PRINCESS [CHAPTER 1]

 

 

 

 

 

luhan jessica8 mungsoo daehyun2 sungjae

 

 

 

Author: S.Y.M

Title:   Princess

Main Cast: Jessica Jung-Xi Luhan-Kim Myungsoo (L)-Jung Daehyun-Yook Sungjae

Genre: Fantasy, Romantic

Rating: G

___________________________________________

 

Gadis itu membuka matanya perlahan, masih terlihat samar-samar dimatanya, dimana ia sekarang? Batinnya. Ia tipe orang yang sangat perasa terhadap  aura lingkungannya, dan ini.. ini bukan tempat yang biasa ia tempati, ini bukan rumahnya, ini bukan kamarnya, dan ini jelas tempat asing.

Ia merasakan tekanan yang lebih kuat di tempat ini, aroma yang bukan lagi aroma lembut bunga anggrek kesukaannya melainkan aroma maskulin dari seorang laki-laki. Apa dia berada dirumah seorang laki-laki?

Menyadari itu, ia membuka lebar matanya… sesekali ia berkedip seraya mengelilingi seluk ruangan itu, mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya sebelum akhirnya ia sampai ditempat ini?

Setelah beberapa detik pandangannya menelusuri ruangan itu ia menyerah, ia tidak menemukan tanda-tanda bahwa ia pernah melihat ruangan itu sebelumnya. Ia berharap ia berada di tempat yang aman. Ia menutup matanya dengan telapak tangannya, memberi sedikit penekanan pada mata yang masih mengantuk itu, mata itu membuatnya pusing, di kepalanya seperti ada kawat yang menegang dan mata itu terasa sangat berat.

“Aght!” ia merasakan sakit di pergelangan tangannya.

Diperhatikannya pergelangan tangan itu, terdapat  bekas memar ditangan itu. Sejenak ia berfikir apa yang terjadi pada tangannya itu.

“Ahhh Shit!” Ia memukul selimut yang masih membelitnya itu. Ia mengingat kenapa pergelangan tangannya memar seperti itu. Namun ia masih tidak mengingat kenapa ia sampai ditempat ini.

Ia memaksa untuk mengangkat tubuhnya yang terasa sangat berat itu. Ia ingin bangun dari tempat tidur ini dan melihat keadaan disekitar ruangannya.

Ia membuka selambu krem yang masih menutupi masuknya cahaya ke ruangan itu, namun sial karna sama saja ia tidak bisa melihat cahaya karna jendela itu tertutup dengan rapatnya.

“Hfuhhh!” ia menghela nafas, sampai saat ini ia belum sadar apa yang harus ia lakukan untuk keluar dari ruangan ini, ia masih diam menatap jendela ruangan ini, kenapa ada orang yang tidak suka dengan cahaya sehingga tidak memberikan celah pada jendelanya? Batinnya.

CKLEK

Gadis itu segera menoleh kearah sumber suara, ada seseorang yang membuka pintu kamar itu.

BRAK

Pintu itu kembali tertutup setelah seseorang masuk ke kamar itu.

Gadis itu membuka matanya lebar setelah tahu siapa yang masuk ke kamar itu, ah tidak… dia tidak mengenalnya.Siapa orang ini?

“Kau sudah bangun? “ Tanya nya lembut dengan sunggingan senyum dipipinya.

Laki-laki itu berjalan mendekatinya ia tersenyum melihat selimut yang ada dilantai, ia merapikan selimut itu, tak lupa juga ia merapikan tempat tidur itu. Sedang gadis itu, ia hanya diam melihat seseorang yang didepannya kini. Ia berharap ini hanya mimpi karna ia sama sekali tidak mengenal sosok itu.

“Kau tidur berantakan sekali!” laki-laki itu kembali tersenyum padanya setelah selesai merapikan tempat tidurnya. Melihat gadis itu hanya diam melihatnya laki-laki itu kembali tersenyum, ia ingat satu hal.

“Anyeong Sooyeon_ssi!”  laki-laki itu menyapanya, lengkap dengan namanya, sontak gadis itu mengerutkan keningnya. Apa ini ? dia tahu namaku?

“Kau bisa memanggilku Luhan, Xi Luhan!” Luhan tahu jika Sooyeon, gadis itu akan kebingungan dengak keadaannya sekarang.

“disana ada kamar mandi yang bisa kau gunakan, aku akan menunggumu disini” ucapnya lagi

“Mwo?” Ucap Sooyeon lirih, namun sangat terlihat dengan ekspresi kagetnya.

“5 menit untuk mandi atau hanya sekedar membersihkan diri, kau sangat berantakan!”

“What?” Sooyeon benar-benar tak habis pikir dengan keadaannya sekarang. Siapa dia? Apa maunya? Kenapa aku? Apa apaan ini semua? Apa aku diculik? Apa dia yang menculikku? Oh Tuhan cepat bangunkan aku…. Seseorang cepat bangunkan aku!!!

“Bukankah kau sudah bangun Sooyeon_ssi? Cepatlah waktumu hanya 5 menit “ imbuhnya

Dia bisa membaca pikiranku?

“ Waktumu sudah berkurang 5 detik” ucapnya lagi

Sooyeon mendengus, ia terus merutuki dirinya sendiri yang tak juga mengingat kejadian sebelum ia sampai disini.

  • *     *             *             *             *

Sooyeon merutuki Luhan, yang benar-benar menunggunya selama 5 menit untuk membersihkan diri. Ya dia benar-benar menghitung setiap detiknya. Ia mengikuti langkah Luhan yang keluar dari ruangan itu, Luhan tidak memberinya kesempatan untuk bertanya. Aura Luhan sudah terasa menyeramkan baginya.

Menyebalkan

Luhan berhenti dari langkahnya, ia berbalik dan menatap Sooyeon tajam. Sontak gadis itu terdiam dengan mata yang tak kalah lebar dibanding Luhan. Di detik berikutnya Luhan tersenyum, entah apa yang terus membuatnya tersenyum saat bersama Sooyeon.

“Aku mendengarnya Sooyeon_ssi!”  lalu Luhan berbalik dan meneruskan langkahnya menuruni anak tangga itu, kini ia hanya pasrah dan mengikuti Luhan.

.

.

.

“Anyeong!” sapa Luhan kepada beberapa orang yang sudah berkumpul di meja makan itu. Sooyeon mengerutkan keningnya, Siapa lagi mereka? Tuhan cukup dengan orang aneh itu , kenapa ada yang lain? Ucapnya dalam hati.

“ Sudah kubilang aku mendengarnya Sooyeon_ssi, kau mengatakan aku orang aneh?” Luhan berbisik pada Sooyeon.

OH,,,, GOD  Sooyeon hanya meliriknya tajam.

“Mereka adalah saudara-saudaraku” Kini Luhan menggeser salah satu kursi di meja makan itu dan mempersilahkan Sooyeon untuk duduk di tempat itu, caranya memperlakukan Sooyeon seperti seorang putri.

“Kalian perkenalkanlah diri kalian sendiri, aku akan mengambil makanan sambutan untuk nya” kata Luhan kepada saudara-saudaranya.

Sooyeon hanya merasa jika saudara-saudaranya mungkin tidak seramah Luhan, bayangkan saja.. sejak ia hadir di ruang makan itu tak satupun dari mereka menoleh dan  memandangnya, mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, membaca Koran, membaca roman, bermain game dan menggunakan headphone sambil ngopi, tidak ada yang memperhatikannya.

Sooyeon memperhatikan orang-orang itu , tetap saja.. selama Luhan pergi entah kemana, mereka tidak ada yang memulai untuk memperkenalkan diri mereka, sedang Sooyeon ? entah apa yang membuatnya tidak bisa mengeluarkan suaranya, tenggorokan itu sepertinya kering.

“Ah… kau sudah disini?” seseorang membuka suaranya. Sooyeon hanya mengerjap ketika seseorang itu baru saja berjalan dari arah lain yang berlawangan dengan tempat duduknya.

Bukan kah dia duduk di kursi sebelahku? Sooyeon menoleh ke arah kiri tempatnya duduk dan tepat seseorang yang duduk ditempat itu perlahan menghilang seperti hologram yang sudah habis waktunya.

“Hai noona?” salah satu juga muncul di belakang orang itu dan dia orang yang duduk tepat didepannya.

“Kalian ini, dia akan semakin bingung!” satu orang lagi  yang berheadphone  muncul di belakan mereka berdua dan sial memang kali ini Sooyeon benar-benar bingung dengan kedatangan ketiga orang tersebut yang semula berada di meja makan bersamanya untuk beberapa waktu. Namun sekarang mereka muncul begitu saja. Diliriknya orang-orang yang duduk di kursi meja makan, damn… mereka menghilang.

“Ma’af itu permainan kami, agar gege tidak marah karna kami turun terlambat.” Akhirnya salah satu mau sedikit mengurangi kebingungan Sooyeon. Yang masih membuatnya bingung adalah…Bagaimana mereka melakukan itu?

Orang-orang disini aneh.

“Apa kalian sudah memperkenalkan diri?” Luhan datang dengan secangkir kopi ditangannya.

Dan tepat setelah ketiga orang itu duduk ditempat mereka masing-masing, sama seperti yang dilihat Sooyeon sebelumnya.

Sooyeon hanya melirik mereka jengah, mereka membohongi Luhan soal tadi.

Awas saja jika mereka juga seaneh namja itu, akan aku adukan kebiasaan kalian Cibir Sooyeon.

“Ah Geurae… noona namaku Sungjae, aku anggota keluarga paling muda, paling ceria, paling cute dan paling tampan disini!” Dia Sungjae dengan semangat memberikan tangannya pada Sooyeon.

Sooyeon hanya membalas jabatan tangannya singkat, tanpa memperkenalkan namanya, ia yakin orang-orang disekitarnya sudah tahu siapa namanya.

“So cool, and cold!” Sungjae sedikit lama menggenggam tangan Sooyeon, ia tersenyum padanya, senyum yang menurut Sooyeon sedikit menyeramkan.

“Daehyun imnida, abaikan saja apa yang dia katakana, karna pada kenyataannya kami semua disini tampan!” jika Sungjae lebih semangat dan membesar-besarkan perkenalannya berbeda dengan Daehyun, dia lebih sopan dan lebih lembut, mungkin cara bicaranya lebih mirip Luhan.

Kali ini Sooyeon lebih tulus saat tersenyum pada Daehyun, lalu ia mengedarkan pandangannya pada seseorang yang duduk tepat di depannya, ekspresinya berubah dingin, menurutnya orang yang ada didepannya ini tidak menyenangkan, terlihat sekali dengan caranya memandang Sooyeon sejak pertama bertemu tadi.

“Ehem.. kau, sekarang giliranmu!” Luhan mengingatkannya.

Dengan malas dia melepas Headphone yang bertengger ditelingannya menjadi menggantung di lehernya.

“Myungsoo” Dia meraih tangan Sooyeon, lalu segera melepaskannya dan kembali duduk dikursinya.

“Mari kita makan!” Sungjae, anggota paling muda itu dengan semangat memulai untuk sarapan dipagi itu.

“Hyung! Apa kau mau aku ambilkan makananmu?” tawar Sungjae kepada Myungsoo yang terus menatap selidik kepada Sooyeon .

Sooyeon mengedarkan pandangannya pada Luhan yang sedang menyiapkan makanan Sooyeon dipiring.

Apa yang sama dari mereka? Jika ketiga namja ini mempunyai bentuk mata  yang sama, berbeda dengan namja itu, matanya sedikit lebar, dan apa benar ia yang paling tua? Ah … wajahnya seperti bayi, seharusnya yang lebih tua itu namja didepanku ini, dia angkuh sekali.  Ahhh Tuhan, bantu aku mengingat, kenapa aku disini??

Sungjae mengikuti arah mata Myungsoo karna merasa tawarannya tidak didengar oleh Myungsoo.

“Aku tahu dia cantik, apa memandanginya lebih mengenyangkan dari pada makanan ini?” ucap Sungjae.

“Jangan menatapnya seperti musuh Hyung! Kau akan membuatnya tidak nyaman!” sambung Daehyun.

 

“Cha, selesai.. ini makanlah, makanan kami memang seperti ini saat pagi, jika kau tidak menyukainya kita bisa makan makanan lain nanti, ini kopi special mu. Kau harus meminumnya sebagai pembuka!” Luhan menyiapkan makanannya, seolah-olah dia adalah seorang putri.

“Kalian, cepat habiskan sarapan kalian.!” Tambah Luhan.

“Baik!” seru mereka bertiga, ah tidak kecuali Myungsoo… dia masih menatap selidik ke Sooyeon.

Advertisements

11 thoughts on “PRINCESS [CHAPTER 1]

  1. cameliashinkyo says:

    Anyyeong^^ aku readers baru diblog pribadi kamu !
    Aku udah baca ff kamu yg more than di blog jenongkece dan selalu comment kok
    Dulu nama I’d aku love JJ forever, karna commentnya lewat email.
    Tapi sekarang udah punya wp sendiri jadi ganti nama ! Udah sekian dlu perkenalannya._.
    Ff kamu yg ini bikin penasaran><
    Apa yg terjadi ama Sica
    Karakter Luhan dan Myungsoo yg misterius banget !

  2. sxadaitsfuntastic says:

    annyeong aku reader baru nee di blog ini chingu,.salam kenal eoh..
    .tentang ff inii,.wuaaaa..aku ketinggalan banyak eoh chingu,.jujur niihh..aku tertarik ma ff ini tuh awalnya gegara lusica,.hehe..trs jadi pengen baca..ehh,.ternytaaa menariiikk..kekeke,.
    aku penasaran nee knpa kok sica tau” di rumah asing sihh..trs sapa.eoh namja” kece ituu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s