepat”

Jessica tak menggubris kata-kata Kyuhyun. Matanya terus menelusuri arah bom itu.

01:00

Ia sudah menghabiskan 42 detiknya untuk berfikir.

00:55

“Ayolah sica”

Jessica masih terdiam, ia meneliti garis tak terlihat di ruangan itu yang menghubungkan bom satu dengan bom lainnya, ia masih tak menggubris rengekan Kyuhyun yang mulai tidak tenang.

Sampai akhirnya ia menemukan titik temu dari garis itu yang menuju pada pintu besi itu.

“Disana! Induknya ada disana” Jessica menunjuk pada pintu masuk mereka.

Astaga… jika ia menggeser sedikit besi itu mereka akan celaka

Mereka mulai mendekat dan mencari letak Bom yang tersembunyi di balik bongkahan besi pintu itu.

00:30

30 detik terakhir dan kejadian yang sama yang mengecohkan pandangan Jessica, ia kesulitan membedakan warna kabel itu.

“Aku mempercayaimu” ucapan terakhir Kyuhyun yang membuat Jessica mantap dengan kabel yang ia pegang saat ini.

Ia berbohong jika ia juga tenang. Pengalaman terakhirnya dalam menjinakkan bom adalah, ia hampir kehilangan nyawanya karena salah memotong kabel dan hampir mencelakai Yunho.

“Jika kau yang selamat, aku minta ma’af dengan semua kesalahanku Oppa” ucap Jessica lirih dan sontak membuah Kyuhyun kehilangan dayanya. Siapa yang tidak takut dengan ucapan dingin Jessica namun mengandung arti dalam.

Apa maksudnya jika dia yang selamat, jika dia gagal termasuk dirinya sendiri yang akan mati

00:12

00:11

Jessica memejamkan matanya sejenak dan CKLEK

Akhirnya ia memutus kabel itu.

00:10

00:09

Detik itu masih berjalan dan mereka berdua hanya terduduk lemas.

00:08

Matilah kita

____________________________________

Mereka berhasil melumpuhkan semua penjagaan Hyukjae dan Calvin.

Sedangkan angka itu terus berjalan, dan mereka tidak juga melihat Kyuhyun dan Jessica keluar dari ruangan itu.

“Matilah riwayat kalian”

“Diam kau !”

CKLEK

CKLEK

Yong Hwa dan Yunho sudah menarik pelatuk mereka, jika bom itu meledak mereka juga tak segan untuk membunuh kedua manusia itu.

Seo Jo HYUN menahan lengannya yang terkena luka tembak. Rasa sakitnya terabaikan dengan rasa khawatir pada suami dan sahabatnya.

“Ayolah.. Sica_ya… Oppa”

“ 7,6,5,4,3..” Calvin menghitung mundur waktu di bom itu.

Yunho, Jo Hyun termasuk Yong Hwa memejamkan mata.

________________________________

00:04

00:03

Jessica memejamkan matanya, Kyuhyun masih memandang hambar angka itu.

00:03

00:03

Kyuhyun membuka matanya lebar, angka itu berhenti.

“Jessica_ya” ucapnya lirih.

Jessica mendongak, ia tersenyum ketika angka itu berhenti, ia berhasil.

“Kita harus membuka pintu ini”

_______________________________

00:03

00:03

Calvin berhenti menghitung, matanya tercengang ketika angka itu berhenti. Yunho membuka matanya perlahan.

“Bagus… mereka melakukan yang terbaik”

DDAR

DDAR

Yong Hwa menembak salah satu kaki Hyukjae, dan dengan segera Yunho mengankap Calvin.

Anggota team Yong Hwa mendekat dan menangkap mereka.

Dengan sigap mereka mampu melumpuhkan Hyukjae dan Calvin.

“Ini untuk yang terakhir kali bagi kalian”

“Semoga kita tidak bertemu lagi”

Anak buah Yong Hwa menggiring kedua orang itu.

“Ini untuk kalian” Yong Hwa melemparkan kubus kecil yang berisi Chip.

“Aku sudah mendapatkan targetku”

Yunho tersenyum sinis

“Hyung”

Jo Hyun  membuka lebar matanya, ia bersyukur bisa melihat suaminya selamat.

“Ohh Yeobo!” Kyuhyun memeluk Jo Hyun ,  Yong hwa menatap keduanya dengan senyum dingin. Sedikit sesak jika melihat mereka bermesraan.

Kyuhyun beralih menatap Yong Hwa dengan tajam.

“Berhenti menatapnya seperti itu, aku terluka” Jo Hyun  pandangan Kyuhyun.

Lagi-lagi Yong Hwa tersenyum dingin. Ia beralih pada Jessica yang ada di belakan Kyuhyun.

“Apa chip itu ada padamu Oppa?” tanya Jessica pada Yunho.

“Hmm” Yunho mengangguk pandangannya masih terarah pada Yong Hwa.

“Gomawo, kau ketua team yang hebat” ucap Yong Hwa.

Yunho mengangguk, “Itu sudah pasti agen Negara”

Yong Hwa tersenyum sinis

“Aku akan merahasiakan tentang Chip itu, kami hanya mengangkat masalah penyelundupan benda-benda bersejarah yang mereka curi, lagi pula ini juga bagian dari rencana mereka untuk balas dendam pada kalian” Yong Hwa sedikit membungkukkan badannya, berpamitan pada ke-empat orang itu.

“Semoga kita bertemu lagi di keadaan yang sedikit lebih baik”

.

.

.

SEOUL ,

“Ne Direktur”

Mereka disambut oleh direktur mereka Leeteuk. Dengan bangga ia mententeng kubus kecil berisi chip itu.

“ Bisakah anda menceritakan saja apa yang terjadi tentang Chip itu sebelum kita mengejarnya?” celetuk Jessica yang seketika membuat Leeteuk merubah ekspresinya.

“Ah… Princess, kau tahu itu bukan gayaku” Leeteuk kembali tersenyum

“Sebagai imbalannya, kalian bisa mengambil cuti kalian, aku akan member tugas pada team lain, dan kau Jo Hyun_ah… “

Leeteuk tersenyum ramah pada sosok yang terdapat perban di lengannya itu.

“Selamat bergabung lagi”

“Aku permisi !”

Leeteuk mengacak rambut Jessica lalu berlalu dari ruangan itu.

Kyuhyun menatap haru istrinya. Ia membawa bayi mungil di pelukannya, itu adalah putra mereka.

“Kau… jangan melihat Eomma mu ketika bertarung, kau harus lebih hebat dari eommamu dan jangan menyebalkan seperti tante Jessica” Kyuhyun mengangkat tubuh kecil putranya itu.

Yunho terkekeh pelan mendengar ocehan jahil Kyuhyun, begitu pula dengan Seo Jo Hyun

Dan tidak untuk Jessica

“Urusan kita belum selesai Mr. Cho, kau terlalu banyak membuat masalah dengan ku” ucapnya dingin.

“Eits… kalimat itu jangan di dengarkan Arachi” Kyuhyun menutup telingan kecil putranya, membuat Jessica ingin menyumpat mulut itu dengan sepatunya.

“Sudahlah, biarkan mereka bersenang-senang” Yunho merangkul pundak Jessica dan menggiringnya kecil

“Aku traktir Ice Cream sepuasmu” Yunho menggiring Jessica keluar dari ruangan itu.

.

.

“Yeobo!”

“Hmm?” Seo Jo Hyun  mendongak

“Apa kau sudah melepaskan dia?” akhirnya kalimat itu pecah juga.

Seo Jo Hyun  terdiam, ia menatap Kyuhyun lekat. Sungguh sakit memang ketika ia harus bertemu Yong Hwa lagi, perasaannya juga sungguh sulit dihilangkan.

”Kami sudah terlepas sejak lama, Oppa!” Seo Jo Hyun  tersenyum, ia memeluk suaminya dan putra kecil mereka.

“Jangan khawatir, aku milikmu” dan kalimat itu menutup semua rasa khawatir Kyuhyun selama ini.

Sikap dingin Jo Hyun mungkin akan berangsur menghilang. Masa lalu mereka cukup pahit  jika mereka memulai untuk bersama lagi.

Jung Yong Hwa yang melukai Jo Hyun  karena Jo Hyun  membunuh Ayahnya. Yong Hwa tetap menyalahkan Jo Hyun  yang juga mempunyai dendam kepada Ayah yang selama  ini ia cari. Ayah Yong Hwa lah yang telah memporak porandakan keluarga Jo Hyun  wajar jika saat itu Jo Hyun  membunuh Ayahnya. Yong Hwa tidak bisa memaafkan Jo Hyun

Dan kenapa Kyuhyun terlibat? Karena Kyuhyun adalah putra dari salah satu mavia yang saat itu sedang berhadapan dengan Team Seo Jo Hyun

Kyuhyun tertarik pada Jo Hyun  dan karena suatu hal Seo JO Hyun  menganduk anak Kyuhyun hingga akhirnya mereka harus menikah, dan mulai saat itu, Kyuhyun menentang Ayahnya yang notabene seorang Mavia di Hongkong.

Lalu apa hubungannya Jessica dan Jung Yong Hwa?

 

______________________

 “Terima kasih atas informasi yang kau berikan Jessica_ya” Laki-laki itu tersenyum pada gadis yang ada disampingnya saat ini.

“Jangan membuat kami buronan lagi karena membunuh kapten, kau masih ingin mengelak jika kapten juga bersalah?”

“Kau juga bersalah karena telah membunuhku saat itu”

“Kau masih hidup sampai saat ini”

“Untunglah aku mempunyai nyawa lebih”

“Pastikan Oppa memegang janji Oppa, hapus semuanya dan kita bisa berteman”

Laki-laki itu, Jung Yong Hwa tersenyum sinis.

“Kembalilah ke team kami”pintanya

“Ayolah, itu sudah berakhir sebelum kau bergabung dengan team itu” Jessica menyipitkan matanya.

“Lupakan cinta itu, lupakan dendam itu, lupakan rasa sakit itu dan hiduplah dengan tenang Oppa, aku menyayangi teamku”

“Karena ini berhasil. Aku akan mempertimbangkannya” Yong Hwa mengacak rambut Jessica dan berlalu meninggalkan tempat itu.

Jessica menatap kepergian Yong Hwa yang semakin menjauh dari tempat itu, terpaan angin laut yang lumayan kencang membuatnya ingin meloncat ke dalam air nan luas itu.

Setidaknya ia sedikit lega karena mereka terbebas dari target penangkapan seorang Jung Yong Hwa. Sungguh ia tidak ingin berurusan dengan agen Negara.

Jessica merentangkan tangannya.Menikmati setiap angin yang menerpanya. Rasanya sangat lelah setelah apa yang ia alami di Nagoya beberapa hari lalu.

Ia menghirup dalam aroma udara laut yang menerpanya. Sesaat kemudian ia membuka matanya. Ia menyelidik sekitarnya.

Ada seseorang tak jauh dari tempatnya dan ia tahu siapa orang itu.

“Keluarlah Oppa, kau sudah melihat semua” Jessica kembali merentangkan tangannya.

Sedangkan orang itu tersenyum sinis dan berjalan mendekatinya.

“Kau bekerja sama dengan Agen Negara? Sudah kuduga”

“Tebakanmu memang yang terbaik Oppa!”

Yunho, laki-laki itu tersenyum simpul. Bisa dibilang ia tertipu dengan Jessica saat di Nagoya, namun tidak setelah ia mengetahuinya hari ini.

“Ketajamanmu masih tidak diragukan Jessica_ya”

“Jangan memakai parfum jika menguntit seseorang jika itu adalah aku” Jessica tersenyum, ia menyipitkan matanya sedikit mengejek Yunho

“Kau menang”

 

 _END_

Advertisements

6 thoughts on “SECRET [PART II]/ END

  1. Jung Clara says:

    Wew..ini seru..tp aq blm bca chap sblm nya..jd agk bngung…jd yonghwa ama sica iti bertmn ya…klw yunho ama sica???kya nya aq hrus bca dr awl nie..hehehe…nice ff thor…

  2. N0vi says:

    Kyaaa. .udah end. Ini seruuu bget acti0n-nya gk trlalu kejam. . . Aku jd ngebayangin n0nt0n k0rean m0vie. . . Jessica akhirnya sm yunh0 ya?
    Oh ya th0r bkin genre kyak gni lg ya acti0n tp r0mance. . .
    Bwt auth0r Fighting ne. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s