MORE THAN…[PART II]

L2jessica3

Author: S.Y.M

Title: More Than…

Lengt: Chaptered

Rating: G

Genre: Romantic, friendship

Main Cast: -L Myungsoo- Jessica Jung.

Note: Hyaa… ini part II nya, aku bikin Chaptered saja ya…. Sorry for Typo and untuk ceritanya yang kependekan.

PART II

SECRET

Author Side

Gadis itu, masih berdiri di ujung belokan barisan rumah Myungsoo, seperti biasa … ia akan menatap langit di pagi hari. Ia juga masih suka menyandarkan tubuhnya di tembok itu. Andaikan sang empunya rumah itu tahu jika setiap pagi  selalu ada gadis cantik yang menyandari tembok pagar rumahnya, ia pasti akan menyempatkan diri untuk melihatnya.

Terlepas dari itu, sepertinya Jessica tidak akan perduli dengan si pemilik rumah. Ia masih menunggu sahabatnya, Kim Myungsoo. Sudah menjadi kebiasaan jika ia akan menunggu Myungsoo untuk berangkat ke sekolah bersama. Hari ini adalah hari pertama mereka masuk setelah liburan Musim panas pertama mereka di sekolah Menengah atas.

“Sooyeon_ah!” panggil seseorang, dan  dia adalah orang yang ia tunggu.

Jessica masih terdiam, ia sama sekali tidak merespon panggilan Myungsoo.

“Sooyeon_ah!” panggil Myungsoo untuk kedua kali, dan hasilnya sama saja, Jessica tidak meresponnya.

“Hfuh.. baiklah, aku terlalu lama membuat mu menunggu!” Myungsoo bersandar di samping Jessica, sama seperti yang ia lakukan, Myungsoo akan menemani Jessica untuk melihat langit di pagi hari.

Merasa ada seseorang di sampingnya, Jessica menoleh, dan ia menemukan orang yang ia tunggu sudah ada di sampingnya.

“L?, kau sudah lama di sampingku?”  tanyanya.

Myungsoo tersenyum, namun tatapannya masih tertuju pada langit luas itu. Sudah ia duga, Jessica tidak menyadari kedatangannya. Itulah kenapa ia memilih untuk tetap diam dan menemani Jessica sampai ia menyadari bahwa Myungsoo kini yang menunggunya.

“Hoach!… melamun di pagi hari itu tidak baik! Kkaja!” Myungsoo memukul kepala Jessica sambil berlalu.

“HYAK! ELLLLLLL, JANGAN PUKUL KEPALAKU!” teriak Jessica.

Dan kini Myungsoo yakin jika pemilik rumah itu tidak akan mau lagi melihat gadis cantik yang selalu bersandar di tembok pagarnya, karena ternyata gadis cantik itu memiliki suara yang cempreng yang bisa membuat orang sakit telinga jika terus terusan mendengarkan teriakannya saat ia sedang marah.

“Ussdd…Jangan berteriak di pagi hari! Kau mengganggu tetangga!”  kata Myungsoo namun ia masih terus berjalan.

“AKU BILANG JANGAN PUKUL KEPALAKU” Omel Jessica

GUG..GUG..GUG..( suara anjing)

“HWAAA!!”

Myungsoo tertawa keras melihat anjing yang menggonggong karena suara cempreng Jessica, sedang Jessica terus mengumpat karena Anjing itu mengalahkannya. ia berlari mengejar Myungsoo yang terus meninggalkannya.

“WAIT ME PLEASE! AWAS KAU ELLLL!”

GUG..GUG..GUG…

“HYAK! SHUT UP DOGGY DOGGY! “ Jessica melotot pada Anjing itu karena sudah mengagetkannya, dan itu membuat Myungsoo semakin tidak bisa menahan tawanya, Anjing itu tidak akan pernah menurut dengan Jessica, sementara Jessica marah-marah Anjing itu akan terus menggonggong.

“Ppalliwa!! Tetangga akan menonton semua!” teriak Myungsoo

“TUNGGU AKU!” Jessica berlari sekencang mungkin menyusul Myungsoo yang terus menjauh.

.

.

.”HFUH! hosh..hosh..hoshh” Jessica mengusap keringat di keningnya, mereka sudah sampai di halte untuk menunggu bis pertama mereka

“Sudah kubilang, jangan berteriak, suara cempreng mu mengganggu anjing itu, mungkin ia merasa telinganya akan sakit jika mendengar suaramu, itulah kenapa ia menggonggong!” Kata Myungsoo masih menahan tawa.

“Kau masih menertawaiku? Tega sekali … !” Jessica mengerucutkan bibirnya.

“Sudahlah! Aku jamin, besok akan ada banyak penggemarmu yang menyapamu!”

“Shut up L !, atau jangan anggap aku sahabatmu lagi” Jessica melotot pada Myungsoo

“ Ara.. ara… aku akan diam!” kata Myungsoo, ia masih menekan perutnya yang sakit karena ia tertawa di sepanjang perjalanan ke Halte.

Melihat Jessica yang berlari ketakutan karena anjing adalah sesuatu yang luar biasa  baginya, karena jarang sekali Jessica terlihat takut dengan sesuatu.

“Seharusnya aku merekamnya dan mengunggahnya, aku jamin… setiap hari akan ada anjing di dalam kelas!” Myungsoo masih menggodanya.

“Come on! You wanna die, Huh?” Jessica sudah mengepalkan tangannya.

“hahahahaha, ara… ara.. aku akan diam Miss Sooyeon!”

“Jangan memanggilku Sooyeon, bukan kah aku memperkenalkan diriku sebagai Jessica?”

“aku lebih suka nama Sooyeon, lagi pula kau tidak memanggil namaku dengan benar!”

“ tidak kah kau tahu si “L” dia sangat keren di film Death Note, seharusnya kau bangga Mr Myungsoo! “

“Dia Aneh!”

“Dia KEREN!”

“ whatever!”

“Okey! Whatever, aku akan tetap memanggil mu  E_L titik”

“whatever  Miss Sooyeon!” Myungsoo menjulurkan lidahnya lalu berlalu dan memasuki Bis mereka lebih dulu.

“Aishh…”  Jessica pun ikut berdiri dan mengikuti Myungsoo.

ia menggembungkan pipinya, tandanya ia sedang kesal dengan Myungsoo. Ia pun beranjak untuk masuk ke bisnya.

Myungsoo masih menjulurkan lidahnya, ia sudah ada di dalam bis lebih dulu dari Jessica, sedang jessica masih kesulitan untuk masuk bis karena banyak orang yang menyerobot masuk ke dalam bis.

Dilihatnya Jessica yang masih kesulitan masuk ke dalam bis, wajah jahilnya kini berubah menjadi khawatir, Jessica tidak pernah menjauh darinya saat masuk ke dalam bis, bahkan dalam keadaan penuh pun ia tidak akan membiarkan Jessica berada jauh darinya.

Jessica tersenyum pada Myungsoo, ia tahu jika sahabatnya itu ingin menolongnya untuk masuk ke dalam bis, namun ia melambaikan tangannya, ia memberi tahu Myungsoo untuk tidak menghawatirkannya dalam hal kecil seperti naik bis.

Myungsoo hanya memalingkan wajahnya saat Jessica berhasil masuk ke dalam bis, entah kenapa bis pertama hari ini begitu penuh dan sesak.  Kali ini Jessica berdiri sedikit jauh dari tempat Myungsoo. Dilihatnya sahabatnya itu masih memalingkan wajahnya. Ia hanya mendengus, ia pun tak pernah habis pikir kenapa Myungsoo tidak menyukai sifatnya yang selalu menolak bantuan Myungsoo, bahkan saat ia kebingungan untuk meminta maaf pada Myungsoo, ia harus meminta bantuan terlebih dahulu untuk suatu hal pada Myungsoo, dengan itu Myungsoo bisa kembali bersikap baik dengannya. Jessica selalu menyimpulkan jika sahabatnya itu haus untuk selalu menolongnya. Tidakkah ia tahu jika Jessica paling benci dikasihani?

.

.

.

Jessica mempout bibirnya, Myungsoo masih mengabaikannya. Ia hanya berjalan dibelakan Myungsoo dari halte tempat mereka turun sampai di depan kelas. Myungsoo tidak memulai percakapan dengannya, haruskah ia marah karena kejadian di bis tadi? Itu kejadian yang bahkan tidak penting untuk di ingat.

“Hyak! ELLLL, kau akan terus mengabaikanku?”

Myungsoo menoleh, dan ini yang paling dibenci oleh Jessica, saat Myungsoo menunjukkan wajah dinginnya. Jika ia tidak ingat sekarang ia ada di depan kelas, ia sudah akan meninju wajah dingin sok cool itu.

“Aku tidak mengabaikanmu!”

“Lalu?”

Myungsoo mendekatkan wajahnya di depan Jessica, membuatnya harus menahan langkahnya ke belakang. Kebiasaan buruk sahabatnya ini memang susah untuk dihilangkan, selalu melekatkan wajahnya di depan Jessica saat bicara.

“I …AM ….HUNGRY!”ucapnya dan sukses mendapat jitakan dari Jessica.

“Menyebalkan!” umpatnya.

“AWW!! Kau yang menyebalkan Miss Sooyeon!”

“rasakan!” Jessica mendahuluinya masuk ke dalam kelas.

Tidak ada yang berubah saat mereka berada di sekolah Menengah. Letak bangku mereka tetap sama, Jessica di barisan paling belakang dekat jendela, dan Myungsoo di barisan paling belakang di samping kanan Jessica. Alasan mereka tetap sama, Myungsoo bisa dengan mudah mengabaikan pelajaran saat ia sedang bosan, dan Jessica bisa dengan mudah melihat keluar jendela. Apalagi yang ia lihat jika bukan langit luas itu. Tak perduli saat langit itu cerah atau pun mendung, ia akan tetap menatap langit.

“Aku yakin nilai ku akan lebih di atas mu ELL!” ucap Jessica sebelum memulai pelajaran di hari pertama mereka masuk.

“Kau sudah kalah di semester pertama, apa taruhan mu selanjutnya?” tantang Myungsoo.

“Kita pikirkan nanti… !”

“Geurae… kita lihat saja nanti!”

________________________________________JESSICA’S SECRET

PRANG!!

BUK!!

“EOMMA! STOP IT! STOP IT!!!!”  suara teriakan itu terdengar keras,  ditatapnya rumah yang lumayan jauh dari tetangga itu. Meskipun rumah itu jauh dari tetangga tapi ia mendengar dengan jelas dan bisa ia perkirakan apa yang terjadi di dalam rumah itu.

“GET OUT!” itu teriakan terakhir yang ia dengar sebelum akhirnya ia melihat Jessica keluar dari gerbang rumahnya. Ia tahu teriakan terakhir itu adalah suara Eomma Jessica.

Dapat ia lihat betapa terkejutnya Jessica saat mengetahui  kehadirannya di depan gerbang rumahnya. Myungsoo, sahabatnya itu menatap dingin Jessica. Inikah alasannya kenapa Jessica yang selalu menunggunya di ujung belokan rumahnya ketika berangkat sekolah, dan Jessica selalu melarangnya untuk datang ke rumahnya. Ya… ini adalah pertama kalinya Myungsoo mendatangi rumah Jessica. Selama 3 tahun mereka menjadi sahabat, Jessica tidak pernah mengijinkan Myungsoo untuk tahu tempat tinggalnya.

Jessica menunduk, wajahnya penuh dengan peluh. Ia tidak tahu harus mengatakan apa pada Myungsoo. Keadaan yang selama ini ia sembunyikan secara tidak sengaja diketahui oleh Myungsoo. Bahkan ia yakin Myungsoo tidak akan melepaskannya sebelum ia menjelaskan semua padanya.

Myungsoo mengepalkan  tangannya. Ia ingin marah pada Jessica. Entah kenapa ia merasa dibohongi oleh sikap Jessica yang seolah normal selama ini. Jessica belum bisa mempercayainya sepenuhnya sebagai seorang sahabat.

Ia menghela nafas. Sebuah luka kecil menghiasi kening Jessica. Gadis berambut coklat dan berponi itu ternyata menyembunyikan luka lebam di keningnya. Pantas Jessica selalu berponi.

“Aku ingin mengajakmu naik kereta bawah tanah , jadi aku menjemputmu sepagi ini!” penjelasan itu membuka keheningan diantara mereka. Dan ia berusaha untuk tidak memperdulikan kejadian tadi.

Jessica  memalingkan wajahnya, ia menyeka air mata yang masih tersisa di pipi putihnya. Pikirannya berkecambuk saat ini. Myungsoo melihatnya, ya.. dia pasti mendengar dan melihatnya yang kacau seperti ini.

“tataplah wajahku saat aku sedang bicara, tidak sopan!” imbuh Myungsoo.

Jessica menghembuskan nafas mengatur emosinya. Lalu ia berbalik menghadap Myungsoo.

“Ne! Kkaja!” Ucapnya , namun ia tidak menatap Myungsoo.

“Sooyeon_ah!” Myungsoo menahan tangannya.

Jessica masih tetap menunduk. Ia menghindari tatapan Myungsoo dengan terus memalingkan wajahnya, tapi genggaman Myungsoo makin erat di tangannya. Myungsoo terpaksa menarik tubuh Jessica karena Jessica tak mau menurut untuk menatapnya.

“Jangan memalingkan wajah mu Sooyeon_ah, kau tidak  percaya dengan ku?”

Jessica masih menunduk, sulit untuknya menatap wajah Myungsoo, ia merasa bersalah karena selalu menutup diri selama ini. Masalah keluarganya terlalu berat untuk ia ceritakan pada Myungsoo. Myungsoo terlalu baik untuk ia bagi dengan masalahnya.

Sementara itu Myungsoo semakin erat menggenggam tangannya. Perlahan tangan itu menyilakkan poni Jessica, ia menyentuh kening yang lebam itu. Lebam itu bukan bekas yang baru, lebam itu adalah bekas luka yang sudah lama. Jessica menahan perih saat Myungsoo menyentuh lukanya.

“Apa masih sakit?”

Jessica mengangguk. Ia masih berusaha memalingkan wajahnya untuk menghindari tangan Myungsoo. Menyadari itu Myungsoo menjauhkan tangannya dari kening Jessica.  Ia masih menahan emosinya. Ia ingin menununtut Jessica yang tidak mempercayainya selama ini. Namun ini belum waktu yang tepat untuk memaksanya bercerita. Ia ingin kepercayaan itu berasal dari diri Jessica sendiri. Ia tidak akan menanyakan lebih untuk hari ini.

“KKaja! Kita terlambat!” Myungsoo menarik tangan Jessica, dan Jessica hanya mengikutinya. Sesekali Jessica melihat tangan Myungsoo begitu erat menggenggam tangannya.

“Mianhae EL!” ucapnya lirih. “Aku akan menceritakan semuanya saat waktu itu tiba,, ya… saat waktu yang tepat… !” Jessica meneteskan air matanya.

 

“Aku bukan orang yang perduli dengan orang lain. Aku tahu bagaimana rasa sakit mu saat itu. Namun lagi lagi kau membuat ku bingung dengan perasaan ku ketika melihat keadaanmu. Perasaan yang tidak ingin melihatmu lebih terluka! Perasaan untuk selalu melindungimu… Bukankah aku sudah mengatakannya? Aku terikat dengan mu sejak pertama kita bertemu Sooyeon_ah! Jangan menyembunyikan sesuatu dariku!Bukankah itu bukti bahwa aku sangat perduli dengan mu?”____KIM MYUNGSOO____

Advertisements

9 thoughts on “MORE THAN…[PART II]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s