PRINCESS [CHAPTER 3]

luhan3 jessica7 myungso1 daehyun3 sungjae2

Author: S.Y.M

Title:   Princess

Length: Chaptered

Main Cast: Jessica Jung-Xi Luhan-Kim Myungso0 (L)-Jung Daehyun-Yook Sungjae

Genre: Fantasy, Romantic

Rating: G

Note: sory kependekan dan beberapa typo, atau alur yang membuat bingung…. but enjoy it

________________________________________Princess

.

.

.

“SOOYEON NOONA!”   Sontak namja itu mendekati Sooyeon. Sedangkan Luhan ia masih terdiam melihat Sooyeon yang memberontak. Ia tidak pernah menghadapi hal ini sebelumnya, apalagi jika seorang Sooyeon yang memberontaknya.

“Biarkan aku yang mengatasinya!” ucap namja itu yang berhasil mendekati Sooyeon tanpa ada perlawanan dari Sooyeon.

“Ka_au juga menj_auh! a_ku tidak me_ngenalmu!” ucapnya  terisak.

“Tenanglah! Aku tidak akan menyakitimu! Aku akan membantumu untuk mengingat semuanya noona!’ ucap namja itu lembut dan mengarahkan Sooyeon dalam pelukannya.

“Daehyun_ah! Kenapa kau_?” Kalimat Luhan terhenti ketika ia melihat Myungsoo juga sudah berdiri di belakangnya. Ia sadar jika mereka pasti akan mendengar teriakan Sooyeon.

.

.

.

Luhan, Myungsoo dan Daehyun, mereka bertiga terdiam di ruang tengah, tenggelam dengan pikiran mereka masing masing. Di susul dengan kedatangan Sungjae yang juga kabur dari sekolahnya.

“Ada sedikit kekacauan di sini? “ Tanya Sungjae seketika ia tiba dan melihat ketiga hyung nya duduk terdiam di ruangan itu.

“Sepertinya iya, aku tidak akan bertanya lagi!” Sungjae melempar tasnya dan meloncat melewati punggung sofa hingga akhirnya ia mendarat tepat disamping Luhan.

Luhan meliriknya sekilas, jemarinya masih menempel di kening, melihat tatapan garang Gegenya Sungjae memutuskan untuk menghindar dan beralih untuk duduk di samping Myungsoo, dibanding Luhan, setidaknya Myungsoo tidak akan perduli dengan kehadirannya di sekitarnya. Itu lebih baik daripada tatapan garang Xi Luhan

Luhan masih terdiam, Ya… hari ini dia sedikit membuat kekacauan, tidak.. bahkan menurutnya Sooyeon lah yang membuat kekacauan. Ia tahu jika Daehyun bisa mendengar teriakan Sooyeon dimana pun ia berada, jadi pantas jika ia bisa datang secepat itu meskipun sebelumnya ia berpamitan untuk ke sekolahnya. Lalu Myungsoo, dia juga tahu jika Myungsoo adalah adik nya yang paling tidak perduli dengan orang lain selain urusannya sendiri, selama ini ia tidak pernah ingin tahu mengenai Sooyeon, namun teriakan Sooyeon berhasil mengundangnya untuk datang ke kamar Luhan.

Tidak ada yang memulai pembicaraan diantara mereka, setelah Daehyun berhasil menenangkan Sooyeon, mereka memutuskan untuk membiarkan Sooyeon  tertidur di kamar Luhan.

“Tidakkah sebaiknya kita memberikan kamar untuk Sooyeon? “ Myungsoo memulai pembicaraan.

Kau cukup perhatian dengan ini?  Batin Luhan.

“E’emh,.,.. aku rasa juga begitu Ge!” sambung Sungjae, ia tersenyum polos, Luhan sangat tahu kenapa Sungjae menyetujui usulan Myungsoo, ia pasti akan dengan mudah mengajak Sooyeon untuk keluar dari kamarnya jika ia tidak lagi di kamar Luhan.

Sungjae berhenti tersenyum karna tatapan datar Luhan padanya, ia tahu jika Gegenya pasti tahu jalan pikirnya.

Gege berhenti menggunakan kekuatanmu jika tidak bersama Sooyeon noona! Ucap Sungjae dalam hati. Luhan mendengus, ya … sebaiknya ia tidak menggunakan kekuatannya, jika tidak ingin Hakim Istana mendatanginya ke rumah ini.

Luhan menatap Myungsoo dan Daehyun bergantian, jika ia memberikan kamar untuk Sooyeon ia tidak bisa mengawasi Sooyeon dari ruang kerjanya, itu yang ia pikirkan .

“Kau masih takut tidak bisa mengawasinya? Kau terlalu takut Ge!” imbuh Myungsoo

“Hyung! Kita biarkan Sooyeon noona yang memutuskan untuk bisa tinggal disini!”

“Kenapa ia tidak bisa tinggal disini? Kau tahu alasan kenapa kita membawanya kesini ! dia harus tinggal disini, jika tidak mereka akan mudah menemukannya!” jawab Luhan.

“Baiklah, … tapi mungkin lebih baik kau tidak terlalu keras dengannya, dia akan terus memberontak, dan semakin membencimu!” tambah Myungsoo

“Aku rasa dia membenci kita semua!” tambah Sungjae, ia tersenyum lalu diangguki oleh Daehyun

“Benar, dia akan membenci kita semua !”

Myungsoo dan Luhan terdiam, ya…  itu akan terjadi jika Sooyeon tahu bagaimana masa lalu keluarganya dan bagaimana Ibunya meninggal. Bahkan mungkin Sooyeon belum tahu cerita asli keluarganya, selama ini dia tinggal bersama keluarga angkat yang bersikap buruk terhadapnya, itulah yang membuat kondisi psikisnya kacau, ia sangat menginginkan kasih sayang sebuah keluarga, namun ia tidak pernah mendapatkannya, ia terus meminta untuk kembali ke tempatnya karna ia selalu merasa bahwa keluarganya akan menghawatirkannya, itu  adalah  akibat dari semua harapan yang tidak bisa ia wujudkan sebelum ia hilang ingatan.

_________________________________________Princess

Sooyeon merasakan kepalanya begitu berat, mungkin karna ia terlalu lama tidur, ia ingat ia membentak Luhan dan seseorang memeluknya, lalu ia menangis karna ia khawatir dengan orang-orang yang mungkin mengenalnya  atau ia sebut dengan keluarganya, sebelum ia berada bersama namja-namja itu ia yakin mempunyai keluarga yang menyayanginya, ia juga masih mengingat bagaimana aroma anggrek yang ada dikamarnya,ya.. mungkin hanya aroma anggrek itu yang begitu familiar di ingatannya, ia yakin jika ia penyuka anggrek.

CKLEK. . .

Sooyeon kembali membenamkan wajahnya dibalik selimut tebal itu, seseorang masuk ke kamar setiap pagi untuk membangunkannya, lalu ia akan memberikan waktu selama 5 menit untuk membersihkan diri sebelum akhirnya berkumpul di meja makan untuk sarapan, siapa lagi jika bukan Luhan yang memperlakukannya seperti itu.

Suara langkah itu berhenti setelah menutup pintu kamar, untuk beberapa lama ia tidak lagi mendengar langkah yang mendekat, jika dia Luhan, pasti sudah mendekat dan membuka jendela kamar itu untuk memberinya cahaya, menurutnya Luhan adalah tipe orang yang selalu melakukan hal yang sama setiap harinya, jadi itu sudah pasti akan menjadi rutinitasnya seperti 5 menit untuk bersih diri.

Namun kali ini ia tidak merasakan seseorang yang mendekat untuk membangunkannya, hal itu membuatnya semakin takut pada Luhan, mengingat apa yang ia katakana kepadanya kemarin. Ia takut jika Luhan marah besar dan akan melakukan hal-hal aneh lebih dari sekedar ciuman kepadanya.

“Bangunlah noona, aku tahu kau sudah bangun!” ucap namja itu akhirnya.

Suara baru bagi Sooyeon dan jelas itu bukan suara Luhan, Sooyeon membuka matanya barulah ia mendengar derap kaki yang mendekatinya, sebuah tangan memaksa untuk membuka selimut yang menutupi wajahnya.

“sooyeon noona! “

“Kau?!” Sooyeon  membuka matanya lebar, bukankan itu namja yang ia ingin ia tendang matanya karna selalu menatapnya aneh?

“Kau mengharapkan Gege yang membangunkanmu? Berhentilah untuk bersikap seperti princess kali ini karna aku tidak akan memperlakukanmu seperti itu!” jawabnya.

“aku tidak memintanya!” jawab Sooyeon. Lalu ia beranjak dari tempat tidurnya. ia berjalan gontai ke kamar mandi tanpa sepatah kata dari Myungsoo, entahlah Sooyeon sudah terbiasa dengan kata-kata Luhan yang memberinya waktu 5 menit untuk bersih diri dan ke meja makan untuk sarapan besama ketiga adiknya  lalu melihat ketiga namja itu berpamitan untuk ke sekolah, kegiatan sama yang ia lihat selama ia di rumah ini.

Dan lagi-lagi dimenit kelima Sooyeon sudah selesai dengan bersih dirinya, ia masih memakai kaos yang diberikan Luhan kemarin.

“Ini! Pakailah, !” Myungsoo memberikan kaos untuknya, ditambah celana jeans perempuan.

“Darimana kau mendapatkan ini?”

“itu milik ku! “ jawabnya

“euh!” sooyeon mengangguk, Dia mempunyai celana jeans perempuan? Batinnya

“kecuali celana jeans itu, itu milik teman sekolahku!” tambah Myungsoo yang berhasil membuat Sooyeon tercengang, dia bisa membaca pikiran sooyeon? Sama dengan Luhan?

“Jangan berfikir aku bisa membaca pikiran mu seperti Gege, aku hanya pandai dalam memperkirakan bagaimana beberapa pertanyaan yang ada di pikiranmu noona, cepatlah matahari sudah semakin tinggi dan aku benci itu!” ucapnya.

Sooyeon  memutar matanya jengah Semua orang disini menyebalkan batinnya.

________________________________________Princess______________________________

Berulang kali Sooyeon mengerjapkan matanya, ia terkagum dengan keindahan alam yang ia lihat saat ini, bukannya ke meja makan seperti setiap paginya Myungsoo membawanya pada pinggir danau hijau, yang lumayan luas, dan disebrangnya ia bisa lihat rimbunnya pepohonan di tempat itu. Tapi itu memberikan sensasi ketenangan dalam dirinya. Ditambah  matahari yang mulai menyinari air danau itu memberikan sensasi Kristal yang menyeruak menghiasi danau itu.

Sooyeon melirik Myungsoo yang berdiri disampingnya dan tidak berkata apapun, dapat ia lihat jika namja berwajah dingin itu melihat lurus kea rah danau hijau . Mata sipitnya semakin menyipit karna menerawang dan sedikir terkena sinar matahari yang meninggi.

“Kita _ kenapa kita disini? “ Tanya Sooyeon.

“heum? Kau tidak menyukainya ? “ Tanya Myungsoo

“Aniy.. hanya saja aku sedikit terkejut kenapa tiba-tiba!”

“Kami semua tahu jika kau bosan berada di kamar, jadi kami memutuskan untuk memberikanmu sedikit hiburan untuk melihat ini !”

“Ow..!”

“Jadi, apa kau tidak meminta untuk kembali ke tempatmu lagi? Aku rasa kau akan suka berada di tempat kami!” imbuhnya

“Eh?” Sooyeon terdiam, ya… jika dipikir , ini sedikit istimewa jika ia hanya sekedar diculik oleh Luhan dan namja-namja itu.Ia dikurung di kamar Luhan, tapi ia juga di perlakukan dengan baik oleh mereka. Itu membuat Sooyeon kembali ragu jika ia memang sedang di culik. Tapi jika bukan Luhan yang menculiknya kenapa ia tidak menuruti permintaannya untuk kembali? Bukankah itu akan menguntungkan mereka? Karna tidak lagi menanggung Sooyeon dalam rumah mereka.

“Aku hanya khawatir jika orang-orang yangmengenalku mencariku!”

“Jika saja kau tahu kau tidak diharapkan di dunia mu, kau masih ingin kembali ke tempat mu itu?” Tanya Myungsoo yang sukses membuat Sooyeon ingin meninju wajahnya.

“kata-katamu sangat kasar, mana mungkin ada seseorang yang tidak diharapkan? Aku merasa aku punya keluarga!”

“hemh…” Myungsoo tersenyum simpul lau terdiam untuk waktu yang lama. Ia memejamkan mata merasakan udara segar di sekitar danau.

Sooyeon terdiam,  ia berharap jika Luhan Myungsoo Daehyun dan Sungjae adalah orang yang ia kenal, ia pernah bertemu dengan mereka sebelum ia hilang ingatan.

“Sooyeon Noona!” teriak seseorang , suara yang terdengar ceria  dan itu pasti milik sungjae, Sooyeon menoleh dan mendapati Sungjae yang menggerak gerakkan tangannya, menyapa Sooyeon, sayangnya pandangan Sooyeon terjanggal dengan Sungjae yang baru saja melompat dari atas pohon, disusul dengan Daehyun yang tersenyum padanya. Sebenarnya jika keempat namja itu tersenyum mereka terlihat manis dan tampan.

“Kau ingin melihat seluruh hamparan tempat ini noona? Aku bisa menunjukkannya padamu” tawar Sungjae dengan semangat.

Sooyeon tersenyum simpul “ Aku masih belum memikirkannya! “ jawabnya yang sukses membuat gelak tawa dari Daehyun disusul sunggingan senyum dari Myungsoo.

Mereka tertawa karna ajakan Sungjae secara halus ditolak oleh Sooyeon, jika mengingat bagaimana terkenalnya Sungjae dikalangan sekolahnya, Sooyeon benar-benar gadis yang menyianyiakan kesempatan karna tidak segera mengiyakan ajakan seorang Sungjae, dan untuk Sungjae ini adalah kali pertama ada seorang gadis yang begitu tidak tertarik dengannya.

“Heumhh!! Susah juga bersama noona dingin sepertinya hyung!” Sungjae menghela nafas.

Daehyun tersenyum lalu pandangannya beralih pada Sooyeon, “Apa tidur mu nyenyak noona?” Tanya nya

Sooyeon mengangguk, sikap Daehyun memang mirip Luhan , sangat lembut kepadanya, bahkan lebih lembut Daehyun, hanya saja ia masih belum bisa mempercayai mereka semua, ia tidak ingin lengah dengan kebaikan mereka padanya.

“Kenapa kalian membawa ku ke tempat ini? Dan dimana Xi Luhan?” Tanya Sooyeon, ini untuk pertama kalinya ia bertanya , dan mencari Luhan disekitarnya.

“Kau menghawatirkan Gege kami? “

“Ah! Aniy.. aku hanya _”

“takut jika Gege marah karna kami membawamu diam-diam?” potong Myungsoo

Sooyeon tidak menjawab, ia juga bingung dengan alasannya menanyakan hal itu.

“tenang, Gege tidak akan marah! Dia sedang sibuk, seharusnya kami membantunya mengurus mu!” sambung Daehyun.

“Baiklah! Bisa kita mulai sekarang?” Sungjae mengalihkan pembicaraan mereka.

Sooyeon menatap ketiga namja itu bergantian, memulai? Memulai apa? Batin Sooyeon.

Sedangkan ketiga namja itu juga saling menatap dan menganggukkan kepala mereka sebagai tanda bahwa mereka juga siap untuk melakukan sesuatu.

Myungsoo meraih tangan Sooyeon, ia menggenggam tangan itu, Sooyeon yang merasa bingung sempat memberontak dan ingin melepaskan genggaman tangan itu namun Daehyun mencegahnya, ia meyakinkan Sooyeon untuk tenang dan percaya pada mereka, sementara Myungsoo memejamkan matanya Daehyun beralih kebelakang Sooyeon dan mendekatkan tubuhnya dari belakang, tangannya perlahan menutup mata Sooyeon , Sooyeon mengikuti gerakan tangan Daehyun dan memejamkan matanya. Setelah beberapa detik Daehyun menutup matanya dapat ia rasakan jika tangan Daehyun mulai merenggang dari matanya, ia membuka mata perlahan dan sungguh didepannya tidak lagi sebuah danau tapi sebuah tempat yang sepertinya ia kenal.

Ia dapat melihat dirinya didalam pandangannya sendiri, dirinya yang terlihat lebih berantakan dibandingkan saat ini. Ya.. ini seperti yang ditunjukkan Luhan sebelumnya, namun kali ini adalah cerita lain dari masa lalunya.

Dapat ia lihat bahwa ia tinggal dalam lingkungan yang jauh dari kemewahan, untuk menuju tempat tinggalnya ia harus melewati pembuangan sampah , menelusuri jalanan sempit yang naik, jalanan yang hanya bisa dilewati untuk pejalan kaki dan sangat menyiksa jika ia menggunakan sepatu highheels, ia juga melihat ia harus berpapasan dengan beberapa pemabuk sebelum ia sampai di tempat tinggalnya. Yang ia pikirkan bahwa ia mempunyai keluarga yang menghawatirkannya ternyata salah besar, ia terlihat sendiri di rumah itu. Rumah yang sangat kecil bahkan hanya sebesar kamar  Luhan. Hanya ada satu lemari pakaian berpintu dua dengan 3  shaf dan gantungan  di dalamnya. Lalu televisi kecil di sampingnya, terdapat juga meja persegi panjang kecil di depan televisi itu, tak jauh dari meja itu terdapat tempat beras dan beberapa perlengkapan makan lainnya. Ia melihat bahwa Sooyeon yang didalam itu adalah seorang yang mandiri dan sendiri. Terlihat sekali wajah kesepian dan kesedihan pada dirinya.

Ia juga melihat bahwa Sooyeon adalah seorang mahasiswa fakultas Humaniora di salah satu universitas negeri dan mempunyai  pekerjaan paruh waktu di sebuah café dan mini bar. Dan itulah yang membuatnya selalu pulang larut malam.

Sooyeon melihat Myungsoo yang masih memejamkan matanya, lalu ia kembali menatap gambaran di depannya,kali ini Sooyeon dapat melihat ada seseorang mirip Luhan yang sedang berbicara dengannya, ia dapat menyimpulkan bahwa ia benar-benar pernah mengenal Luhan sebelumnya. Gambaran itu begitu cepat dan beralih pada sebuah keluarga dengan seorng ibu, seorang ayah dan dua  anak perempuan.

Gadis yang  paling besar, yang ia yakini adalh dirinya di masa kecil dan satu lagi yang ia yakini pasti adalah adiknya. Namun sayangnya di dalam gambaran yang ia lihat, gadis yang ia anggap dirinya itu selalu mendapat perlakuan buruk dari kedua orang tuanya. Gadis itu selalu menangis, banyak sekali yang ia lihat tentng perlakuan buruk kepada gadis itu, hingga akhirnya ia melihat bahwa gadis itu di buang oleh keluarganya. Ia dalam perjalanan bersama ibu, ayah dan adiknya, namun saat ia tertidur didalam truk itu ia melihat jika ia ditinggalkan dalam keadaan tertidur didalam truk sendirian, hingga akhirnya gadis itu terbangun dan ia sadar jika ia sedang berada di tempat asing, ia mencari ibu, ayah dan adiknya namun tidak menemukan mereka, dapat ia lihat bahwa ia tidak membawa barang berharga sama sekali dan barang-barang keluarganya pun tidak ada bersamanya, hanya ada satu tas ransel yang berisi beberapa pakaiannya, saat itu ia menganggap bahwa ia terpisah dengan keluarganya. Selanjutnya ia dapat melihat jika gadis itu berusaha kembali ke rumahnya dengan meminta pada pemilik truk untuk mengantarkannya kembali ke rumahnya, namun sayang pemilik truk itu justru menolak untuk membantunya, ia meninggalkan gadis itu di pinggir jalan dekat pelabuhan.

Sooyeon meneteskan air mata melihat itu semua, gadis itu benar-benar mirip dengannya, mungkinkan itu dirinya? Seperti itukan kehidupannya ?

Ia melihat lagi jika gadis itu tidak pernah menyerah, ia meminta bantuan kepada orang-orang yang ada di pelabuhan itu dan menceritakan keadaannya, dapat dilihatnya jika ada juga yang memberinya arah untuk kembali ke rumahnya. Hingga akhirnya ia melihat saat gadis itu memohon kepada supir truk  pembawa ikan yang akan menuju ke kota tempat nya tinggal. Gadis itu berhasil meyakinkan sopir truk itu dan ia kembali ke kota tempatnya tinggal, ia ingat jika ia tinggal di Seoul, setelah sampai di Seoul ia segera menuju rumahnya , ia yakin jika orang tuanya pasti khawatir karna ia menghilang dalam waktu yang lama, ia tidak perduli bahwa sebelum hilang ia dan keluarganya berencana untuk pergi ke suatu tempat untuk berlibur, ia berharap keluarganya ada di rumah mereka dan mengharapkan nya.

Sooyeon semakin membanjiri pipinya dengan air mata, ia  sulit percaya dengan apa yang ia lihat sekarang, ia benar-benar melihat ketidak adilan di masa lalunya. Ia masih melihat gambaran itu.

Dilihatnya gadis itu menangis karna menemukan rumah yang ia tempati sudah kosong dan keluarganya tidak ada di rumah itu. Ia tersimpuh menagis dan berteriak sekuat-kuatnya, ia begitu menyayangi keluarganya, namun kenapa ia ditinggalkan oleh keluarganya?

Sooyeon melemas, dan Myungsoo melepaskan genggamannya, Sungjae segera menyangga kedua lengan Sooyeon agar ia tidak terjatuh. Sementara Daehyun , ia menutup mata Sooyeon dengan tangannya, lalu melepaskannya untuk menutup gambaran-gambaran itu.

Ya… Sooyeon shock dengan gambaran-gambaran itu. Saat ini otaknya berputar keras, gambaran-gambaran itu membuat matanya buram dan ia mengingat sedikit-demi sedikit cerita masa lalunya.

Termasuk saat ia  harus menjalani kehidupannya sampai dewasa tanpa keluarganya, ia harus bekerja dan mendapat beasiswa untuk tetap sekolah, tinggal sendiri di tempat sekecil itu dengan belas kasih orang lain, dan saat ia berusaha melupakan kesedihannya dengan terus bekerja, ia mulai bisa mengendalikan kehidupannya meski tidak dengan luka kepada keluarganya yang meninggalkannya.

Ia mengingat saat-saat pertemuannya dengan Luhan yang selalu menjadi pengunjung di café tempatnya bekerja, ia mengingat bahwa Luhan juga seorang mahasiswa di tempatnya kuliah, ia mengingat bahwa banyak temannya yang menyukai Luhan. Dan ia mengingat ketika ia bertemu dengan orang-orang berbaju hitam yang menyekapnya saat ia pulang kerja, ia mengingat bagaimana orang-orang itu memukulnya, menghajarnya dan saat itu ia begitu pasrah dengan keadaannya, ia berfikir ia akan mati saat itu.ia mengingat ada beberapa orang yang membuat kekacauan hingga orang-orang berbaju hitam itu beralih darinya untuk menghadapi orang-orang itu, namun ia tidak ingat betul wajah orang-orang yang sepertinya ingin menolongnya itu. Dan sampai akhirnya ia bangun dan sudah berada di kamar Luhan.

Sooyeon memengangi kepalanya, rasanya begitu sakit, ia terus terusan memukul-mukul kepalanya. Dan itu membuat ketiga namja itu sedikit kebingungan. Mungkin mereka terlalu terburu-buru untuk memperlihatkan semua cerita masa lalu Sooyeon.

“Noona! Gwenchana?” Daehyun menahan tangan Sooyeon yang terus memukul mukul kepalanya.

“Hentikan noona,!”

“aku mengingatnya, aku mengingat semua!” Sooyeon terisak, ia tidak tahu lagi harus mengekspresikan perasaannya setelah melihat itu semua. Setelah mengingat itu semua rasa bencinya kembali menyeruak.

“Hentikan! Kita kembali ke rumah, matahari sudah semakin tinggi!” kata Myungsoo, ia melihat ke atas.. seperti merasakan akan ada orang lain yang datang ketempat itu. Begitu pulan dengan Daehyun dan Sungjae. Mereka merasakan sesuatu.. dan  jika mereka tetap di tempat itu , kemungkinan terbesar adalah keselamatan Sooyeon

“aku serahkan Sooyeon kepadamu “ ucap Daehyun yang disertai anggukan Sungjae.

Daehyun melihat Sooyeon singkat, ia harus membuat Sooyeon tenang hingga Sungjae bisa dengan mudah membawanya pulang. Dan ia terpaksa membuat Sooyeon pingsan. Dengan begitu Sungjae bisa dengan mudah mengangkat Sooyeon di punggungnya dan ia siap untuk meloncati pepohonan itu.

Daehyun dan Myungsoo menghela nafas saat melihat Sungjae dengan cepat membawa sooyeon bersamanya.

“Pangeran, sedang apa kalian di tempat ini?”

Myungsoo dan Daehyun terdiam, mereka tidak menyangka jika ternyata orang-orang itu begitu cepat menemukannya.

Kedua najma itu berbalik bersamaan, jika Myungsoo memberikan ekspresi dinginnya, Daehyun memilih untuk melempar senyumnya pada orang itu.

“Ah! Pengawal hakim istana, selamat pagi!” sapa Daehyun ramah , dan tidak untuk Myungsoo… hal itu dapat dimaklumi oleh orang yang di sebut pengawal hakim istana itu karna memang pangeran Myungsoo mereka begitu dingin dan sedikit angkuh.

3 orang pengawal hakim istana itu membungkukkan badan mereka membalas sapaan Daehyun.

“apa terjadi sesuatu pangeran? Kami merasakan hal aneh baru saja terjadi di tempat ini!” Tanya salah satu dari pengawal itu.

Daehyun tersenyum, ia tahu jika aura kemarahan bercampur kesedihan Sooyeon lah yang membawa mereka ke tempat ini,.

“kami baru saja berdebat tentang suatu hal dan itu membuat kami marah, tapi itu semua sudah  bisa diatasi!” jelas Daehyun.

Ketiga pengawal itu terdiam, perdebatan memang hal yang wajar tapi apa yang membuat mereka sampai marah, terutama Pangeran Daehyun mereka yang terkenal tenang itu, dan Pangeran Myungsoo mereka yang terkenal tidak akan pernah mau perduli dengan segala bentuk pertengkaran.

“Bukan kah itu wajar? Jangan pernah berfikir kami tidak pernah terlibah pertengkaran!” sambung Myungsoo untuk meyakinkan penjelasa Daehyun.

Ketiga pengawal itu menunduk, mereka tidak ingin memancing kemarahan pangeran pangeran itu. Lalu mereka membungkukkan badan meminta ijin untuk pergi dan melanjutkan tugas mereka.

Setelah memastikan ketiga pengawal itu benar-benar keluar dari wilayah mereka, Myungsoo dan Daehyun kembali ke rumah dan bersiap dengan Gege mereka jika melihat keadaan Sooyeon. Mereka hanya berharap setelah ini Sooyeon bisa berhenti meminta kembali ke tempat nya dan menurut kepada mereka, setelah itu mereka berempat bisa menjelaskan hal lain yang menjadi tujuan mereka membawa Sooyeon selain karna menyelamatkan Sooyeon dari orang-orang yang akan membunuhnya itu.

______________________________________Princess_________________________

TBC

Ada yang bingung? Pasti semakin bingung? Kali ini aku banyakin part Jessica dengan Myungsoo, daehyun dan Sunjae dan khusus untuk menunjukkan kehidupan Jessica sebelum hilang ingatan, dan kenapa Jessica bisa hilang ingatan? masih ada lagi masa lalu Jessica yang sebenarnya, diluar kenyataan pahitnya saat ia bersama keluarga angkatnya.

Pasti masih bingung sebenarnya siapa Luhan, Myungsoo, Daehyun,Sungjae, terlebih siapa Jessica yang di chapter 2 pernah aku sebutkan bahwa mereka membutuhkan Jessica untuk bersama mereka?

Ya… di part ini memang masih belum dijelaskan secara menyeluruh siapa mereka. Hanya masa lalu Jessica dengan tujuan Jessica tidak lagi meminta untuk dipulangkan, dan beberapa kekuatan Myunsoo, Daehyun dan Sungjae yang bisa kalian simpulkan sendiri seperti apa  kekuatan yang mereka miliki, juga aku sebutkan dimana ada Pengawal yang memanggiL mereka dengan sebutan Pangeran nah itu sedikit gambaran lhooo…, dan kata-kata wilayah mereka.Wilayah mereka itu seperti apa sih? Maksudnya apa? Apa perlakuan kekuatan kekuatan mereka dan kenapa sampai keempat pangeran itu tidak tinggal di istana.

Itu ada di chapter selanjutnya………

Advertisements

17 thoughts on “PRINCESS [CHAPTER 3]

  1. ryta esha says:

    Mereka seorang pangeran dr istana apa sampai ada kekuatan? Berarti bukan di bumi dong? Soalnya kan bukan wilayah jessica

    Di tunggu next chapternya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s