MORE THAN…

L2jessica3

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: G

Genre: Romantic, friendship

Main Cast: -L Myungsoo- Jessica Jung.

Note: Sory kependekan, and untuk semua Typo atau ketidaksesuaian dalam ejaan berbahasa.

PART III

TRUST AND PROMISE (chapter 1)

.

.

.

Myungsoo tersenyum pada gadis yang selalu menunggunya di belokan barisan rumahnya. Sedang Jessica, gadis itu melambaikan tangannya pada Myungsoo. Kali ini ia sudah bisa memperhitungkan di menit berapa Myungsoo akan muncul di tempat itu, ya… beberapa hari ini memang Myungsoo sedikit patuh padanya untuk tidak membuatnya menunggu terlalu lama.

“Kkaja!!” Jessica mendahului Myungsoo.

Namun Myungsoo berlari kecil mensejajari Jessica. Ia menarik tangan Jessica, menahannya untuk tidak terlalu terburu-buru.

“WHY?” Tanya Jessica sedikit bingung.

“Bukankah hari ini kita persiapan untuk Festival Sekolah?”

“Ne! Waeyo?!”

“ssssshh… kita tidak akan dimarahi kan jika sedikit telat?”

“Ye? What?” Jessica mengerutkan keningnya. Sedangkan Myungsoo sudah menyunggingkan Evil Smikr nya. Tanpa ijin dari Jessica ia menarik tangan Jessica… dan mereka tidak menuju halte untuk berangkat sekolah.

“L! What will you do?”

“Kita ke stasiun!”

“Hoachhh!” Jessica kini hanya menuruti Myungsoo yang membawanya ke stasiun.


.

.

.

.

“Hfuah!” Myungsoo tertawa kecil setelah mereka berhasil sampai di stasiun, sedangkan Jessica, ia menunduk memegang lututnya. Dalam hatinya ia terus mengumpat pada Myungsoo yang mengajaknya berlarian pagi ini.

“Kau harus sering olahraga Sooyeon_ah!” ujarnya yang kemudian di hadiahi sebuah jitakan dari tangan Jessica.

“Hya! Kenapa memukul kepala?” protes Myungsoo, tangannya mengelus-elus kepalanya, sesekali ia rapikan rambutnyayang berantakan karena jitakan Jessica.

Jessica hanya menjulurkan lidah.

“Kkaja, sebelum para pekerja mendahului kita!” Myungsoo kembali menarik paksa Jessica yang sedang mengatur nafasnya.

“OH GOD!”

Mereka segera masuk ke dalam kereta, dan hampir saja tertinggal.  Myungsoo masih menggenggam tangan Jessica, sedang Jessica hanya diam. Kereta memang penuh kali ini, karena mereka naik di jam ke-2 dan kebetulan bersamaan dengan para pekerja yang berangkat kerja. Myungsoo celingukan mencari tempat duduk yang kosong untuk dia dan Jessica, setidaknya Jessica bisa duduk dan ia akan berdiri di dekat Jessica.

“Kau tidak perlu mencarikan aku tempat duduk, ini sudah penuh sesak. Bisakah kau berpegangan saja dan aku juga berpegangan, so… kau bisa melepaskan tangan ku ELL!” Jelas Jessica.

Myungsoo mendengus, ia memang  tidak menemukan tempat kosong untuk duduk. Dan pelahan ia melepaskan genggamannya pada Jessica.

Myungsoo menautkan tangan kanannya pada gantungan untuk berpegangan, begitu pula dengan Jessica. Beberapa detik kemudian Myungsoo merasa ada yang mendorongnya dan itu adalah Jessica. Myungsoo menatap Jessica kesal, sedang Jessica hanya menunjuk beberapa orang yang disampingnya. Bahwa merekalah yang membuatnya menggeser Myungsoo.

‘Hya,,, nona! Bisakah kau sedikit geser? Aku tidak bisa bergerak!” ucap seorang Ahjuma yang memang kondisi badannya sedikit berlebihan secara umum. Dia perlu tempat yang sedikit longgar untuknya agar bisa bernafas.

Jessica menyipitkan matanya untuk tersenyum pada Myungsoo.

“Sorry!” ucapnya .

BUK…

Jessica kembali mendorong Myungsoo, Jessica kembali tersenyum dan menunjuk-nunjuk orang yang sama. Karena kesal Myungsoo menarik Jessica untuk berada di depannya. Meskipun sempit tapi Myungsoo bisa sedikit mundur dan lagi pula di depannya terdapa tiang yang bisa ia gunakan untuk menahan tubuh Jessica.

Myungsoo tersenyum melihat Ahjuma tadi yang akhirnya bisa berhenti membuatnya terus terdorong.

“Kau mengorbankanku demi Ahjuma itu!” ucap Jessica disertai bibirnya yang cemberut.

“Setidaknya kau bisa memelukku jika kau hampir jatuh!” ucap Myungsoo enteng dan tidak melihat Jessica.

Jessica mendelik kesal, bagaimana tidak, didepannya ia terhalang oleh tubuh Myungsoo dan di belakannya ia terhalang oleh tiang untuk berpegangan.

“Aku tidak akan menurutimu lagi untuk naik kereta!” gumamnya kecil dan sangat terdengar oleh Myungsoo.

Myungsoo melihat sahabatnya itu yang tak berpegangan apapun, ia hanya berdiri tegak dan sedikit tertahan dengan tiang dibelakangnya. Ia juga tak mau melihat lurus karena didepannya tepat dada Myungsoo, ia memilih untuk memalingkan wajahnya.

“kalau begitu aku yang memegangimu Miss Sooyeon!” Myungsoo meletakkan tangan kirinya di pinggang Jessica dan ia hampir memeluknya, ah tidak… Myungsoo memang memeluknya.

Dilihatnya Jessica yang terus bergerak tidak nyaman karena pelukan Myungsoo.

“hanya 30 menit untuk sampai di stasiun berikutnya, tahanlah sedikit!”

“Hfuh…” Jessica menghela nafas pasrah, baiklah ia harus menunggu sampai kereta berhenti di stasiun berikutnya. Setelah itu ia akan membuat perhitungan dengan Myungsoo.

Sementara itu Myungsoo semakin mempererat pelukannya pada Jessica.

________________________________________TRUST AND PROMISE

Myungsoo berjalan di belakang Jessica, dia hanya tersenyum melihat Jessica yang terus mendahului langkahnya, ia mengerucutkan bibirnya dan sama sekali tidak menoleh pada Myungsoo.  Baru saja ia mendapat berjuta suara cempreng dari sahabatnya ini karena mereka harus berdesak desakan di kereta dan telat untuk datang ke sekolah.

Meskipun tidak ada pelajaran hari ini karena lusa adalah festival sekolah Jessica terlambat untuk datang ke perpustakaan. Jika saja buku yang akan dipinjam Jessica masih ada dan tidak didahului oleh peminjam lain, mungkin Jessica tidak semarah ini.

“DON’T DISTRUB ME!” Jessica mengangkat tangannya karena ia merasa Myungsoo mendekatinya.

“Okey… aku akan meninggalkanmu disini. Aku akan tidur di perpustakaan! Kau yakin tidak ingin ikut?”

“NO! AFTER YOU MADE ME LOST MY BOOK!”

“Ara.. ara… aku turut berduka cita atas bukumu itu Miss Sooyeon!”

“Hyak! ELLL!” teriak Jessica dan sontak Myungsoo berlari menjauh darinya, ia menjulurkan lidahnya sampai akhirnya ia menghilang dibalik pintu perpustakaan.

“Heuh! Kau pintar sekali bersembunyi tn L!” gerutu Jessica, ya… ia tidak mungkin mengejar Myungsoo ke perpustakaan dan membuat ribut di dalamnya. Ia menghela nafas kasar, minggu ini ia tidak bisa membaca buku Sejarah tentang Eropa. Ia sudah menunggu buku itu beberapa minggu dan ia harus rela antri lagi dari peminjam yang mendahuluinya. Jika saja ia tidak telat hari ini, ia sudah mendapatkan bukunya itu.

“Dasar EL!” umpatnya.

Ia mengeluarkan buku tebalnya, setidaknya ia masih memiliki buku biografi sang pemimpin Nazisme Adolf Hitler, ia bisa menghabiskan waktunya kali ini untuk membaca buku itu. Ia tidak ingin terlibat dengan kegiatan Festival sekolah, sama seperti Myungsoo.

Sebelum menyepi, ia menyempatkan diri untuk mampir ke kelasnya dan meletakkan tas serta barang-barangnya. Ia hanya perlu buku , earphone dan I-ped nya untuk menyepi.

Ia memiliki tempat lain selain perpustakaan untuk memuaskan keinginan membacanya. Diatap gedung sekolah. Sebenarnya ini adalah tempat favorit Myungsoo, ia sedang tidak ingin meladeni kejahilan Myungsoo hari ini, mereka bertukar tempat untuk menyepi masing-masing.

1 jam ia menghabiskan waktu untuk membaca di atap gedung, itu membuatnya mengantuk. Sleepy beauty tetap Sleepy Beauty, di tempat ramaipun ia bisa tidur dengan nyenyak, apalagi di tempat sepi seperti ini, lagipula tidak ada Myungsoo yang mengganggunya.

Ia merentangkan tangannya, ia mengganti list lagu di I-pednya menjadi kumpulan lagu Jazz milik Kenny G, ia memasang earphonenya, menambah Volumenya dan memposisikan tubuhnya senyaman mungkin untuk bersandar pada dinding, dan mulailah ia memejamkan matanya.

Tok..tok…tok…(suara orang berjalan)

Jessica belum sepenuhnya tidur, meskipun ia menggunakan earphone ia masih bisa merasakan ada suara langkah kaki yang mendekatinya. Ia masih memejamkan matanya, di benaknya mungkin Myungsoo yang mulai bosan di perpustakaan dan menyusulnya. Sedetik kemudian ia merasa jika itu bukan langkah kaki milik Myungsoo, tidak hanya satu orang yang mendekatinya ada beberapa orang. Ia membuka matanya namun terlambat, belum sempat ia melihat siapa orang orang yang berjalan kearahnya, seseorang sudah terlebih dulu menahannya dari belakang, ia mengarahkan tangan Jessica ke belakang tubuhnya dan menahannya. Sedangkan lengan yang satunya menahan leher Jessica.

“Who are You?” ia melihat seseorang yang berjalan kearahnya, seragam itu sama dengannya, pasti ia salah satu murid di sekolah ini. Mungkin kakak kelasnya.

“kau mengabaikan surat kami!” ucapnya sinis.

Jessica tersenyum dingin, jadi mereka yang selalu mengancamku? Batinnya.

“So… what your business?”

“Gadis Amerika ini memang tidak punya sopan santun sebagai dongsaeng, seharusnya kau mendengarkan kami, tanpa kami harus melakukan ini padamu!” ia lebih mendekat kepada Jessica, matanya menyorotkan kebencian pada Jessica.

Jessica memang sering mendapat surat ancaman sejak ia berteman dekat dengan Myungsoo, namun ia tidak pernah memeperdulikan itu. Baginya surat ancaman itu tidak berarti apa-apa dibanding kesulitan keluarganya. Ia hanya perlu seorang teman agar ia bisa terus bertahan dan tidak menyerah dengan kehidupannya. Bersekolah, mempunyai teman untuk berbibncang, melakukan kegiatan bersama-sama, membaca buku-buku sejarah kesukaannya. Itu semua sudah cukup baginya.

“Menjauhlah dari Myungsoo kami!”

“Kalian menyukainya? … heoh! Kalian bisa mendekatinya tanpa harus mengancam ku, aku tidak akan perduli dengan itu”

“Dia tidak memperdulikan kami karena selalu ada kau Gadis Amerika!”

“Benarkah?.. dia tidak selalu bersamaku, kenapa kalian tidak mendekatinya saat tidak bersamaku? Itu lebih mudah dari pada kalian harus melakukan ini kepadaku, dia akan membenci kalian jika dia tahu sahabatnya terluka karena kalian!” Jessica tak kalah mengancam mereka.

“Kami lebih tertarik jika kalian tidak lagi bersama, kami membencimu Jessica Jung!”

PLAK,

PLAK

PLAK

Beberapa kali tamparan sudah menghiasi pipi putih Jessica. Kakak kelasnya ini benar-benar akan berlaku kasar dengannya.

Jessica menatapnya tajam, baginya tamparan itu tidak akan mempan untuk membuatnya takut, ia sudah sering mendapatkan penyiksaan seperti ini dari Eommanya.

“Kau hanya menggertak ku Sun_bae!” Jessica tersenyum sinis, tatapannya tak kalah tajam dengan Sunbaenya itu.

PLAK

BUK

BUK

“Ahghtt…” Jessica tersungkur, sebuah tinjuan kembali melayang di pipinya, ditambah lagi dengan tendangan di perutnya.

Ia berusaha bangun, ada darah segar yang sudah merembes di ujung bibirnya. Ditambah lagi rasa sakit di uluhatinya karena tendangan itu.

Ia mengatur nafasnya. Dalam hatinya ia mengumpat… jika saja dia sudah meraih sabuk hitam taekwondo ia tidak akan segan-segan untuk membalas Sunbae-sunbaenya ini. ia lebih memilih untuk diam dan membiarkan Sunbae-sunbaenya melakukan sesuka hatinya.

Jessica berdiri sempoyongan, tangannya menahan perutnya.

PLAK..Jessica kembali tersungkur. Sunbaenya ini lumayat kuat baginya.

BUK..BUK..BUK..

2 orang itu semakin menjadi dan terus menendangi Jessica. Jessica hanya meringkuh menahan mereka.

“Ini bukan hanya untuk kami! Ini juga untuk teman kami!”

Jessica mengerutkan keningnya.

“Kami tidak akan sejauh ini jika bukan karena dia, kami ingin kau mati… sama sepertinya!”

Jessica membuka matanya lebar…Apa maksudnya??

TBC…

Sorry…. Part III aku bikin berchapter… hehehehehe tapi aku janji yang selanjutnya tidak akan lama okey….

Advertisements

5 thoughts on “MORE THAN…

  1. AliyaGorjesspazer says:

    aishh sica dipukulinn -.- Elll tolongin dong !! Sepertinya siapa?? Maksudnya apa?? Penasaran next chap update son Ne,Hwaiting 😉

  2. N0vi says:

    Aku seneng gmN prhtiannya myungsoo ke jess. . . . Tp sedih jg kLo jessica dipukuli gtu udah drmh disiksa sm umma-nya eh diskLah jg dikroyok sm fansnya L. Next jgn lma”ya th0r. FIGHTING. . .

  3. PiaChu says:

    Myungsoo mana Myungsoo manaaaaaaa? Tolongin Jessicaaaaa ‘0’)/
    Chapter ini bener bener yaaaaaa ><
    Cepet lanjut ne thor 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s