MORE THAN PART III[CHAPTER 4/end]

L2jessica7

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: G

Genre: Romantic, friendship

Main Cast: -L Myungsoo- Jessica Jung.

Other Cast:- Young Jae-Bang Yong Guk-Park Chorong -Park Chanyeol-Kang Minhyuk-Suho-Ren-Himchan-Jin

 PART III

TRUST AND PROMISE (chapter 4/end)

Untuk kesekian kalinya mereka melihat KIM MYUNGSOO dan JESSICA JUNG tidak berangkat sekolah besama, tidak pulang sekolah bersama dan tidak berbicara lama selain saat di kelas. Mereka juga menghabiskan waktu istirahat dengan kegiatan mereka masing masing dan tidak berbicara banyak di kelas. Myungsoo juga terlihat tidak perduli saat Park Chanyeol selalu mengganggu Jessica di dalam kelas. Saat si blasteran Kris yang menunggunya di luar kelas di jam istirahat, saat Sunbaenya Kyuhyun yang bersamanya di perpustakaan dan saat sunbaenya Kang Minhyuk yang menggandeng tangannya saat dikantin.

Begitu pula dengan Jessica yang tidak pernah perduli bahkan mungkin ia bersyukur saat Myungsoo menerima ajakan beberapa yeoja untuk menemaninya makan di kantin sekolah.  Memberikan nomor handphone nya pada yeoja-yeoja dan menerima mereka yang berniat untuk mendekatinya.

Mereka mulai membuka diri bersama teman-teman mereka yang lain yang mungkin karena mereka selalu menghabiskan waktu bersama mereka tidak pernah menoleh pada teman-temannya. Sehingga banyak muncul kesalahpahaman pada mereka. Banyak yang menyukai mereka, namun banyak pula yang iri pada mereka. Sangat berbeda dengan Myungsoo, Jessica lebih banyak yang membenci karena ia termasuk gadis pujaan di sekolah dan yang paling dekat dengan namja pujaan di sekolah. Rasa iri para yeoja memang berlebihan jika sudah mengerjai Jessica. Sedangkan Myungsoo, siapa yang nyaman dengan tatapan tajamnya yang ingin membunuh itu. Namja yang mendekati Jessica pun memilih untuk tidak terlalu mengambil resiko jika berhadapan dengan Myungsoo.

“Ada apa dengan kalian?” tanya Kang Minhyuk yang saat ini sedang menemani Jessica di kantin sekolah.

“Hya! Hyung… lebih baik jangan bahas mereka berdua. Bukankah bagus tidak ada yang memberi kita tatapan mengerikan  saat kita bersama Jessica?” celetuk Chanyeol. Beberapa hari ini dialah yang selalu semangat mendekati Jessica dan selalu membuntutinya kemana-mana.

“Aishhh! Kau ini, kenapa selalu membuntutiku?” cibir Jessica dengan lirikan tajam pada Chanyeol

Jessica terdiam setelah mencibir Chanyeol dan mendapati Kang Minhyuk yang menatapnya kagum.

“Waw Daebak!!” kata kedua namja itu bersamaan, mereka menatap Jessica yang menatap mereka bingung.

‘Wae?”

“Aku tidak pernah melihat ekspresi seperti itu selama mengenalmu! Apa ekspresi jengkel itu hanya kau perlihatkan pada Myungsoo?” Chanyeol masih menatapnya kagum karena ekspresi jengkel Jessica tadi bukan takut malah menggemaskan. Selama ini memang Jessica hanya mempunyai ekspresi datar dan senyum. Mereka kecuali Myungsoo tidak ada yang pernah melihat ekspresi Jessica saat ia jengkel atau saat sedang mengerucutkan bibirnya. Itu terlihat sangat imut jika Jessica yang memilikinya.

Jessica memutar matanya.

“Kalian ini, jangan berlebihan. !”

“Any.. any.. kau sangat menggemaskan Jessica_ya!” Chanyeol mencubit pipi Jessica gemas. Lalu disertai oleh tawanya yang besar. Membuat Jessica mengerucutkan bibirnya, lalu disusul dengan kekehan Kang Minhyuk karena ekspresi lucu Jessica.

Sementara itu Myungsoo yang kebetulan ada di kantin sontak menoleh kearah mereka. Entah kenapa ia mengepalkan tangannya. Tak perlu waktu lama untuknya memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Ia tidak ingin Jessica menyapanya atau menghampirinya disaat ia bersama teman-teman barunya.

.

.

Memang sulit, sangat sulit  untuk tidak berbicara dengan Jessica. Ia merasakan itu, tapi ia sendiri yang memulainya. Sebenarnya ia hanya tidak ingin terlalu akrab dengan Jessica dan menjalani pertemanan seperti mereka berteman dengan teman-teman lainnya. Tapi entah kenapa kediaman menyelimuti mereka. Bahkan mereka enggan memulai percakapan satu sama lain. Ia bodoh… sangat bodoh. Jika Jessica yang tidak mulai bicara seharusnya ia yang memulai untuk bicara setidaknya menyapanya. Mereka sedang tidak bermusuhan jadi kenapa mereka tidak saling menyapa? Mereka hanya memperbaiki hubungan pertemanan mereka.

“Apa aku salah bicara waktu itu pada Sooyeon?” gumamnya. Ia mengacak rambutnya frustasi.

Ia memandang ujung belokan rumahnya. Tidak ada Jessica disana. Tidak ada gadis cantik yang di jam seperti ini pasti menunggunya.

“Pabbo! Dia tidak mungkin menunggumu setelah waktu itu” ia lagi lagi merutuki dirinya sendiri. Tidak dipungkiri ia merindukan sahabatnya  itu. Meskipun mereka satu kelas. Mereka hanya bertemu di dalam kelas dan itupun mereka saling diam. Apalagi Myungsoo sudah tidak lagi menatap wajah cantik Jessica saat ia sedang melihat keluar jendela. Melihat langit favoritnya.

Myungsoo bersandar pada dinding yang selalu digunakan Jessica untuk menunggunya. Ia berfikir sejenak, lalu ia berjalan meninggalkan tempat itu.

“Sooyeon tidak akan datang!” gumamnya.

.

.

Myungsoo bersandar pada dinding rumah itu.

“JANGAN CAMPURI KEHIDUPANKU! AYAHMU MENINGGALKANKU DEMI WANITA KAYA ITU! JANGAN HALANGI AKU JUNG SOOYEON! Heoh.. BAHKAN NAMAMU SELALU MENGINGATKANKU PADA LAKI-LAKI BR****K ITU!”

“EOMMA! HENTIKAN, DIA HANYA MENYAKITIMU!”

“HEOH! AYAHMU LEBIH MENYAKITIKU! PIKKYO! JANGAN HALANGI JALAN KU!”

“EOMMA JEBALL, KALAU KAU SEPERTI INI KAU LEBIH BURUK DARI AYAH!”

PLAK, PLAK

Tap

Tap

Tap

BRAK

Myungsoo merapatkan dirinya di dinding, dilihatnya seorah Ahjumma yang keluar dari rumah Jessica. “Eomma Sooyeon?” batinnya.

Ahjumma itu sempat melirik singkat pada Myungsoo yang ada didepan rumahnya lalu pergi terburu-buru dengan membawa koper kecil di tangannya. Eommanya tak jauh beda dengan Jessica. Eommanya juga sangat cantik, tapi kenapa dengan mereka?

Ia terus memandang punggung Eomma Jessica yang terus menjauh. Ia mendengar lagi suara teriakan dari rumah Jessica. Tadi Ia juga mendengar suara tamparan yang terdengar cukup keras. Dan pasti Jessica ditampar oleh Eommanya. Ia sedikit tahu sekarang apa yang dialami Jessica di rumahnya. Itulah sebabnya ia lebih suka berada lama-lama di luar rumah.

“L?” Sebuah suara membuyarkan lamunan Myungsoo. Itu suara Jessica, kenapa ia tidak mendengar langkah kakinya yang mendekat? Seharusnya ia segera pergi dari tempat itu.

“Kau? Apa kau sudah lama disini?”  tanya Jessica dengan suara yang sedikit parau dan gemetar. Myungsoo masih tidak ingin membalikkan badannya dan menatap Jessica. Ia memejamkan mata lalu menghela nafas panjang.

Myungsoo berbalik badan dan menatap Jessica singkat.

‘Aku harus pergi!”  dan hanya itu yang bisa terucap dari Myungsoo. Ia segera pergi dari tempat itu meninggalkan Jessica.

Ia melihat pipi Jessica yang memerah dan wajah Jessica yang sayu dan terlihat kacau. Mungkinkan Eommanya meninggalkannya demi seorang laki-laki? Jika seperti itu Jessica akan sendiri. Seharusnya ia menemani Jessica. Tapi entah kenapa ia  malah meninggalkan gadis itu sendiri dalam keadaan seperti itu.

“AAAGGGHHHT, ada apa denganmu Kim Myungsoo!” teriaknya frustasi. Pasti perasaan bersalah akan menyelimutinya.

Ia ingin memeluk Jessica namun kenapa ia pergi? Kenapa ia malah pergi?

Ia masih berjalan gontai, keputusannya salah jika ia menjauhi Jessica pada saat seperti ini. Ia berbalik, belum cukup jauh ia pergi dari rumah Jessica. Ia harus kembali dan menemui Jessica. Jessica membutuhkannya.
Ia berlari kencang berbalik arah. Ia berlari ke rumah Jessica. Di otaknya tidak lagi perduli apakah Jessica masih ada di rumahnya atau sudah berangkat ke sekolah. Ia tetap berlari dan ingin  memastikan keadaan Jessica.

.

.

Hosh..hosh..hosh.. Myungsoo menelan salivanya. Ia melihat Jessica yang masih berdiri di depan Gerbang rumahnya. Tapi langkahnya terhenti saat ia tahu siapa yang bersama Jessica. Seseorang sedang berbicara dengan Jessica.

Myungsoo berusaha meyakinkan diri bahwa yang ia lihat adalah salah. Ia ingin laki-laki yang berbicara dengan Jessica saat ini bukanlah Young Jae. Akankah Young Jae menyakiti Jessica saat ini? Atau malah Young Jae hanya ingin memancingnya?

Young Jae, namja itu pasti tahu keberadaan Myungsoo yang sedang memperhatikan mereka. Jessica terlihat menunduk, ia juga berusaha menyembunyikan wajahnya pada Young Jae. Ia juga tahu jika Young Jae mempunyai rencana lain pada Myungsoo, dan dirinyalah yang ia gunakan untuk memancing Myungsoo untuk datang kepadanya.

“Hey… cantik! Jangan terus menunduk, apa aku tidak boleh masuk ke rumahmu? Kau bolos sekolah kan hari ini? Hoachhh… tenang saja, aku tidak akan menceritakan ke teman-temanmu tentang keadaan rumahmu, aku tidak tertarik dengan itu. Aku hanya tertarik dengan mu!” Kata Young Jae, ia tersenyum pada Jessica yang menyeka air matanya.

Jessica mengambil nafas dalam, setelah cukup mampu untuk mengontrol emosinya, ia berani menatap Young Jae. Jessica melempar senyum sinis andalannya.

“Kau enyahlah dari sini ! kalau kau memancing kemarahan Kim Myungsoo, ia tidak akan datang hanya karena kau mendekatiku! Dia tidak akan perduli lagi denganku!” Jessica mengakhiri kalimatnya. Ia membungkukkan badannya lalu melangkah menuju gerbang rumahnya.

TAP

TAP

“Apa yang kau_” Jessica tertutup oleh tubuh Young Jae, Young Jae tiba-tiba saja meraih tubuhnya dan memeluknya, menenggelamkan kepalanya diantara dada bidangnya.

“Kau yakin? Bahkan setelah aku melakukan ini padamu?” Young Jae melepaskan pelukannya, ia menatap Jessica penuh arti. Namun senyumnya tetap menyeramkan bagi Jessica.

Young Jae mendekatkan wajahnya pada Jessica, ia sedikit membungkuk agar bisa sejajar dengan Jessica. Jessica sudah mengancang-ancang untuk mundur tapi sial, Young Jae meraih pinggangnya, ia malah menarik tubuh Jessica untuk lebih dekat padanya. Dan kini hanya tinggal beberapa senti jarak antara wajah Young Jae dan Jessica.

“Ma_mau apa kau?” Jessica memalingkan wajahnya ketika Young Jae sudah semakin dekat dan hampir menciumnya.

BUK

BUK

Jessica merasakan tubuhnya terlepas dan sedikit terhempas karena tiba-tiba Young Jae melepaskan pelukannya.

“Hahahaha, akhirnya kau terpancing Kim Myungsoo!” Young Jae menyeka bibirnya yang terkena pukulan Myungsoo.

Jessica menoleh cepat ke sumber suara itu. Matanya melebar setelah ia melihat Myungsoo ada diantara mereka. Dilihatnya Myungsoo yang mengatur nafasnya, sedangkan Young Jae terlihat sedikit memar di ujung bibirnya. Itu bekas pukulan, dan pasti Myungsoo yang melakukannya.

“Kau salah sasaran Young Jae_ssi!” kata Myungsoo, dan ia tetap tidak memperdulikan Jessica. Ia hanya menatap tajam namja didepannya.

“Jinjja? Aku kira Jessica mu itu adalah alat pemancing yang paling ampuh untuk mu!”

“HYA!” Myungsoo kembali memukul Young Jae

BUK

BUK

BUK

Young Jae tak membalas sedikitpun pukulan Myungsoo, sedangkan Myungsoo terus memukulinya.

“ELL, HENTIKAN! HENTIKAN ELL!” Jessica menahan tangan Myungsoo. Ia menarik tubuh Myungsoo untuk menjauh dari Young Jae yang sudah banyak memar di wajahnya.

“HENTIKAN!” Teriak Jessica.

Myungsoo tak memperdulikan Jessica, tak sedikitpun ia melihat kearah Jessica, tatapannya masih lurus pada Young Jae. Sedangkan namja itu, ia berusaha berdiri dan dengan senyum  sinis yang masih tersungging di bibirnya yang terlukan itu.

“Jangan berfikir kau MENANG Kim Myungsoo!” Young Jae berjalan gontai meninggalkan Jessica dan Myungsoo, dengan tatapan yang mengancam yang ia tinggalkan untuk Myungsoo dan Jessica.

Jessica menatap Myungsoo yang masih menatap kepergian Young Jae. Ia dapat melihat matanya yang penuh dengan amarah pada Young Jae.

“ELL!” Ucap Jessica lirih, berusaha membuyarkan tatapan Myungsoo.

Namun panggilannya itu tidak dijawab oleh Myungsoo, Myungsoo melepaskan lengannya yang digenggam oleh Jessica. Dan tanpa sepatah katapun ia juga pergi meninggalkan tempat itu dan membiarkan Jessica kembali sendiri.

Myungsoo berjalan gontai semakin menjauh dari tempat itu. tak terasa Jessica meneteskan air matanya menatap punggung Myungsoo yang semakin menjauh.

“Aku tidak mengerti dirimu EL, Kembalilah seperti dulu!” ucapnya.

_______________________________

.

.

.

Jessica berjalan gontai menuju kelasnya, ia sudah berfikir semalaman untuk berusaha agar Myungsoo bisa kembali seperti dulu lagi. Ia harus meyakinkan kepadanya bahwa apa yang terjadi padanya bukanlah karena Myungsoo yang selalu dekat dengannya, ia tidak pernah perduli dengan semua orang yang mengganggunya, ia sudah tertekan dengan hubungannya dengan Eommanya di rumah, ia hanya ingin mempunyai teman untuk bersandar seperti Myungsoo untuk melupakan semua masalahnya. Ia tidak ingin tumbuh menjadi remaja Broken home yang salah. Baginya Myungsoo adalah tempatnya untuk melupakan keadaan d rumahnya. Ia harus menyelesaikan kesalahfahaman ini.

‘Semangat ssica!” Ia mengepalkan tangannya sendiri lalu berjalan dengan mantap ke kelasnya.

Ia mengedarkan pandangannya di seluruh ruang kelasnya. Tidak Nampak seseorang yang ia cari hanya Chanyeol yang melambaikan tangan kepadanya, wajahnya yang selalu ceria dan bersemangat itu membuat Jessica tidak tega untuk tidak membalasnya.

“Anyeong Jessica_ya!” teriak Park Chanyeol lalu ia berhambur kearah Jessica.

“Uh? Kau mencari siapa?” tanyanya

“Ah.. Any!” jawab Jessica lalu Ia meninggalkan Chanyeol menuju bangkunya. Ia melirik bangku Myungsoo yang masih kosong, belum ada tas dan peralatan lainnya di meja itu, itu berarti Myungsoo belum sampai  di sekolah.

“Hya! Kenapa kalian kemarin tidak masuk sekolah?” tanya Chanyeol, ia kini duduk di bangku depan Jessica. Mendengar itu semua murid mengubah perhatian mereka pada Jessica. Mereka menunggu jawaban Jessica yang masih diam. Jelas ini menarik bagi mereka. Sejak mereka terlihat jarang bersama dan pada akhirnya mereka tidak masuk sekolah bersamaan.

“Mwo? Dia juga tidak masuk kemarin?”Jessica berbalik tanya, ia tahu jika Myungsoo tidak mungkin datang ke sekolah setelah kejadian kemarin.

“Ohhh… kau juga tidak tahu kenapa ia tidak masuk sekolah? Lalu kenapa kau juga tidak masuk?” tanya Hyoyeon.

Jessica mengeluarkan amplop putih di tasnya.  Dan itu adalah surat dokter, sebagai bukti bahwa ia tidak masuk sekolah karena sakit.

“Kau sakit Princess ku?” Mata Chanyeol melebar, ia seakan ingin memeluk Jessica yang ada di depannya.

“Aishhh, kau ini sungguh berlebihan, bahkan kau bisa tidak masuk 2kali dalam 1bulan karena sakit PARK CHANYEOL!” Umpat Hyoyeon.

“Aihhhhh…. Jangan bicara seperti itu d depan princess ku.. Kau ingin aku terlihat lemah di depannya?”

“Hya! Dia pasti tahu, karena dia juga teman sekelas kita.!” Jawab Hyoyeon dan sukses membuat Chanyeol berhenti mengomel

Benar juga, ucapnya.

Jessica tersenyum melihat mereka. Memang, selama Myungsoo menjauhinya Park Chanyeol yang terus mengikutinya membuatnya sedikit terhibur karena tingkah lucunya. Ia tidak pernah membayangkan jika ia bisa terbuka dan berteman dengan semua orang. Tapi tetap saja ia harus membuat Myungsoo seperti dulu lagi, ia harus memastikan bahwa ia akan baik-baik saja meskipun ia dekat dengannya. Apa dia lupa bahwa Jessica bisa bela diri? Meskipun terkadang ia selalu diam saat ia dipukul.

Jessica memutuskan untuk mencari Myungsoo di Lapangan basket, siapa tahu ia langsung kesana dan tidak mampir ke kelas, Sebentar lagi ada pertandingan antar sekolah mungkin ia ada disana untuk latihan.

.

.

Jessica berdiri cukup lama, mencari sosok Myungsoo diantara teman satu teamnya, namun ia tidak mendapatkannya. Myungsoo tidak ada diantara mereka.

“Jessica_ssi!” seseorang datang kearahnya. Itu captain team basketnya. Suho

“Ne?”

“dimana Kim Myungsoo? Ini adalah latihan terakhir sebelum pertandingan besok, apa kau tahu diamana dia?” tanyanya

Jessica terdiam, bahkan Suho pun mencarinya dan dia melewati latihan terakhir hari ini? Ini bukan kebiasaannya. Ia tidak akan melewati latihan basket apalagi untuk sebuah pertandingan.

“Mollayo! Mianhae, aku akan mencarinya!”

“Gomawo Jessica_ssi!” ucap Suho lalu kembali ke lapangan.

Jessica masih berfikir, ia melirik jam tangannya, 5 menil lagi bel masuk berbunyi. Mungkin Myungsoo sudah ada di kelas. Lalu ia berlari ke kelasnya dan tetap saja Myungsoo belum datang.

Perasaannya sudah bercampur aduk memikirkan dimana Myungsoo sekarang. Perlahan ia mengotak-atik ponselnya, ia berharap dengan cara ini ia bisa menemukan dimana posisi Myungsoo sekarang.

Ia nyalakan alat pelacak yang pernah ia hubungkan hanya dengan ponsel Myungsoo. Untunglah Myungso  masih mengaktifkan alat pelacak itu di ponselnya. Ia menunggu beberapa saat setelah itu muncul titik biru dan beberapa nama tempat di Seol. Dilihatnya titik dimana MYungsoo menjauh dari arah sekolahnya.

TAP… Jessica melebarkan matanya. Ia mengingat kejadian kemarin saat Myungsoo menghajar Young Jae. Apa mungkin Myungsoo mendatangai Young Jae? Atau Young Jae sengaja menantang Myungsoo ke tempatnya? Ia akan tetap ingin balas dendam karena kematian adiknya pada Myungsoo.

“Mungkinkah_?” Jessica menggantung kalimatnya. Ia melihat ke depan kelas, belum ada Songsaegnim yang masuk ke kelas. Segera ia merapikan bukunya dan beranjak dari bukunya.

“Ketua kelas! Tolong berikan ini kepada Songsaengnim aku harus ke dokter sekarang!” ia meninggalkan surat dokternya di meja Ketua kelas

“Ohh.. kenapa mendadak seperti ini?”
“Mollayo… aku tidak enak badan, gomawo ne!”

“Princess… eoddiyo!” teriak Chanyeol namun tidak dihiraukan oleh Jessica, ia sudah keluar dari ruang kelas dan meninggalkan sekolah secepat mungkin.

.

.

Jessica berjalan menuju stasiun, itu tempat paling dekat dengan titik Myungsoo sekarang. Namun ia bingung kemana ia harus pergi. Apa ia harus kesana sendirian?

“ELL…. Gwenchana?” gumamnya.

Tiba-tiba sebuah panggilan masuk dari ponselnya, dan itu adalah nomor Myungsoo.

“Yoboseo, EL Eoddiyo?” tanya Jessica.

“Yoboseo!” jawabnya

Jessica terdiam, itu bukan suara Myungsoo. Ia tahu suara itu dan dugaannya pun benar, Myungsoo menemui Young Jae

“Eoddiyo?”

“Kau mencariku? Ooohhh kau mencari Kim Myungsoo, sayangnya setelah aku ingin mendapatkan mu terlebih dahulu, dia terlalu terburu-buru untuk menemui ku! Apa kau mau menemuiku sekarang? Melihat sahabatmu babak belur atau bahkan mati di depanmu?”

“Andwe, Hentikan.. atau kubalas kau!”

“Kau mengancamku? Bukankah lebih baik bagiku jika sahabatmu ini tiada sebagai ganti adikku dan kau menjadi milikku sebagai ganti adik ku juga hahahaha!”

Tut…tut..tut…tut… sambungan itu terputus.

“Yoboseo? Yoboseo?” Jessica mencoba menelepon kembali ponsel Myungsoo, namun sial Young Jae pasti sudah menonaktifkan ponsel Myungsoo.

“Aishh!! Kenapa disaat seperti ini?”  Jessica memukul kepalanya, hari ini sangat konyol baginya. Ia harus kebingungan memikirkan bagaimana caranya untuk menyelamatkan Myungsoo. Come on.. ia tidak sedang syuting adegan film atau apapun. Ia sedang mencari keberadaan sahabatnya.

“Apa aku harus ke tempat itu?” Jessica berfikir pada satu tempat yang mungkin ia bisa datangi untuk menyelamatkan Myungsoo. Meskipun ia sendiri tidak yakin Young Jae benar-benar telah bersama Myungsoo. Hanya saja hatinya selalu bergerak untuk menemukan Myungsoo ditangan Young Jae.

_________________________________

.

.

Myungsoo & Young Jae…

.

.

“Dia mematikan ponselnya, apa kau menyakitinya?” tanya Young Jae pada sosok yang telah babak belur di depannya.

“LOSER!” umpat Myungsoo, tatapan tajam itu penuh dengan amarah setelah Young Jae membohonginya. Ia benar-benar terpancing kali ini. Ia terpancing dengan janji Young Jae yang tidak akan mendekati Jessica lagi asalkan Myungsoo mau menyelesaikannya dengan Young Jae sendiri.

Hanya mereka berdua, dan TTADAA…. Di tempat ia bertemu Young Jae, sudah banyak teman-teman Young Jae yang siap menghajarnya. Damn… ia benar-benar sial hari ini karena Young Jae berhasil membuatnya jatuh.

“Kau bahkan tidak mampu untuk berdiri!”

“A_ppa yang Ka_u  Ma_u?” tanya Myungsoo terbata, ia tersungkur dengan tangan yang masih ditahan oleh salah satu teman Young Jae, tubuhnya bahkan harus tengkurap  menahan beban tubuh salah satu teman Young Jae yang menahannya.

“Kau tahu adikku adalah satu-satunya saudaraku, aku sangat menyayanginya… kau tahu itu!”

“Itula_h kena_pa a_ku me_ngacuh ugh.. kanny_a… Bu_kan kah k_au ugh.. yang me_minta_nya?” jawab Myungsoo.

Young Jae tersenyum, ia memang melarang Myungsoo untuk mempunyai hubungan apapun dengan adiknya. Ia dengan kelompok Yong Guk mempunyai dendam yang mendalam. Mereka Rival sejak awal.

“Aku tetap kehilangan adikku dan kau tetap bersama Jessica!”

BUK

BUK

BUK

“UGH.. UGH..!” Young Jae kembali memukul wajah Myungsoo.

____________________

Jin menatap Jessica intens, Jessica terus menunduk dan memegangi roknya, ia memejamkan matanya. Ia hanya berharap kedatangannya ketempat ini bisa membantunya menemukan Myungsoo. Ia tidak hafal persis dimana tepatnya Myungsoo berada setelah ponselnya mati.

“Jessica_ssi, Waeyo? “ tanya Jin halus… ia menunduk mensejajari wajah Jessica yang terus menunduk.

“apa Yong Guk_ssi ada disini?” tanya Jessica sedikit ragu.

“Angkatlah wajahmu, aku canggung jika harus berbicara seperti ini!” jawab Jin

Jessica mendesis.. ini membuang waktunya. Ia harus segera menemukan Myungsoo sebelum Young Jae… bahkan bisa saja membuat Myungsoo kesakitan dan kehilangan nyawanya.

Jessica mengangkat kepalanya, ia menatap Jin dengan wajah khawatirnya. Jin menanggapinya dengan senyum yang merekah di wajahnya.

“Kenapa kau mencari Hyung? Ucapan Hyung waktu itu.. jangan kau hiraukan… kami berteman dengan Myungsoo hanya saja dia yang menjauh dari kami karena ingin melindungimu!” jelas Jin ramah.. ia kembali tersenyum pada Jessica.

Jessica tidak pernah menyangka tentang kabar ini. Satu lagi kenyataan bahwa Myungsoo telah melakukan banyak hal hanya ingin agar dirinya aman. Ia tidak tahu pasti masa lalu Myungsoo… melihat mereka pernah berteman dengan Yong Guk pastilah Myungsoo juga seorang anak jalanan yang suka bertarung seperti Yong Guk dan teman-temannya.

Jessica menatap Jin, matanya sedikit berair. Ia benar-benar khawatir sekarang dengan keadaan Myungsoo.

“Siapa?” ia mendengar suara Yong Guk yang muncul di tempat itu.

Jin tetap tersenyum pada Jessica sambil telunjuknya yang meminta untuk Jessica tidak mengatakan apa-apa tentang apa yang baru saja ia sampaikan padanya.

“Kau lagi?” Yong Guk menemukan Jessica lah yang mencarinya.

“Yong Guk_ssi! Bisakah kau menolongku?” kali ini Jessica tidak punya cara lain selain meminta bantuan Yong Guk, toh jika benar apa yang dikatakan oleh Jin, Yong Guk pasti membantunya.

“Jessica_ssi?” Jin meyakinkan bahwa ia tidak salah mendengar.

“MWO?” tanya Yong Guk lantang

‘Myungsoo dalam bahaya, ia bersama Young Jae sekarang, dan aku tidak tahu harus bagaimana untuk menolongnya.. bantu aku Yong Guk_ssi… Jeball!” Jessica meneteskan air matanya. Ia memohon pada Yong Guk dengan badan yang ia bungkukkan 90 derajat.

“Apa-apaan ini? Hyung apa kita harus membantu penghianat itu?” sahut Ren

Yong Guk menatapnya tajam, lalu tatapannya beralih pada Jessica.

“Bukankah itu urusan kalian?” tanya Yong Guk

“Bukankah kalian berteman? Jika Myungsoo menjauhi kalian karena ku,,, aku minta maaf… aku benar-benar minta maaf membuat Myungsoo tidak lagi bersama-sama kalian, tapi aku mohoh… tolonglah Myungsoo… aku _ aku tidak tahu harus meminta pada siapa lagi, kalian adalah teman-temannya… Jeball.. Jeball!” pinta Jessica, dan pipi putih itu sudah basah karena air mata.

Jin mendekati Jessica dan memeluknya. Ia tidak pernah tega melihat seorang wanita menangis seperti ini. Lalu ia menatap tajam Yong Guk, berusaha meyakinkan keputusan Yong Guk.

Yong Guk menatap Jessica… ia sedang berfikir untuk kembali berurusan dengan Young Jae setelah 1 tahun lamanya mereka berjanji tidak lagi berurusan satu-sama lain.

__________________________________

Myungsoo and Young Jae ..

“UGH.. uhuk!” Myungsoo berusaha berdiri setelah Young Jae memberinya kesempatan untuk lepas dari teman-teman Young Jae yang menahannya.

“Apa 1 tahun ini membuat kau begitu lemah seperti ini? Bahkan saat itu kau bisa saja membuat lawanmu mati” Young Jae masih duduk di dekat Myungsoo.

Myungsoo kembali terjatuh, lalu ia menyerah dan bersandar pada dinding. Nafasnya tersengal, sebelah matanya sedikit buram karna memar dikeningnya. Ia menatap Young Jae tajam. Namja itu juga babak belur namun tak separah dirinya.

“Dia begitu bodoh!” umpatnya

“Kau bisa merelakannya, aku tidak ada kaitannya dengan kematian Park Chorong, begitu juga dengan Sooyeon. Berapa kali aku harus mengatakan itu?”

BUK

BUK

“UGH.. UGHUH!” Young Jae kembali memukul Myungsoo.

BRAK

BRAK

“HYA! YOUNG JAE! HENTIKAN!”

Young Jae berhenti memukul, tidak hanya Young Jae yang mengenali suara itu, Myungsoo juga. Dan kenapa ia sampai disini?

“Hyung?” ucap Myungsoo lirih ketika ia melihat Bang Yong Guk datang bersama teman temannya.

Ren yang menghajar teman-teman Young Jae yang menghadang mereka. Himchan yang memukul salah satu teman Young Jae dan Jin yang baru saja menendang teman Young Jae yang lain. Mereka datang dan menolong Myungsoo.

“Kalian?” Young Jae melepaskan Myungsoo. Ia tersenyum sinis melihat pemandangan didepannya ini.

Seperti memulai lagi nostalgia diantara kedua kelompok itu yang saling bertarung satu sama lain. Young Jae menyeka bibirnya yang terluka. Ia tidak pernah menyangka ia akan bertemu lagi dengan Yong Guk. Rivalnya sejak dulu.

“Kenapa kalian ikut campur?… Kau melanggar kesepakatan kita Bang Yong Guk!”

“Kau yang melanggar kesepakatan, kau melukai TEMAN KAMI!” Jawab Yong Guk dengan penekanan kalimat Teman Kami. Ya… mereka dan Myungsoo tetaplah teman meskipun Myungsoo berusaha untuk tidak lagi terlibat dengan dunia mereka.

“ELL! “ Jessica muncul diantara mereka. Rambutnya sedikit berantakan dan nafasnya juga tersengal. Ia juga baru saja menjatuhkan satu musuhnya. Jangan remehkan dia sebagai anggota club Takwondo.

“Kau ?  Kau yang meminta bantuan?” tanya Young Jae pada Jessica. Jessica menatapnya tajam, sedangkan Young jae tersenyum miris.

“Dia sahabatku, aku tidak akan tinggal diam jika kau menyakitinya!” jawab Jessica tak kalah sinis.

Jessica bergegas untuk mendekati Myungsoo namun ia berhasil di tahan oleh Young Jae. Young Jae berhasil menarik tangannya dan menahannya didalam dekapannya.

“Jangan pernah dekati dia, dia tawananku!”

“So_oyeon_ah!” Myungsoo berusaha bangun. Namun kakinya terlalu sakit untuk menahan beban tubuhnya.

“Kau mau melawan  seorang wanita Young Jae_ya?” Yong Guk sudah siap untuk memukulnya.

“AAAAW!” Jessica menggigit lengan Young Jae.

BUK

BUK

Dengan sigap Jessica berhasil lolos dari dekapan Young Jae dan Yong Guk sudah siap dengan pukulannya. Jin berurusan dengan teman Young Jae yang berusaha menolongnya. Sedangkan Ren dan himchan memilih  untuk bersiaga dengan orang-orang di sekitarnya. Ada sekitar 7 orang di tempat itu yang merupakan teman Young Jae.

Jessica mendekati Myungsoo. Ia membantu Myungsoo untuk bersandar.

“Gwenchana?”

“Kenapa kau kemari?” tanya Myungsoo, ia menghawatirkan Jessica setelah ini, bahkan ia ingin memarahinya namun tenaganya sudah cukup terkuras. Meskipun jika saja kali ini mereka bisa mengalahkan Young Jae tapi siapa yang tahu jika Young Jae nantinya akan mempunyai dendam dengan Jessica karena menolongnya.

Jessica tersenyum, syukurlah sahabatnya masih bertahan.

“Kkaja!” Jessica memegang lengan Myungsoo membantunya untuk berdiri dan memapahnya.

“Jessica_ssi awas!!!” teriak seseorang.

Myungsoo menoleh dan ia melihat seseorang sudah siap dengan kursi kayu dibelakang Jessica.

“Sooyeon_ah!”

BRAK

Jessica mendorong Myungsoo untuk menjauh darinya, tentu agar ia juga tidak terkena kursi itu.

Myungsoo tercengang. Jessica menahan kursi itu dengan kedua tangannya sehingga kursi itu tertahan dan tidak mengenainya. Myungsoo berusaha berdiri namun kakinya terluka cukup parah dan tidak mampu menahan beban tubuhnya.

Myungsoo melihat seseorang lagi datang dari belakang Jessica dan siap dengan kursi yang akan ia lemparkan ke punggung Jessica.

“SOOYEON_AH!”

BUK

BRAK

Jessica menendang orang yang ada di depannya namun ia terlambat untuk orang yang ada di belakangnya.

“Gwenchana? Kau berhutang padaku!” Syukurlah Jin bisa mengatasi orang yang berusaha menyerang Jessica dari belakang itu.

“Gomawo Jin_ssi!”

Myungsoo menghela nafas lega, Jin dan Jessica membantu Myungsoo untuk berdiri. Ren dan Himchan sudah selesai dengan  teman-teman Young Jae lainnya. Hanya tinggal Yong Guk dan Young Jae yang belum selesai.

Mereka berhenti dan melihat Yong Guk menjatuhkan Young Jae. Sama halnya dengan Myungsoo, Young Jae juga mempunyai banyak memar diwajahnya. Begitu pula dengan Yong Guk.

Yong Guk menghentikan pukulannya pada Young Jae. Ia sudah jelas kalah dengan Yong Guk. Young Jae terkulai lemas karena pukulan yang terus menerus di serangkan oleh Yong Guk.

Yong Guk menatap Young Jae tajam. Ia tidak akan memukul Young Jae lagi.

“Irona! Kita bisa selesaikan ini tanpa harus melukai satu-sama lain!” Yong Guk mengulurkan tangannya membantu Young Jae untuk berdiri.

“Kau sudah menyakitiku!” jawab Young Jae, ia meraih tangan Yong Guk dan berusaha berdiri.

“Kau yang memulainya, kau menyakiti temanku!” jawab Yong Guk

Young Jae tersenyum sinis, tak sadar ia meneteskan air matanya. Ia membalas tatapan tajam Yong Guk.

“Kau pernah merasakan kehilangan orang yang kau sayangi?” tanya Young Jae pada Yong Guk.

Yong Guk memejamkan matanya singkat, jelas ia pernah mengalaminya. Seseorang yang ia sayangi meninggal karenanya.

“Seperti itulah yang aku rasakan, .. aku harus menyaksikan adikku bunuh diri didepanku. !”  jelas Young Jae nanar. Ia mengingat dimana Park Chorong memilih untuk menjatuhkan diri dari atap gedung saa ia tahu ia mengandung  anak dari orang yang memperkosanya.

“Gadis itu tidak tahu apa-apa, karenaku dia dimanfaatkan oleh si BR****K itu.!”

“Kau tidak harus meluapkan kemarahanmu pada EL. Dia tidak bersalah Young Jae_ssi!”  Jessica angkat bicara.

Myungsoo menatap Jessica yang terus membelanya. Ia bahkan mempunyai perasaan bersalah karena mengabaikan Park Chorong saat itu. Jika saja ia mau datang ia bisa melindunginya dan ia tidak akan di perkosa.

Keadaan hening menyelimuti tempat itu. Mereka semua bungkam.. mereka tahu bagaimana cerita masalalu mereka masing-masing. Bagaimana hubungan mereka masing-masing sampai berujung pada balas dendam Young Jae karena ia masih tidak terima dengan kematian adiknya.

Young Jae tersimpuh. Ia menyesal.. sangat menyesal. Ia tahu jika Park Chorong menyukai Myungsoo sejak duduk di kelas 1 sekolah tingkat pertama. Adiknya itu selalu menyembunyikannya darinya karena ia tahu Myungsoo berada di kelompok yang berbeda dengan kakaknya. Young Jae dan Yong Guk adalah rival. Itu dunia mereka yang selalu mengisi kegiatan mereka dengan bertengkar. Namun ia membuat Myungsoo untuk mengabaikan Park Chorong dan tidak memperdulikannya. Myungsoo tidak keberatan tentang hal itu meskipun mereka teman satu kelas. Dan akhirnya Myungsoo memilih untuk pindah sekolah karena ia menghindari Park Chorong dan juga perasaannya atas permintaan Young Jae sendiri.

Sayangnya Park Chorong tetap mengejar Myungsoo. Myungsoo yang saat itu hanya bisa dekat dengan Jessica dan Myungsoo yang memutuskan untuk tidak lagi mengikuti Yong Guk di kelompoknya karena Jessica, ia juga tahu akan hal itu. Ia putus asa karena ia merasa bahkan ia tidak bisa mendekati Myungsoo. Myungsoo hanya terfokus pada Jessica, Jessica, dan Jessica. Ia merasa begitu buruk karena ia hamil dan akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

“Inilah kehidupan yang kita pili Young Jae_ya! Kita bisa saja kehilangan apa yang kita sayangi!” Yong Guk menyentuh pundak Young Jae.

Jessica merasa iba dengan keadaan Young Jae. Ia mendekati namja itu. Myungsoo menahan tangannya namun Jessica meyakinkan jika Young Jae tidak akan menyakitinya.

“Young Jae_ssi.. kkaja kita kerumah sakit!

“Yong Guk Oppa! Kau…kau kau dan Kau EL kalian juga harus ke rumah sakit!” Jessica menunjuk satu-persatu dari Ren, Himchan, Jin dan Myungsoo.

“Dia memanggilum Oppa Hyung?” mata Ren melebar tak percaya.

“Apa teman-temanmu juga perlu ke rumah sakit?” tanya Jessica pada Young Jae. Ia menatap Jessica tidak percaya.

“Achhh apa aku harus menelepon ambulan? Baiklah kita ke rumah sakit terlebih dulu baru kita urus teman-temanmu, mereka terlalu banyak!”

Yong Guk tersenyum, ia menahan tawanya. Begitu pula dengan Jin dan Myungsoo yang tersenyum karena Jessica. Ren sedikit melongo dan begitu pula dengan Himchan.

“Apa dia pikir kita hanya bermain tadi?” desis Ren.

.

.

.

“Apa dia membuat lelucon? Kenapa Young Jae juga ia bawa ke rumah sakit?” Ren duduk di kursi pasien ia melirik Jessica yang juga menatapnya dingin. Ia selesai dengan sedikit plester di pipinya.

“Diamlah… dia terus membuatku ingin tertawa!” Himchan kembali tersenyum

Bang Yong Guk tersemyun singkat, tidak ada keadaan dimana setelah mereka bertarung mereka pergi bersama rival ke rumah sakit. Bahkan mereka tidak pernah ke rumah sakit hanya untuk mengobati luka-luka mereka. Tapi Jessica membuat mereka melakukan ini. Baru saja mereka saling memukul dan melukai satu sama lain. Namun sekarang mereka satu ruangan untuk mengobati luka mereka masing-masing.

Jessica berdiri di samping Myungsoo yang sedang mendapat perawatan dokter lukanya cukup parah. Di sebelanya juga Young Jae yang mendapat perawatan dokter. Young Jae menatap punggung Jessica. Gadis itu terlihat sangat menyayangi Myungsoo. Ia memberanikan diri untuk menyelamatkan Myungsoo darinya. Dan ia juga tidak habis pikir kenapa ia bisa bersikap baik setelah apa yang ia lakukan pada Myungsoo.

“Baiklah! Apa kita boleh kembali ke tempat kita Jessica_ssi!” Yong Guk merasa kehadiran mereka sudah cukup lama di rumah sakit.

“Hyung!” Myungsoo berusaha bangun. Ia mendekati Yong Guk dan memeluknya.

“Gomawo! Kalian masih mengganggapku teman kalian!”

Yong Guk tersenyum, Jika bukan Jessica yang meyakinkan bahwa Myungsoo benar-benar butuh bantuan mereka ia tidak akan mau berurusan dengan Young Jae lagi.

“Dia berusaha melindungimu dan mengerti keadaanmu! Apakah kau masih ingin menyembunyikannya kalau kau merindukan kami? “ Yong Guk menggoda Myungsoo. Myungsoo tersenyum dan mengerutkan keningnya dari mana mereka tahu? Itulah yang terlintas dalam benaknya.

“Jessica_ssi mengikutimu dan melihatmu menguntit kami dari jauh. Kau seperti seorang penggemar saja!” jawab Jin dan sontak membuat Myungsoo menatap Jessica tajam

“Aku tidak menguntit Sooyeon_ah!”

“Aku tidak mengatakan kau menguntit! “

“O’OW… apa aku salah bicara Hyung?” Jin tertawa dan mereka semua tertawa. Mereka pun merindukan kehadira Myungsoo diantara mereka. Namun mereka juga harus menghargai keinginan Myungsoo untuk lepas dari kehidupan keras mereka.

“Datanglah jika kau mau. Pintu kami terbuka lebar untuk mu! Seiring dengan berjalannya waktu, kami juga berubah sepertimu!” Bang Yong Guk memukul pundak Myungsoo singkat dan meninggalkan ruangan itu, disusul dengan Ren, Himchan dan  Jin mereka memeluk Myungsoo sebagai ucapan selamat datang kembali sebagai teman mereka. Persahabatan mereka tidak akan berakhir karena berbeda tujuan.

Myungsoo menatap Young Jae yang juga akan meninggalkan ruangan itu.

“Hyung! Mianhae… !” kata Myungsoo, ia menunduk. Jessica menatap haru Myungsoo yang terlihat juga ikut merasa bersalah.

“Young Jae_ssi! Mianhae..!” Jessica juga meminta ma’af, ia mendekati Young Jae, ia menatap kedua manik matanya.

“Apa adikmu juga membenciku? Aku sudah terbiasa dibenci gadis-gadis karena menjadi sahabat EL, Tapi setiap orang melakukan banyak cara untuk melindungi orang yang mereka sayangi. Banyak yang mengatakan jika orang yang kau sayangi akan bahagia jika melihatmu bahagia . Jadi jangan menyalahkan dirimu karena kematiannya. Lagi pula dia akan sedih jika kau melukai orang yang disukainya. Jangan sakiti Myungsoo… Arachi! “ Jessica tersenyum pada Young Jae. Entah kenapa ia juga merasa kasihan melihat Young Jae seperti ini.

“Hoach.. baiklah.. kau mengacaukan rencana balas dendamku Jessica_ssi! “

“Apa kita bisa berteman Young Jae_ssi? Apa adikmu secantik aku? Kau bisa menganggapku seperti adikmu jika kau mau!”

Myungsoo melebarkan matanya mendengar Jessica mengatakan hal itu. Ia saja masih belum yakin Young Jae telah memaafkannya dan melupakan balas dendamnya, tapi kenapa Jessica malah berani untuk memintanya seperti itu?
“Any.. kau lebih cantik darinya… aku harap dia tidak mendengar kata-kataku yang ini. Apa sahabatmu itu tidak akan marah jika kita berteman?” Young Jae melirik Myungsoo, kali ini ia menggoda Myungsoo.

“Dia tidak akan perduli, lagi pula dia yang menjauhiku.!” Jawab Jessica.

Young Jae tersenyum. .. “Apa dia masih akan menjauhimu setelah aku mencoba memaafkannya? “

Myungsoo terpaku, apa yang baru saja ia dengar? Young Jae memaaf kannya? Apa dia akan melupakan tentang kematian Park Chorong?

“Hyung?”

“Dengar, bahkan ia berani sekali memanggilku Hyung!” imbuh Young Jae, ia tersenyum pada Myungsoo.

“Gomawo Hyung!” Myungsoo membungkukkan badannya 90derajat.

“Heuhhh… ini seperti di drama saja. Baru saja emosiku melunjak dan bersemangat untuk membunuhmu, tapi lihat sekarang aku berusaha memaafkanmu. Karena banyak yang membelamu, aku tahu… jika aku juga bersalah atas meninggalnya adikku. Aku akan berusaha untuk memaafkan diriku sendiri.!”

Jessica tersenyum, seperti melihat drama-drama saat melihat sebuah perdamaian seperti ini. Setelah ini ia berharap Myungsoo merubah pikirannya yang selalu mengatakan bahwa karena dialah ia mendapat masalah. Bahkan mereka bisa mengatasinya bersama-sama.

“Aku harus pergi… terima kasih atas biaya perawatannya!”  Young Jae meninggalkan ruangan itu.

Kini hanya ada Jessica dan Myungsoo yang terdiam. Suasana canggung menyelimuti keduanya. Myungsoo yang masih enggan memulai pembicaraan setelah perasaan bersalahnya karena menjauhi Jessica beberapa waktu lalu.

“ELL… Kau masih ingin mengabaikanku heoh? Aku bahkan ingin menceritakan tentang keluargaku kepadamu, apa kita tidak bisa menjadi sahabat lagi?” Jessica merajuk, ia mengerucutkan bibirnya sangat lucu.

Myungsoo terkekeh melihat ekspresi Jessica. Ia sangat merindukannya, suara cemprengnya, dan saat ia marah seperti ini.

“Sooyeon_ah.. Mianhae… aku kekanak-kanakan seperti ini!”

“Gwenchana… kau tahu… kau adalah sahabatku dan jangan coba-coba meninggalkanku Arasseo!”

Myungsoo menarik tubuh Jessica, ia memeluknya erat. Ia tidak memperdulikan rasa sakit di lengan kirinya. Ia sangat merindukan Jessica.

“Aku tidak akan menjauhimu lagi, aku akan melindungimu Sooyeon_ah. Jadi tetaplah bersamaku!” Jessica tersenyum, ia bersembunyi di balik pelukan hangat Myungsoo. Ya.. hanya Myungsoo yang ia punya saat ini. Ia tidak ingin kehilangan seseorang lagi dalam hidupnya. Cukup Ayahnya dan eommanya yang sekarang entah dimana bersama laki-laki itu.

“Kita bisa saling mempercayai satu sama lain EL, Aku akan menceritakan semuanya padamu.!”

“Oh!..” Myungsoo melepaskan pelukannya dan mengacak kepala Jessica.

“Oh… poniku…kau mengacaukan poniku” Jessica mengerucutkan bibirnya.

Myungsoo tertawa, ya… ia tidak akan melakukan hal bodoh lagi untuk menjauhi Jessica karena ingin Jessica tidak mendapat masalah karenanya. Justru ia harus tetap bersama Jessica apapun yang terjadi dengan sahabatnya itu.

.

.

Saat itu aku yakin, aku bahkan akan mengorbankan nyawaku untuk melindungimu Sooyeon_ah. Aku benar-benar terikat denganmu bahkan saat aku mencoba menjauhimu dan kau membuat aku tidak bisa menjauhimu, kau membuat perasaanku berubah menjadi lebih sekedar menjadi sahabatmu… aku menyayangimu Sooyeon_ah… benar-benar menyayangimu… aku akan melindungimu.. Aku berjanji dan percayalah padaku” _KIM MYUNGSOO

Hoachh… kali ini aku tidak yakin bahwa chapter ini nyambung … ending yang  tak terpikirkan olehku di part III ini… namun intinya adalah Part ini tentang kepercayaan dan Janji Antara Myungsoo dan Jessica.

Sorryy karena pasti panjaaanggg sekali…

Tunggu Part selanjutnya ya….dan akan sedikit lama.

15 thoughts on “MORE THAN PART III[CHAPTER 4/end]

  1. N0vi says:

    Huuwaaaa. . .aku terharu bca-nya. . . Keeereeeen bget. . . . Pershbtannya terasa bget dan manis hehehe. El kyk superhero, daebak lah pk0knya. . Dan yg pling sneng y0ng jae jg jd brshbt sm myungsica. Oh ya th0r ini mzih ada kLnjutannya kan??. . Aku gk rela kLo udah END, aku suka bget s0alnya sm crta ini. . . Next ditunggu ya, FIGHTING . . .!!!

  2. uezza says:

    DAEBAKK!!!

    Myungsica akhirnya bersama lagi. Berkumpul dengan sahabat lama dan mendapatkan sahabat baru. Seneng karena jessica bisa diterima oleh sahabat”nya myung. Semoga juga young jae mau menyayangi jessica seperti adiknya sendiri. Jadi, sica nggak kesepian. Hohoho.. Gimana kalo jessica masik jadi anggota genk, bisa bela diri juga kaaan. Wohohoho~ keren banget pasti.

    • farahjaegirl says:

      ne… Myungsoo bisa berteman lagi dengan teman-temannya. emmm…Young Jae menyayangi Jessica seperti adiknya?…emmmm bisa juga seperti itu… hehehehe.. aku gag tahu bakalan muncul lagi apa tidak cast2 diatas di part selanjutnya. Untuk Jessica yang masuk anggota genk.. pasti Myungsoo tidak akan setuju. Myungsoo kan sedikit protektif sama Jessica. Tapi mereka akan tetap bertemu dan berkumpul bersama kog.
      ditunggu ne Part selanjutnya

  3. ryta esha says:

    huaaa…. ini belum tamat yah??
    myungsoo kalau suka ama sica napa ga tembak aja langsung…. hmmm….

    di tunggu part selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s