MORE THAN…

L2jessica3

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: G

Genre: Romantic, friendship

Main Cast: -L Myungsoo- Jessica Jung.

Other Cast:- Young Jae-Sunny

 PART III

TRUST AND PROMISE (chapter 2)

.

.

.


Myungsoo berkeliling perpustakaan dan dia tidak menemukan Jessica. Ia yakin jika Jessica belum pulang dan meninggalkannya. Tas dan seluruh barang barangnya masih rapi di dalam kelas. Ia juga sudah mencari di seluruh stand bazaar yang sudah berdiri di halaman sekolah. Namun ia tetap tidak menemukannya.

“Myungsoo_ya!” sebuah suara membuyarkan lamunanya.

“Sedang apa?” Tanya Sunny. Dia teman satu club dengan Jessica.

“Tidak ada!” jawab Myungsoo singkat.

“Jessica, kemana dia?.. dia melewatkan pertemuan club hari ini, apa dia tidak berangkat ke sekolah?”

Myungsoo mengerutkan keningnya, sahabatnya memang sering menghilang untuk menyepi, membaca buku dan tidur, namun untuk melewatkan kegiatan di clubnya ini aneh. Jessica tidak akan melewatkan kegiatan Club walaupun sebelumnya ia sedang tidur, ia akan bangun 10 menit sebelum kegiatan clubnya dimulai.

“Jessica tidak mengikuti kegiatan club merajut?” Tanya myungsoo

“E’EM!” jawab Sunny mengangguk.

Perasaan Myungsoo berubah menjadi khawatir. Ia mencoba mengingat tempat manalagi yang belum ia cari.

“Mwoya? Apa terjadi sesuatau?” Sunny menyadari raut wajah Myungsoo yang berubah saat ia menanyakan keberadaan Jessica.

“Dia tidak bersamaku seharian ini!” jawab Myungsoo.

“Mungkinkah?…” Sunny menghentikan kalimatnya, ia ingat sebelum ia bertemu Myungsoo ada beberapa Sunbae yang sedang membicarakan gadis yang baru saja di pukul oleh Sunbaenya yang lain. Ia berfikiran jika itu adalah Jessica. Entah kenapa nalurinya berkata jika dia adalah Jessica.

“Wae? Kau tahu sesuatu?”

“Aany.. hanya saja aku berfikir jika yang dibicarakan Sunbae tadi adalah Jessica!”

“Wae? Cepat katakan… apa yang kau dengar?”

“ada seorang gadis yang di pukul oleh Sunbae dan aku berfikir jika mungkin itu Jessica!”

Myungsoo membuka matanya lebar “DIPUKULI?”  ia harus segera mencari Jessica. Tanpa pikir panjang ia berlari meninggalkan Sunny dari tempat itu.

“Hya!Waeyo? kau mau kemana?” teriak Sunny, ia mengikuti Myungsoo yang terus menaiki tangga.

Myungsoo tahu tempat yang belum ia datangi, atap gedung sekolah.

.

.

.

Myungsoo menghentikan langkahnya, pintu menuju atap gedung terkunci, namun dapat ia lihat melalui jendela kaca itu ada seorang gadis yang sedang bersandar membelakangi  arah pandangnya.

“Hosh..Hosh..Hoachh! Apa kau menemukannya?” Tanya Sunny yang juga mengikutinya,

Myungsoo  mengangguk, ia mengatur nafasnya. Ia segera mendekati pintu itu. Ia menggedor gedor pintu itu berharap Jessica menhiraukannya.

“Sooyeon_ah! Gwenchana? Sooyeon_ah! Answer me please, are you okey?” Myungsoo berusaha membuka pintu itu.

“Aku akan minta bantuan!” Sunny kembali menuruni tangga untuk menuju lantai dasar. Sedangkan Myungsoo masih terus mendobrak pintu itu.

BROK

BROK

BROK

“Sooyeon_ah!” Myungsoo berhasil mendobrak pintu itu

Ia berlari mendekati Jessica, namun sayang… ia terlambat… ia sangat terlambat. Jessica pingsan di tempat itu. Dilihatnya ujung bibirnya yang berdarah. Pipinya yang merah dan sedikit lebam, seragamnya berantakan.

“Sooyeon-ah!” Myungsoo memeluk Jessica, ia sangat menyesal tidak bersama Jessica hari ini, ia menyesal tidak segera menemukan Jessica untuk menolongnya. Ia sangat menyesal hari ini.

“Uhuk.. uhuk..kau membuatku tidak bisa bernafas EL!” ucap Jessica. Namun membuat Myungsoo semakin erat memeluk tubuh Jessica.

“Siapa yang melakukan ini semua?… kumohon katakan”

“Eh..uhuk… ELL… kau tidak ingin membawaku ke Ruang Kesehatan? Uhuk..Sahabat macam apa kau ini? Uhuk..Aku perlu obat merah dan alcohol…. Are you understand?”

Myungsoo melepaskan pelukannya, di tatapnya sahabatnya itu. Kekhawatirannya sama sekali tidak di perdulikan oleh Jessica. Sedangkan orang yang ia khawatirkan ini malah tersenyum kepadanya.

“I’m okey!” sambung Jessica.

Myungsoo beralih menatapnya datar. Jessica memang keras kepala. Ia tidak akan menanyakan lebih saat ini. Ia mengangkat tubuh Jessica dan menggendongnya menuju Ruang Kesehatan.

“Ah… Sooyeon_ah!” Sunny baru saja datang mencari bantuan. Namun Myungsoo sudah lebih dulu bisa membukan pintu itu.

“Gomawo Sunny_ah! Pulanglah… aku takut kau kenapa-napa!” kata Myungsoo.

Sunny hanya menurut. Ia berpamitan untuk pulang lebih dulu dan membiarkan dua sahabat itu untuk bicara satu sama lain, ia yakin Myungsoo tidak akan membiarkan orang yang telah menyakiti Jessica.

.

.

.

Jessica memejamkan matanya , ia sudah ada di ruang kesehatan kali ini. Namun ia masih enggan untuk menerima ajakan Myungsoo untuk pulang ke rumah. Selain Myungsoo pasti akan memaksa untuk mengantarnya sampai rumah. Ia masih mengingat dengan apa yang menimpanya tadi.

Flashback___

 

“Karena Myungsoo, teman kami meninggal!” kata sunbaenya.

Mereka sudah berhenti memukul Jessica. Namun kali ini mereka tersimpuh ,,, mensejajari Jessica, mereka menangis.

“Eotte..?”

“Dia bunuh diri, dia menunggu Myungsoo seharian di halte setelah sehari sebelumnya ia menyerahkan surat cinta untuk Myungsoo. Namun Myungsoo tidak datang menemuinya… dia diperkosa ditengah perjalanan pulangnya, dia frustasi saat mengetahui Myungsoo tidak membaca suratnya dan selalu bersamamu… dia bunuh diri, dia membenci dirinya yang diperkosa dan tidak mendapatkan Myungsoo. “ Kedua Sunbaenya menangis.

Jessica  terdiam, ia ingat kasus bunuh diri seorang siswa beberapa waktu lalu,,, mungkinkah dia orangnya… dia bunuh diri dan Myungsoo juga menjadi penyebabnya?

“Untuk itu… kami ingin kau merasakan hal yang sama!” tambah mereka.

Mereka berdiri dan mendekati Jessica. Jessica tidak tahu harus berbuat apa. Otaknya tidak bisa berfikir lagi. Ia berencana untuk membalas pukulan mereka namun ia hanya memikirkan Myungsoo dan gadis yang bunuh diri itu.

PLAK

BUK

“Ugh!..”

“HENTIKAN!”… Suara seseorang yang tiba-tiba muncul di tempat itu. Suara seorang namja namun itu bukan suara Myungsoo.

“Oppa? Kami belum selesai..”

“Hentikan, … kalian cepat pergi sebelum anak itu menemukan gadisnya ini!” namja itu mendekati Jessica. Ia duduk mensejajari Jessica yang tersungkur.

Kedua Sunbaenya itu menurut dan segera pergi dari tempat itu.

Jessica berusaha untuk duduk, ia menahan perutnya yang sakit karena tendangan mereka.

“Kau cukup manis… tapi kau harus menerima ini… ! sayang sekali kau harus beresiko karena dekat dengan anak itu… !” kata namja itu dengan senyum sinisnya. Ia mengangkat dagu Jessica, Jessica hanya menatapnya sinis. Dia yakin jika namja di depannya ini bukan orang yang baik.

“Aku akan membalasnya langsung pada anak itu. Dia membuat adikku sakit bahkan sampai ia meninggal!” namja itu mengecup singkat pipi Jessica.

“Semoga pipimu bisa kembali seperti semula gadis manis…”

“Ah… aku hampir lupa… sampaikan salam ku kepadanya, Young Jae Imnida..!” namja yang bernama Young Jae itu tersenyum, ia berdiri dan meninggalkan Jessica.

Jessica menghela nafas panjang… ia menapat langit siang. Ia tidak menyangka akan sampai pada titik ini. Ia sudah sering di bully dan di ancam, namun ini pertama kalinya ia diancam karena kematian seseorang.

“Sooyeon_ah!” suara Myungsoo.

Jessica memejamkan matanya, saat mendengar suara itu.

 

Flash back end

Perlahan  Jessica membuka matanya, ia tahu jika Myungsoo masih menunggunya. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya pada Myungsoo. Ia menghawatirkan Myungsoo, jika ia mengatakan yang sebenarnya ia takut Myungsoo akan membalas mereka, sedangkan namja bernama Young Jae itu pasti sudah merencanakan untuk membalas kematian adiknya pada Myungsoo.

“Kau masih ingin diam seperti itu Sooyeon_ah? Setelah semua ini terjadi kepadamu?” Suara Myungsoo membuyarkan lamunan Jessica.

“Ah.. tenanglah! Ini hanya sedikit lebih ekstrim dari biasanya, bukankah aku sudah terbiasa dengan ini?” Jessica menunjukkan senyumnya pada Myungsoo.

Myungsoo menatapnya datar, ia memutar bola matanya. Jessica tetap gadis yang keras kepala.

“Ah.. kau belum mempercayaiku? Bahkan  3 tahun kita bersahabat kau belum mempercayaiku? Apa lagi yang akan terus kau sembunyikan padaku Sooyeon_ah? Kau belum menjelaskan tentang keluargamu, tentang tempat tinggalmu, tentang orang-orang yang mengancammu karena aku! Berapa banyak lagi yang belum kau ceritakan kepadaku ?” Myungsoo menatap Jessica tajam. Ia terlihat marah padanya.

“Kau marah padaku?”

“Menurutmu?”

“ELL! Aku hanya_”

“Aku antar kau pulang, jangan membantah!”

Jessica terdiam, dia kembali ingat dengan ancaman Young Jae padanya.

“Mianhae… !” ucapnya lirih.

.

.

.

Saat itu, aku merasa aku begitu buruk, bahkan kau tidak berkata sebenarnya kepadaku…Mungkin aku harus menjauhimu, dan menjagamu dari jarak itu.”__Myungsoo__

Advertisements

5 thoughts on “MORE THAN…

  1. N0vi says:

    Uhh. . .sampai segitunya ya nyiksa jessi. . . Ada cast bru dan kyaknya suka jg sm jessi. . . Chap ini kependekan th0r jd berhrap next chap bs dishare lbih cpt. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s