PRINCESS [CHAPTER 2] SHORT VER.

Author: S.Y.M

Title:   Princess

Main Cast: Jessica Jung-Xi Luhan-Kim Myungsoo (L)-Jung Daehyun-Yook Sungjae

Genre: Fantasy, Romantic

Rating: G
Disclaimer: Cast semua milik Tuhan, dan ide cerita bermula dari pikiran sendiri.

________________________________________________Princess

Sooyeon terus menatap saluran telepon yang ada di meja kiri tempat tidurnya. Setelah selesai sarapan Myungsoo, Daehyun dan Sungjae pergi ke sekolah mereka masing-masing. Sedang Luhan, ia berada di ruangannya untuk mengerjakan pekerjaannya.

Kau bisa menggunakan telepon itu jika kau memerlukan sesuatu

Begitulah pesan Luhan dan sebagai gantinya Sooyeon dikurung di kamar itu.
Sooyeon beranjak dan menyentuh saluran telepon itu, ia menekan beberapa angka di tombol itu , ia menggigit bibir bawahnya, berharap lebih untuk jawaban dari nomor yang ia tuju. Ia akan meminta bantuan untuk keluar dari tempat ini.

Ma’af nomor yang anda tuju tidak terdaftar

AGGHHHT, SIAL!

Sooyeon mengacak rambutnya kesal, sebenarnya ia berada di mana? Apa ia berada di luar daerahnya?

KRIIING KRIIING KRIIING

Sooyeon terkejut dengan suara telepon yang tiba-tiba berbunyi itu. Ada yang menelepon nya. Dengan ragu ia meraih gagang telepon itu , ia sudah berfikir macam macam mengenai penelepon itu.
//”Apa kau berusaha menelepon seseorang yang kau kenal Sooyeon_ssi?”// Tanya penelepon itu.
Sooyeon terdiam, Luhan selalu tahu apa yang ia kerjakan, sebenarnya siapa dia?
//”Sambungan telepon itu hanya terbatas di rumah ini saja, asal kau tahu, jadi jangan bertingkah Sooyeon_ssi!//” tambahnya, lebih mirip sebagai ancaman untuk Sooyeon. Dan itu artinya ia benar-benar diculik oleh Luhan.

__________________________________________Princess
Sooyeon membenamkan diri di selimut tebal kamar itu, ia baru menyadari jika kamar ini adalah kamar Luhan, karna aromanya sama jika berdekatan dengan Luhan. Ia sangat membenci namja itu, ingin sekali membakar kamar ini sebagai pelajaran baginya, tapi niat itu segera ia kurungkan, ah…. Dia terkunci di ruangan ini, jika ia membakar ruangan ini sama halnya dengan bunuh diri. Ia tidak menjamin Luhan akan menolongnya nanti.
Ia mempererat gulatan selimut itu ditubuhnya, pipinya menggembung tanda ia sedang kesal.

CKLEK.

Sooyeon membuka matanya, namun ia masih tidak ingin bergerak dari posisinya. Ia tahu jika itu adalah Luhan. Ia menutup matanya, berpura-pura tidur agar namja itu berhenti mengganggunya.

Melihat Sooyeon yang bersembunyi dibalik selimut, Luhan tahu jika ia tidak benar-benar tidur, ia tersenyum lalu berjalan perlahan mendekati Sooyeon. Lama ia berdiri memandangi gadis itu, dapat dirasakan oleh Sooyeon kehadiran Luhan yang tepat berdiri memandanginya, jika ia tidak ingat kalau ia berpura-pura tidur ia sudah mendorong namja itu hingga jatuh.

Luhan mulai beranjak dan membuka korden jendela kamar itu, jendela yang sebelumnya dibuka oleh Sooyeon namun sayang, cahaya matahari yang ia cari tidak ia temukan lewat jendela itu.
Namun kali ini berbeda, sontak cahaya keluar dari jendela itu. Y a jendela itu telah dibuka oleh Luhan, memang harus Luhan yang membuka jendela itu, karna ternyata jendela berlapis itu bisa dibuka dan mempunyai lapisan kaca yang bisa membuat kita melihat pemandangan luar dengan leluasa, bahkan akan terlihat bahwa tidak ada penghalang kaca untuk melihat itu semua.
Sooyeon merasakan ada cahaya yang masuk ke ruangan itu. Ia bisa merasakan hangatnya cahaya itu, dan itu artinya ia bisa merasakan cahaya matahari lagi.

Luhan kembali mendekati Sooyeon, memberikannya cahaya matahari ternyata tidak cukup untuk membuatnya bangun dari tidur pura-puranya. Ia duduk di pinggir tempat tidur itu, perlahan tangannya bergerak untuk merapikan rambut Sooyeon, Luhan merapikan rambutnya agar ia bisa melihat dengan jelas wajah Sooyeon . Sooyeon merasakan sentuhan tangan Luhan, dan itu membuatnya seperti tersengat listrik, ada apa dengan Luhan?
Tuhan tolong aku!!! Batinnya.

Luhan tersenyum lalu tangannya beralih ke wajah Sooyeon , ia menekan kening yeoja itu. Sedikit lama ia bertahan di kening Sooyeon, dan setelah beberapa lama ia meletakkan tangannya di kening itu Sooyeon membuka matanya lebar. Mata itu menyiratkan rasa terkejut seakan ia baru saja mendapati suatu kenyataan yang membuatnya seperti itu.

“Kau sudah bangun Sooyeon_ssi?” Tanya Luhan lembut, ia tersenyum kepada Sooyeon. Di rumah ini hanya LUhan lah yang paling murah senyum. Hanya Luhan yang terus memberikan senyuman kepadanya.

Sooyeon menatapnya heran, namun beberapa detik kemudian tatapan itu tidak bisa diartikan oleh Luhan, terkejut? Shock? Sedih? Marah? Kali ini Luhan tidak bisa membacanya.

“Kau ingin melihat matahari pagi bersamaku? Aku membangunkanmu lebih pagi agar kita bisa melihat matahari bersama sebelum sarapan nanti, !” tambah Luhan.

Sooyeon menatap jendela kamar itu yang terbuka, ia sempat dibuat kagum dengan keindahan keadaan diluar kamar ini. Namun ia teringat dengan apa yang baru saja ia lihat tadi, kejadian saat tangan Luhan menyentuh keningnya, namun sayangnya itu belum cukup untuk membuatnya mengingat sesuatu yang terjadi padanya, lalu? Nomor siapa yang ia telp tadi? Kenapa ia bisa mengingat nomor itu? Nomor itu otomatis keluar dari pikirannya , andai saja ia bisa tersambung dengan nomor itu ia pasti akan tahu apa yang terjadi sebenarnya. Sooyeon beralih menatap Luhan.

“Aku beri waktu …” Luhan berhenti karna tangan Sooyeon terangkat, ia menunjukkan kelima jarinya yang artinya

5 menit untuk membersihkan diri, Aaaght,,,,menyebalkan sekali batin Sooyeon meneruskan kalimat Luhan, ia menggembungkan pipinya tanda bahwa Sooyeon sudah sangat kesal dengan kalimat itu. Mana mungkin seorang yeoja diberi waktu 5 menit untuk bersih diri. Apa dia pikir dia ini angsa?

Luhan terkekeh, ia berdiri dan melihat Sooyeon beranjak dari tempat tidur itu menuju ke kamar mandi.
Dan seperti sebelumnya Luhan menunggu Sooyeon sampai menit ke lima, dan anehnya Sooyeon selalu tepat waktu di menit kelimanya. Entah apa yang ia lakukan untuk bersih diri. Yang jelas dari awal ia sudah takut untuk melawan Luhan. Dari Luhan yang selalu tahu apa yang ada dipikiran Sooyeon saja sudah membuatnya takut dan sebal kepada Luhan, ia tidak mau terlibat banyak masalah dengannya. Ia hanya ingin bersikap baik dan bisa dengan mudah meminta Luhan untuk mengirimnya lagi ke rumahnya.

Sooyeon melihat Luhan yang sedang memperhatikan pemandangan diluar jendela itu, perlahan ia juga melangkah mendekati Luhan, ia tidak ingin sama sekali memanggil namanya, ia yakin Luhan menyadari kehadirannya karna ini sudah lebih dari menit kelimanya.
Luhan menoleh kearah Sooyeon yang telah berdiri di belakangnya, sungguh Sooyeon juga ingin melihat pemandangan itu, hanya saja ia tidak mau mendekati Luhan.
Luhan memperhatikan Sooyeon dari atas sampai ke bawah, memang tidak ada perubahan yang mencolok dari Sooyeon meskipun ia sudah berbesih diri, hanya wajah dan rambutnya saja yang basah, mungkin ia hanya mencuci muka dan sikat giginya, tanpa mandi. Itu yang ada dipikiran Luhan.

“Hemh,,, kau tidak ganti pakaianmu?” Luhan masih memperhatikan pakaian yang dikenakan Sooyeon. Pakaian yang sama seperti kemarin.

Sooyeon mengernyit Aish… KAU TIDAK MEMBERIKU PAKAIAN! Teriak nya namun hanya terdengar dipikirannya.

‘Kau tidak mempunyai pakaian ganti? Seharusnya kau bilang!”

Stupid! Bagaimana mungkin aku membuat persiapan saat diculik? Sooyeon memalingkan wajahnya kesal, kenapa Luhan menanyakan hal bodoh seperti itu? Dia mengurungnya dikamar ini dan tidak bisa menghubungi orang-orang yang ia kenal.

”Baiklah! Tidak usah sampai semarah itu, aku hanya ingin bertanya! “ Luhan beranjak, ia mendekati lemari pakaiannya dan memilih satu dari gantungan pakaian di lemarinya.

“Ini ! kau bisa memakainya!” Luhan menyodorkan sebuah kaos grey miliknya.

“Untuk celana,… ma’af kami semua disini laki-laki, pasti tidak akan cocok jika kau pakai!”
Sooyeon meraih kaos itu, ia ragu memakai pakaian Luhan, ia tidak pernah memakai pakaian seorang laki-laki sebelumnya. Sedetik kemudian ia melirik tajam ke Luhan. Ia bermaksud mengusir Luhan dari kamar itu agar ia bisa mengganti pakaiannya.

“aku tidak akan keluar jika tidak bersamamu, gantilah ke kamar mandi!” ujarnya.
Sooyeon mendengus, ia terus merutuki dirinya sendiri yang selalu memaki Luhan dalam hati. Dan itu sungguh percuma karna Luhan selalu bisa membaca pikirannya.

_______________________________________________Princes
Sooyeon membuka matanya lebar, ia menghirup dalam udara pagi. Kesejukan ini jarang sekali ia temukan di sekitar rumahnya, ia sangat suka ketenangan, dan disini ia mendapatkan aura ketenagan dari pemandangan indah yang diberikan Luhan kepadanya.

Berkali kali Sooyeon mengambil nafas lalu menghembuskannya, di depannya terdapat pepohonan rindang dan tinggi, namun ia tetap bisa menatap langit luas jika ia berbalik kebelakang, di belakangnya ada hamparan rumput dan beberapa tumbuhan kecil disekitarnya , dia bisa melihat langit luas yang begitu biru dipagi hari.

“Kau menyukainya?” Tanya Luhan.

Seketika wajah Sooyeon berubah, ia lupa jika ia bersama Luhan ditempat itu, sejenak keindahan tempat itu membuatnya lupa dengan kekesalannya pada Luhan. Sooyeon menjadi diam dia sudah tidak ingin merutuki Luhan karna pasti Luhan akan tahu isi pikirannya.

“Apa sudah cukup kau merasakan udara tempat ini? Atau kau ingin aku lebih mendekatkanmu dengan cahaya matahari?”
Sooyeon hanya merunduk, ia memajukan bibirnya dan menggembungkan pipinya.

“Baiklah, sepertinya ini sudah cukup, waktu kita tinggal 15 menit sebelu m jam sarapan pagi, aku harus memastikan ke-3 anak itu tidak terlambat!”
Sooyeon menoleh kearahnya, dari ekspresinya ia pasti meminta untuk lebih lama lagi karna ia merasa belum puas melihat pemandangan itu.
Luhan menghela nafas, ekspresi Sooyeon yang seperti itu sedikit membuatnya iba dan ingin tertawa, ekspresi yang lucu.

“Ara. Ara! 10 menit lagi!” ucapnya dan disambut dengan senyum riang oleh Sooyeon.

Luhan mengerjap melihat senyum tulus Sooyeon, baru kali ini ia melihat senyuman tulus Sooyeon, dia tersenyum hanya karna ia mempunyai waktu lebih untuk melihat pemandangan ini. Sooyeon sedikit menjauh dari tempatnya berdiri, ia berlonjak lonjak senang karna cahaya matahari sudah semakin tinggi dan mengenai tubuhnya. Manusia memang sangat membutuhkan cahaya itu. Dan sunggingan senyum pun selalu menghiasi pipi Luhan.

Luhan masih memandangi Sooyeon dari tempat nya berdiri. Melihat Sooyeon yang tidak menyadarinya ia berinisiatif untuk melakukan sesuatu pada Sooyeon. Luhan kembali mendekat, kali ini ia lebih dekat dibelakang Sooyeon, ia meraih tangan Sooyeon yang tergenggam di depan dagunya. Sontak Sooyeon terkejut karna tangan Luhan tiba-tiba menyentuhnya, ia ingin menoleh namun Luhan menahannya.

“tetap saja menatap lurus kedepan, pejamkan matamu dan rilexkan tubuhmu, jangan terlalu tegang jika ada didekatku, aku tidak akan menyakitimu!”
Sooyeon menelan ludah dan ia hanya bisa menuruti kata-kata Luhan. Luhan terseyum melihat Sooyeon yang sudah tidak berniat untuk memberontak lagi. Lalu ia merentangkan tangan Sooyeon bersama tangannya.

“Hiruplah udara ini, dan rasakan kemurniannya!”
Sooyeon menurut, ia menarik nafas dalam, dan ia dapat merasakan kehangatan dan kenyamanan. Ia masih merasakan tangan Luhan yang menuntun tangan nya, ia juga masih merasakan hangatnya tubuh Luhan yang memang berada di belakangnya. Namun perlahan ia merasakan tangan luhan tak lagi menggenggam jemarinya, tangan Luhan turun menelusuri lengannya lalu pinggangnya, ia melingkarkan tangannya diperut Sooyeon lalu ia juga dapat merasakan dagu Luhan di pundaknya, ia tidak berani untuk memberontak, entah apa yang menahan tubuhnya untuk memberontak pada Luhan, seperti ada aura yang menahannya sehingga Luhan bisa dengan mudah menyentuhnya, ia hanya takut jika Luhan menyakitinya.

“Udara ini memang memberikan kebebasan padamu Sooyeon_ssi! Namun tidak untuk kebebasanmu dari ku!”

______________________________________________Princess

TBC…

Advertisements

10 thoughts on “PRINCESS [CHAPTER 2] SHORT VER.

    • farahjaegirl says:

      apa aku buat ff hansica lagi ya…
      kalau sama Sehun aku sukannya dia yang sweet tapi pengen dianya yang sedikit frontal tapi jadinya selalu sweet gituu..
      okey lah abaikan
      gomawooo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s